Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 52 # pamit


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Terlihat ibu sudah bisa beraktivitas seperti biasanya, namun trauma dari kejadian hipnotis itu belum semuanya terlepas. Setiap mendengar telpon atau chat masuk, ibu selalu terperanjat.


Seminggu ini, aku juga belum mendapat panggilan dari terapi. Aku menelpon Gladis.


" yaa Purbaa "


" kebetulan hari ini aku lagi di rumah mamah"


" kamu kesini aja ya"


Aku bergegas pergi kerumah Gladis.


**********


" ehhhhhh ketemu lagi !! "


" dasar memang kita berjodoh kali yaaa "


" sini masuk dulu kerumah " ucap SI Rambo LGBT


Ingin sekali aku menyumpal mulut si Rambo dengan bekas popok BAB bayi! Dia terlihat seperti The Rock Dwyne Johnshon dengan tatto dan tubuh atletis ya. Namun di sayangkan dia mempunyai ke pribadian seperti itu.


" ko malah bengong sih!! " sini masuk rumah" ucap si Rambo"


" terima kasih atas undangannya sust"


" tapi maaf, aku masih normal" xixixi


" ko tumben menjawab pertanyaanku"


" udah mau mencoba yaaa ??"


" boleh.. Pake terong ungu dari pasar mau??"


" ohhh.. Kamu gilaa yaa"


" masa pake terong"


Dia berjalan menghampiriku, kemudia aku segera berlari kerumah Gladis.


" ihhh dasar kadal gurun pasir loeeeeee " teriak si Rambo !!"


*********''


Tok tok tok suara pintu ku ketuk.


" purbaaaaaaaaaaaaaaa "


Gladis membuka pintu lau memeluku.


" aku kangen kamu Purbaaaaaaaa " Gladis mencium kening dan kedua pipiku"


" ayo masuk"


Terlihat si Rambo melemparkan botol aqua yang di pegang ya ke arahku.


" kenapa dia Purba " ucap Galdis"


" barusan aku kerjain dia Dish " jiahahah


" tumben kamu berani!! Biasanya kamu kabur "


Terlihat Gladis mengenakan kimono hitam dengan handuk diatas kepalanya. Kemudian dia mengeringkan rambut dengan handuknya, dengan posisi duduk tumpang kaki. Terlihat kedua pegunungannya bergerak gerak tanpa ada tali penyangga yang menopangnya, jari jemari kakinya yang mulus sampai ke pahanya ikut bergetar.


" hayohhh kamu liat apa??"


" hehehehe enggak dish "


" burung peliaraanmu sehat kan??"


" ehhh.... Gimana keadaan ibu sekarang Purba?"


" yaa ah bahas burung lagi"


" ibu semakin baik Dish "


" syukurlah, senang dengernya"

__ADS_1


" ohh iaa gimana gimana, ada apa nich pagi pagi udah kesini!! Kangen yaaa" ucap Gladis dengan senyum manjanya"


" aku mau bahas kerja di tempat kamu Dish"


" yeeeeeeee" Gladis bangkit dan memeluku, terasa kenyal kedua gunung kembarnya menghantam dada bidangku"


" yaudah, besok kita berangkat ya"


" aku nunggu mamah sama bibi dulu!"


" emang mamah kemana??"


" mamah lagi ada urusan sama ibu ibu arisannnya"


" ohh iaa.. Kamu udah bilang sama Audi??"


" belum Dish"


" yaudah.. Nanti kamu temuin dia dulu, barangkali mau kangen kangenan dulu sebelum kamu pergi" ucap Gladis dengan wajah meledek.


Aku makin heran, tak ada rasa cemburu di tingkah Gladis, apa dia sudah menemukan penggantiku?? Atau dia sedang menyembunyikan rasa cemburunya!!.


" kamu gak cemburu atau marah sama aku Dish??"


" emmmmm menurutmu??"


" gini yaa Purba, yang bakal menjadi milikku tak akan menjadi milik orang lain" Gladis tersenyum dengan kata kata bijakny"


" aku hanya menjalani semampu yang aku bisa Purba!! Siapa sih yang mau melihat orang yang di cintainya menjalani hubungan dengan orang lain??"


" ini resiko aku lohh "


Ternyata dugaanju salah, Gladis benar benar menentang nenangkannya, padahal hatinya terluka.


" untuk sementara kita jangan bahas pernikahan yaa Purba, kita jalani aja yang ada di dapan kita!!"


" tapi, satu yang pasti.. Hatiku tetap milikmu forever "


Gladis bangkit dari duduknya, kemudian dia memeluk dan mencium keningku dengan sangat lama! Terasa hangat air matanya menetes di wajahku. Terbayang bagaimana perasaan Gladis saat ini, dengan sabar dia menunggu dan membiarkan aku berhubungan dengan Audi.


" ohh ia,, kalo boleh tau, hati kamu sekarang gimana keadaannya Purba??"


