
Gladis mengechat ku
" purbaa kamu dimana??"
" aku perlu bantuan kamu !!"
" aku masih sama Audi "
" bantuan apa??
" kamu kapan pulang??"
" Audi bilangnya sore!!"
" yaudah.. Kalo udah beres kabarin yaaa
Aku penasaran, sebenarnya Gladis membutuhkan bantuan apa??.
" sayang kamu ayo abisin makanannya!!"
" ko malah melamun! Ada apaan sih??
" enggak.. Barusan Gladis bilang, dia perlu bantuan!!"
" terus kamu bilang apa??"
Aku perlihatkan hp ku, agar Audi percaya isi chat Gladis!!
" yaudah nanti pulang dari sini aku anterin kamu ke rumah Gladis!!"
" serius?? Kamu gak marah??"
" kenapa harus marah sih, selama kamu jujur kenapa harus marah!!"
" ohh ia, kamu selama pacaran sama Gladis pernah kaya kita semalam gak ??"
" idihhh, kamu ko nanya gitu??"
" kamu tanya aja sama Gladis!!"
Aku dan Audi meneruskan makan, terdengar live musik sedang membawakan lagu Naif benci untuk mencinta.
" aku suka banget loh lagu ini!! Ucap audi"
" masa "
" bodo ahhhhhhhh "
Audi makan sambil menyandarkan kepalanya di bahuku, dia terlarut dalam alunan lagu Naif tersebut. Terlihat vokalis mengajak Audi untuk naik ke panggung, namun Audi tidak mau. Akhirnya karena risih, aku menarik dan menggandeng tangan Audi menuju panggung.
Aku mengambil mike dari vokalis tersebut, dia mengambil mike satunya lagi. Dia mengajak Audi berduet, Audi terlihat risih sama sepertiku. Akhirnya Audi mengambil mike dari tangan vokalis tersebut, aku dan Audi memutuskan bernyanyi duet.
Aku dan Audi membawakan lagu Agnes Monica feat Ahmad Dhani cinta mati. Aku dan Audi tampil dengan mesra, terlihat pengunjung terpukau dan terhanyut dalam alunan lagu yang kami bawa.
Terlihat vokalis rese mati kutu melihat penampilan aku dan Audi. Dia tak enak diam ketika Audi memeluk dan mencium ku di depan umum. Audi membuktikan kesungguhannya, bahwa ia benar benar mencintaiku lewat lagu dan penampilannya.
Terdengar tepuk tangan dari para pengunjung, mereka meminta kami untuk menyanyikan satu lagu lagi. Namun aku dan Audi tidak mau, kami meminta maaf karena tidak bisa memenuhi permintaan mereka.
Aku dan Audi turun dari panggung dengan malu malu, kami melewati pengunjung lain sambil di beri tepuk tangan yang hangat.
" aku kira kamu becanda ngajak nyanyi "
" yaaa aku kesal aja, tadinya juga gak niat "
" tapi seru yaaaa ""
Disela sela Audi tertawa, entah apa yang merasukiku!! tiba tiba.
" Audi,,,, aku sayang kamu Audi "
" hmmm ... Mulai obral apa gombal ini???"
" bukanya kamu mau nikah sama Gladis??"
" kamu jangan manfaatin aku dan Gladis yaa !!"
" kamu itu cowo!! Kamu punya ibu kan??"
" misal, kalau ibu kamu itu adik kamu!! Kamu mau apain cowo kaya kamu tersebut??"
" atau, kalau kamu ada di posisi aku atau Gladis kamu mau gimana??"
Perkataan Audi menamparku, benar apa yang dia katakan! Aku itu harus teguh pendirian bukan plin plan. Memang aku seperti tak punya urat malu, aku seperti memanfaatkan mereka, padahal mereka sendiri yang membuat aku begini.
Kalau memang benar, mengapa mereka tak mau meninggalkanku, mereka malah membuatku nyaman kembali. Sebenarnya siapa yang salah?? Entahlah, hubungan ini rumit.
" kamu tau kan kebenarannya, terus mengapa kamu masih mengharapkan aku?? Harusnya kamu ninggalin aku dong Audi"
__ADS_1
Terlihat Audi terdiam sejenak.
" ia gak tau Purba"
" lebih parah lagi, kamu menyerahkan kerang ajaib berhargamu "
" Yang bodoh dan tolol disini siapa coba??"
Audi terdiam, aku dan Audi sama sama bingung! Kami saling menatap dan akhirnya tertawa menertawakan kebodohan kami.
Akhirnya aku dan Audi pulang. Audi mengantarkan aku ke rumah Gladis.
**********
" aku turun disini aja "
" ok,, sampaikan salam aku sama Gladis yaaa!!
