Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 44 # Dara Audi


__ADS_3

Waktu menunjukan pukul 20.00 aku terbangun dari tidur pendeku. Sebelah tangan Gladis masih memeluku. Aku buka hp ku, banyak pesan masuk dari Audi dan pasienku.


Aku membalas satu persatu chat dari pasienku, aku beralasan sedang ada jadwal pasien lain.


Tiba tiba perasaanku tak enak ketika membaca pesan Audi. "Apa yang aku lakukan dengan semua ini?? Ayo Purba, kamu harus ambil satu keputusan biar tak menyakiti siapa siap?? Dasar bego tolol!! Gumamku "


Aku segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari noda jigong dan lendir.


Ku pakai semua pakaianmu, kemudian pergi meninggalkan Gladis yang sedang tertidur nyenyak.


*********'*


" sayang!!! Kamu udh tidur belum " aku kirim chat ke Audi "


" belum!! Kamu dimana?? Sudah pulang belum??" aku ini lagi di jalan beli Pizza buat dirumah"


Aku langsung menelpon Audi. Aku meminta Audi untuk menjemputku, kebetulan jarak dari Hotel Horison ke rumah Audi dekat. Audi pun mengiyakannya.


Tak lama berselang Gladis menelponku, aku segera mematikan dan membalas lewat chat. Aku terpaksa berbohong, aku beralasan ada jadwal pasien terapi struk. Aku meminta Gladis untuk menunggu atau pulang kerumahku membawa mobilnya. Akhirnya Gladis memutuskan untuk menungguku di Hotel.


Tak lama berselang Audi datang. Dia turun lalu memeluku yang sedang duduk di halte bisa dekat Hotel.


" kamu lagi ngapain disini sayang??"


"Gladis mana??"


" Gladis dari tadi pulang pas kamu tutup telpon sore"


" aku habis terapi pasienku !! " Lagi lagi aku berbohong"


" ohh iaa. Ada hal yang harus kita bicarakan Audi"


" penting banget gak??"


" banget dan urgent"


" ok kalo gitu" kita bicara dirumahku aja yaa!!


" papah tadi berangkat lagi"


" di rumah gak ada siapa siapa, Tadinya aku mau nginep di rumah saudaraku, karena hari ini bibi libur pulang kampung dulu"


Aku dan Audi segera masuk ke dalam mobil menuju rumah Audi.


Sesampainya disana benar saja kondisi rumah gelap, Gladis kemudian turun dan membukakan gerbang. aku masukan mobil ke garasi. Terlihat Audi masuk dan menyalakan lampu. Dan menutup pintu gerbang kembali.


Aku duduk di teras depan rumahnya dengan muka kusut seperti sinchan dengan sebatang rokok di tangan kiriku. Audi datang dengan membawa botol coca cola dan pizza.


" kamu kenapa sayang, kita di dalam yuu"


" gak enak dilihat orang kalo disini"


Aku dan Audi segera masuk kedalam dengan menenteng pizza dan coco cola. Aku duduk di kursi yang bisa sekaligus menjadi tempat tidur. Kemudian Audi meminta izin untuk mengganti pakaiannya.


Aku berbaring menatap langit langit, kepalaku terasa mau meledak dengan permasalahan yang aku buat sendiri! Ingin rasanya aku mengulang dan memutar waktu sebelum kenal Audi.


" kamu kenapa sayang??"


" ko mukanya kusut begitu??"


" a a a Audi apa yang kamu lakukan??


" emang salah?? Gak boleh aku berpakaian seperti ini??


Terlihat Audi memakai hanya mengenakan kimono, dan handuk di kepalanya. Ini persis seperti yang sering Gladis lakukakan di depanku. Audi kali ini makin berani tampil aneh di depanku.


" ohh ia kamu mau bicara apa sayang "

__ADS_1


" ko tiba tiba gitu, malam malam lagi "


" sebelumnya aku mau minta maaf Audi "


" ko minta maaf sich??"


" kenapa??"


" Aku mau nikah !!"


" nikah??" kita baru kenal dan jadian sayang!!"


" ko buru buru"


" kamu kebelet yaa"


Aku bingung harus menjelaskan bagaimana


" bukan sama kamu Audi!!"


" apa kamu bilang??"


" kamu jangan becanda aahh"


" ia kan mau prank aku?? Xixixi "


" aku serius Audi, aku mau nikah sama Gladis "


" apa??? Kamu serius??


" ia Audi aku serius "


Audi seketika marah dan memukul mukul dadaku bidangku.


" salahku apa Purba?? Kalau sekiranya memiliki aku untuk kau sakiti, kenapa kamu memacari aku yang sudah terlanjur sayang padamu Purba??.


" jangan kamu bilang, aku pelampiasan selama Gladis gak ada"


Plak plak plak Audi menamparku


Aku hanya terdiam dengan tindakan Audi, aku berhak mendapatkan ini semua.


