
" aku pulang dulu yaa "
" Purbaa"
" sudahlaah " dengan mimik muka cemberut
Dari sorot matanya, Audi berat melepasku pergi bersama Gladis. Rambut panjangnya tak terlihat oleh penutup kepala hoodie hitamnya, sesekali ia membetulkan poni rambutnya yang menghalangi mata. Matanya berkaca kaca seolah berbicara " stay with me Purba ".
Hotpant putih pendek yang ia kenakan, tak mampu menahanku untuk segera pulang ke rumah Gladis. Terdengar Mp3 dari saku hoodienya, lagu yang dibawakan Republik.
" aku takut ke hilangkan dirimu "
" aku takut, takut kehilanganmu"
" aku takut kehilangan cintamu "
" aku takut, hidup tanpa dirimu "
Aku pernah merasakan ketakutan yang dialam Audi, aku juga pernah merasakan betapa sakitnya menahan beratnya rindu. Aku harap Audi baik baik saja ketika jauh dariku.
***'*********
Pem.. Pem.. Pem
Aku bunyikan klakson! terlihat Gladis membuka gerbang dan memberi isyarat untuk mundur kembali.
" kita langsung keluar aja Purba " ucap Gladis memakai payung "
" hujannya langsung gede, padahal barusan cerah"
Gladis masuk kedalam mobil sambil menutup payung, dia mengibas ngibas pakaian yang terkena air hujan. Kali ini Gladis seperti artis korea, dia memakai kaos pendek pink dipadukan hotpant hitam. Seperti biasa dia selalu memakai sapatu kets tanpa kaos kaki, sehingga terlihat panjang kaki sexynya.
" mamah kamu udah pulang Dish??"
" baru aja!! mamah masuk kedalam, kamu datang"
" ohh ia gimana kamu tadi sama Audi??"
" ada drama kah, atau ada air mata, atau ada heheheh" ucap Gladis menyindirku "
" hahaha"
" seperti biasa Dish, dia takut kehilangan aku"
" apalagi aku kerja bareng kamu"
" siapa yang bakal percaya tidak akan ada apa apa, ketika pasangan kita pergi sama mantannya?? Apalagi aku kerja bareng kamu Dish"
Gladis terdiam sesekali melirik ke arahku yang sedang mengemudikan mobil.
" aku juga bingung dengan hubungan kita "
" aku juga sama merasakan apa yang Audi rasakan"
" kamu pelet kita berdua yaa Purba?? Ucap Audi dengan becanda"
" kamu dukunin kita berdua, jadi klepek klepek sama kamu" Gladis tertawa jahat"
" enak aja"
" buat apa pelet kalian??tanggung, kalo mau aku pelet Britney Spear aja sekalian" hahhaha
" xixixi !! Aku tuh aneh Purba, aku dan Audi susah banget jauh dari kamu??"
" padahal maaf yaa, kamu tuh tukang urut!! "
" tukang urut yang berkualitas dan punya harga dan tenaga " hahaahha
" satu lagi Purba!!"
" Apa??"
" burungnya panjang dan gedeeeee " senyum jahat
" hahahahah"
" kalo masuk tuh, seperti sampe ke atas pusar saking panjangnya"
" itu tuh yang susah bikin aku move on "
" udah ah jangan bahas gituan, nantj celaka lagi aku hilang konsen "
Malam ini aku dan Gladis menuju rumahku, tadinya aku dan Gladis mau berangkat besok. Namun karena ibu sudah berangsur mambaik, jadi aku putuskan berangkat malam ini. Lagian jarak Bandung - Jakarta sekarang tidak lama.
" aku berangkat yaa bu !!"
" ia hati hati nak "
__ADS_1
" neng Gladis maaf yaa banyak ngerepotin"
" titip Purba yaaa"
" ia bu.. Ibu juga jaga kesehatan ibu"
" doain Purba biar sukses, dan bisa bahagian ibu "
" aamiin"
Aku sebenarnya khawatir dengan ibu, sekarang dia berbeda. Biasanya suka becanda, sekarang jadi seperlunya. Aku kangen dengan keadaan ibu yang dulu"
Aku mengemudikan mobil dengan perasaan tak karuan, aku meminta Gladis untuk menggantikan kemudi.
" kamu mikirin apa sih??"
" Audi yaaa??"
" yaa enggak lah "
" entah kenapa, perasaanku tiba tiba gak enak gini yaa??"
Terlihat dari kejauhan pintu keluar tol sudah terlihat, ini berarti sebentar lagi sampai di Roko Gladis. Terlihat antrian panjang ketika memasuki pintu keluar tol.
" pantesan macet yaa, sekarang kan malam minggu "
" mau langsung happy happy gak??"
" barangkali aja perasaan tak enak hatimu sembuh!!"
