
Dan Gladis bertanya.
" sekarang aku harus gimana posisinya Purba?? Terlentang kah?? Atau tengkurep??
" kalo aku biasanya tergantung pasien aku Dish!! Ada yang mau dari kepala dulu, berarti dia duduk dulu, ada juga yang mau dari kaki dulu, berarti dia tengkurep.
" jadi kamu mau dari mana dulu Dish?
" tengkurep berarti yaa.
Gladis langsung berbaring dengan posisi tengkurep! Belum apa apa otak kotorku langsung traveling. Gadis yang ku kagumi kini di depan mataku, dia terbaring memakai tank top senada dengan shot hitam pendek yang ia kenakan, hanya berlapis kimono yang dipakai setengah badan.
Kumulai memijit disela sela jari kakinya, aku tekan dan putar perlahan supaya Gladis tidak merasa sakit, jari jemariku meliak liuk ke arah engkel dan betis. Panjang, putih serta mulus kulitnya, mengingatkan aku kepada artis Aura Kasih.
Jari jemariku meliak liuk kembali ke arah paha
" Dish sebelumnya maaf ya,, setelah aku cek dari mulai jari jemari kaki sampai paha, peredaran darah kamu kurang lancar."
" ohh gtu ya,, emang terasa di kamunya gimana Purba.
" aku pakai 2 metode dulu ya Dish". Yang pertama aku sasar urat dan syarafnya Dish, yg kerasa di tanganku berupa butiran butiran mirip Boba. Terus aku tekan dan putat sehingga darah tersebut mengencer, kemudi baru aku urut.
" yang kedua metode tulang sulbi, kenapa disebut terapi tulang sulbi? Jadi tulang subi itu nama lain dari tulang ekor, semua syaraf manusia berpusat di area bokong. Metode ini aku pakai biasanya untuk pasien keluhan Dish, seperti ginjal, magh, struk dal lain sebagainya.
" metodenya aku tekan, putar terus tahan di area bokong.
Disan ada empat tempat pusat syarat,. Ada area atas dan bawah dan area kedua sayap. Pokonya panjang kalau harus d nelaskan secafa spesifik. Yang terpenting adalah kesehatan dan kebugaaran pasien gitu.
" ia sih Purba,, sakarang banyak metode dan treetmen baru, namun faktanya kembali lagi ke pijat tradisional dan bekam, seperti yang kamu lakuka ke ibu.
Lalu tanganku kembali meliak liuk di area bokong Gladis, aku tekan perlahan bersamaan dengan putaran, Gladis terlihat menikmati treetmen tulang sulbi, sampai sampai ia meminta di tekan dan di putar agak keras lagi.
Terdengar suara ******* dari Gladis saking menikmati metode tulang sulbi ini. Jari jemariku meliak liuk lagi ke area pinggang, dengan tekanan dan urutan ke arah atas membuat tali gunung Gladis terlepa. Aku kaget, aku takut Galdis memarahiku. Tiba tiba.
" Purba.. Bra nya lepas aja yaa, supaya tidak menganggu terapi pijatanmu.
Dengan mata yang sudah mengantuk berat, Gladis membuka Bra nya. Sekarang Gladis terbaring tengkurep ampir 90% tidak memamai pakaian. Aku berusaha untuk mengontrol nafsu dan hasratku.
__ADS_1
Seharusya di posisi seperti sekarang ini Gladis yanv harus khawatir, ini kabalikannya, malah aku yang khawatir terjadi pelecehan. Mungkin dasarnya Gladis adalah seorang model yang biasa berfose, jadi dia tidak merasa malu dan canggung di hadapanku. Aku terus tekan dan putar di area leher, punggung dan area sayap tangan bagian belakang.
" ia itu benar purba, enak banget tuh bagian itu?
" coba kamu teka terus kerasan lagi purba
" ia itu Purba.. Enak nanget sumpah,, apalagi tanganmu mulus mirip perempuan hehehe
Aku terus berusaha fokus untuk terapi dan memijat, hasrat dan nafsuku sudah terlampau tunggi. Benar kata bang Napi, kejahatan bukan terjadi karena ada niat dari pelakunya, melainkan ada kesempatan waspadalah, waspadalah.
