
Tiba tiba ibu membuka pintu kamarku
" kamu tuh yaa tidur mirip beruang si Marsha and the bear"
" ngorok sampe terdengar se RT"
" tuh si cantik mau pulang "
" ia bu maaf! semalam Gladis Nelpon sampe jam 4, jadi aku kesiangan"
" ingat bu, ibu jangan banyak cerita tentang Gladis, nanti ibu gak di Tf uang lagi sama Gladis xixixixi"
" hia hia hia"
" cepet mandi lu ahhh "
Ibu pergi menghampiri Audi, aku segera pergi ke kamar mandi. Dengan mata yang berat karna masih ngantuk, aku duduk diatas closet. Aku masih ingat perkataan Gladis semalam. Jujur saja aku tak bisa melupakan Gladis, dan aku masih mencintai dan menyayanginya.
Sekarang masalahnya ada di diriku sendiri! Kalo di timbang beratnya, cintaku lebih kepada Gladis di banding Audi. Tapi kalau sudah di depan Audi, aku langsung tak ingat kepada Gladis. Aneh!
Aku bangkit dan membasahi seluruh badanku dengan gayung, tak lupa aku memakai sabun, sampo dan juga sikat gigi.
***********
Aku beranjak turun kebawah, terlihat ibu dan Audi sedang menyantap sarapan pagi.
" asyik ada roti bakar "
" buatan siapa ini bu?? Sambil memasukan roti ke dalam mulut "
" di bikinin petugas pemadam kebakaran "
" apa?? "
" dasar Purbaaa,, udah tau pasti ibu yang bikin, malah nanya "
" yaa Allaah, nanya gitu doang jawabnya pedas banget bu"
" lagi datang bulan yaa bu??"
" diem lu ahh "
Aku, ibu dan Audi meneruskan sarapan, terlihat Audi masih tertawa melihat kelakuan aku dan ibu.
" sayang hari ini kita pergi kemana?? "
" kamu maunya kemana??
" emhhh nonton yuuk ?"
" atau kita ke air terjun! ke perkebunan teh atau kemana yaa enak nya "
" enaknya kita nonton kayanya"
" oke "
" ayo.. Keburu siang dan macet nih! tau kan bandung gimana?? "
" bu... Aku berangkat main bareng Audi yaa"
" Purba " ibu memberi kode kedipan untuk cuan nafkah
" udah aman bu, di bawah bantal seperti biasa xixixi "
" oke ganteng ibu.. Hati hati, jangan lupa pulangnya bawa berlian yaa "
OK lets goooo
***********
__ADS_1
Aku dan Audi berjalan melewati gang rumahku. Seperti awal aku membawa Gladis, para tetangga melihat kami bak artis Hollywood. Senyuman dan bisik bisik tetangga tak lepas dari penglihatan dan pendengaranku.
" siapa lagi tuhh, yang kemarin di kemanain "
" cie cie Purba.. Bagi bagi dong "
" enak banget yaa jadi tukang urut, gonta ganti cewe mulu "
Ucap tetangga yang mulutnya harus di sumpel bekas popok BAB bayi! Tetangga ku disini pada unik, aku yang beli kulkas, tetangga sebelah yang sakit. Aku beli motor, anak tetangga berhenti makan! Giliran tetangga ada yang kawin, aku yang abis di omongin, dasar tetangga!.
Aku dan Audi memasuki mobil, kali ini Audi langsung melemparkan kunci agar aku yang mengemudikan. Tak lupa aku memakai pomade dan kacamata hitam, agar terlihat seperti Rezky Aditya.
Aku injak gas Jeef Rubicon dengan kecepatan penuh 20km/jam sambil ku stel musik Eminem, terlihat Audi bergaya menirukan gaya hiphop eminem.
1.5 jam sudah mengemudi mobil, akhirnya kami sampai di Paris Van Java salah satu mall yang terkenal di bandung. Aku parkirkan mobil dan bersegera masuk kedalam.
" sayang kita beli baju dulu yaa! Aku lupa kemarin gak bawa baju ganti, masa aku pake baju ini lagi "
" baik "
Aku dan Audi berjalan menuju toko baju, terlihat mall masih sepi dan masih banyak toko yang tutup. Audi menggenggam tanganku, sesekali dia memeluk dan mencium pipiku . Aku gak aneh, ini karena dia sedang bucin! Sama seperti aku dulu, waktu bersama Gladis.
Akhirnya Audi menemukan toko baju yang sesuai dengan fashionnya, Audi masuk dan memilih pakaian. Dia mencoba satu persatu dan menempelkan di tubuhnya.
" sayang tunggu ya, aku coba dulu di kamar pas"
" ok "
Sambil menunggu Audi, aku duduk dan membalas chat dari teman dan pasienku.
