
Mendengar Audy menyebutkan sudah punya calon suami aku kaget, aku seperti hilang kesempatan untuk mendekatinya. Astaghfirullaah, kenapa aku jadi seperti ini. Padahal, baru saja aku kemarin putus dengan Gladis karena keadaan, sampai sebelum bertemu dengan Audy hatiku masih untuk Gladis. Tapi kenapa setelah ketemu Audy aku seolah lupa dengan Gladis! Perasaan macam apa ini tuhan.
" kamu serius udah punya calon suami Audy??"
" emang kenapa gitu??" ada yang salah??"
" kamu mau nembak aku ya xixixi"
" enggak.. Cuman pengen tau aja, emang gak boleh??"
" emang kamu aku tembak xixixi"
" kamu tuh lucu yaah hehe, jangankan calon suami, pacaranpun belum pernah aku "
" aku lanjut nyetir yaa,, Nanti aku hubungi lagi.
Ternyata Audy ngeprank aku, ternyata dia masih zomblo!Seketika aku bersemangat kembali. Tapi gimana dengan Gladis?? Aku bingung dengan diriku sendiri, Gladis yang nyata nyatanya mencintaiku dengan tulus! Aku malah mau mencari pengganti Gladis. " Ayoo Purba sadar, apa yang kamu cari sebenarnya." tanpa terasa aku pun tertidur.
********
Ke esokan harinya aku melihat adik bungsu sedang termurung di tenangkan oleh kedua kakaknya. Aku terharu sekaligus bahagia melihat pemandangan ini.
" kalian sedang apa anak anak " tanyaku, meniru suara polisi ladusing di serial film anak Syifa "
Mereka seketika tertawa terbahak bahak.
" kak.... Boleh ngomong sesuatu gak??
" tapi kakak jangan marah " ucap adik ke duaku"
" bicara aja kali "
" pake nanya dulu segala!"
" kapan yah kita punya kendaraan lagi?? Aku capek kak, pulang pergi sekolah jalan kaki!!"
" apalagi si bungsu selalu rewel tiap pulang sekolah, sakit inilah sakit itulah! "
Hatiku terenyuh mendengar keluhan adiku.
__ADS_1
" kita beli motor sekarang yaah??"
" kita beli 2 langsung!"
" tapi kakak minta, kalian harus pergunakan motor itu sebaik baiknya." kalo bisa, kalian harus ngasilin uang buat bantu penuhi kebutuhan kita." kalian tabungan separonya"
" beneran kak, kakak mau beliin kita motor??"
" gak bohong kan??"
" horeeeeeeeeeee "
Semua adiku terlihat bahagia, yaa mau tak bahagia bagaimana! Kami yang dulunya serba ada, terus jadi rakyat jelata. Sekarang aku sedang merintis dari Nol kembali, seperti si mbak mbak SPBU bilang.
" hey Purba lu punya uang dari mane mau beli dua motor sekaligus??tanya ibu"
" ya aku kan nabung bu, emang selama ini ibu lupa?? Aku tiap malem pulang itu darimana?? Abis mijit badan orang, bukan main."
" yaa, syukurlah kalo begitu!
" ayo siapa sekarang yang mau ikut beli motor?? kita ke showrooms teman kakak sekarang"
Terlihat dari jauh ada sekumpulan orang yang sedang panik, mereka teriah air air air. Aku dan ketiga adiku menghampiri kerumunan itu, terlihat BATITA putih lucu gendut menggemaskan sedang terkapar, dari mulutnya keluar cairan hijau.
Aku segera inisiatif mau membawanya ke klinik terdekat, namun ibunya melarangku dengan kedua tangan memegang ember berisi air dan gayung. Aku heran dengan yang terjadi, aku bertanya kepada salah satu tetanggaku.
" anak ini kenapa kang ??"
Aku tanya , dia malah cengengesan dan membuatku bertanya tanya. Lalu dia menjawab.
" dia makan Tai ayam kering "
Aku dan ketiga adiku tertawa terbahak bahak mendengarnya, aku kira batita itu keracunan! Pantas saja ibunya melarangku membawanya ke klinik. Astaghfirullaah ada ada aja.
