Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 66 # tebing pantai


__ADS_3

" Purba kita jalan menikmati malam yuuk??" ucap Gladis yang sedang berdandan menghadap cermin"


" kayanya enak nongkrong di pinggir pantai sambil bersenda gurau"


" ok Dish "


" aku juga punya sesuatu untuk kamu"


" Apaan??" ucap Gladis menghentikan dandan nya"


" ia nanti aja!! Surprise khusus untuk malam ini"


Terlihat Gladis memakai tangtop hitam di balut kain pantai ke bawahnya yang terbelah dari betis sampai pahanya.


" dandanan kamu ko mirip tapasha di film UTARAN Dish!!


" terserah fir aja! Ucap Gladis sembil cemberut"


Aku menghampiri dan memeluknya dari belakang! Di telinganya aku membisikkan.


" kalau kamu benar cinta dan sayang sama aku, aku gak mau bagian indah tubuhmu di lihat orang lain Dish"


" only me gak ada yang lain "


Kemudian Gladis menoleh dan berbalik arah memeluku.


" aku mau menjadi yang terbaik untuk kamu Purba "


" jadi aku harus pakai apa sekarang??" pakai mukena gitu " ucap Gladis sambil menjewer kupingku"


" aduduh sakit Dish "


" semua berproses Purba"


" nanti kalo aku udah sah jadi istri kamu, kamu boleh dandanin aku seperti yang kamu mau"


" untuk sekarang please yaaa aku mau gini dulu" ucap Gladis memohon mohon"


" siap 86 " ucapku sambil hormat"


Aku dan Gladis berjalan keluar hotel. Terlihat di sepanjang jalan banyak yang menyewakan sepeda dan ATV.


" Purbaaaa sayang " ucap Gladis menggodaku"


" aku mau naik sepeda dong"


Aku memutuskan untuk menyewa sepeda.


Aku mengayuh sepeda membonceng Gladis yang berada di depan. Gladis bercerita semasa kecil waktu belajar sepeda dengan ayahnya.


" kamu tau delman kan Purba "


" yaa tau lah! Emang gimana gitu??" ucapku penasaran"


" waktu aku belajar sepeda dulu, aku di pegang sama ayahku dari belakang! Terus pas di turunan, ayah tak sengaja mengelap keringat di keningnya sehingga pegangan sepeda ku terlepas"


" aku meluncur sangat kencang, aku teriak teriak minta tolong!! Bukannya aku tekan rem aku malah merem tidak melihat jalan"


" sampai akhirnya aku mendarat berhenti di atas delman yang sedang di parkir, untung saja delmannya tidak ada kudanya "


" jadi kamu mendarat d delman yang terparkir gitu??"

__ADS_1


" ia Purba!! Kepalaku di bawah, pantat aku di atas "


" orang orang yang menolongku sampe tertawa karena melihat Cang....cut anak kecil "


Aku dan Gladis tertawa terbahak bahak mendengar cerita Gladis.


Suasana di jalan sangat ramai oleh turis lokal dan mancanegara yang menikmati malam dengan bersepeda dan ber ATV. Terlihat bulan seperti mengikuti ketika aku mengayuh sepeda.


" berhenti dulu Purba, pan..tatku sakit kena besi!! Aku mau d bonceng berdiri aja di belakang"


Gladis pindah berdiri di belakang sambil memeluku. Aku mengayuh sepeda dengan pelan pelan! Dari kejauhan terlihat tukang es kelapa muda di dekat Dermaga, aku berhenti untuk menghilangkan rasa haus.


" pesen dua ya bang " ucap Gladis


Aku dan Gladis duduk di kursi yang menghadap ke Dermaga, Gladis menyandarkan kepalanya di bahuku sambil memandangi bulan bintang. Aku coba menggombali Gladis.


" beribu ribu bintang di langit, hanya satu yang bercahaya"


" beribu ribu wanita cantik, hanya Gladis yang kucinta"


" ihhh gombalnya gak asyik tau" ucap Gladis sambil menyedot kelapa muda"


" yaelah Dish.. Kamu gak nge hargai aku banget!! Aku tuh hasil berfikir tau " ucapku sambil merubah badan membelakangi Gladis"


" hmmmm marahhhh" ucap Gladis sambil menyimpan kelapa"


" Purbaa!! Kalo aku jadi kelapa, kamu jadi apanya??" Tanya Gladis menghiburku"


" aku akan jadi kapak ya Dish"


" biar aku hantam kepalamu!! Ahahahah"


" Yang romantis atuh! Ucap Gladis "


" jadi aku jadi monyetnya gitu?? Biar aku gigit gigit hahaha"


" ihh kamu.. Makin error aja" ucap Gladis sambil memukul mukul punggungku"


Aku dan Gladis meneruskan bersepeda kembali. Di sepanjang jalan aku dan Gladis bernyanyi menikmati suasana, sesekali Gladis mencium pipiku dan menekan nekan gunung kembarnya ke punggungku.