" terserah kamu Dish"
" yaudah kita balik ke Ruko aja"
*********
Sesampainya di Ruko, Gladis menyuruh salah satu karyawannya untuk membelikan makanan. Seperti biasa suasana disini selalu ramai oleh pasien reflexologi dan customer spa. Aku berjalan melewati mereka da masuk keuangan kerja Gladis.
Aku segera menarik kursi yang bisa langsung jadi ranjang, kemudian aku berbaring. Terlihat Gladis masuk dengan kantung plastik di kedua tangannya.
" masih gak enak hati kah??"
"masih Dish!!"
"aku kenapa yaa "
" barangkali aja bisa mulihin suasana hati kamu"
" hmmm Modus kamu yaaa"
" hayyu atuh "
" asyikkkk"
Gladis melucuti semua pakaiannya! Kemudian dia memakai kimono putihnya sambil membawa handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
Dia memberiku kode agar perhelatan di laksanakan di kamar mandi.
Terlihat bathup sudah terisi air hangat dan berbusa, Gladis tersenyum dan membuka satu persatu kancing kemejaku! Dia juga membantu membuka jeans dan boxer yang aku pakai.
Setelah semua siap, Gladis mendudukkan aku di atas kloset. Tak seperti biasanya, kali ini Gladis langsung memasukan burung peliaraanku. Dia bergerak gerak keatas dan kebawah serta sesekali menggesek gesekan mutiara kerang ajaibnya
" ko to the poin gini Dish??
" biasanya warm up dulu!!"
" gak seru ahhh " ucapku
Saketika Gladis berhenti dan tertawa.
" kenapa kamu malah ketawa??"
" xixiix.. Geli banget aku mau bahasanya "
" ngomong dulu baru ketawa dish!!" bukan ketawa dulu baru ngomong "
Ketawa Gladis makin menjadi, dia menutup mulut dengan kedua tanganya! Terlihat gunung kembarnya bergerak gerak karena Gladis menahan tawa. Kemudia aku cubit salah satu penutup gunung kembarnya, tertawa Gladis makin menjadi.
" udah aahh aku mau mandi aja"
" mau di terusin gak" ucapku
" ok oke.. Bentar" gladis menghela nafas panjang dan"
" tau gak kenapa aku langsung masukin??"
" Ya enggak lah,.kamu kan belum.ngomong!!"
__ADS_1
" dari tadi pas dimobil, kerang ajaib aku gateeeeeeel banget"
" gatel yang gitu loh!! Kamu ngerti kan maksudku??"
" pernah gak sih cowo, tiba tiba gatel, terus terus gatelnya itu enak" dan kalo di garuk seperti mau kencing gitu"
" ohh pantesan"
" aku juga pernah ngalamin itu Dish"
" sensasi gatelnya itu looh "
Gladis meneruskan gerkannya"
" ehhh burung kamunya kemana??"
" ko ngilang!!
" dia tidur lagi Dish" hahshshhshshs
Aku dan Gladis tertawa terbahak bahak bersama.
Gladis menarik tanganku, kemudian dia membelakangiku. Aku paham maksud Gladis, dia memutar tuas shower sehingga keluar air hangat.
Aku memasukan burung peliaraanku di kucuraan air hangat, terasa licin dan mudah bagi burung peliaraanku untuk memasuki rumah kerang ajaib Gladis. Ini membuat sensasinya kurang, dan membuatku tak berhasrat.
Aku menarik kembali burung peliaraanku.
" gak seru ahhh dish"
" gak ada sensasinya "
" ihhhh kamu"
" ia aku juga ngerti"
" bantuin aku garuk garuk dulu Purba "
" tau gak, ini gatelnya dari dalam guanya!"
" barusan pas burung kamu masuk dab bergerak, enak banget seperti di garuk garuk" xixixi
" kamu tuh ada ada aja yaa"
" barangkali ada kutu atau kecoa tuh di dalamnya hahahah"
" gilaaa kamu ".
" bukan kutu dan kecoa"
" Apa dong"?
" kulkas 3 pintu " ucap Gladis dengan muka kesal
" kamu puas "
" hahahhahah"
Akhirnya karna kasihan, aku memasukan kembali burung peliaraanku di bawah derasnya air dari shower. Aku gerakan dengan sangat cepat, sehingga menimbulkan suara yang lucu.
Gladis menengadahkan kepalanya keatas sambil bersuara, aku mainkan kedua gunung kembarnya dengan putaran putaran khas jari telunjuk dan ibu jari.
" Yang cepet Purba "
" iahhh iaaah iaah iaahh"
" makin cepet lagi Purbaa "
" iahhh iaaah iahh "
" ahhhhhhhhhhh ahhhhb ahhhhb"
" kamu udah Dish ??"
" udah Purba, makasih yaaa"
" apa?? Udah,, gak seru ahhhh"
" masa udah lagi Dish "
" gak tau Purba, gatel itu membuatku cepet keluar"
" sekarang udah gak gatel lagi"
" aneh aneh ajaa yaa itu kulkas "
" hahahaha"
__ADS_1