Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 64 # pin set rambut gladis


__ADS_3

Aku berjalan kembali ke kamarku dengan perasaan gundah gulana.


Gladis sedang tidur nyenyak dengan dengkurannya yang merdu. Dia tidur bak model di film korea dengan kemeja dan rok pendek yang belum sempat ia ganti.


Terlihat tubuh seksinya karena kemeja yang ia pakai tertarik posisi tidur dengan tangan keatas, kaki mulus moleknya tak sempat ia selimuti.


Aku ingin mengakhiri semua kekacauan yang ada di hati dan pikiranku. Tentang uang, tentang hasrat, dan yang terpenting tentang pernikahan.


Aku ingin hidup tenang seperti sediakala, aku tak mau terus di rundung gelisah tentang pernikahan. Aku harus secepatnya bicara serius dengan Gladis! Dia mau menerima pinanganku ok, kalaupun tidak, aku tak peduli.


*******


Seminggu kemudian..


" hari ini selesai berarti yah" ucap Gladis menelpon Vio"


" ok.. Aku sama Purba mau main dulu kayanya" ucap Gladis sambil menutup telpon.


*********


" kamu ko cemberut gitu sih Purba??"


" kita mau pulang apa liburan dulu??" Tanya Gladis sambil memakai tali penyangga kedua gunung kembarnya"


" aku mau bicara serius Dish!" ucapku memotong pertanyaan Gladis"


" ok.. "


" tentang apa?"


" seminggu lalu aku dan Audi sudah resmi putus Dish!!"


" loh kenapa??gara gara aku yaa??"


" enggak"


" sekarang aku juga mau bertanya sama kamu!! Pertanyaan yang sama kepada Audi "


Terlihat Gladis mulai serius dan panik..


" aku capek dengan semua ini Dish!!"


" sekarang kamu jawab dengan jujur"


" apakah kamu siap untuk ku nikah Dish??"


" aku sangat siap Purba!!"


Aku balik terkejut mendengar jawaban Gladis.


" REALLY ??"


" aku juga sama capek Purba"


" aku gak mau hidup di bawah telunjuk orang lain"


" benar katamu!! Ini sudah saatnya aku mandiri, dan membuka cabang usahaku yang lain "


" aku sudah memikirkannya matang matang "


Aku mengira Gladis bakal kekeuh dengan pekerjaan sebagai modelnya. Di luar dugaan ternyata memilih untuk mengakhiri pekerjaannya.


"sekarang aku balik nanya!! Kamu mau pernikahan yang seperti apa Purba??"


Mendengar Gladis bicara begitu, aku terpukul malu!! Aku punya uang darimana?? Aku hanya punya 20.000.000, ini pun uang hasil dari memuaskan hasrat Vio.


" jujur yaa Dish aku tidak mempunyai biaya sedikit pun" ucapku dengan perasaan malu"


" aku bertanya begini itu, supaya kamu meninggalkan aku Dish!!"


" pertanyaan aku simpel gak ribet ko" ucap Gladis dengan santai"

__ADS_1


" aku bertanya kamu mau pernikahan seperti apa?? Mau undang undang?? Apa hanya keluarga doang "


" soal biaya, kamu tak perlu khawatir"


" kamu siapin aja mas kawin yang wajib"


" berapa pun itu, aku terima"


Aku tak menyangka dengan jawaban Gladis.


" ko malah bengong sih??"


" harusnya kamu senang, kita mau nikah!!"


" Purbaa"


" haloooooooo"


" purbaaaaaaa" teriak Gladis sambil menepuk bahuku"


" iaa apa Dish??"


" maaf aku syok dengan jawaban kamu"


Gladis memeluku sambil berbisik ditelingaku. Gladis mau pernikahannya di hadiri keluarganya saja, dia bilang nikah itu bukan tentang segi ana mewah pestanya tapi menjalaninya.


Dia tidak akan malu dengan hanya dihadiri keluarga, dia kan sangat malu bila pesta besar besaran tapi berjuang perceraian.


Yang namanya orang menikah pasti ada pro dan kontranya. Lebih baik uangnya d investasikan untuk bisnis buka cabang usahanya, dari pada di habiskan untuk pesta pernikahan.


" kamu serius Dish??"


" kamu gak bakalan malu??"


" aku tak akan peduli omongan orang Purba"


" Yang akan melaluinya kita, bukan orang lain"


" aku siap ciptakan kebahagiaan sendiri tanpa harus peduli omongan orang lain.


