Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 71 # menikah part 1


__ADS_3

Tiga hari sebelum hari pernikahan.


" nak maafin ibu yaa" ucap ibu sambil menundukkan kepala"


" maaf untuk apa bu??" ucapku terheran heran"


Ibu mengatakan, keluarga ibu tidak akan datang! Aku tidak aneh, memang keluarga dari ibuku tak tau malu! Mereka membutuhkan kami kalau kami bermanfaat buat mereka.


Aku cuma bisa tertawa! waktu Alamarhum ayah masih ada, mereka selalu di bantu ayahku! Semua keluarga ibuku, anak anaknya di sekolahkan oleh ayahku.


Namun apa balasan mereka, ketika ayah tidak ada dan keluarga kami terkena musibah, jangankan iba! Datang untuk sekedar menanyakan pun tidak ada.


" yaudah bu.. Aku tidak rugi "


" aku sudah memaafkan mereka, namun aku tidak akan lupa tingkah laku mereka"


Aku bertanya kepada ibu, bagaimana dengan keluarga ayah! Apakah mereka akan datang??.


Ibu mengabarkan keluarga dari ayah hadir 30%, mereka bertanya tanya dari mana aku punya uang mengadakan pernikahan seperti itu.


Mereka ada yang antusias, ada juga yang ingin menyaksikan kebenaran berita dari ibu! Keluarga ayahku memang aneh, mereka menganggapku keluarga jika kita sudah setara mereka ( kalau keluargaku kaya ). Aku cuma bisa tertawa dan geleng geleng kepala.


*********


Aku baru mendapat chat dari Gladis.


Gladis mengabarkan kepadaku, bahwa resepsi pernikahan akan di gelar di Pantai Sayang Heulang atas kesepakatan keluarga Gladis.


Jujur! Dari lubuk hati yang paling dalam aku sangat malu. Aku yang ingin menikahi Gladis, namun yang berkorban adalah Gladis.


Ibunya sempat bilang, dia sangat bahagia! Ibunya takut kalau Gladis menjadi perawan tua! Namun semenjak bertemu dan kenal denganku, ibunya Gladis sangat bersyukur karena banyak perubahan dari Gladis! Yang paling utama Gladis mau menikah.


Seperti yang Gladis bilang, semua yang ia beri kepadaku taka ternilai dengan kebahagiaan keluarganya, terkhusus ibu tercintanya.


Gladis memberi ibu dan ke tiga adiku pakaian couple yang akan di pakai nanti di hari pernikahanku.


Ibu juga mengabarkan, Gladis akan memberi mobil untuk ibu! Aku tak berhenti mengucap syukur sekaligus malu.


" kapan Gladis bilang begitu bu??"


" kemarin "


***********


Hari pernikahanku pun tiba. Aku, ibu dan ketiga adiku berada di Hotel Pantai Sayang Heulang.


Terlihat ibu sangat cantik hari ini, ibu seperti pengantin dengan lengan berenda yang dipadukan dengan gaun simple elegan statemen sleeves. Gaun jenis ini memberikan sentuhan romantis yang mewah. Walaupun tampak mewah, namun gaun dengan statement sleeves tetap terlihat santai.


Aku bahagia melihat ketiga adik lelakiku, mereka memakai kemeja putih dengan jas hitam senada dengan celana dan sepatunya. Tak terasa air mata bahagiaku menetes melihat ibu yang sangat ingin ku bahagiakan, telah lebih dulu Gladis bahagiakan. Terima kasih Tuhan gumamku"


Terlihat juga keluarga dari almarhum ayahku berkumpul dan berbaur dengan Pa.haji PTM Garuda dan teman temanku seperjuangan Adit dan Boim.


Mereka berkumpul dan menghampiriku mengucapkan selamat.


" Purba kau terlihat seperti Pangeran Vampire Edward di film Twiligh! Ucap Boim si baby hiu "


" selamat yaa Purba " semoga pernikahan ini jadi pernikahan yang pertama dan terakhir " ucap Pa.haji"


" wihhhh broo " sakinah mawadah warahmah yaa " ucap Adit.


Iring iringan pengantin pun di mulai, aku di gandeng ibu dan anak Kakak paling besar dari almarhum ayahku di iringi keluarga, teman dan sahabatku.

__ADS_1


Suasana sejuk pantai di sore hari dengan angin dan ombaknya menjadi saksi pernikahanku. Terlihat tenda tenda berpayung serba putih sudah di isi tamu undangan dan keluarga Gladis.


Terlihat mini panggung di atas tebing di hiasi bunga warna warni membuat suasana menjadi romantis.


Penghulu duduk sila di atas panggung menunggu aku dan Gladis.


Mataku seperti berhenti berkedip, darahku seperti berhenti mengalir melihat sesosok bidadari yang di gandeng seorang ibu dan lelaki pengganti wali ayahnya.


