
Ke esokan harinya..
Sudah 3 hari di Ruko tidak ada costumer dan pasien, para karyawan mulai mengeluh. Gladis menyuruh Tukiyem dan para karyawannya untuk mengadakan kegiatan bakti sosial, Gladis menggunakan tehnik Sales Marketing terselubung untuk menarik minat pelanggan.
Gladis merencanakan untuk menyebar brosur di pasar, Mall, terminal serta jalan jalan yang di lewati. Tak ketinggalan dia juga memasang iklan di medsos yang berbayar, serta memakai baliho besar dengan menggunakan modelnya dia sendiri.
" aaaaaaaaaaaaaaaa" teriak salah satu karyawan Gladis.
Aku, Gladis dan tukiyem menuju asal suara teriakan tersebut, terlihat karyawan Gladis sedang duduk memegang kedua lututnya dengan gemetaran. Matanya tertuju ke pojok belakang di bawah tangga.
" kamu kenapa muthi " Tanya tukiyem
Muthi kemudian menunjuk denamgan jari telunjuknya ke arah tangga. Terlihat binatang kaki seribu membentuk koloni, binatang tersebut berjalan naik ke atas tangga.
Bukan hanya di tangga, kalo seribu juga mulai menampakkan diri dari setiap lipatan karpet.
" ahhhhhhhhhh " Gladis berteriak dan bergerak gerak kesana kemari seperti kesurupan.
" kamu kenapa Dish?"
" kaki seribunya masuk kedalam ketiaku Purba"
Gladis kemudian membuka kemeja yang dipakai kemudian melemparnya, terlihat kemeja tersebut langsung di kerubuti kaki seribu.
Terlihat Gladis memegang kedua gunung kembar miliknya dengan kedua tanganya, sontak serentak karyawan laki laki Gladis melirik ke arah Gladis. Aku replek memeluk Gladis supaya karyawanya tidak melihat belahan beserta gunung kembar milik Gladis.
" kaliani liat apaan??" ucap ku
Serentak karyawan Gladis menundukkan kepalanya, aku membuka kemejaku dan memakaikannya ke tubuh Gladis. Kini semua karyawan perempuan Gladis menoleh ke arahku, mata Merek seperti mau keluar melihat dada bidangku yabg berbulu lebat dan otot perut yang sixpack.
" keadaan seperti ini kalian masih jelalatan" ucap Gladis dengan marah."
" ayo cepat cari akal untuk membasmi kaki seribu ini.
Terlihat para karyawan Gladis keluar Ruko serentak untuk mencari bantuan. Seketika Ruko ramai! banyak orang melihat, memeto dan merekam Ruko yang di penuhi kalai seribu di dinding dan lantai.
Jalan seketika macet atas kejadian ini, banyak warga sekitar menolong dengan membakar kaki seribu dengan menggunakan obor dan alat seadanya.
Aku merinding melihat dan menyaksikan keadaan ini. Terlihat Gladis menangis, aku seger menenangkan dia dengan memeluk dan mengelus ngelus kepala bagian belakangnya.
" kenapa ini semua terjadi bertubi tubi Purba??"
" aku tak mengerti dengan semua ini" huhuhuhu ucap Gladis sambil menangis.
Terlihat bantuan dari pemadam kebakaran untuk membasmi kaki seribu yang makin memuhi halaman dan Ruko Gladis. Terlihat dri kejuah pa.uutad datang bersama anak remaja waktu itu. Dia menghamlpiri kami yng sedang ketakutan.
" ayo kalian ikut aku! Ucap p.ustad "
__ADS_1
Aku, Gladis dan tukiyem di bawa ketempat yang jauh dari kerumunan warga, aku menggandeng dan menenangkan Gladis sambil berjalan mengikuti langkah kaki p.ustad.
Akhirnya kami sampai di mushola di pemukiman padat penduduk tak jauh dari Ruko. P.ustad memerintahkan kami untuk berwudhu, khususnya Gladis.
Aku, Gladis, tukiyem dan p.ustad serta remaja masuk mushola, terlihat p.ustad mengeluarkan air dari Ranselnya. Kemudian menyuruh kami untuk meminumnya.
" ini air apa p.ustad ?? Tanyaku
" ini air biasa, semalam kami sedang mengadakan pengajian"
" mudah mudahan air yang sudah di doakan ini menjadi wasilah kesembuhan kalian yang sedang di rundu masalah*
Aku dan Gladis meminum air yang di berikan p.ustad. Dengan di awali membaca taawudz dan bismillah.
Seketika Gladis hilang kesadaran. Aku melihat p.ustad, tukiyem dan remaja itu seperti menghilang di telan bumi, tak lama setelah itu aku pun tak sadarkan diri.