" aku cinta kamu Purbaaaaaaaaaaaaaa" teriak Gladis.


" aku juga sayang kamuuuuuuuuuu Gladis teriaku "


" jangan pisahkan kami Tuhaaaaaaaaaan" teriak Gladis "


" aku mau punyaaaaaaa istri empat Tuhaaaaaaaaaan " teriaku


" kamu ko gitu sih purbaa??"


" ihh kamu belum tau ya dish! Doa seorang istri satu aja sangat manjur, apalagi kalau empat " hahahaha


" oke bolehhhhhh kalau kamu mau nge madu aku"


" asalkan kamu juga memperbolehkan aku meracuni kamu " ahahahah


Aku berhenti di kerumunan orang yang sedang bernyanyi dan menari di pinggir pantai. Aku memutuskan untuk bergabung dengan mereka, namun setelah aku melihat ada beberapa yang mabuk rese. Gladis membatalkannya untuk menghindari keributan.


Akhirnya aku dan Gladis berjalan ke atas tebing! Aku dan Gladis menyusuri anak tangga dan menghitungnya seperti anak kecil.


" semuanya ada 150 Purba " ucap Gladis ketika sampai diatas "

__ADS_1


" waaaaaaaaaaawww amazing banget ya Dish"


Aku dan Gladis memandangi bukan dari atas tebing. Gladis mengeluarkan hp mewahnya dan memintaku untuk memotonya.


Gladis terus berfose membelakangi bulan! Dia berfose seperti mengangkat bulan, berfose lagi seperti melempar bulan, berfose lagi seperti duduk diatas bulan dan berbagai fose lainnya.


Gladis memegang dan menariku untuk berselfie, dia memeluk dan mencium ku berlayar belakang bulan.


Kemudian Gladis menghadap bukan dan berdiri seperti Rose di film titanic dengan membentangkan kedua tangannya. Aku memeluk Gladis dari belakang, sehingga burung peliaraanku menempel di pan....tanya.


" tuhaaaaaaaaaaaaan bahagiakan aku dengan Purba sampai ajal memisahkan kitaaaaaa" teriak Gladis "


" benar Tuhaaaaaaaaaaaan" pisahkan kami agar Gladis duluan yang mati, nanti aku menyusulnyaaaaaaaaaa" teriaku "


" kamu tuh yaaaa ngerusak suasana mulu?" ucap Gladis sambil melepaskan pelukanku"


Gladis berbalik arah dan menciumku.


Aku dan Gladis saling berbalas ji....latan lidah diatas tebing pantai di saksikan bulan dan bintang.


Jari jemariku traveling di area bo....kong Gladis!


Aku dan Gladis kemudian duduk menghadap bulan! Gladis menyandarkan kepalanya di bahuku.


" sayang"


" kalo kita ntar menikah dan punya anak, kamu mau beri nama siapa??"


" emmmhhh siapa yaa"


" kalau cowo aku mau kasih nama Noah"


" kalau cewe aku mau kasih nama Alexa"


" wwwwwaaaw!! semoga dapat bayi kembar yaaa!! Aamiin "


Aku dan Gladis bangkit dan berdiri! Aku dan Gladis melempar batu dan kerikil ke arah laut, entah apa yang kami lakukan.


" Dish pulang kembali ke hotel yuuk"


" ini udah jam 12 malam loh, mana ini sepeda punya orang lagi "


" belum dibayar pula " hahahhaha


Aku dan Gladis menyusuri anak tangga kembali turun dari tebing. Aku menggendong Gladis untuk menguji kekuatanku.


" lala ye ye ye la ala laa yee yey eyey" ucap Gladis sambil ku gendong.


*********


Sesampainya di hotel aku membawa handuk dan masuk ke kamar mandi di ikuti Gladis.


Aku dan Gladis seperti bayi kembar yang baru lahir mandi di bathup bersama.


Aku dan Gladis bergiliran membersihkan bagian belakang kami.


Aku dan gladis berhadapan, aku mengusap dan membersihkan kedua gunung kembar Gladis. Kemudian aku usap bagian kacang dan kerang Gladis.


Gladis membalasnya dengan memegang dan memberi sabun burung peliaraanku.


Kemudian

__ADS_1


__ADS_2