Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 63 # putus


__ADS_3

Tak kusangka ternyata model seperti Gladis yang terlihat ceria menyimpan beban lebih parah dariku, sampai sampai untuk tidur saja meminum obat penenang. Obat itu aku kenal sebagai obat bagi orang gangguan jiwa, obat itu di minum pasien gangguan jiwa supaya ia tenang.


Tak sampai 10 menit, Gladis tertidur! Terdengar suara dengkurannya, menandakan ia sangat cape dan lelah.


Aku segera keluar menemui Audi yang berada di samping kamarku!


*******


Tok tok tok... Aku mengetuk pintu kamar Audi.


" sayang.......! ucap Audi sambil mendaratkan bibir di keningku"


Audi memegang tanganku, dan membawaku masuk ke dalam. Terlihat Audi memakai tanktop hitam senada dengan rok pendeknya. Rambut panjangnya di kepang seperti kuda ke belakang.


Terlihat di meja ada bread talk dan starbuck, aku segera duduk kemudian memakannya.


" gimana kakimu masih sakit ga?? Kalau masih sakit, besok kita ke dokter" ucap Audi"


" udah lebih baik ko" ucapku sambil tersenyum mengedipkan sebelah mata.


" udah hampir seminggu yaa kita gak ketemu!!" ucap Audi sambil menutup pintu"


" iya ya, waktu begitu cepat berlalu!! Terasa baru kemarin kita melakukan itu yaa" ucapku sambil tertawa jahat"


Terlihat Audi langsung mengibaskan rambutnya sambil tersenyum memancing aku untuk menerkamnya.


" ohh ia sayang"


" kamu sama Gladis rencana mau berapa lama di sini?


" biasanya sih seminggu!! Tapi gak tau, Gladis belum bicara lagi"


Tiba tiba lampu hotel mati, Audi replek menjerit!! Aku segera menyalakan senter di hp ku, dan menuju ke arah jendela! Ternyata di luar sama, hanya terlihat lampu dari kendaraan yang menyala.


Audi memegang tanganku sambil menyembunyikan mukanya di lenganku.


" aku takut gelap Purba" sambil bersembunyi di bawah ketiaku.


" aku trauma dengen kegelapan"


" tenang!! Disini ini Ada aku" sambil merangkul pundaknya.


Aku menuntun dan membawa audi ke atas tempat tidur. Aku taruh hp di kasur agar Audi tidak ketakutan.


" aneh yaa masa Hotel bisa mati lampu??"


" biasanya punya genset! ucap Audi terheran-heran"


" Hahaha! aku tertawa jahat"


" Namanya juga buatan manusia! Mau semodern apapun pasti ada kekurangannya"


Tiba tiba listrik kembali menyala. Bersamaan itu terdengar suara chat what'sapp masuk.


Aku lihat dan cek ternyata dari Gladis! Gladis menanyakan keberadaanku. Segera aku jawab "aku sedang jalan jalan mencari angin bersama Audi, karena dia baru sampai".


Sesudah aku menjawab begitu, Gladis hanya membaca chat dan tak membalasnya kembali! Aku pikir dia tidak mau mengganggu kebersamaanku dengan Audi.


" siapa yang chat sayang " ucap Audi kepo!

__ADS_1


" Gladis " ucapku!


Terlihat Audi cemburu ketika dia tau chat yang masuk dari Gladis.


"Kenapa?? Kamu cemburu sayang?? Ucapku sambil beranjak dari tempat tidur"


" kamu mau kemana??"


Aku membuka jaket dan Kemejaku!


"Bisa tolong kerokin punggungku ga?? Aku masuk angin sayang" ucapku sambil memberikan uang koin."


Kemudian aku membuka jeans dan yang terpasang hanya boxerku. Audi kemudian mengambil freshcare yang selalu ia bawa di kantong kecilnya.


Ia mulai mengerok punggungku dari leher! Audi sambil bercerita tentang tawaranku sebelum ke jogja tentang nikah siri.


" kamu serius kan Purba??"


" yaa " ucapku untuk meyakinkan Audi.


" kalo bisa kita Resmi aja sayang" ucapku.


Sekarang aku mulai meyakinkan diriku dan Audi. Aku capek dengan semua ini! Dan berharap Audi mundur.


" aku ingin pesta pernikahan mengundang semua keluarga, teman dan pasienku sayang"


" aku mau pernikahan ini bisa dihadiri mereka semua"


Audi tiba tiba diam dan berhenti sejenak dari mengerok punggungku.


