
Di sela sela obrolan aku dan Gladis, terasa getaran hp yang sengaja aku aktip kan agar tidak bersuara. Ketika aku lihat ternyata banyak chat dan panggilan dari Audi, sontak aja aku kaget.
Aku tak mau menghancurkan momen bersama Gladis dan aku juga tak mau mengecewakan Audi, Akhirnya aku pura pura izin BAB untuk membalas chat Audi.
Aku duduk di closet kamar mandi! Terlihat pesan dari Audi menanyakan keberadaanku seperti lagu Kangen Band, kamu dimana? Dengan siapa? Sekarang berbuat apa? Di sini aku menunggumu dan bertanya!.
" maaf Audi tadi hp aku di silent "
" aku sekarang masih bersama Gladis "
" kamu ko gitu sih bukanya langsung pulang??"
" aku daritadi curiga! Sebenarnya Gladis itu siaap sih??"
" Gladis mantan aku Audi "
" apa?? Kamu sakit ya?? Masa kamu jalan sama mantanmu!! Kamu anggap aku apa??
" coba kamu pikir!!
" aku udah jujur, kamu kok marah??"
" kalau aku bilang aku dirumah, padahal aku bareng Gladis kamu mau di bohongin gitu??
" kamu tanya aja ke Gladis, tentang pertanyaanmu! Aku gak ngapa ngapain!"
"Aku yakin Audi tak akan berani menanyakan kepada Gladis, maafin aku Audi, nanti aku akan menjelaskan semuanya kepadaku gumamku"
" yaudah,, kamu cepat pulang yaa "
" aku gak mau kamu bermain di belakangku "
Aku keluar dari kamar mandi, terlihat Gladis sedang tengkurap, dia menggerk gerakan ke dua kakinya sambil memainkan hp nya. Terlihat kakinya yang mulus dan panjang akibat Jumpsuitnya tertarik ke atas, seketika burung peliharaanku seperti bernafas terengah engah.
Entah apa yang merasukiku, aku menghampiri Gladis dan menindihnya dari atas. Aku cumbu telinga dan leher Gladis, seketika Gladis menyimpan hp nya dan menandingi perlawananku.
Aku dan Gladis saling balas bersilat lidah, kemudian tanganku memainkan jari jemarinya di area pegunungan Gladis.
Aku bangkit dari menindih Gladis, kemudian aku duduk! Terlihat raut wajah Gladis sangat menggoda, dia naik dan duduk di ke dua pahaku! Aku dan Gladis melanjutkan saling membalas silat lidah, Gladis memeluku di sertai gerakan gerakan goyangan dan tekanan! Kemudian jari jemariku membuka kunci penyangga gunung kembar milik Gladis.
Aku baringkan, kemudian kulucuti semua pakaian perang Gladis sehingga Gladis terlihat seperti bayi yang baru lahir. Terlihat rambut kerang ajaib milik Gladis seperti tatto yang ada di kepala Avatar the Legend Of Aang sang penguasa 4 dimensi.
Seperti biasa, aku menjulurkan dan memainkan lidahku di mutiara kerang ajaib Gladis, jari jemariku memainkan dua penutup pegunungan kembar milik Gladis. Dia sangat menikmati posisi favoritnya ini, dia bersuara merdu dan menengadahkan kepalanya keatas sambil menggoyang goyangkan setengah badannya! Kedua tangannya membantu lidahku membuka pintu kerang ajaib miliknya.
" emh ia Purba terus seperti itu "
" emhhh emmmm emmmmh "
" jangan di tekan dagunya sayang, julurkan dan mainkan dengan santai saja beby "
" emh emhhhhhhhh ahhhhhhhh ia, seperti itu "
" teruz teruz Purbaa, ia seperti itu "
" jari jemarinya putar agak cepet dan keras sayang "
" iyah iahhh aemhhhh emmmmh emmmmmmh "
" ahhhhh ahhhhh ahhhhhhh"
" amazing sayang, I love it,, really "
Terlihat Gladis bernafas terengah engah, terlihat wajahnya masih segar dan menggoda. Ingin sekali aku memasukan burung peliaaraanku. Namun aku berjanji tidak akan melakukannya lagi.
__ADS_1
Aku tidur di pelukannya, dengan memainkan lidahku di area pegunungan miliknya. Kumainkan jari jemariku di kerang ajaib miliknya.
" kamu kenapa gak memasukannya sayang??"
" tanggung tau!!"
" enggak Dish"
" cukup kamu aja!!"
" ihh ku gitu sichh??"
Kemudian Gladis bangkit dan membaringkan aku, dia menatapku!! Kedua tangannya ada di samping bahuku, terlihat kedua gunung kembarnya bergerak seperti ayunan yang akan segera roboh. Kemudian aku menahan kedua gunung itu dan memainkannya, Gladis berusaha untuk memasukannya, namun aku tolak.
Gladis kemudian duduk diatas perutku, dia membuka kancing kemeja ku satu persatu. Dia menjulurkan dan memainkan lidahnya di dada bidangku yang berambut. Kepalanya meliak liuk sampai di area pusar.