Tak lama Audi menghampiri ku, aku sejenak mematung melihat Audi. Dia terlihat sangat cantik dengan dress hitam dengan potongan terbelah sampai pahanya. Otaku traveling ketika melihat belahan dari gunung kembar miliknya, penglihatanku Audi mirip Gladis.
" sayang ko bengong! Kamu melihat apa??
" ehh.. Kenapa kenapa "
" ihh kamu tuh yaaa gak merhatiin dari tadi!!
" T.O.P banget sayang "
Audi segera ke kasir dan membayarnya. Kami berjalan menuju eskalator terlihat para penjaga toko toko baru membuka yang mereka jaga. Pandangan mereka tak terlepas memperhatikan aku dan audi ketika melewati mereka "
" silahkan mampir kak, cari apa yaa?"
" di lihat lihat dulu kak, barangkali ada yang cocok "
Aku dan Audi terus berjalan melewati mereka, dan akhirnya kami sampai di Gedung Bioskop. Terasa suasana sangat dingin dari AC ruangan, hanya terlihat beberapa karyawan dan pengunjung karena sekarang baru ja 11.00.
" sayang.. Kita kesini ke pagian!" ucapku
" ia. Hehehe
" sekarang kita ngapain??
" yaa tunggu aja bentar lagi "
" aku pesan ticket dulu ya!! Sekalian beli cemilan buat di dalam"
" baik"
Tak lama Vio kembali dengan membawa makanan di tangannya !
" sayang kita uji adrenalin kita yaa "
" maksudnya??
" aku beli ticket film MANGKUJIWO 2 "
" kamu beranikan??
__ADS_1
" hahaha.. Masa aku takut film horor sayang "
" tak akan ada yang se horor kosong isi dompet "
" hehe " ( padahal aku takut film horor, ke kamar mandi malam aja, aku suka minta dianter adiku kalo udah nonton yang ginian, maklum di depan Audi aku harus terlihat berani "
Audi bangkit dan memegang tanganku, dia menggandeng menuju ruang Bioskop kamar 5. Terdengar suara iklan aplikasi dari layar segede bis yang menempel di dinding seperti cicak.
Terlihat pera pengunjung berdatangan satu persatu, mereka menoleh kesana kemari mencocokkan ticket dan tempat duduk mereka. Aku dan Vio sudah menemukan nomer yang sesuai dengan ticket, kami duduk di area paling pojok atas pas tangga.
" kamu sengaja yaa pilih nomer kursi disini??"
" hehe ia!! Kenapa?? Aku salah yaa ?? "
" enggak.. ( dalam hatiku, kenapa pilih kursi deket tangga, aku trauma.takutnya pas giliran yang seram, ada yang merangkak menghampiri ku "
" tuh acaranya seger mulai!! Cemilan yang tadi mana sayang??"
" tenang.. Konsumsi aman terkendali hehehe "
Audi terlihat memasang kuda kuda. Aku segera memakai hands free di kedua telingaku dan menutup kepalaku dengan hoody kemudian memejamkan mata.
Terdengar suara jeritan keras dari layar, Audi menggenggam tanganku dengan keras sesekali menjerit. Aku tak tau apa yang Audi lihat, karena aku tak sanggup membuka mata.
Audi dan para penonton tak henti henti teriak ketakutan, dia menyandarkan wajahnya di lenganku, sehingga hands free tercabut dari telingaku.
" ihhhhhhh Purbaaaaaaaaa "
" dasar kamu yaaaaaa"
" kirain aku kamu nonton.. Ternyata malah merem dan dengerin musik "
" aku takut sayang "
" gak mau tau, kamu harus nonton "
" tadi kamu bilang, kamu pemberani"
" lebih horor gak punya uang "
" buktinya kamu ngumpet" dasar kamu yaah
" udah diem, malu sama yang lain "
" ia ia aku nonton sekarang.
Ketika aku menoleh ke arah luar, terlihat Tejo Sujiwo sedang melotot di iringi suara keras khas horor, replek aku teriak keras
" ah siah Kon......tol "
Terlihat para penonton melirik dan menertawakan, Audi pun memukul mukul dada bidangku.
" sayang ini masih lama gak sih ??
" aku pengen kencing "
" ahh alasan kamu, pingsan juga mau kabur xixixi "
Audindan yang lain khusu memperhatikan adegan, sedengakan aku sibuk memasang hands free memejamkan mata.
Suara tiba tiba sepi dan hening, genggaman tangan Audi pun hilang tak terasa. Aku mencoba membuka mataku pelan pelan.
Astagfirullah..terlihat di depanku seperti ada yang menghalangi dan.
" aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa"
Aku terperanjat muka Audi sudah di depan mukaku, dengan melotot, dan.
" ayoo kita keluaaaaaaaaaaaassr "
__ADS_1
Di meneriaki aku keluar, karna film sudah selesai.