" aku sepertinya belum siap sayang" ucap Audi dengan nada lemah


" aku gak mau kita terus seperti ini Audi!! Aku juga gak bakalan peduli walau kamu akan mengancam dengan hal bodoh lagi"


" karna cinta tak sebodoh dan se tolol itu Audi"


Audi menangis ketika mendengar jawabanku!


" terus kamu mau nikahin Gladis??" ucap Audi sambil menahan tangisannya!


" aku juga akan menanyakan hal yang sama ke Gladis"


" aku yakin Gladis juga sepertinya tidak akan mau"


" dia akan memilih karirnya Purba??" ucap Audi sambil mengepalkan tangannya seperti tak rela"


" lebih baik begitu"


" aku gak mau terus sperti ini! Lebih baik kita berteman atau bersahabat saja, untuk menghindari hubungan terlarang terus"


Audi mulai mengerti apa maksudku, aku tidak mau terus terusan berdosa melakukan hubungan terlarang.


" baik.. Kalau ini keputusanmu Purba! Maafkan sifatku selama ini Purba! Aku terlalu memaksakan kehendakku"


" aku bodoh sedari awal"


" andai aja waktu itu aku tak menghilangkan daraku sendiri waktu itu. Mungkin aku ceritanya gak bakal seperti ini"


" udah sayang" ucapku sambil mengusap air matanya"

__ADS_1


" aku juga sama menyesal" Namun tak sampai menyesalinya."


" kita gak bakalan tau kebenaran tanpa melakukan kesalahan!!


" Kita semua berproses ke arah yang lebih baik yaa??"


Terlihat Audi menangis sejadi jadinya tanpa bersuara.


" Kita itu pintar mencintai, menghargai orang lain"


" di lain sisi kita bodoh! Kita mengesampingkan kebahagiaan kita hanya demi membahagiakan orang lain "


Kemudian Audi memeluku. Sambil berkata.


" terima kasih sudah menyadarkan aku Purba "


" aku ingat kata katamu dulu! Yang tuhan taqdirkan untuk kita, tak akan menjadi milik orang lain"


" ya"


" aku harus bilang apa kalu suatu saat nanti calon suamiku siap menikahiku?? Apa aku harus bilang aku sudah tidak dara lagi"


" yaa begitu " cinta itu adalah kejujuran Audi, kepercayaan "


" aku yakin seyakin yakinya lelaki siapapun itu, kalau dia mencintai dengan tulus, dia tak akan melihat kekuranganmu"


Audi menghela nafas panjang! Terasa gunung kembarnya menusuk nyusul dadaku. Terasa hangat tetesan air mata Audi ke bahuku, dia menangis tersedu sedu.


Kemudian Audi menyimpan koin dan freshcare di bawah bantal.


Dia berbaring dan menatap langit langit! Terlihat kedua gunung kembarnya bergerak gerak karena menahan tangisan yang tersedu sedu.


Aku pun berbaring di sampingnya! Kemudian aku dan Audi saling menatap. Aku hapus air matanya yang menetes ke telinganya.


" aku tak ingin lagi kita saling terluka karena cinta yang salah sayang " ucapku sambil mendaratkan kecupan di keningnya "


Kemudian Audi memeluku sambil menyanyikan lagu dari Naff dengan suara lirih.


" aku tak bisa memiliki, menyayangi, mencintai dirimu "


" kau tak ingin lagi, kau terluka mencintaiku"


" kau memilih tuk akhiri kisah ini"


" kau hempaskan aku, tak berdaya"


" Untuk yang terakhir kalinya Purba".


Kemudian Aku dan Audi saling berbalas indera perasa dengan sangat romantis seperti Jack & Rose di film titanic.


Jari jemariku memainkan salah satu gunung kembarnya.


Aku dan Audi saling melepaskan baju perang sehingga terlihat seperti bayi yang baru lahir kembar.


Aku dan Audi seperti teletubies berpelukan. Dan adegan perpisahan pun terjadi untuk yang terakhir kalinya.


Terasa berat memang perpisahan antara burung dan kerang ajaib. Tidak akan ada lagi pertempuran silat lidah! Tidak akan ada lagi pertempuran gunung kembar dengan jari jemari, kacang ajaib dengan indera perasa bersama Audi.


Dan kisah percintaanku bersama Audi pun usai.

__ADS_1


__ADS_2