
" ahhhh ahhhh ahhh " terdengar suara Gladis yang sedang menikmati sensasi permainan indera perasa dan jari jemariku.
" ahhhhhhhhhhhhhhh " I like it purbaaaaa ucap Gladis yang sudah mencapai puncak kenikmatannya.
" Kamu udah Dish? " Tanyaku terheran heran.
" belum 5 menit lohh ini."
" ia a. Tak seperti biasanya! " Ucap Gladis dengan mata terpejam sambil bergerak gerak karena masih menikmati sensasi.
Aku segera mamasuka burung peliaraanku dengan kecepatan sangat tinggi. Aku peluk Gladis dengan erat sambil mentari leher Gladis dengan hisapan indera perasa dan pemotong makanan.
Gladis menyilangkan ke dua kaki di atas area bo...kongku sambil memijat dan mencakar pungg...gungku.
Dan ahhhhhhhhhhhhhhh.
Burung peliaraanku mengeluarkan lahar kasih sayang di dalam kerang Gladis.
Aku berhenti sejenak diatas tub..buh seksinya sesekali memainkan salah satu pu..ting gunung kembarnya.
Kemudian aku keluarkan burung peliaraanku dan berbaring di sampingnya.
Karena ingin mempunyai keturunan. Gladis melakukan apa yang kami obrolkan kemarin.
Gladis menghadapkan ke dua kakinya ke atas dan mengganjalnya dengan bantal. Dia menahan bo..kong dengan ke dua tangannya.
**********
Ke esokan harinya.
Aku dan Gladis meninggalkan hotel.
Aku dan Gladis sedang menunggu jadwal penerbangan dari Spanyol ke Perancis.
Terlihat lalu lalang turis asing yang sama sama sedang menunggu.
" Kamu capek ga sayang? " ucap Gladis sambil memegang salah satu tanganku.
Dia tersenyum sehingga terlihat lesung pipinya. Gladis terlihat sangat cantik hari ini.
Rambutnya yang panjang di tutupi topoli dari kain rajut yang di pakai Michele Judith. Dia lehernya terpasang syal berwarna krem.
Gladis berpakaian selayaknya orang Eropa dengan pakaian yang seperti jubah seperti Pain Akatsuki di film kartun Naruto berwarna hitam.
*******
__ADS_1
Akhirnya aku dan Gladis mendarat dengan selamat di Bandar Udara Charles de Gaulle Paris.
Aku takjub ketika turun dari pesawat. Aku mencubit cubit pipiku seakan tak percaya bisa menginjakkan kaki di Paris Perancis.
" hei.... Kamu kenapa sayang? Tanya Gladis sambil memegang bahuku.
" terima kasih yaa Dish. Wasilah menikahi u aku bisa menginjakan kaki di negara yang yang memenangi piala dunia tahun 2018 ini." jawabku sambil memeluk Gladis.
Aku dan Gladis menaiki taxi langsung menuju Menara Eiffel.
Di sepanjang jalan aku teringat Film Taxi ugalan ugalan yang pernah ku tonton dulu. Supirnya memakai jersey Timnas Perancis bernomor 10 milik Zinedine Zidane.
Terlihat dari kejauhan Menara Eiffel menjulang tinggi ke atas. Gladis memutuskan untuk mencari Hotel untuk beristirahat dan menyimpan barang barang.
Taxi berhenti di depan Hotel le Parisis Paris tour Eiffel.
Hotel ini merupakan hotel terbaik di Paris yang berada di jantung kota atau alamat lengkapnya 102 Bd de Grenelle, Paris.
Selain fasilitas gym, bar, sauna, WiFi, laundry, dan lain-lain, aku dan Gladis bisa menikmati suasana yang elegan dan tidak bikin bosan.
Ada tambahan sarapan gratis jika Gladis dan aku memilih menginap di hotel dengan tarif kamar paling murah sekitar 2,3 jutaan rupiah per malam.
" akhirnya aku bisa merebahkan badan " ucapku sambil membaringkan tubuh di tempat tidur.
" ihhh kamu jorok! Mandi dulu gih! " ucap Gladis sambil membedah koper membereskan barang barang.
Hampir semua bangunan di sini berwarna perpaduan orange silver dan crem. Suasananya seperti di Barcelona.
" Kamu lihat apa sayang? " tanya Gladis sambil memeluku dari belakang.