" ohh ia satu lagi.. Maafin aku yaa Purba "
" its ok"
Aku berjalan dan menyebrang jalan, ini akan menjadi yang ke dua aku masuk ke rumah Gladis! Terlihat si Rambo LGBT sedang berada di teras rumahnya, dia sedang merokok ditemani segelas jus. Dia menatap ke arahku sambil menjulurkan lidah dan mengedipkan satu matanya.
" Hi ganteng, mau di sedot gakk sari patinya??"
" najis looo"
" rasain dulu baru komen, bokongku masih ori loh!!
" kalo bokong yang lain, udah aku bobol, bokongku spesial buat kamu kalo mau " dengan muka menggoda"
Aku segera mengetuk ngetuk pintu rumah Gladis, karena takut si Rambo mendekati dan menyerang kembali.
" sini dehhhh coba dulu"
" punya Gladis mah biasa aja, mending punya aku ada ekornya di depan "
Aku merinding di buatnya,, akhirnya Gladis membukakan pintu!! Aku segera menerobos masuk dan duduk di kursi dengan nafas terengah engah.
" kamu kenapa sayang??"
" ko panik begitu?? Di kejar debt colletor yaa??"
" ihh kamu"
" monyet ekor di depan??"
" emang ada yaaa, monyet ekornya di depan??
" maksud kamu apa sih, aku gak ngerti??"
" itu si Rambo LGBT Dish "
" hahahhahahaha, kamu ada ada aja yaa!!"
" kalo dia monyet ekornya di depan, terus kamu apa??"
" hahahaha hahahah"
" ups sorry.. Aku bercanda!!"
" beuuubb malah ngeledek.."
Gladis membawakan minuman untuk menenangkan aku. Dia menjelaskan, mamahnya sedang tidak ada di rumah! mamahnya sedang di acara pernikahan temannya dan baru berangkat tadi pagi. Sekarang di rumah hanya Gladis sendiri, itu sebabnya tadi dia bilang butuh bantuan.
" jadi maksud kamu, aku harus nginep disini gitu Dish??
" ia .."
" aku gak mau ahh, nanti apa kata tetangga"
" apa kita ke hotel aja??"
" udah ahh disini aja, biarin aja tetangga mau bilang apa juga"
" ia terserah kamu lah.
Aku dan Gladis menuju kamarnya, terpampang foto foto baru dari Singapore menempel di dinding! Gladis membaringkan tubuhnya di tempat tidur, pandanganku tertuju pada sebuah album foto bertuliskan iam with you.
Aku buka Album foto tersebut, terlihat foto pertama aku dan Gladis berada paling depan di sertai tulisan tulisan yang membuat hatiku tersentuh, Setiap halaman foto mempunyai arti dan makna dimata Gladis.
Aku malu sekaligus dilema melihat foto ini. Aku harus memilih siapa diantara Gladis dan Audi??
" Purba... "
" heyyyyyyyyyy"
__ADS_1
" sayanggggggg"
" PURBAaaaaaaaaaaa"
" ehh ia dish !!
" kamu ngelamunin apa?"
" sini sini jangan duduk disana!!"
" cepet sini"
" ohh iaa kamu udah makan belum??"
" Purba .. Purba wooy"
" PURBAaaaaaaaaaa"
" kamu kenapa sih"
" Audi lagi iya??"
Aku mendekati Gladis, kemudian aku memeluknya dengan erat.
" terima kasih udah mencintai dan menyayangiku dish"
" cinta dan kasihmu begitu terasa "
" namun begonya aku malah menghindar darimu waktu di Singapore "
" kalau akhirnya aku tetap melakukan pengencrotan"
" begonya aku""
" udah Purba gak apa apa"
" kenapa kamu tetap mempertahankan aku dish??"
" kenapa kamu gak cari yang lain??"
" aku gak mau menyakiti kamu"
" lebih baik kamu cari cowo lain"
" aku juga mengatakan hal yang sama kaya gini ke Audi "
" tapi kenapa kalian tak mau meninggalkanku??"
" kalian malah membuatku semakin nyaman"
" aku bisa gilaaa dalam kenyamanan ini dish"
" bukanya aku senang"
" aku malah terbebani"
" jadi mau kamu aku ninggalin kamu gitu??
" ia "
" aku juga mau Audi ninggalin aku"
" Audi gak mau kan??"
" ia "
" aku juga gak mau Purba "
" aku juga gak tau kenapa aku tetap mau sama kamu!!"
" sakit??ia !! Kecewa?? Ia!!
" tapi semua itu tidak cukup!! Cinta ini terlalu besar untukmu Purba!!"
" cinta ini membunuhku !!
" jadi kita bertiga harus gimana Dish??"
" apakah kita bertiga harus bersatu gitu?"
" agar tidak ada yang saling tersakiti!!"
" Apa kamu mau begitu??"
" jujur aku sayang kalian Dish"
" maafin aku!!"
__ADS_1