Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 34 # Audy


__ADS_3

" heii .. Aku Mahesa Purba raksa!! "


" owh iaa,, kamu kenapa ya?? "


" aku audy !!, nama kamu unik yaa "


Audy menjelaskan maksud P.haji membawanya kehadapanku. Dulu tangan kanannya sempat cedera jatuh dari motor, sampai saat ini rasa ngilu masih terasa, namun dia mengabaikannya karena tidak terasa parah dan bisa melakukan aktifitas.


Namun ketika uji tanding barusan, dia menyepin gantung bola yang di blok lawannya dengan kekuatan penuh tapi tergesa gesa. Hingga mengundang bekas cedera ya kambuh lagi dan tidak bisa meneruskan pertandingan, dan sekarang makin sakit.


" owh begitu ya ceritanya!!


" aku coba cek dulu ya "


Aku bawa Audy ke kedai di samping PTM. Aku memesan Spaghetti Sedangkan Audy memesan Lumpia Basah, sedangkan untuk minumannya kami memesan jus strawberry untuk teman ngobrol sambil menerapi Audy. Disini terlihat rame dengan orang yang jajan sama seperti kami, aku membawa audi ke meja paling pojok biar enak menerapinya.


" Maaf yaa.. Coba mana tangan kanannya "


Audi menyerahkan tangan kanannya, dan memvidioku cara menerapiku dengan tangan kirinya.


Aku mengeluarkan minyak zaitun dan handuk kecil, jari jemariku perlahan mulai meliak liuk di sela sela jari Audi, dia meringis kesakitan ketikan aku pegang, tekan, dan urut titik titik meridian yang bermasalah.


Jari jemariku meliak liuk lagi ke bagian pergelangan sampai sikunya, disini terlihat Peredaran darahnya kurang normal. Disini aku gunakan teknik dari kakek buyut ku untuk me nyasar urat yang menyebabkan darahnya kurang lancar.


" aww ahh ahh sakit Purba "


" sakitnya tapi enak "


" aku udah sering d betulin, tapi tidak seperti ini "


" bener kata P.haji, selain namamu unik, metodenya pun unik "


" ohh sakit ada enaknya yaa "


" berarti kita Jodoh !! Hehehe "


" apa sih kamu, gombal "


Tanganku meliak liuk lagi ke bagian lengan, bahu dan lehernya, disini semua urat ya keras dan di area bahu agak bengkak. Aku tekan dan ku putar tujuh kali setiap bagian yang nyeri dengan putaran melawan arah jarum jam, aku keretek keretek setiap bagian yang kaku, kemudian aku tarik.


" ahh ahh aha aku kaget Purba, kenapa gak ngasih aba aba dulu "


" tuh lihat, sampe ngeluarin air mata begini!!"


" hehe, ia maaf "


" sekarang coba gerakan "


" ehh ko ringan banget yaa"

__ADS_1


" gak sakit lagi, suman ini ko seperti ada banyak semut yaa di tangan sampai punggung.


" hehehe..ia gak apa apa, itu tandanya peredaran darahnya udah normal "


" gak bakalan apa apa kok, bentar lagi ilang"


" kalo gak ilang, kamu harus main sama aku hehe "


Aku dan Audy tertawa bersama. Tak lama pesanan makanan kami datang. Aku dan Audi makan sambil bercerita tentang tenis meja, di antara kami banyak kesamaan, dari mulai hoby, dan baperan.


Audy mengajaku untuk main ke rumahnya, dia mempunyai asisten rumah tangga yang sudah dia anggap sebagai keluarga. Asistenya tersebut mempunyai keluhan sakit di pinggang, setiap bangu tidur, dan bergerak suka sakit.


Bukan hanya itu, Audy juga mempromosikan Terapiku ke teman dan rekan kerjanya. Dia membuat status di WhatsApp dengan postingan vidio yang baru ia rekam, tak lupa ia share after dan beforenya dengan memintaku untuk memvidionya.


Audy sangat lucu ketika memperagakan before afternya, dia menari nari seperti artis India, dia senang karena keluhan selama ini sembuh. Terlihat sepatu putih Nike yang dikenakan Audy, mengingatkanku kembali akan Gladys.