" aku sedang memperhatikan bangunan bangunan. Ini mengingatkan aku di Barcelona Dish! " jawabku sambil me balikan badan ke arah Gladis.
Aku dan Gladis berbalas juluran indera perasa. Kedua tanganku berada di atas pan..tat Gladis. Sedangkan kedua tangan Gladis berada di leherku.
Aku gendong Gladis ke atas tempat tidur. Gladis melemparkan topi rajutnya ke kursi. Dia membuka semua yang ia kenakan di ikuti aku.
Aku menggendong Gladis ke kamar mandi untuk membersihkan badan terlebih dahulu.
" jangan di sini ahhh! aku gak mau keram lagi seperti waktu d Barcelona. " ucap Gladis sambil membersihkan badannya di bawah kucuran air dari shower.
" siapa yang mau melakukannya di sini. Tadi kamu bilang bersih dulu badannya. " jawabku sambil duduk di atas closer.
" ihhhhhhhh purbaaaaa. " ucap Gladis sembil menutup hidungnya.
Dia membersihkan busa sabun yang menempel di semua tubuhnya. Kemudian dia keluar dengan memakai kimono dan handuk melingkar di kepalanya.
__ADS_1
Aku segera membersihkan noda emas di pan..tatku. Kemudian aku bersihkan semua badanku.
Aku keluar dari kamar mandi. Terlihat Gladis sedang duduk di depan cermin sambil mengerinkan rambut dengan hair dryer sambil menyisir.
Dia berjalan ke tempat tidur dan membaringkan tubuh seksinya.
" Kita istirahat dulu yaa? Entar malam kita menikmati suasana kota paris. " ucap Gladis sambil menguap dan menggeliat.
" ia sayang. " jawabku sambil mendaratkan ciuman di kening Gladis.
Tiba tiba Gladis menarik tanganku sehingga aku terjatuh menimpa di atas tu...buhnya.
Kemudian Gladis menyerang dan menggigit bi..bibirku dan memainkan indera perasanya.
" ihhh kamu nakal yaaa! Katanya mau istirahat dan tidur. " ucapku
" ia ia maaf. " jawab Gladis sambil membekangiku.
Kemudia aku memeluknya dari belakang. Aku memainkan indera perasaku di leher Gladis. Salah satu kakiku berada di atas Pingg..ang Gladis. Jari jemariku memainkan salah satu gunung kembar Gladis dan memainkan puti..ngnya.
Kepala Gladis bergerak gerak, matanya terpejam menikmati sensasi permainanku. Kemudia aku tarik kimono ke atas. Aku gesek gesek burung peliaraanku ke arah kerang ajaib Gladis dari belakang.
Terdengar suara dengkuran Gladis.
" yaaaa salam. Kirain mau berjibaku, ehhh malah ngorok. " ucapku sambil melepas pelukan dan membelakangi Gladis.
*********
" Kamu mau pake baju apa? " ucap Gladis sambil memilih milih baju yang mau ia kenakan.
" aku mau pakai polo sama jeans pendek aja Dish " jawabku sambil membuka koper.
Aku dan Gladis bersiap siap untuk menikmati suasana kota paris di malam hari. Terdengar suara ribut ribut di luar.
Aku tengok dari jendela. Ternyata malam ini ada pertandingan sepakbola antara PSG yang di perkuat Lionel Messi dan Kyland Mbappe serta Sergio Ramos.
" Kamu mau nonton? " tanya Gladis sambil memakaikan BH dan CD.
" Ngapain? aku kurang suka sama Lionel Messi Dish. "
" ohhh ia aku lupa. Kamu kan penggemar CR7 . " jawab Gladis.
Aku dan Gladis meninggalkan kamar hotel untuk keluar menikmati suasana di sekitar menara Eiffel.
Aku dan Gladis berjalan menuju Menara Eiffel yang tak jauh dari hotel yang kami tempati. Sepanjang jalan terlihat kerumunan orang yang memakai jersey PSG, mereka berteriak teriak menyanyikan chant klub kesayangan mereka PSG.
__ADS_1
Sebavi yang kain membentangkan kain yang terdapat para pemain PSG dengan Lionel Messi dan Mbappe berada paling depan.
" Kamu kenapa? Tanya Gladis yang melihatku sarkastik melihat banner PSG yang ada foto Lionel Messi.