Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 17 # Perjakaku Ternodai


__ADS_3

" Ia Dish aku akan melakukanya"


Mendengar perkataan dariku, Gladis memeluk sambil meminta maaf. Gladis kemudian berdiri dan berjalan menuju tas miliknya. Gladis mengeluarkan sesuatu dari dalam tas, kemudian dia menghampiriku.


" maaf yaa sayang, aku terpaksa melakukan semua ini"


Gladis mengeluarkan dan membuka tisu ajaib, dia dengan khidmat mengelap burung peliaraanku untuk untuk tetap tenang. Gladis terlihat seperti sudah ahli dalam mempersiapkan peperangan. Dia mengajaku birbincang bincang untuk mengulur waktu yang sudah di tentukan tisu ajaib tersebut.


Lima menit kemudian, Gladis. Membuka permen karet, dia memegang burung peliaraanku dan mamasukannya kedalam permen karet. Aku kira semua persiapan Gladis sudah selesai.


Gladis kemudian membuka ransel dan mengeluarkan sepaket pakaian yang berada didalamnya. Gladis berjalan ke arahku kembali, dia mengeluarkan borgol dari paket tersebut.


Gladis membawaku ke kursi meja makan, kemudian dia meminta aku untuk duduk. Dia memborgol ke dua tanganku kebelakang. Aku paham yang dimaksud Gladis, aku juga pernah melihat adegan film biru, persis sama dengan yang dilakukan Gladis saat ini.


Gladis memakai baju polisi luar negri, tak lupa ia juga memakai topinya. Kemudian Gladis berputar putar mengelilingiku yang duduk terborgol, Gladis menutup mataku dengan kain hitam yang sudah ia persiapkan.


Gladis pun beraksi, Gladis duduk di kedua pahaku. Seperti biasa gladis berubah menjadi siluman ular, dia meliak liuk bermain di area telinga dan leherku.


Gladis bergerak gerak seperti cacing kremi diatas pahaku, kemudian Gladis menghimpit wajahku dengam kedua gunungnnya.


Dia meliak liuk di bagian dada dan pusar. Dengan keadaan terborgol dan mata tertutup, aku merasa Gladis kali ini makin liar.


Betapa terkejutnya aku, ketika Gladis memegang dan berusaha memasukan peliaraanku ke kerang miliknya. Gladis kali ini benar benar kesususahan, dia berusaha semampu dan sebisa dia.


Aku berfikir Gladis korban dari film biru. Dia menyamakan keadaanya dengan film tersebut.


" kamu tak akan bisa sayang"


" Serahkan semua ini kepadaku"


" ihh aku lagi khusyu Purba.. Diem jangan ganggu aku"


" bukan gitu Dish.. Aku ngerti dan paham maksud kamu, tapi kamu juga harus tau! Mau segimana pun kamu berusaha, kamu tetel susah!! bisa sih tapi nanti kamu keburu kesal.


" maksudnya gimana aku gak ngerti Purba"


" ingat Dish, kamu ini masih orisinil, belum pernah terjamah seperti artis jepang itu.


" ohh gitu yaa.. Maaf aku gak tau Purba. Lagian ini juga pengalaman pertama.


" yaudah, kamu buka penutup mata dan borgolnya,,,. Serahin semua ini padaku"


Gladis menurut, dia membuka borgol dan penutup mataku, namun aku tetap memintanya untuk berpakaian polisi. Kemudian aku payang gladis ke tempat tidur, aku baringkan dia dengan penuh penghayatan.

__ADS_1


Aku cumbu mesra dia, ku pasangkan penutup mata di mata Gladis, kemudian ku borgol kedua tangan Gladis di ranjang. Terlihat kali ini Gladis yang tegang dengan serangan baliku.


Aku duduk di deket kerang miliknya, terlihat kaki Gladis membentuk huruf M, aku mencoba memasukan kepala burungku dengan pelan dibantu dengan kedua tanganku.


Gladis terlihat menikmatinya meskipun terasa sakit, dia menyuruhku untuk cepat masuk sepenuhnya, akupun dengan susah payah menuruti kemauan Gladis. Aku merasa aneh kenapa burungku tak merasakan apa apa, padahal sudah jelas aku berusaha dengan sekuat tenaga, burungku terasa seperti di beri obat baal ketika mau di suntik. Aku lun tak menghiraukannya dan berusaha untuk mendobrok pintu kerang yang kokoh.