" ini gaji pertamamu dari aku" ucap Gladis sambil memberikan dua gepok uang merah 100.000an"


" kamu pergunain untuk mas kawin aku ya" ucap Gladis sambil tersenyum manja"


" ini kebanyakan Dish!! Lagi pula aku belum sebulan kerja di kamu"


" aku sedang senang hari ini Purba"


" kontrak kerjaku udah beres dan aku sudah menolak berbagai job dari Vio"


" dan aku dapat bonus karena sudah selesai membereskan kontrak"


" terima kasih yaa purbaaaaaaa "


" ohhh gitu"


" terima kasih untuk apa??"


" karna kamu udah tunjukin aku jalan untuk membuka cabang usaha aku"


" jadi aku gak perlu lagi di atur atur sama orang lagi "


" aku mau kita fokus besar usaha kita nanti sesudah kita menikah"


" aku mau fokus jadi ibu rumah tangga, kamu yang atur semua " ucap Gladis sambil membaringkan tubuhnya"


Aku senang dan bahagia mendengar semua perkataan Gladis. Dia benar benar membuktikan bahwa dia memang benar benar mencintaiku.


Disisi lain aku sangat malu, untuk nikah saja uang dari Gladis. Kerja belum sebulan, gaji dan bonus udah di tangan.


" jadi sekarang kita kemana dulu nih"

__ADS_1


" aku lagi bahagia banget" ucap gadis sambil memainkan kedua kakinya posisi tengkurap.


" terserah nyonya manis aja"


" kang mas ikut saja" ucapku sambil tertawa"


" kamunya sini dong" ucap Gladis menggerakkan jari telunjuknya menyuruhku bergulat di tempat tidur.


Gladis mempermudah kerjaku, dia membuka satu dress yang di kenakan ya! Terlihat gunung kembar dengan tali penyangganya Gladis buka, sehingga terlihat seperti agar agar bermata dua. Tak lupa ia membuka tali penyangga rumah kerang ajaibnya, sehingga terlihat rambut avatar dari kacang ajaibnya baru jadi.


" ahh gak seru " ucapku


" gak seru!! Maksudnya?? Ucap Gladis sambil memeriksa sekujur tubuhnya"


" Apa sih??"


" itu rambutnya kaya jenggot yang baru tumbuh!!"


" ihh kirain apa?"


" aku belum sempet kerokin" ucap Gladis sambil tertawa"


" kata tetanggaku, paling enak itu di cabutin pake pinset"


" aku juga pernah!! Tapi kalo sendiri pegal Purba!!"


" sama kamu yaaa sekarang sebelum bertempur!! Ucap gadis tertawa terbahak bahak"


" oke .. Siapa takut!! Tapi pake upah yaa"" ucap ku menangtang"


" sampe abis" 3 juta oke"


Aku segera menghampiri Gladis. Dia memberikan aku pinset dari tas make up nya.


Gladis berbaring sambil memainkan hp nya, sedangkan aku duduk fokus mencabut rambut yang tumbuh di area pekarangan kerang ajaib Gladis.


" bau terasi Dish " ucapku becanda !"


" enak aja " punyaku terawat kali"


" Bentar bentar kamu ko tau baunya seperti terasi"


" cie cie yang udah bnyak mencicipi kerang punya yang lain " ucap Gladis meledeku"


" aku banyak mencicipi kerang orang lain gara gara kamu juga kali"


" seandainya kamu gak promosiin aku, gak iklanin kekuatan burung peliaraanku, aku pasti hanya dinikmati kamu saja"


" udah ahh jangan bahas lagi"


" geli bayangannya juga " uwooooop"


" sekarang.. Kamu milikku selamanya"


Aku kembali fokus mencabut rerumputan di pekarangan rumah ajaib Gladis. Sesekali aku memainkan indera perasaku.


" awwwwww"


" Pelan pelan Purba!! Pedes tau "


" ini susah Dish, ada yang seperti tai lalat, tapi pas di cabut rambutnya panjang"


" nah ini nin deket area lubang" ucap Gladis sambil menunjukan dengan jari telunjuknya"


" Yang ini yaaa "


" ihhh kamu malah nusuk lubang bo...ol" hahahah"


Aku segera mencabut di area pekarangan bagian atasnya sambil memainkan indera perasaku.


Gladis menyimpan hp nya, kemudian dia membukakan rumah kerang ajaibnya dengan jari jemarinya.

__ADS_1


Jari jemariku memainkan kedua gunung kembar sesekali memainkan kedua penutupnya.


Gladis bersuara dengan menengadahkan kepalanya keatas sambil matanya terpejam karena ke enakan.


__ADS_2