" sekarang mau kamu apa Purba datang kesini??"


" kamu mau memutuskan aku begitu??"


" aku tak akan terima Purba, sampai kapanpun aku tak akan terima" teriak Audi


" terus aku harus bagaimana Audi ??"


" nikahin aku Purba!!"


" apa??" kamu pikir pernikahan itu apa??"


" kalau kamu bisa menikahi Gladis berarti kamu juga bisa menikahiku!! Kamu sendiri yang bilang dari awal, kamu mencintai dan menyayangiku sejak pertama bertemu"


" Apa kamu lupa?? Aku ini wanita, aku juga sama seperti Gladis punya hati dan perasaan"


" aku mengerti.. Ini semua salahku"


" gini aja sekarang aku harus bagaimana Audi??"


" aku udah jujur sama sama kamu, sekarang terserah kamu"


" intinya dalam waktu dekat aku akan segera menikah dengan Gladis"


Sejenak Audi terdiam. telihat matanya sembab, sesekali mengepalkan tangannya! Dia menarik nafas dan terlihat sudah tenang.

__ADS_1


" ok.. Aku terima alasanmu Purba"


" kamu boleh menikahi Gladis, tapi dengan satu syarat!"


" kamu mengijinkan aku dengan satu syarat?"


" ia satu syarat"


" syaratnya apa??"


Kemudian Audi melepaskan ikatan kimononya, terlihat dua gunung kembarnya bergerak gerak mendekati aku. Audi duduk di pangkuanku, kemudian dia menarik kepalaku ke area gunung kembar miliknya.


Audi memainkan lidahnya di telingaku, persis sama yang biasa Gladis lakukan padaku. Karena menghormati keinginan dan syarat dari Audi, aku menjulurkan dan memainkan lidah di kedua tutup pegunungan Audi.


Entah tau dari mana, dan belajar dimana Audi berbaring dan menyuruhku melakukan gerakan favorit Gladis, Audi adalah wanita baik baik, tapi kenapa dia terlihat jadi bodoh ketika berurusan dengan perasaan?? Apakah aku yang bodoh, yang mempermainkan perasaan perempuan??.


Jari jemariku memainkan kedua penutup pegunungan Audi, kemudia kujukurkan dan memainkan lidah di kacang ajaib Audi. Terdengar Audi langsung menikmati pertunjukan jari jemari dan lidahku.


Tercium harum dari kerang ajaib Audi yang baru saja selesai mandi, nafasnya terengah engah sesekali bergerak gerak tubuhnya, karena geli dan nikmat dari pertunjukan lidahku. Dia menengadahkan kepalanya keatas dengan suara yang merdu.


" aku baru kali ini di perlakukan seperti ini Purba "


" kamu adalah orang pertama yang berhasil merebut hatiku "


" aku rela, aku persembahkan ini semua untukmu Purba,"


Aku masukan pisang coklatku ke rumah kacang ajaib milik Audi, Audi bergerak kaget karena dia masih dara. Aku berusaha mengebor dengan dibantu kedua tangan memegang pisang coklatku.


Kemudian Audi menggunakan air liurnya sebagai pelumas untuk memudahkan pisang coklatku masuk! akhirnya bagian kepala berhasil masuk, aku tekan dengan sangat hati hati!


Audi kesakitan dengan memejamkan matanya, setengah bagian pisang ciklatku masuk dan terlihat darah menetes ke kain kursi. Audi memegang tanganku dengan sangat erat, dan akhirnya semua bagian pisang coklatku masuk.


Aku gerakan dengan kecepatan medium, terlihat Audi tersenyum dan menikmati pengalaman pertamanya! Audi menarik memeluku kemudian menaruh dagunya di babuku, dia memainkan jari jemarinya di area belakangku.


" aku kira tak seenak ini Purba "


" emh emh emh "


" ups aw aw aw perpecto "


Aku menambah kecepatan ketika mendengar suara Audi, Audi menjerit jerit ke enakan.


" uhhhhb uuuuuhhh uhh"


" iah iah iah"


" emhhh emmh emhh emh "


" ahhhhhhhhhhh ahhhhhhhh ahhhhh "


Akhirnya pisang coklatku mengeluarkan saus keju di rumah kacang ajaib Audi.


Aku berusaha untuk bangkit, namun Audi menariku untuk tetap berada di atasnya.


Dia mengelus elus kepalaku, sesekali mencium pipiku.


" tugasku sekarang beres kan Audi??"


" beres?? Beres bagaimana??"


" tadi kamu bilang, kamu akan mengijinkan aku menikah dengan Gladis, asal aku melakukan dengan satu syarat!!"


" aku sudah melakukan syaratnya kan??"


" tak segampang itu Purba"


" aku belum menyebutkan syaratnya "

__ADS_1


" Terus yang tadi apa??"


" Kamu jangan mempermainkan aku Audi??"


__ADS_2