Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 55 # di Ruqyah


__ADS_3

" mau diterusin lagi?? "


" kagak ahhh "


***********


Waktu menunjukan puku 02.30


Rasa tak enak hati terus menghinggapi! Sampai sampai aku tidak bisa tidur.


Krik Krik krik....Suara chat what'sapp


Ada pesan masuk dari nomer yang tidak aku kenal, chat itu bertuliskan " your life in danger ! "


Setelah membaca pesan itu, tiba tiba ada suara keras seperti hantaman kayu yang di palu. Sehingga membuat Gladis dan karyawannya terbangun.


" astaghfirullaah ... Suara apa itu Purba ?? "


" aku gak tau Dish"


Terdengar suara karyawan di luar sedang ribut mempertanyakan asal suara tersebut. Aku dan Gladis menghampiri mereka.


" mbak Gladis sama mendengar yaa ? Ucap tukiyem"


" ia " coba kalian cek diatas"


Tukiyem beserta ke lima karyawan Gladis mengecek ke lantai dua.


" gak ada apa mbak "


" aneh yaa"


Tiba tiba tercium bau yang sangat aneh dan jarang.


" bau apaan yaa!!"


" kalian mencium bau gak" tanyaku


" ia ya" kata mereka serentak"


" asal kalian tau, sebelum ada suara yang kalian dengar!"


" aku tadi mendapat ancaman"


" ini buktinya" aku memperlihatkan isi chat yang meneror tadi "


Semua yang berada di Ruko terlihat panik dan ketakutan, terlihat mereka semua memeriksa hp.


" punya kalian ada gak??"


Mereka semua tidak mendapatkan pesan ancaman termasuk Gladis! Hanya aku yang mendapat ancaman. Gladis mengajaku kembali ke ruangannya dan menyuruh karyawannya untuk kembali ke ruang mess.


" Apa selama ini kamu punya musuh Purba??"


" enggak Dish!"


" ko aku jadi terus merinding begini yaa" Gladis duduk dan memegang tanganku"


" aku takut Purba"


" kira kira ini nomer siapa ya"


" coba aku lihat"


" aku mau cocokan"


Tiba tiba pandangan mataku bermasalah, penglihatanku menjadi aneh! Semua yang aku lihat menjadi seperti senja ( orange ). Kaki kiriku tiba tiba sakit.


" ahhhhhhhh sakitttt"


" kamu kenapa Purba??


" jangan membuatku khasatir


" aku tak tau Dish tiba tiba paha kiriku sakit banget "


" tolong aku Dish"

__ADS_1


" cari bantuan, aku tak kuat"


Aku tak bisa mengerjakan kaki kiriku, lutut dan pahaku terasa ada yang menekan dan tak bisa di gerakan, disertai rasa sakit yang teramat.


Gladis, tukiyem dan dua orang karyawannya membantuku menaikkan aku kedalam mobil. Gladis membawaku ke rumah sakit ditemani tukiyem.


" yaa Allaah ini Ada apa " Ucap Gladis dengan panik


Setibanya di rumah sakit, aku di bantu security masuk UGD dengan menggunakan kursi roda. Sekilas seperti ada orang yang menemani Gladis dan tukiyam " Apa akun salah lihat" gumamku.


Setiba di ruang UGD, aku langsung di tangani perawat yang memeriksa tekanan darah dan suhu bada, karena rasa sakit dari kaki menimbulkan demam di sertai panas.


Dokter kemudian memberiku suntikan penahan / pereda sakit, karena waktu itu kakiku teramat sakit.


Setelah 20 menit kemudian.


" gimana sekarang keadaannya Purba??" ucap dokter


" masih sakit banget dok"


Dokter mengerutkan jidatnya! Dia seakan tidak percaya terhadap reaksi obat yang dia suntikan tak mempan terhadapku.


" biasanya 10 menit udah reda " ucap dokter


Kemudian dokter memeriksa pahaku!! Dia terperanjat ketika melihat pahaku yang sakit mengecil dan terlihat luka memar seperti bekas pegangan tangan manusia.


" ini kejadian awalnya gimana Purba??"


" awalnya aku gak enak hati dok, aku tidak bisa tidur"


" tiba tiba aku dapat chat pengancaman"


" setelah itu ada bunyi keras diatas Ruko"


" tercium bau busuk seperti bangkai"


" kemudian kaki sakit begini"


Mendengar penjelasanku, dokter menyuruhku pulang dan memberikan resep obat. Dokter telihat panik, dia seperti ketakutan.


" ini bukan medis, lebih baik kamu datang ke orang pintar"


Tiba tiba aku merinding ketika mendengar kata kata dokter! Apa ia aku terkena sihir gumamku.


*********


Waktu menunjukan pukul 07.00 wib .


" aku bingung harus bawa kamu kemana Purba" ucap Gladis.


" Apa benar kamu terkena sihir"


" udah kamu jangan panik gitu Dish"ucapku sambil menahan rasa sakit"


" kamu anterin aku ke mesjid istiqlal aja Dis!!"


" mau apa kamu kesana??"