Kedua tangannya perlahan membuka jeans, boxer dan juga sempaku. Jari jemarinya meraba dan memegang burung peliaraanku beserta kedua telurnya. Kemudian Gladis mengemut ngemut seperti permen loli.
Kali ini aku menengadahkan kepala keatas, kemudian aku pegang kepala Gladis dan menjambak rambutnya. Aku tarik ke atas kebawah dengan perlahan. Gladis sesekali membetulkan, menyelipkan rambut ke telinganya. Gladis berhenti sejenak.
" asin asin gimana gitu"
Karena aku sedang menikmati, aku memasukan kembali burung peliaraanku ke dalam mulutnya. Kali ini aku menggerakkan kepala Gladis dengan cepat, sehingga tenggorokan Gladis tertusuk.
" Pelan pelan dong sayang "
Terlihat Gladis seperti tersedak makanan, matanya memerah dan keluar air mata, akibat dari tusukan burung peliaraanku. Dia mengelap mulut dan matanya dengan Cdnya.
" maafin akun sayang"
" aku tak sengaja"
" sakit tau ahh "
" ya bedalah"
" beda gimana?? Sama aja boong, gak mau gituan, tapi melakukan yang lain"
" kacau yaa kamu"
Yang Gladis katakan memang benar, betapa bodohnya aku! Apa karena Usiaku baru 23 tahun, jadi pikiranku belum konsisten terhadap suatu keputusan??.
Kemudian aku menyuruh Gladis untuk membelakangiku seperti kuda, Gladis langsung senyum semeringah!! Akhirnya setelah penantian panjang, burung peliaaraanku kembali menggali mengebor rumah kerang ajaib Gladis.
Aku mainkan ke sepuluh jari jemariku di gunung kembar Gladis.
" emh iah iah iah sayang "
" aw aw aw... Emh emmmmmmh emmmmh "
" terus seperti itu "
Ku lepaskan kedua tanganku, kemudian aku tarik kedua tangan Gladis kebelakang seperti menunggang kuda.
" wawwwwwww iah iahhhhhh emhhhhh emmmmh"
" agak cepetan sayang "
" emhhhhh emeeeeh emmmmh "
Aku melepaskan burung peliaraanku, terdengar bunyi suara seperti kentut dari kerang ajaib Gladis. Aku dan Gladis tertawa mendengar suara aneh itu, suara aneh itu mengikuti irama tertawa Gladis, hingga kami tertawa terbahak bahak.
Kemudian Gladis berbaring, ku masukan kembali burung peliaaraanku. Aku begerak slowmotion sambil bersilat lidah, kemudian Gladis menyilangkan kedua kakinya di bagian belakangku.
__ADS_1
Aku tambah kecepatan medium.
" emh emmmh emmmh "
" ihhh ahhh "
" emhhhhh emmmmh n ahhhhhhhh"
" iaaaah iahhhh iahhhh emhhhhh , "
Anu tambah level kecepatan, aku peluk dengan sangat erat. Gladis menyimpan dagunya di bahuku sambil teriak teriak ke enakan. Jari jemarinya menekan punggungku, sesekali mencakar cakar.
" iaaa seperti itu beby emhhh emmmh "
" ehek eehk emhhhhh ahhhhhh
" ahhhhhhhhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhh
Setelah hampir seminggu akhirnya burung peliaaraanku muntah kembali di kerang ajaib milik Gladis. Aku berhenti sejenak dengan nafas terengah engah, sesekali aku menggigit gigit bahu Gladis.
" nahh gitu dong, kan enak"
" skor sementara 1 - 2 "
" apa 1 - 2 ?? "
" kamu barusan?? "
" ia barusan bareng, "
" perfecto Purba.. I like it "
Gladis memeluk dan mencium pipiku, kemudian aku bangkit dan memeras burung peliaraanku. Terlihat sisa muntahannya masih ada, Lalu aku mengambil Cd Gladis untuk mengelapnya..
" jangan dong "
" aku gak bawa ganti "
Kemudian Gladis membuka sarung bantal Hotel, dan langsung mengelap kerang ajaib miliknya. Dia berjongkok dan bergerak gerak agar muntahan burung peliaraanku keluar dari kerang ajaib miliknya.
" a hahaha"
" aduh Dish ekspresi muka kamu kondisikan hehehe "
" gerakanya gak ada yang lain gitu?? Hehe "
" diam ahhh" Gladis mengelap muntahan lendir burung peliaraanku kemudian mencium dengan hidungnya"
" baunya anyir gini yaa "
" uwooooo"
" jinak banget yaa "
" jinak??"
" ia .. Jijik tapi nikmat "
" hehehe "
" rasanya asin asin gimana gitu"
" udah diam.. Jorok ihh kamu "
__ADS_1
Aku dan Gladis kemudian berbaring dan menonton Tv dengan berselimut. Dan kamipun tertidur