Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 29 # Kerang Ajaib Singapore


__ADS_3

Aku tertegun ketika melihat Manager Gladis. Dia terlihat cantik dan eksotis dengan kulit coklat seperti Beyonce Knowles, rambut panjangnya terurai mirip Zaskia gotic dengan kepang dan poninya.


Aku coba pasang badan dengan cool dan jual mahal untuk menaraik perhatiaanya.


" ehh ini siapa Dish, ganteng banget sich!!"


" gak bakal malu maluin bawa yang kaya mah Dish"


" ini yaa yang kamu ceritakan seminggu yang lu itu??"


" ia. Vio.."


" sayang, kenalin ini Viona manager aku"


" Vio ini Purba pacar aku"


Pikiranku langsung traveling, biasanya kalo Gladis sudah mempromosikan aku, malam atau ke esokan harinya burung peliaraanku bakal di cicipi lagi oleh lawan bicara Gladis. Astaghfirullaah apa apaan pikiranku ini.


Aku dan Gladis menaiki mobil dengan Viona yang mengendalikan kemudi, Vio akan membawa kami ke hotel Marina bay Sand yang terkenal itu. Di sepanjang jalan aku tak berhenti memfoto dan vidio Negeri yang terkenal dengan kepala singanya untuk dokumentasi bahwa aku pernah menginjakan kaki di sini.


GLadis dan Vio bertukar pikiran untuk masalah job Gladis disini, terlihat mereka sangat serius ketika membicarakan cuan. Viona sesekali mencuri curi pandang di spion kecil yang berada didepanya.


Benar dugaanku, Viona sama hal nya dengan Cleo, Clara dan Luthfi. Aku berfikir PERJAKAKU sudah TERNODAI aku tak perlu lagi mikir mikir atau menolak, toh pada akhirnya aku akan tetap di cicipi teman dan sahabat Gladis.


" ohh ia Dish, untuk acara pemotretan besok hanya loe yang hadir!! Gua gak bisa temenin loe, karena ada skejul dengan majalh lain. Gak apa apa kan"


" dan satu lagi, gue butuh orang untuk nemenin gue besok,, gue harap loe gak keberatan Purba ikut sama gue"


" ia terserah loe aja Vio, gue tinggal eksekusi dan berekpresi doang kan??" lagian ini buat karir gua juga"


" mumpung lagi disini, loe bawa pacar gua keliling negara ini sekalian loe bisa suruh suruh dia untuk ungkat angkut barang" hahahahah


" gak apa apa kan sayang"


" hmmmmmmmmmmmmmmmmm


" hmmmmmmmmmmmmmmmmm

__ADS_1


" cie balas dendam.


Akhirnya kami sampai di hotel Marin Bay Sand, terlihat banyak bule bule berpasangan yang keluar masuk Hotel, mereka sedang liburan dan bulan madu kelihatannya. Terlihat mereka berjalan sangat mesra seperti sudah melakukan adegan pengencrotan.


Aku dan Gladis di bawa ke lantai atas dengan menaiki lift, Viona sudah menyiapkan dua kamar. Viona mengataka bahwa Gladis sekamar dengannya dengan tujuan untuk membahas job besok, sedangkan aku di kamar seberangnya.


Aku segera masuk ke kamar untuk istirahat, aku berjalan menuju tempat tidur. Kasurnya sangat empuk, karena didalamnya tidak seperti kasur di hotel lain, disini daleman kasurnya adalah air.


Aku nyalakan Tv untuk menghilangkan penat karena tidak ada Gladis. Aku mencoba menghubungi ibu dengan vidio call langsung, ibu terlihat sangat bahagia karena sudah di Transfer uang oleh Gladis.


Aku berbincang bincang dengan ibu dan ketiga adik lelakiku dengan sangat lama, karena sudah seminggu lebih aku tak jumpa.


Tok tok tok


Terdengar suara pintu di ketuk, aku segera membukanya.


Ternyata pelayan hotel yang mengantarkan makanan, pikiranku sudah terlalu jauh, aku kira yang datang itu Gladis atau enggak Viona.


Akhirnya makan makan yang diantar oekayan tersebut, terlihat makanannya tidak seperti di indonesi, dari tampilanya mirip Sop Buah ketika menjelang berbuka puasa, dan satu lagi mirip nasi goreng diselimuti telur kocok.


