Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 22 # pesta LGBT


__ADS_3

Aku dan Gladis berangkat ke pesta ulang tahun Cleo dan Clara di rumah pacarnya Cleo yang bernama Excel, dia adalah pengusaha muda yang sedang naik daun seperti ulat di iklan teh pucuk.


Setibanya di depan rumah Excel, aku terkaget melihat banyak bodyguard yang badannya seperti Dom di film fast and furious yang berjaga di depan gerbang tralis yang lumayan tinggi. Dengan berpakaian serba hitam, kepala plontos mirip Upin Ipin dan badan penuh tato seperti penyakit panu. Mereka terlihat menyeramkan.


Mereka memeriksa satu persatu tamu undangan, mereka yang tidak mempunyai kartu undangan tidak di perkenankan masuk, apabila mereka memaksa masuk, mereka akan di usir bahkan di hajar.


" Dish... Kamu bawa kartu undangan gak"


" ya enggak lah sayang, kita kan dari kemarin belum ketemu"


" kamu tenang aja, biar ku hadapi mereka"


" emang kamu berani??"


Gladis memegang dan menarik tanganku berjalan menuju pintu gerbang.


" stop!! Bisa tunjukan kartu undangannya nyonya manis"


Mendengar perkataan yang keluar dari salah satu bodyguard itu, aliran darahku mengalir deras dari ujung kaki sampai ujung kepala, seperti gunung mau meletus.


" heyy heey hey... Yang sopan dong kalau bicara paman"


" loe ga liat dia datang bareng gue"


" hahahha.. Emang loe siapanya?? Anak kemarin sore aja udah blagu lu!!" ucap salah satu bodyguard sambil memegang botol minuman keras. "


" loe itu di sini untuk jaga paman, bukan buat bikin onar"


" diam kau anak kecil"


" jangan memanggilku anak kecil pamaaaaan!! burung peliaraanku udah banyak rambutnya, dadaku juga berbulu tapi yang yang kiri botak dikit abis kena gigitan siluman ular.


Mendengar aku berkata begitu, ke empat bodyguard itu menertawakan aku. Aku tak bisa terima dengan kelakuan mereka, lalu.


" maaf paman, sebenarnya kalian mau apa?? Kalau mau ribut ayo, kita sparing satu lawan satu."

__ADS_1


Mendengar aku seperti itu Gladis malah ikut menertawakanku. Gladis belum tau bahwa aku juara satu sabuk hitam melawan ke tiga adik lelakiku ( aku menghajar mereka karena berebut nasi, aku di pergoki ayah dan di hajar memakai sabuk ayah berwarna hitam ).


Dari empat orang bodyguard, salah satu bodyguard yang paling seram mukanya maju menghampiriku, dia terlihat seperti kingkong, kulitnya yang hitam penuh bulu, hanya area kening dan bawah mata saja yang tidak ada bulunya.


aku sudah siap dengan resiko sepahit apapun, karena aku tidak terima Gladis pacarku digoda, dalam kata lain aku cemburu.


Aku kepalkan ke 10 jari jemariku, dan bersiap untuk memukul, kulangkahkan kaki kananku, aku siap siap menendang dengan kaki kiriku untuk mengelabui si kingkong itu. Gladis berjalan dan berhenti disampingku.


Kemudian Bodyguard itu melangkah dan menghampiri kami berdua, dia terlihat mengambil sesuatu dari dalam jaket kulitnya. Aku pikir dia mengambil pisau untuk menusuku, atau pistol untuk menembaku, tiba tiba.


" heeeeey jeeeeeng, kamu kemana aja?? Dengan tangan kiri berada didada, dan tangan kanan berada di pipi, dengan mengedip ngedipkan mata, dan menggeleng gelengkan kepala mirip artis Tesi Srimulat. Dia mengeluarkan kartu undangan dan memberikanya kepada Gladis.


" dari tadi ekeu tunggu baru nongol!! Ini pacar iyey yah?? Ganteng juga yaaah, boleh aku cobain gak jeeeeng??"


Anjrittt.. Ternyata dia LEKONG!! Badan aja segede gaban, item, botak, bertato, bewokan, seperti kingkong, hidup pula. Ternyata dia gemulai.


Gladis dan ketiga teman bodyguard tersebut tertawa terbahal bahak, ternyata mereka sudah saling kenal. Pantas saja tadi Gladis bilang, biar dia aja yang kedepan ternyata ini maksudnya.