" ohh ia Purba, untuk biayanya berapa ini?"


" ini udah mau sore, aku mau segera pulang "


" gak usah Audy, anggap saja ini hadiah dariku atas perkenalan ini"


" gak boleh gitu Purba!! Kamu tuh punya keluarga, P.haji juga ngasih tau sedikit tentangmu "


" owh Ia.. Aku minta kontak kamu dong "


Aku memberikan kontak what's app. Aku dan Audy kembali kedalam PTM, Audy membereskan semua barang bawaannya, sedangkan aku memutuskan main satu set.


" ia begitu Purba, Backhand yang bagus "


Huuuuuuuuu Audi di soraki


" spin gantung Purba....... Smashn yaaaaaa


Huuuuuuuuu Audy di soraki lagi.


Akhirnya aku menang dengan skor 3-2, terlihat Audy berjalan menghampiriku. Dia membawa sebotol aqua dan handuk dan memberikannya kepadaku.


" waaww permainan yang memukau dan sangat menghibur Purba"


" aku angkat dua jempol untuk Pertandingan dan semangat kamu "


" hehe.. Makasih yaa udah dukung aku "


" kamu jadi di bully tuh karena dukung aku "


" hahahah hia hia "


" tau gak yang kamu kalahin barusan itu siapa??"

__ADS_1


" emang dia siapa??"


Tiba tiba orang yang aku kalahkan tadi menghampiri kami.


" hey anak muda.. Permainanmu membuatku kalang kabut, bola bolamu sulit di tebak "


" ehh kanalin, saya Tedy ayahnya Audy "


" aduh... maaf pak" ihh Audy, kenapa gak bilang ??#


" nama saya Mahesa Purbaraksa "


" hahahah,, Nama yang unik yaaa"


" Sesuai dengan orangnya"


" owwwh ia, tadi Audy bilang tentang kamu, dan Alhamdulillah cedera Audy juga membaik, baik malahan "


" kalau ada waktu luang, kamu main kerumah kami yaah"


" baik paa "


" yaudah, ini udah mau maghrib kami pulang dulu yaa" ucap Audy


Audy dan ayahnya berlalu pergi, tak lupa ayahnya memasukan amplop coklat ke dalam tas Olahragaku. Terlihat Audy senang dan senyum manja ketika meninggalkan aku, terlihat dia memberi aku kode dengan kedua ibu jari dan kelingkingnya agar aku menelepon ya.


Ayah Audy masuk kedalam mobil rombongan timnya, sedangkan Audy masuk sendiri ke mobil Jeef Wrangler Rubicon nya.


Aku kira Audy terlahir dari keluarga sama sepertiku, ternyata aku salah. Audy sama saja seperti Gladis, bedanya Gladis mandiri, sedangkan Audy masih ada ayah nya.


Aku segera pulang dengan berjalan kaki kembali. di perjalanan pulang aku menerima chat dari Gladis, dia bilang seminggu lagi akan segera pulang. Dia menambahkan hari ini pemotretanya ditunda, karena sembab diwajahnya karena menangisi perpisahan kami tidak bisa di tutup make up. Bukan hanya itu, kalau dalam waktu dua sampai tiga hari masih tetep sembab, Gladis akan di putus kontraknya.


Aku jadi merasa bersalah, andai aja aku menemani Gladis sampai selesai, mungkin tidak akan menyulitkan Galdis, tapi yaa gimana lagi! Bubur sudah menjadi nasi, aku gak mau sistem pengencrotan terus berlanjut.


Tak terasa adzan maghrib berkumandang, aku baru sampai di rumah. Aku bergegas pergi ke kamar dan mengambil a duk, dan segera mandi.


Sesudah mandi dan melaksanakan sholat magrib, aku berbaring lau mengecek Hp ku. Terlihat ada Chat dari nomer baru, aku buka dan periksa foto profile nya, ternyata ini Audy.


"hi"


" hi juga "


" kamu udah punya pacar!! Ehh maksud aku udah sampai rumah??"


" xixixi,, aku udah punya calon suami Purba "


" belum ini masih di jalan, aku menepi dulu untuk sholat di SPBU, ini baru selesai .


" apa aa calon suami ?? "

__ADS_1


Mendengar


__ADS_2