Yaa bidadari itu Gladis sang pujaan hatiku.


Gladis memakai Gaun pengantin berhias aksesori belt terbuka di bagian belakang dipasangkan dengan elbow wedding veil serba putih.


Rambut panjangnya di biarkan terurai sehingga menutupi setengah gunung kembarnya yang terlihat belahanya.


Kedua tangannya memegang bucket, dan wajahnya di tutupi kain jala yang transparan.


Iring irigmnganku berjalan menghamlpiri Gladis. Setelah jarak saling berhadapan, ibunya Gladis memakaikan aku kalung yang terbuat dari bunga melati.


Aku dan Gladis saling menatap dan saling me ngagumi. Kemudian aku dan Gladis di hantaran ibu dan ibunya Gladis ke mini panggung untuk ijab qobul.


Aku dan Gladis duduk bersebelahan di pakaikan kain di kepala kami. Jantungku seperti berhenti berdegub karena nervous.


Penghulu memerintahkan aku dan wali dari pihak Gladis untuk berjabat tangan, karena prosesi ijab qobul akan segera di mulai.


Terlihat ibu dan ibunya Gladis sangat bahagia menantikan momen sakral ini.


" Mahesa Purbaraksa saya nikahkan serta kawinkan engkau dengan Gladis Melati binti Heryanto Almarhum dengan seperangkat alat solat dan perhiasan mas 100 gram dibayar tunai " ucap wali pengganti ayah galdis"


" saya terima nikah dan kawinnya Gladis Melati binti Heryanto Almarhum dengan seperangkat alat sholat dan perhiasan mas 100 gram dibayar tunai " jawabku dengan kuat dan jelas"


" gimana Sah " Tanya penghulu "


Acara ijab qobul pun aku lewati dengan sangat gagah. Penghulu membacakan doa sesudah aku selesai melaksanakan ijab qobul.


Ibu dan ibunya Gladis menangis bahagia.


Terlihat pera tamu undangan mengantri mengambil makanan yang sudah di sediakan WO.


" suamiku kau terlihat seperti Pangeran " ucap Gladis "


" aku bahagia banget Purba"


" sama aku juga Dish !"


" terima kasih yaa "


" sama sama suamiku " ucap Gladis sambil bercanda"


" ohh ia.. Sebentar lagi ada kejutan Purba"


" Kejutan apa??" ucapku penasaran"


" coba tebak siapa yang akan mengisi live musik di panggung tebing sana"


Terlihat tiga orang lelaki dan satu perempuan memakai topeng.


" siapa mereka Dish??"


" Cob tebak!! Masa kamu lupa"


" mereka Nabila dan Tri Suaka ya??" ucapku

__ADS_1


" yeeeeeee kamu benar"


Aku dan Gladis berdiri di mini panggung, terlihat antrian panjang menyalami kami untuk memberi selamat.


Terdengar para tamu undangan menyanyi mengikuti alunan Nabila dan Tri Suaka. Ini pesta perkawinan memang di luar keinginanku dan Gladis.


" kamu bahagia Purba?? Tanya Gladis "


" aku bahagia SANGAT Dish!!"


" sekali lagi makasih yaa Dish"


" terima kasih sama Allaah Purba "


Nabila dan Tri Suaka menuntun aku dan Gladis ke panggung. Mereka menyuruh aku dan Gladis untuk menyanyi berduet spesial.


" aku menyanyikan lagu dari sheila on seven "


" saat kau menjadi istriku nanti pahami saat menangis "


" saat kau menjadi isteriku nanti, jangan pernah berhenti memilikiku"


" hingga ujung waktu"


Terdengar suara sorak sorai dan tepuk tangan dari keluarga dan tamu undangan.


" aku gak nyangka suara kamu enak juga Purba" ucap Gladis" sambil memeluk dan mencium"


Kemudian Gladis menyanyikan lagu dari Rizky Febian.


Kau dan aku tercipta oleh waktu


Hanya untuk saling mencintai


Mungkin kita ditakdirkan bersama


Merajut kasih, menjalin cinta


Berada di pelukanmu, mengajarkanku


Apa artinya kenyamanan, kesempurnaan cinta


Berdua bersamamu, mengajarkanku


Apa artinya kenyamanan, kesempurnaan cinta


Kau dan aku (kau dan aku) tercipta oleh waktu


Hanya untuk saling mencintai


Mungkin kita ditakdirkan bersama


Merajut kasih, menjalin cinta


Berada di pelukanmu, mengajarkanku


Apa artinya kenyamanan, kesempurnaan cinta


Berdua bersamamu, mengajarkanku


Apa artinya kenyamanan, kesempurnaan cinta

__ADS_1


__ADS_2