Parah, tadinya aku mau pamer kemampuan di depan Gladis, haduh malah jadi malu.


" najisssss looolool "


Gladis tak henti hentinya tertawa, dia memegang tangan dan menuntunku masuk kedalam melewati para bodyguard LGBT itu. Di sepanjang jalan banyak lampu kecil warna warni, kami berjalan mengikui jalur lampu tersebut, dari kejauhan sudah terdengar music Jamrud berjudul ulang tahun.


Aku dan Gladis menambah kecepatan jalan kaki, kami masuk kerumah dari pintu depan, terlihat karpet merah membentang lurus membelah ruang tamu sampai ke pintu belakang.


Ternyata pesta ulang tahunnya dirayakan di belakang rumah, terlihat banyak orang mengelilingi kolam renang, disana berjajar kursi dan meja yang berpayung. Aku dan Gladis berjalan melewati satu persatu tamu undangan menuju panggung tempat Cleo dan Excel berada.


Banyak yang menyalami dan meminta foto bareng Gladis, aku tak aneh, karena Gladis sudah terkenal sebagai model. Aku merasa risih ketika teman teman Gladis bersalaman dan bercipika cipiki satu sama lainnya, mending dengan lawan jenis, ini dengan sesama jenis.


Terlihat di bawah pohon sesama pria sedang bercumbu dan berciuman, seketika bulu kuduku merinding. Aku melihat di kolam renang, gadis gadis sexy berpelukan dan berciuman. Astaghfirullaah pesta macam apa ini.


Aku dan Gladis tiba di panggung, terlihat Gladis dan Cleo saling berpelukan. Kemudian Gladis mengucapkan selamat ulang tahun, dan memberi Cleo kado. Tak lama berselang Clara datang menghampiri kami.


Aku dan Excel berkenalan, sedangkan Gladis asyik mengobrol dengan Cleo dan Clara.

__ADS_1


" hey broo.. Loe pacarnya Gladis ya?? Loe terlihat masih muda!! Umur loe berapa??


" emmhh ia,, aku dan Gladis baru jadian dua hari kemarin, umurku 23 tahun.


Mendengar itu Excel menumpahkan minuman yang baru ia minum karena kaget mendengar jawaban dariku.


" dia gak berubah yaa dari dulu, dia sukanya berondong kaya loe!! Loe beruntung bisa dapetin dia, banyak yang mau sama dia, tapi dia tolak. Kamu hati hati ya"


Aku tak menghiraukan apa yang di katakan Excel. Terlihat Gladis dan Clara berjalan menuju rumah Excel, aku izin pamit dan segera membuntuti Gladis dan Clara.


Gladis dan Clara berbincang bincang di bawah tangga, aku pun secara diam diam bersembunyi dan mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan.


" Gimana Dish liburan bersama manusia Purba itu??"


" apakah keinginan loe mendapatkan kenikmatan dari berondong itu terlaksana??"


" gue senang dan bahagia banget loh"


" padahal gue sudah mau menyerah waktu itu, dia. Orangnya tahan godaan banget, disamping baik, polos. Dan taat sholat, dia juga ternyata mencintaiku, sama seperti gue mencintainya."


" gue kira gue gagal, terus gue pake jalan terakhir. Gue bilang akan melayani om om atau sugar daddy kalau dia gak mau ngapa ngapain gue, akhirnya dia luluh dan menuruti kemauan gue"


" wawww asyik tuh kayanya!! disamping ganteng, badannya oke,,, ehhh terus kekuatannya gimana Dish??"


" nah ini yang membuat gue makin cinta dan sayang sama dia,,. Tanaga dan kekuatan memborbardir gue beeeeeh, 3 berbanding 1, gue tiga kali Purba sekali"


" apalagi waktu pertama kita ngelakuin gitu, ampir 1,5 jam loh, waktu itu gue senagaja olesi pake tisu magic.


" waww kuat juga yaa dia,, tapi aku gak aneh sich, diakan skillnya terapi, pasti dia punya kunci untuk memuaskan wanita.


" hmm ia jug yaa.. Ehh satu lagi, tadi sebelum gue kesini, gue mandi bareng dia, terus dia yang nyosor duluan mirip soang. Tau gak berapa lama tanpa memakai obat?? 2,5 jam Clara, loe bayangkan sekuat itu dia tanpa obat"


" mungkin dia adalan calon suami gue nanti, gue rela dia pegang usaha milik gue, asal gue berada terus disampingnya."


Tiba tiba....

__ADS_1


__ADS_2