Kami berempat melanjutkan perjalanan ke showromm motor. Lana, adik keduaku kali ini terlihat bawel seperti Beo lagi belajar bicara, biasanya ia tak banyak bicara semenjak ayah meninggal. Sedangkan Abbas adik keduaku orangnya keras kepala, dia bercita cita ingin jadi pembalap. Abim, adik bungsuku dia belum tau apa apa, di pikirannya hanya jajan dan main game.
Setiba di showromm terlihat Lana dan Abbas memilah dan memilih motor bekas yang berjajar, mereka bertanya ini itu seperti wartawan.
" kak, Aku suzuki Skywave aja ya?? Biar bisa bantu ibu dan dipake ibu juga!! Ucap lana
__ADS_1
" ia sok aja "
" aku RX King yaa kak?? Ucap Abbas
" waduh RX King, gak bakalan nyampe uangnya bass, yang lain aja ya?"
Abbas emang beda, karena jiwa balap ya dia ingin membeli RX King. Namun aku larang, karena uangnya gak cukup. Meskipun bekas, RX King harganya lumayan.
" Yaudah aku suzuki satria FU aja ya kak "
Akhirnya ke adiku sudah mendapatkan motor yang mereka mau! Aku juga belum tau harganya berapa, aku juga belum menghitung uang yang Vio masukan kedalam tas ku.
Aku segera pergi ke toilet untuk sekedar menghitung uang dari Vio. aku berada di toilet cukup lama, karena aku menghitung sambil setor isi perut dulu.
Setelah ku hitung ternyata total semua dari Vio 10.000.000, dua kali membombardir kerang ajaib Vio segitu, berarti sekali 5.000.000. Wawww kalau kerja kaya gini enak ya. Ucapku becanda dalam hati, naudzubillaah.
Aku segera keluar dan menanyakan jumlah total semuanya, penjaga showromm menjawab totalnya 8 juta. Aku kaget dengan harga yang di sebutkan. Dia menambahkan memang mokas dari suzuki murah. Aku lalu membayarnya.
Ke tiga adiku akan langsung pulang, sedangkan aku kembali ke PTM garuda basecamp sekaligus tempatku menjemput rezeki. Terlihat dari raut ketiga adiku senang.
" Abbas, Lana.. Ini kakak kasih 1 juta lagi, kalian anter Abim untuk beli Ps bekas yaa."
" ingat kalian jaga motor itu baik baik "
" ia kak. Makasih yaa "
" aku doain semoga rezeki kakak semakin lancar aamiin "
Aku berjalan kaki menuju PTM, karena jarak dari showromm ke PTM hanya 100 meter. Aku memutuskan untuk nongkrong di alun alun kota sambil mengisi perutku yang belum terisi makanan.
Aku merokok di tempat duduk yang terbuat dari semen ditemani Nasi padang bungkus dan ice lemon tea. Aku merasa tidak enak dan malu dengan diriku sendiri, aku membelikan motor kedua adiku dari hasil uang pengencrotan. Manusia macam apa aku ini. Entahlah!.
Aku cek hp ku, aku kaget melihat notifikasi. Terlihat 13 panggilan tak terjawab dari Audy, dan banyak chat dari Gladis. Aku lupa semalam men silent kan hp ku.
Aku segera menelepon balik Audy, namun whatsapp nya menyambungkan serta ceklis satu. Aku berfikir Audy sedang sibuk! Lalu ku baca pesan chat Gladis, dia mengabarkan seminggu lagi akan balik ke Indonesia, karena lokasi pemotretannya akan di pindahkan.
Aku dilanda kebingungan yang luar biasa, hati dan perasaanku seolah tak peduli lagi dengan Gladis. Padahal aku merasakan semua cinta dan pengorbanannya! Hatiku seolah menyuruhku untuk meninggalkan Gladis dan mengejar Audy.
Meskipun aku belum tau, apakah Audy mau sama orang miskin sepertiku. Perasaanku begitu percaya diri bahwa Audy akan sama dengan Gladis, Audy akan menerima dan memperlakukanku sebagaimana seperti Gladis.
__ADS_1
Astagfirullah .. Pikiran dan perasaan macam apa ini!