" apakah masih ada ruang untuku??" dengan nada dan wajah memelas


" syukurlah.. Senang mendengarnya"


" sebenarnya aku bingung dengan hubungan kita Purba "


" kita tak ada hubungan, tapi hati kita saling tersambung"


" hahahah ia"


" burung dan kerang ajaib masih selalu bertemu "


" ia sihh.. Entahlah"


" tapi di rasa rasa, hubungan kita, enak kaya gini yaa!!"


" cuman nyiksa dia aku"


Benar apa yang dikatakan Gladis, kita seperti lagunya Bunda Maya Estiany, TTM teman tapi mesum.


" kamu temuin Audi dulu giih"


" sekarang aku mau jemput mamah"


" kamu pake aja mini cooper ku, aku pake punya mamah aja!!"


" kamu serius??"


" emang aku bercanda???"


" udah giihb pergi sana!! Enakan bawa mobil aku, jadi kamu punya alasan untuk nanti main sama aku malam minggu!!"


" pantesan.... Dasar !! "


" aku pergi dulu yaaa !!"


Aku berjalan ke garasi untuk memanaskan mobil Gladis, tak lupa aku mengabari Audi terlebih dahulu. Namun aku gak bilang aku membawa mobil Gladis.

__ADS_1


*****'****


Setiba di rumah Audi, security membukakan gerbang. Terlihat Audi dan ayah angkatnya sedang memberi makan ikan di kolam depan rumahnya.


Terlihat Audi tersenyum terpaksa ketika tau aku kesana membawa mobil Gladis. Aku memarkirkan mini cooper gladis di sebelah Jeef Rubicon milik Audi.


" heyy Purba, gimana kabarmu" aku bersalaman dengan ayah angkat audi"


" sangat baik om"


" om dan Audi gimana!, sehat??"


" sangat baik dan sehat"


" berkat kamau juga, badan om terasa ringan "


" ohhh ia,, keadaan ibu kamu gimana sekarang??"


" alhamdulillah om!! Tapi traum sama bunyi hp nya masih ada"


" ohh iaa makasih yaa om udah bantu aku mengambil kembali rumah aku"


" ehhh kamu salah alamat"


" sama Audi bilangnya bukan sama om"


" gimana sihh kamu "


" ohh ia.. Om pamit kerja dulu yaa"


" Audi papah berangkat dulu yaa"


Ayah angkat Audi dan securitynya pergi, ternyata bibi juga ikut didalamnya. Audi bilang bibi mau pergi kepada untuk membeli kebutuhan bulanan di rumah.


" heyy.. Kamu kemana aja sayang, aku kangen banget sama kamu " ucap Audi sambil memeluk dan mencium kedua pipiku"


" ada di rumah, aku jaga ibu!!


" emang adikmu kemana??


" iaa adik pertamaku, narik ojol!sedangkan adik keduaku ikut kerja d bengkel temannya"


" ohh gitu"


" kenapa kamu kesini bawa mobil Gladis??"


" ia sengaja.."


" besok aku mau berangkat kerja bareng Gladis ke Jakarta, makanya aku kesini mau pamitan ke kamu "


Terlihat Audi seperti berat untuk bicara, wajahnya seketika murung dan memalingkan mukanya. Pasti ada ke khawatirkan, karena aku akan pergi bekerja dengan Gladis mantan pacarku.


" emh aku bilang papa ya sayang"


" barangkali ada kerjaan untuk kamu disini" ucap Audi dengan nada memelas"


" beuuhh bukanya kemarin waktu ada dirumahku bilangnya sayang!"


" aku gak enak sama Gladis, lagian kamu juga waktu itu tau"


" ia... Tapi....!"


" tenang aja, aku gak akan menghinati kamu ko"


" aku udah bilang sama Gladis, kita tak akan menikah, kita sepakat untuk menjalani hari hari kita seperti biasanya"


" dia juga tau, aku pacar kamu"


" memang perasaan kamu sama Gladis sekarang gimana??"


" aku takut kamu...."


" ssssstt udah jangan di bahas yaa"


" Yang jadi milikmu, gak akan menjadi milik Gladis Audi "


Audi kemudian menarik tanganku dan membawaku masuk kedalam rumah, dia menutup pintu rapat rapat kemudian menguncinya.


Audi duduk dipangkuanku sambil menangis tersedu sedu, dia takut jauh dariku dan takut aku menjalin kasih lagi dengan Gladis.

__ADS_1


Memang ketakutannya wajar, bahkan ketakutannya sudah benar benar terjadi. Burung peliaaraanku sudah sering keluar masuk rumah kerang Gladis, begitupun sebaliknya. Antara Gladis dan Audi sudah pada merasakan gimana ke khawatirkan mereka ketika jauh dariku, namun itu resiko mereka tidak mau melepaskan aku.


Aku juga terkena imbasanya, tak bisa melepas mereka. Aku, Gladis dan Audi sudah saling terhubung, dan susah untuk di lepaskan.


__ADS_2