" ini masih lama kan yaa"
"bentar lagi ko Dish, tingagal area Kedua tangan sama kepalala.
" coba sekarang kamu duduk Dish
" kamu sandarkan kepalamu ke dadaku yaa
Aku memijat kepala Gladis. Terlihat gladis memejamkan matanya, betapa kagetnya aku ketika melihat dikaca lemari terlihat bayangan bagian depan Gladis. Entah harus senang atau gimana perasaanku saat ini, aku bingung menjelaskannya.
Akupu meneruskan memijat agak lama sambil menoleh ke arah kaca lemari. Ingin rasanya aku memegang dan menyentuh kedua bukit misterius itu, namun apa dayaku.
" Purba.... Itu apa purba
" di punggungku terasa ada yang gerak gerak
" itu apaan yaaa heheheh
" aduh Dish maaf yaaa.
Aku berhenti dan membalikan badanku membekangi Gladish karna malu. Aku takut Galdis marah, tapi anehnya tadi Gladis malah menertawakanku.
" kamu kenapa purba
" gak apa apa kok, santai saja
" hal kaya gini sudah biasa di lingkunganku purba.
__ADS_1
" aku salut sama kamu bisa bertahan dari godaan
Aku masih diam dan membelakangi Gladis. Aku gemetar, badanku terasa dingin saking malunya akibat burungku hinggap di pinggang Gladis.
Tiba tiba Gladis memeluku dari belakang, akupun seketika seperti tersengat arus listrik, tububku yang tadinya dingin menjadi panas, ubun ubunku terasa mau meletus seperti gunung berapi akibat pelukan Gladis.
" purba maaf yaa aku memelukmu kaya gini, sudah lama aku tak mendapat kehangatan"
" kamu jangan berfikir yang lebih jauh lagi purba, meskipun usiaku 28 tahun dan kerjaku sebagai model, aku masih perawan purba.
" banyak om om dan sugar daddy diluaran sana yang rela merogoh kocek uang untuk menikmatiku, namun aku semua tolak purba.
" meskipun aku berprofesi sebagai model, harga diriku tidak akan sebanding dengan uang yang para lelaki hidung belang keluarkan.
Mendengar Gladis seperti itu aku hanya terdiam dan mendengarkan, namun aku aneh kenapa Gladis bicara seperi ini. Tiba tiba aku mencium bau yang tidak asing di hidungku ketika Gladis terus bicara dan memeluku.
Mulut Gladis seperti bau minuman keras, akupun melepaskan tangan GLadis yang memeluku, kemudian membalikan badan kearah Gladis.
" Astaghfirullaah.. Aku kira kamu tidak suka minuman keras Dish
" apa loe purba" dengan mata dan gerakan seperti dewa mabuk Gladis mulai ngelantur.
" perasan tadi kamu gak beli minuman keras Dish, kamu dapat itu dari mana??
" aku tadi masukin minuman keras ke botol calpico biar kamu gak curiga, aduh aku ketahuan deh
Melihat Gladia seperri itu membuatku tertawa, Gladis terlihat seperti orang bego, duduk sempoyongan dengan hanya memakai short.
Karena tidak tega, aku baringkan Gladis yang sudah hampir 100% tidak mamakai pakaian. Aku bopong dan pindahkan Gladis ke tempat tidurnya.
Akupun segera mengambil selimut untuk menutupi auratnya, namun aku berhenti dan berfikir sejenak sambil menatap Gladis. Otaku Traveling kemana mana, ingin rasanya aku mununggangi Gladis, namun aku takut akan siksa api neraka.
Aku segera mengambil kemeja Gladis yang berada di kursi, aku memakaikannya ketubuh Gladis dengan perlahan seperti memakaikan baju ke anak bayi yang baru lahir, aku pasang kancing dari bawah satu satu hingga ke atas, dia area kacing bagain pegunungan aku berhenti dan menarik nafas, andai saja ini bukan aku, sudah habis lah Gladis.
Setelah beres semua aku berbaring di kursi yang sekaligus bisa menjadi kasur dengan cara tinggal menariknya. Aku merasa capek karena berperang dengan nafsu dan bisikan Syetan. Dan perlahan akupun tertidur
Tiba tiba
__ADS_1
Aaaaaaaaaaaaaaaa...............