Benar juga kata mbah google, terlihat para bule sedang bermesraan di dalam kolam renang. Astaghfirullaah, terlihat sesama bule lelaki sedang adu jigong, pemandangan ini membuat aku mual. Aku segera pindah dan duduk di kursi yang ada payungnya, tak berapa lama datang dua bule perempuan, mereka duduk di sebelahku, mereka tak tau malu langsung beradu jigong.


Tempat apa ini?? Gini banget tuhaaaaaan.


Akhirnya aku tak menghiraukan mereka, aku pasangkan Handsfree di telingaku dan berjalan jalan mengelilingi dan menikmati suasana malam di Marina Bay Sands.


Baru saja aku pergi, tiba tiba mataku ada yang menutup dari belakang.


" Gladis yaaaa"


" bukanya dari tadi kamu nemenin aku disini Dish!!"


" aku iri liat mereka pada bermesraan, beradu jigong pula"


" gituan yu Dish, kita jangan sia siakan moment ini, mumpung lagi disini!! Xixixiix"


Tiba tiba tangan yang menutupku hilang, aku menoleh ke belakang. Ternyata Vio

__ADS_1


" hi Purbaa"


" malam ini dingin banget yaa"


" ehh vio, Gladis mana??"


" dia udah tidur, tenang saja"


" ehh, ke kamarmu yuuk" dengan nada merayu dan senyum menggoda.


Tuh kan firasatku benar.. Seperti prediksiku, aku akan di cicipi teman Gladis jika dia mempromosikannya. Vio berjalan terburu buru menarik tanganku, dia masuk dan mengunci kamarku. Karena masih malu, Viona mematikan lampu utama, dan menghidupkan lampu kecil di saming ranjang.


Dia berjalan ke arahku yang sedang berdiri, dia menyandarkan tubuhnya membelakangiku. Aku peluk dia dari belakang, lidahku berjalan perlahan di area lehernya, kulucuti baju dan tali penyangga dua gunung kembarnya.


Aku mainkan kedua pintu sumber mata air yang berada di gunung kembarnya, bibirku berperang dengan bibirnya. Kami bermain dengan tempo santai. Kemudian Vio merubah posisi, dia berada di hadapanku.


Vio membuka kaos ku, lalu memainkan lidahnya di area kedua mata dadaku. Tak sampai disitu, Vio membuka celanaku beserta boxernya. Vio ******* ***** adonan pisang coklat dicampur dua telur, sambil bersilat lidah.


Aku angkat sebelah kaki Vio, ku masukan pisang coklat dibantu tangan Vio kerumah kerang miliknya, terdengar suara kaget ketika semua bagian pisang coklatku masuk. Vio memeluku, aku gerakan dengan sangat pelan sehingga membuat suara merdu.


Vio menengadahkan kepalnya ke atas, aku coba memainkan salah satu tombol yang ada di gunung kembar miliknya. Karena pegal, vio berbaring di ranjang. Aku mainkan lidahku di rumah kerang miliknya, dibantu kedua telunjuk dan ibu jari memutar mutar kedua tombol pintu air digunung Vio.


Vio bergerak gerak seperti ulat di iklan teh pucuk, kedua tangannya membantu lidahku membukakan pintu rumah kerang miliknya, ku mainkan lidahku di mutiaranya. Terlihat ekpresi Vio yang manja ketika aku memainkan lidahku.


" purbaa awwww awwww aww


" kencangin lidahnya Purba, remasnya kerasin Purba


" ia bener seperti itu, teruz teruz teruz teruz


" ahhhh ahhhhh ahhhhh


Vio teelihat lemas, dia terengah engah seperti habis jogging di gelora Bandung lautan asmara. Di sela sela vi menghela nafas, ku masukan pisang coklatku, aku peluk Vio dengan erat. Vio mencakar cakar manja punggungku, dia menyimlan dagunya di bahuku, tak lupa dia menyilangkan kakinya di belakangku.


Ku gerakan keluar masuk dengan cepat pisang coklatku, sehingga Vio menjerit jerit menahan suara merdunya, aku tambah kecepatan lagi, sambil bersilat lidah. Dan akhirnya pisang coklatku muntah membasahi mutiara kerang ajaib milik Vio.


Dan edisi pengencrotan jilid 1 di Singapore di menangkan Viona..

__ADS_1


__ADS_2