Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 21 # lagi dan lagi


__ADS_3

Sepulang dari Mall Grand Indonesia, aku dan Gladis pulang menuju tempat usahanya. Sama seperti biasanya tempat usaha Gladis penuh dengan pasien reflexologi dan costumer salon.


Aku dan Gladis berjalan menuju ruang kantor sekaligus kamar istirahat. Gladis terlihat kecapean, dia berbaring di ranjang sambil memainkan HandPhone.


" aku mandi duluan yaa Dish"


" apa mandi?? Bareng aja yuuuk"


" astaghfirullaah dish!! Kamu tu yaaa"


Aku segera berlari ke kamar mandi dan menguncinya, Gladis dari luar terus menggedor gedor pintu.


" sayangg.. Bukaa donk"


" kita mandi barang aja kaya kemarin"


Aku segera membukakan pintu.


" kamu gak malu apa?? Disini banyak orang tau!! gimana kalau karyawanmu memergoki kita?? Mau apa hayo"


" kagak bakalan sayang, palingan si nur"


" kamu mau aku sama om om atau lelaki lain? "


Ini kedua kalinya Gladis mengancamku seperti ini, aku merasa menjadi budak *** nya. Akhirnya aku menuruti kemauan Gladis untuk mandi bersama.


" ia sok masuk Dish, tapi jangan gituan ya?? Pinggang dan lututku sakit!! "

__ADS_1


" ia sayang, aku janji!! Tapi kamu yang membasuh dan menyabuni aku yaa"


" ok. Kamu pegang kata katamu ya??


Aku duduk di atas closet, kemudian Gladis membuka kemeja putih dihadapanku. Kali ini Gladis sudah tidak malu lagi di depanku, dia merayu dan memancingku agar aku memborbardir rumah kerang ajaibnya.


Burung peliaraanku langsung tegang ketika melihat dua gunung dengan dua tombolnya bergetar seperti terkena gempa. Kemudian gladis mebuka pakaian bawahnya dengan gaya mirip rihana.


Aku sudah terlanjur memberi ultimatum kepada Gladis untuk gencatan senjata, kali ini aku harus menelan ludahku sendiri. Gladis membasahi tubuhnya dibawah aliran air hangat dari shower, burung peliaraanku seketika sakau melihat ekpresi dan gerakan Gladis.


" sayang cepet, katanya mau bersihin aku pake sabun??"


Aku segera membuka sangkar burung peliaraanku, kemudian menyered tubuh Gladis hingga menempel di dinding. Dibawah kucuran air dari shower, aku memegang dan memainkan ke dua gunungnya dari belakang.


Aku dan Gladis berubah bersama menjadi siluman ular Nagin dari india. sambil memegang dan memainkan kedua gunung milik Gladis, Gladis mengarahkan mukanya ke belakang. Aku dan Gladis saling mentransfer file air liur dengan juluran lidah siluman ular.


" emmh tadi bilang cuman mandi!!! Dasar nakal kamu yaa" hahahah"


"Udah diem ahh" nungging sana " hihihi


Gladis kali ini berubah kembali, dari yang tadinya siluman ular, kini dia berubah menjadi kuda pegasus. Dia membelakangiku dibawah kucuran air hangat dari shower, kemudian burung peliaraanku masuk memasuki rumah kerang ajaib miliknya.


Baru saja burung peliaraanku masuk, Gladis terdengar sudah bawel dengan suara manjanya. Gladis menempelkan tangan kanannya ke dinding, dan tangan kirinya memegang pemutar shower. Kemudian aku tambah kecepatan burungku, sambil memegang dan memainkan kedua gunung milik Gladis.


Suara yang ditimbulkan akibat benturan burung dan rumah kerang yang di aliri air membuat aku dan Gladis berhenti sejenak dan tertawa. Suara yang di timbukan mirip dewa judi mengkocok kartu remi atau kartu gaple.


" sayang kita gak bakalan fokus kalo gini, geli tau dengernya"

__ADS_1


Akhirnya aku menarik burung peliaranku dari rumah kerang Gladis, dan melepaskan cengkraman dari kedua gunungnya. Aku berjalan menutup closet serta mendudukinya, diikuti Gladis yang kemudian duduk membelakangiku serta memasukan burung peliaraaku kerumah kerang miliknya.


