Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 85 # diatas menara Eifeel


__ADS_3

Gladis menoleh ke arahku.


" sayang semoga nanti kalu kita punya buah hati mata dan rambutnya semoga seperti anak ini yah? " ucap Gladis sambil menggendong batita bermata hijau berambut pirang.


" Aamiin. " jawabku sambil mengelus dan mencubit batita tersebut.


Aku dan Gladis berlalu pergi meninggalkan keluarga bule kecil tersebut.


" tadi kamu sama bule itu ngobrolin apa Dish? " Tanyaku sam memegang salah satu tangannya.


" dia bilang aku dari mana? Aku jawab dari Indonesian.


" Terus dia nanya lagi, dalam rangka apa? Aku bilang, dalam rangka bulan madu.


" dia menambahkan. Dia juga pernah ke Bali. "


" udah gitu aja. "


********


Waktu menunjukan pukul 10.00 waktu Perancis.


Benar saja. Ternyata para turing atau wisatawan Mancanegara bisa menikmati pemandangan dari atas menara Eiffel. Terlihat antrian para bule sedang memesan tiket. Hal ini mengingatkanku awal pertemuan bersama Gladis yang membawaku ke permainan di Dunia Fantasi.


" Kamu kenapa senyam senyum gitu sayang? " tanya Gladis Gladis sambil mencolek pinggangku.


" aku ingat waktu pertama kali main dengan mu Dish! " ucapku sambil tersenyum jahat.


" Yang mana? "


" Itu waktu kita mengantri naik halilintar, Hysteria dan Rama Sinta "


" waktu naik halilintar dan hysteria aku mihat penampakan kedua gunung kembar kamu. " ucapku sambil tertawa terbahak bajak.


" Terus waktu di wahana Rama Sinta, kamu nyosor kaya angsa nyium bibir aku. " ucapku sambil meledek Gladis.


" iihhhhh Purba. " jawab Gladis sambil memukul mukul dada bidangku.


Akhirnya giliran aku dan Gladis tiba membeli tiket. Ketika Gladis mau membayar dua tiket, keluarga kecil bule yang kami temui tadi pagi tiba tiba ada di belakang kami. Suaminya membayar tiket kami berdua, dia bilang ini hadiah bulan madu untuk aku dan Gladis.


Gladis menolaknya, namun kedua bule itu memaksa kami untuk menerimanya. Akhirnya Gladis dan aku menerimanya.


Aku dan Gladis berjalan ke arah lift untuk segera sampai ke atas. Lift tersebut terbuat dari besi dan kawat yang di anyam. Jadi kami bisa melihat pemandangan dari bawah hingga sampai ke atas.


Tak menyia nyiakan kesempatan, Gladis kemudian merekam video dengan hp canggihnya. Dia merekam seperti seorang Konten Kreator dengan gaya bahasanya yang lucu mirip pengisi suara google wanita.


Sesampainya diatas terlihat hamaparan gedung geduh tinggi, stadion sepakbola milik klub Marseile. Ada teropong juga untuk melihat jarak jauh.

__ADS_1


Kami berpapasan dengan para bule mancanegara dan menunggu giliran melihat pemandangan dari teropong tersebut. Saking tingginya, manusia di bawah terlihat seperti semut.


" Kamu kenapa sayang. " tanya Gladis yang melihatku menutup mulut.


" aku alergi ketinggian Dish. " ucapku sambil memegang perut mau muntah.


" Yaa Allaah kamu ko udik banget sih! " ucap gladis menertawakanku.


" kamu sendiri waktu malam yang menanyakan semua ini. "


" Sekarang kamu juga yang parno. "


" aku kira gak bakal kambuh lagi Dish alergi ketinggianku. " ucapku sambil yang menahan muntah.


Kini giliran aku dan Gladis untuk menikmati pemandangan dari teropong yang seperti terumpet.


Aku memoto dan merekam Gladis yang sedang menikmati pemandangan. Tak lupa dia bergaya seperti gaya hasnya Khabib dengan menujukan jari telunjuk ke atas. Dia juga berfose seperti SIU milik CR7.


Dia terlihat bahagia menikmati bulan madu ini.


" ayo sekerang giliranmu. " ucap Gladis sambil membawa hp nya dari tanganku.


Aku segera berjalan dan meneropong pemandangan dari teropong yang mirip trompet tersebut.


" maha suci Allaah tuhan pencipta semesta alam. " ucapku di dalam hati.