Aku kembali di bawa ke dimensi lain, terlihat Gladis sedang tergeletak di bawah pohon besar di hutan yang tidak kami kenal. Batang pohon tersebut menjulang tinggi keatas sampai tak terlihat, akar akarnya bergelantungan seperti tali di film tarzan.
" Dish Aya bangun" ucapku sambil mengerak gerak bahu Gladis
" ayo Dish bangun, kita pergi dari sini"
" hahahaha hahahha " terdengar suara tertawa yang sangat keras dari balik pohon besar itu. Aku segera mengangkat tubuh Gladis dan memapahnya menjauhi pohon itu.
" Kita dimana Purba?
Kumudian dari dalam pohon tersebut keluar Cleo dan Clara dengan berpakaian seperti dayang dayang di film kolosal.
" hidup kalain tak akan lama lagi " ucap Cleo
" ohh jadi selama ini yang meneror aku itu kalian berdua??ucap Gladis"
" salah aku apa?? Hingga kalian berbuat seperti ini?"
" kalau aku salah, Ku minta maaf. Kita bisa selesaikan masalah tanpa harus melibatkan orang lain.
" kami iri melihat kesuksesan kamu Gladis"
" semua job pekerjaan selalu kamu yang dapat, aku mengira kamu sudah memakai jasa dukun sebagai pemikat"
" maka dari itu kami berdua ingin membuktikannya sendiri.
" kalian gilaaa yah??"
" aku itu bisa sukses karena skill dan kerja keras, bukan dengan hal yang kalian sebutkan"
" diam kau Gladis"
__ADS_1
Terdengar suara p.ustad, remaja dan tukiyem sedang membacakan ayat ayat suci alquran. Seketika Gladis berubah dengan memakai mukena. Ditangannya memegang cambuk yang bersinar.
Cleo dan Clara tiba tiba menyerang kami, dengan satu tangan menunjuk ke arah kami, tiba tiba sebatalion kaki seribu menyerang aku dan Gladis.
" kamu harus tenang dan fokus Purba! Kamu jangan lari,, tetap di tempat."
" baca kalimat yang kemarin saya ajarkan dengan fokus Purba" ucap p.ustad yang entah darimana datangnya sura tersebut.
Aku mencoba fokus menghilangkan ketakutan, terlihat Gladis memecut cambuk ke arah gerombolan kaki seribu. Seketika kaki seribu tersebut terbakar. Terlihat Cleo dan Clara terpental ke belakang.
Darah keluar dari hidung dan mulut mereka, mereka mengusap dengan salah satu tangan mereka. Kemudian mereka bangkit dan berdiri lagi.
Terlihat dari mulut Cleo dan Clara mengeluarkan keris yang di muntahan mereka, kemudia mereka mengambil keris tersebut dan mengarahkan kepada Gladis. Lalu keris itu mengeluarkan binatang mirip kambing, kepalanya hanya tulang berulang tanpa ada kulit dan bulu, tanduknya yang tajam mengeluarkan api. Kambing itu berlari cepat seperti ingin menabrak Gladis.
Gladis kembali memecutkan cambuknya ke arah kambing yang menyerangnya, dari cambukan itu keluar cahaya yang sangat silau dan membelah tubuh kambing tersebut. Untuk yang kedua kalinya, Cleo dan Clara terpental kembali.
Terlihat tubuh Cleo dan Clara hangus terbakar, didetik detik akhir nafas mereka. Cleo dan Clara meminta maaf atas apa yang dilakukannya hampir empat hari ini. Dan merekapun menghilang seperti lilin yang di tiup.
Aku dan Gladis kemudian tersadar.
" alhamdulillaah yaa Allaah " ucap tukiyem
Terlihat p.ustad tukiyem dan remaja itu tersenyum.ke arah kami.
" semua telah usai Purba, Gladis " ucap p.ustad
" ingat.. Kalian jangan membahas apa yang kalian hadapi barusan"
" biar ini menjadi rahasia kalian"
" baik p.ustad " ucapku
" Ruko aku gimana P.ustad "
" hal yang kalian lihat tadi, semua tidak nyata"
" sekumpulan orang, pemadam kebakaran atau yang lainnya semua tidak nyata"
" kalian ada di bawah pengaruh orang yang kalian hadapi"
" maksud p.ustad ??"
" ruko kamu masih berdiri tegak dan bersih"
" ingsya Allaah, mulai besok akan seperti biasa lagi"
" ingat pesan saya, jangan di umbar, kasih mereka maaf ya"
__ADS_1
" baik p.ustad " ucap Gladis