Terdengar suara manja dari Gladis, beramaaan itu burung peliaraanku masuk total. Aku coba meniru seperti yang pernah aku lihat. Aku memeluk Gladis dengan sangat erat, dia mencoba melawan dengan menyilangkan kedua kakinya di pinggangku.


Aku menambah kecepatan gerakan mundur maju sehingga membuat Gladis teriak dan terengah engah dengan suara merdu dan manja.


" ia terus, terus purbaaaa"


" bisa lebih keras dan lebih cepat lagi purba"


" aww iaaaa iaaa iaa"


" sudah dulu Purba, tangaku sakit, coba buka dulu borgol dan penutup mataku.


" kamu udah Dish"


" udah. Dua kali malah dengan yang tadi"


" ternyata rasannya ampir sama, tapi sensasinya berbeda"


" kamu sendiri gimana??"


" ohh ia aku lupa hahahaha"


" efek dari tisu ajaib memang begitu sayang"


" itu bertujuan agar kamu bisa memuaskan aku"


" temen temen amu juga bilang, kalo ngegunain itu, kamu akan terlihat kuat, tapi resikonya gitu.


" coba kamu buka, terus cuci dengan air hangat.


Aku menyuruh Gladis untuk diam, kemudian meminta Gladis untuk meniru seperti dog style. Gladis pun menurutinya.


Burung peliaraanku kembali masuk ke dalam kerang, aku gerakan secara perlahan kedepan dan kebelakang. Kutarik kedua tangan Gladis kebelakang, sesekalai aku jambak dengan kecepatan penuh.


Gladis terlihat menikmati posisi ini, dia menengadahkan kepalanya ke atas diiiring suar merdu dan manja dari mulutny, terdengar pula suara aneh dari permainan burung dan kerang.


Suara aneh itu berkolaborasi dengan suara merdu, aku menambah kecepatan dengan memegang pinggang Gladis. Terasa aliran air dari dalam akan segera meluncur, aku pun menambah kecepatan lagi dan akhirnya.

__ADS_1


Aku dan Gladis berbaring bersama. Aku dan Gladis kemudian saling berhadapan, Gladis mencium keningku dan berterima kasih.


" aku tak penasaran lagi dengan omongan teman temanku Purba"


" ini semua akan menjadi candu Dish!! Sebagaimana kamu mengonsumsi alkohol"


" kamu terlihat seperti gak senang sayang??"


" bukanya gak senang Dish!! Aku tak punya pilihan lain, mendengar alasanmu tadi, bagiku itu adalah ancaman.


" kamu tadi bilang, kalo aku gak mau, kamu akan melakukannya dengAn orang lain. "


" serius Dish, Aku takut kehilanganmu,, makang aku menuruti kemauanmu"


" dan sekarang PERJAKAKU TERNODAI."


*********


Sesudah melakukan adegan berbahaya, perutku terasa lapar. Segera aku memakai boxer tanpa selempak, di ikuti Gladis yang langsung memakai kimono tanpa memakai yang lainnya.


Aku segera mengambil pop mie dan roti, sedangkan Gladis membereskan tempat tidur bekas perang dunia kedua. Kuseduh pop mie dari air panas dispenser.


" aku yang rasa bakso yang sayang"


" kamu yang rasa soto"


" nanti kita saling tukar memakannya yaa??"


" ia terserah tuan putri aja"


Aku dan Gladis makan pop mie bersama, sesekali kami bersenda gurau.


" ohh ia sayang,, aku mau liat dong hasil foto dan vidio"


" aku mau pilih yang bagusnya, untuk aku post di WA dan IG.


" hmmmm mau pamer yaa hahhaha"


" coba kamu cek aja di HP kamu yang satunya lagi, idah aku taruh di tas mu Dish."


" kamu juga gak coba Pos sayang??


" enggak dulu Dish, aku gak mau orang orang tau Privasiku.

__ADS_1


" kan kita udah resmi pacaran sayang ahahaha"


" yaa mungkin kedepanya aku akan pamer foto bareng kamu Dish hahahahhaah


__ADS_2