Aku tak bisa berkata kata melihat keagungan sang pencipta yang maha cinta. Tak lupa aku mengucap syukuratas segala karunia yang tuhan beri untuku. Aku yang hanya seorang terapis dari kampung, bisa menginjakan kaki di negara pemain favorotku Zinedine Zidane.


Aku segera menghampiri Gladis. Waktuku sudah habis dan bergiliran dengan bule lain yang sedang mengantri.


" gimana kesan kamu sayang? " tanya Gladis sambil memeriksa foto dari hp nya.


Aku tak bisa menjawab apa apa. Aku peluk Gladis dengan sangat erat sebagai tanda terima kasih karena sudah menjadi jalan syareat aku bisa berada di sini.


" Kamu kenapa? "


" aku tak bisa ngomong Dish. Intinya aku sangat berterima kasih untuk semuanya. "


" mulai. " jawab Gladis sambil melepaskan pelukanku.


" jangan bahas lagi yaa! Jangan ada air mata lagi. "


" Kita fokus menikmati bulan madu ini. " jawab Gladis sambil menuntunku ke arah pintu lift untuk kembali turun.


*********


Setibanya di hotel.

__ADS_1


Waktu menunjukan puku 12.00 waktu Perancis.


Terlihat Gladis baru keluar dari kamar mandi. Seperti biasa dia memakai kimono dan handuk yang melingkar di kepalanya. Dia berjalan kemudian dia duduk di depan cermin untuk berdandan.


Aku berjalan menuju kamar mandi dengan menenteng handuk di sebelah tanganku.


Diatas closet aku termenung memikirkan semua yang terjadi kepadaku hingga bisa menginjakan kaki di sini. Semua terasa mimpi, dan hampir membuatku tak percaya.


Aku ke luar kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang melingkar di pinggangku. Aku berjalan menuju Gladis yang sedang berada di atas tempat tidur mencatut kukunya.


" aku lapar sayang! " ucap Gladis.


" aku juga sama. " jawabku sambil membaringkan tubuhku di samping Gladis.


" mau pesan makanan apa mau sambil jalan jalan lagi? " tanya Gladis.


" pesan makanan di sini aja ya? Capek banget. Nanti malam aja kita jalan jalanya.


" oke. " jawab Gladis sambil melongkarkan ibu jari dan telonjuknya membentuk huruf O.


Gladis kemudian memesan makanan lewat telpon hotel. Dia memesan Confit de Canard dan beef bourgoignon.


Confit de Canard adalah salah satu makanan Perancis halal yang sayang sekali untuk dilewatkan begitu saja. Sajian ini terbuat dari daging bebek yang diolah dengan cara tak biasa.


Daging bebek ini dimasak selama 36 jam terlebih dahulu untuk menghasilkan tekstur daging yang empuk dan lembut. Confit de Canard ini juga terasa semakin nikmat karena diolah dengan aneka bumbu seperti garam, bawang putih serta thyme. Ada dua jenia penyajian dari daging bebek ini, yaitu dengan cara digoreng atau dipanggang.


Sedangkan beef bourgoignon Kalau Indonesia memiliki rendang, maka Perancis memiliki beef bourguignon. Sajian ini tak hanya menjadi makanan Perancis halal namun juga menjadi makanan paling lezat di Perancis.


Sesuai dengan namanya, beef bourguignon ini terbuat dari daging sapi dengan kualitas terbaik. Daging sapi tersebut direbus dalam anggur merah dalam waktu yang lama. Tak heran jika sajian yang satu ini memiliki rasa yang lezat dan terkesan mewah. Sajian ini terasa nikmat karena penggunaan beberapa bumbu tambahan, seperti jamur, bawang merah, bawang putih dan aneka rempah lainnya.


Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dengan ada suara merdu berbahasa Inggris dari pelayan hotel.


Gladis kemudian membukakan pintu untuk mengambil pesanan makannan yang ia pesan.


Tercium aroma daging pangging ketika Gladis membukakan pintu.


" Nih yang kamu cari csri dari kemarin bawel. " Ucap Gladis sambil menaruh beef bourgoignon di atas meja.


" ini juga lemon tea nya.


Bahagianya hatiku ketika mendengar dan melihat beef bourgoignon yang Gladis taruh di meja.


Aku segera menyedot ice lemon tea terlebih dahulu.


Kemudian ku potong dengan garpu dan pisau kecil beef bourgoignon dan memasukannya ke dalam mulut.


" emhhhhhhh.. Masya Allaah Dish. T O P banget Dish. " ucapku sambil menyuapi Gladis.

__ADS_1


" ini hampir mirip dengan dengan rendang. " ucapku sambil mengunyah.


__ADS_2