Aku mencengkram dan memainkan kedua gunung Gladis dari belakang, Gladis bergerak ke atas dan kebawah dengan sangat khusu. Tak berapa lama Gladis memutar posisinya menjadi berhadapan denganku, dengan masih bergerak ke atas dan kebawah, kedua tangan Gladis berada di leher belakangku. Kemudian aku berubah menjadi siluman ular, aku julurkan dan memainkan lidah serta satu tanganku di ke dua gunung milik Gladis.


Terdengar suara merdua tingkat dua dari Gladis, ini pertanda Gladis akan segera finish. Benar saja, Gladis tancap gas dengan kecepatan penuh, dia bergerak keatas dan kebawah dengan kepala menengadah ke atas disertai suara jeritan yang merdu agak panjang. Gladis pun mengendurkan kecepatan sambil bergoyang perlahan, dia menyandarkan keningnya di keningku sambil mentransfer juluran lidah siluman ular.


" aku udah ******* sayang, sekarang giliranmu!"


Gladis lalu bertekuk lutut diatas closet sambil membelakangiku, kedua tangan Gladis berada di tombol buangan air, kemudian aku lepaskan dan memasukan burung peliaraaku lewat belakang rumah kerang milik Gladis. Aku tancap gas dengan kecepatan penuh sambil memegang dan memainkan dua gunung milik Gladis sehingga terdengar suara nada merdu dari Gladis.


Gladis terlihat menikamati pertunjukan dengan menegadahkan kepalanya ke atas. Kemudian aku tarik tangan Gladis kebelakang sehingga tubuh Gladis tertarik agak tinggi. Aku coba tancap kembali gas di sisa garis finisku, suara Gladis makin terdengar keras, bersamaan dengan itu burung peliaraanku memuntahkan muntahanya di dalam rumah kerang milik Gladis.


" permainan yang sangat menakjubkan sayang!! Seperti biasa service kamu membuatku puas dan membuat candu!! Terima kasih ya sayang."


Kumudian aku tarik keluar burung peliaraanku dari rumah kerang milik Gladis dengan keadaan sudah mengkerut dan mengecil.


Aku dan Gladis berjalan ke arah shower, kami saling basuh membasuh, tak lupa saling gosok menggosok dengan menggunakan sabun. Aku dan Gladis saling bertatapan dan berpelukan. aku dan Gladis sedang di mabuk cinta, sehingga sehari semalam seperti minum obat sehari tiga kali.


Akhirnya kami selesai mandi, aku keluar dari kamar mandi diikuti Gladis.


*******


Waktu isya pun tiba, aku dan Gladis baru saja beres melaksanakan sholat. Gladis langsung bersiap siap untuk pergi ke pesta ulang tahun Cleo dan Clara, dia berdandan menghias wajahnya dengan bantuan make up dari karyawan salonnya. sedangkan aku berdandan sendiri memakai kemeja hoody, jeans dan sepatu dari brand adidas yang dibelikan Gladis. Tak lupa aku memakai jam tangan rolex peninggalan almarhum ayahku, kemudian memakai farpum bakarat aroma kesukaanku serta memakai pomade di rambutku agar terlihat seperti Gong Yoo artis korea.


Aku terkejut melihat Gladis yang sudah selesai berdandan, dia terlihat sangat cantik dengan dress navy dan sepatu hak tinggi nya, dia memegang tas kecil yang baru ia beli tadi siang. Gladis terlihat bak model catwalk Mia Khalifa yang sudah tobat.


Gladis juga terlihat kaget dengan penampilanku yang terlihat seperti Gong Yoo, aku dan Gladis saling memuji satu sama lain. Tak lupa Gladis meminta karyawannya untuk memoto aku dan Gladis sebelum berangkat ke pesta ulang tahun Cleo dan Clara. Kemudian dia mengupload di social media, dan menjadikan status di WhatsApp.

__ADS_1


__ADS_2