Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 62 # galau


__ADS_3

Aku kaget setelah Audi bilang dia akan menginap di Hotel Marriott, Hotel yang aku tempati sekarang.


Aku bingung menjawab apa, karena Audi taunya aku berada di Jakarta! Aku khawatir besok ketemu Audi dan aku di cap pembohong. " ahh sudahlah, aku tak akan menghiraukannya! Lagian yang aku butuhkan sekarang adalah uang, uang dan uang, seperti Tuan Crabs bilang " gumam ku.


" telepon dari siapa Purba?? Tanya Vio


" ohhh dari temen!! Katanya besok dia mau ketemu kliennya, kebetulan dia memesan Hotel yang sama di sini"


" ohh gtu yaa.. Emhh aku pergi dulu ya ?? Sambil memberikan dua gepok uang merah"


" aku takut Gladis keburu datang"


" next.. Aku kesini lagi pas Gladis sibuk " ucap Vio sambil mencium bibirku dan berlalu pergi.


Aku makan kembali spaghetti dan banana coklat, yang sempat aku tunda karena menerima telepon dari Audi.


Ahaaa aku ada ide!! Aku segera mengechat Gladis, aku ceritakan semua yang Audi bicarakan! Tak lama berselang Gladis menjawab


" aku lagi di Lobby hotel sedang bicara dengan Vio "


" sebentar lagi aku naik ke atas k kamarmu" jawab Gladis "


Aku segera membereskan tempat tidur yang berantakan bekas berperang melawan Vio. Kemudian aku segera mandi untuk menghilangkan jejak wewangian dari parfum dan badan Vio. Tak lupa ku semprotkan parfumku untuk menutupi bau parfum Vio.


*********


Tok tok tok...... Suara pintu di ketuk dan segera aku buka.


" heiiiiii.... Kamu belum tidur Purba?? Ucap Gladis sambil manaruh barang yang di bawanya.


" baru aja bangun Dish!"


" maaf yaaa tadi aku tak sempat bilang dan pamit, aku liat kamu nyenyak banget tidurnya"


" lagian tadi Vio minta aku biru biru, terus udah ketemu klien dia malah ninggalin aku."


" gak apa apa Dish"


" ohh iaa. Kamu udh telpon Audi belum?"


" udah.... Aman ko" sambil mengedipkan satu matanya"


" aku tidur bareng kamu di sini yaa?"


" ok.." cuman tidur doang kan??"


" tidur doang apa ada peperangan dulu yaa!! Ucap Gladis dengan mata ke atas, dan jari telunjuk ya di bibir "


" emmmmmh. Tidur doang kayanya "


" ok... " ucapku sambil menarik selimut.


*************


Keesokan harinya...


Terlihat Gladis sudah tidak ada di sampingku, waktu menunjukan puku 08.00. Terlihat di meja sudah ada Roti Cheese Cake dan segelas orange juice dengan sepucuk surat dari Gladis yang bertuliskan " the only one & the special one ".


Segera kumakan chees cake yang Gladis sediakan, kemudian aku minum orange juice nya.


Aku segera memakai pakaian terbaik hari ini! Aku harus terlihat beda dari biasanya, apalagi sekarang aku akan bertemu Audi.


Aku ke luar kamar dan beranjak pergi ke area kolam renang, entah apa yang merasukiku, aku seolah tak peduli dengan yang namanya cinta! Yang aku butuhkan sekarang adalah uang.


Keperjakaanku sudah terenggut, Gladis beserta teman temanya sudah berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan, Audi juga sedah mendapat yang ia inginkan. Sekarang giliranku mendapat apa yang yang aku inginkan.

__ADS_1


Alur perjalananku makin rumit karena aku selalu mengorbankan waktuku untuk mereka! Sekarang giliranku memanfaatkan kelemahan mereka.


Mereka masih mau denganku, yaa Syukur!! Mau pergi yaa silahkan!! Tak peduli lagi dengan perasaan mereka, mereka juga tak pernah memperdulikan aku.


" purbaaaaaaaa " terdengar suara Audi memanggilku di Lobby Hotel"


" ini sebelah sini" ucap Audi sedang menelpon di meja resepsionis "


Aku menghampirinya, kemudian Audi memeluk dan mencium ku.


" kenapa kamu gak bilang lagi di sini??"


" untung Gladis Nelpon semalam"


" maaf.. Bukanya gak mau bilang, aku bingung"


" kalau aku bilang, takutnya kamu berprasangka yang enggak enggak! Makany aku minta Gladis yang ngomong."


Aku dan Audi berjalan duduk di Lobby hotel, dia mengatakan klien ayahnya di pending keberangkatannya. Jadi Audi ada waktu luang dua sampai tiga hari disini.