" aku mau konsultasi dengan DKM disana, barangkali mereka bisa bantu me Ruqyah aku Dish"


Tak menunggu lama Gladis membawaku ke Mesjid istiqlal, selama di perjalanan aku terus menahan rasa sakit!! Aku berusaha diam, agar tidak membuat Gladis panik.


Sesampainya disana, terlihat tukiyem turun terlebih dahulu! Tukiyem menuju pos informasi.


Tak lama berselang timyem menghampiriku dengan membawa seorang remaja dari pos Informasi. Remaja tersebut membawa tongkat penyangga.


" maaf kak, kakak bisa jalan gak??".


" kalo gak bisa, aku mau bawa kursi roda!"


" kalo ada, mending kursi roda dek !!"


Remaja tersebut membawa kursi roda, kemudian remaja itu membawaku ke Mesjid. Dia terlihat menelepon seseorang.


" tadi iyem bilang kronologi nya ke orang itu Mbak"


" ia yem, makasih ya"

__ADS_1


" ohh ia yem, aku lapar, kalian juga pasti lapar"


" kamu beliin apa gitu buat sementara"


" pake duit kamu dulu ya, aku gak pegang uang cash!"


Terlihat remaja tadi menghampiriku dengan membawa seseorang, mungkin ini ustadz yang dari pakaian yang dikenakannya.


" Assalamualaikum " ucap mereka.


" waalaikum salam " ucap aku dan Gladis


" ada yang bisa kami bantu??"


Dengan pertanyaan dari mereka, Gladis langsung menjelaskan kronologi yang aku alami.


Mereka membawa aku dan Gladis ke basecamp yang tak jauh dari Mesjid Istiqlal. Gladis mendorong yang menggukan kursi roda, dalam keadaan yang sangat sakit aku berusaha tenang.


" silahkan masuk " remaja tadi membukakan pintu


Terlihat banyak orang yang sedang belajar mengaji, pemuda bersama ustad tadi meminta kepada seluruh orang di ruangan itu untuk membantu mereka.


Mereka berkum melingkar aku, termasuk Gladis! Aku tak tau apa yang akan mereka lakukan terhadapku. Terlihat Gladis sedang membicarakan sesuatu dengan ustad tadi.


Kemudian terlihat remaja tadi membawa ember dan aqua


" kak.. Wudhu dulu yaa kak?" aku bantu.


" aku mau di apain??


" kakak mau di Ruqyah "


" semoga ini menjadi wasilah kesembuhan penyakitnya"


Aku segera berwudhu dari air aqua yang remaja tadi bawa, dia mengucurkan air yang dibawahnya sudah terdapat ember untuk menampung air wudhu.


Aku meminta untuk dibaringkan, karena kakiku semakin sakit ketika duduk. Remaja tadi di bantu ustad membaringkan aku di sopa.


Terlihat Gladis memakai baru selesai berwudhu dan memakai mukena, dia terlihat cantik miri Inneke Khos Herawati artis cantik jaman dulu.


" ikuti ucapan aku yaa " kata ustad


Aku membaca dua kalimat syahadat, kemudian beristighfar yang dipakai nabi yunus 3 kali. Shalawat atas nabi 2 kali, taawud meminta perlindungan dari godaan syetan, dan aku pun di Ruqyah.


Ustad menyuruhku untuk fokus mendengarkan ayat ayat Alquran akan bacakannya! Aku memejamkan mata menuruti arahan Ustad untuk fokus. Ustad membacakan ayat ayat suci Alquran di ikuti Gladis dan yang lainnya.


Ketika semua membaca Alquran, aku seperti masuk ke dimensi lain.


Pertama : aku dipertemukan dengan makhluk yang besar dan tingginya tak terukur, makhluk tersebut menyerupai gunung bertekstur kenyal, warnanya hijau ke ungu unguan dan berbau sepet bangkai.


Aku bertanya kepada makhluk itu


" kamu siapa" ucapku sambil ketakutan"


Makhluk itu menjawab " aku adalah dirimu!! Aku di ciptakan oleh dirimu"


" dulu aku itu tidak putih bersih tanpa noda seperti cahaya, namun karena kamu terus berbuat dosa, aku berubah jadi sebesar ini."


" jadi kamu......"


" ia.. Aku adalah dosa dosamu"


" pulanglah.. pulanglah..pulanglah.


" sebelum kamu terlambat! dan buat diriku seperti cahaya kembali.


Seketika makhluk itupun menghilang.


Kedua : Kali ini aku di bawa ke dimensi lain lagi! kini aku berada di padang rumput yang gersang tanpa memakai baju, hanya celana sobek sobek dibawah lutut yang akupakai. Sejauh mata memandang hanya rumput t kering seperti jerami, cuacanya panas sehingga keringat ku bercucuran dan berbau.


Terlihat dari kejauhan ada seorang perempuan memakai pakaian serba putih membelakngiku, dia di ke lilingi cahaya!! Aku berjalan mendekatinya, aku berharap dia mempunyai air untuk aku minum.


" Assalamualaikum wahai hamba Allaah " ucapku


" biasakan anda menolong saya?? Saya haus, dan tolong bantu aku untuk pulang ke rumahku kembali"


Perempuan itu pun berbalik dan menoleh ke arahku, aku terkejut ternyata perempuan itu

__ADS_1


__ADS_2