Audi memesan kamar sebelah kamarku! Aku yang biasanya panik takut ketahuan apa yang aku lakukan, sekarang aku tak memperdulikannya. Yang penting bagiku sekarang uang.


" bantu aku menyimpan barang barang ke kamarku yuu?"


" oke... Ada biaya tambahannya gak??"


" kamu kok gitu..." dengan menaikkan alisnya ke atas


" tenang aja!! Ucapnya dengan muka resenya "


Aku dan Audi berjalan menuju kamar yang ia pesan, selama di perjalanan kami berpapasan dengan banyak bule! Maklum Jogja adalah tempat wisata tujuh keajaiban dunia yaitu Candi Borobudur.


Setibanya di kamar Hotel.


" sayang....kaki kamu kenapa? Daritadi aku perhatikan jalanmu seperti menahan rasa sakit!!"


" tapi udah aku bawa ke rumah sakit kemarin!!


" syukurlah.. Kalu masih sakit, besok aku anter lagi ke Rs di sini! Aku gak mau kamu sakit Purba "


" baik.."


" ohh iaa sayang.. Kamu jangan kasih tau Gladis kamar kita berdekatan yaa!!"


" aku disini kerja bukan main!! Kamu paham kan maksudku?"


" baik " ucap Audi sambil senyum 3 jari,


***********'


Malam pun tiba.


Tok tok tok... Suara pintu, segera aku buka !


" kamu belum tidur Purba?? Ucap Gladis sambil menaruh tas nya, ia berjalan menuju tempat tidurku"


" belum Dish"


" ohhh iaa aku tidur bareng kamu yaa?"


" aku ada problem sama Vio"


" kenapa?"


" aku seperti sapi perahnya"

__ADS_1


" Dia selalu menyetujui permintaan klien, tanpa menanyakan dulu aku sanggup apa enggaknya"


" meskipun aku butuh uang, aku juga bukan robot" ucap Gladis dengan muka kecewa.


Gladis tak berhenti mengeluh dan ngomel ngomel gak jelas, segera aku mencium bibirnya! Terlihat Gladis mukanya memerah, tak seperti biasanya Gladis tak membalas ciumanku. Dia hanya terdiam sesekali menundukkan kepalanya, dan berusaha menahan air matanya yang akan keluar.


" aku capek banget dengan semua ini Purba"


" aku ngerasa, yaaa udah aku cukup sampai disini menjadi model!".


" Bentar bentar!! Kamu capek dengan kerjaan, atau kecewa sama Vio ??".


" aku kecewa sama Vio Purba!! Jawab Gladis sambil menundukan kepala".


" kalau masalah kerjaan, aku gak apa apa"


" cuma waktunya itu loh"


" dia pikir jadi model itu, cuman berfose dan senam senyum doang??"


" tampil muka di depan kamera itu gak gampang!! Apalagi di kelilingi orang"


" jadi mau kamu gimana??"


" kalau kamu gak nyaman, merasa terbebani, kenapa kamu terusin??"


" munafik itu namanya"


Sejenak Gladis terdiam mencerna perkataanku. Dia menggigit gigit kuku.


Tak kupingkiri yang di rasakan Gladis, sama dengan yang sedang aku rasakan! Tak nyaman memang, kehidupan ada di kendali orang lain.


Kalau aku jadi Gladis, aku akan fokus pada Ruko dan membuka cabang di kota lain.


" kamu gak kepikiran nambah cabang reflexology dan salon di luar kota Disg??


" aku kemarin liat tutup buku akhir bulan bersama tukiyem"


" bulan kemari hampir 800 orang lebih, itu dari refleksi doang belum dari salon dan spa!!"


" paket satu aja 150.000 x 800 orang berapa coba??


" 120.000.000" jawab Gladis


" dari salon berapa coba??


" di potong gaji karyawannu berapa Dish??


" kenapa aku gak mikir kesana yaa " ucap dia sambil tersenyum manja"


" kamu sihh.. Banyak mikirin aku dan burung peliaraanku " ucapku sambil tertawa jahat hahahhaah


" ihhhhhhhhh Purba" sambil memukul mukul dada bidangku


" yaudah... Nanti beres dari sini, kita bicarain lagi yaa!!


" sekarang aku mau tidur dulu.. Capek" ucap Gladis sambil melewatiku.


Terlihat Gladis mengambil air minum, ditangan memegang salah plastik obat.


" obat apa itu Dish??" tanyaku kepo


" ini alpazolam Purba" semacam obat tidur dan penenang gitu"


" aku gunain klo lagi stress dan susah tidur ko!!

__ADS_1


Tak kusangka ternyata


__ADS_2