Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 60 # jogja


__ADS_3

"Jangan jangan kamu dan Vio sudah merencanakan sesuatu" ucap Gladis


" jaga bicaramu Dish"


" ia terus kenapa kamu jadi begini??"


Gladis terus ngomel ngomel, ini membuatku semakin error.


Ku tarik tangan Gladis, kemudian ku cium bibirnya yang sedang ngomel ngomel. Akhirnya Gladis diam, kemudian aku membaringkannya.


Kubuka cd dari rok pendeknya, aku mainkan jari tengahku di kacang ajaib Gladis sambil berbalas silat lidah! Jari jemari Gladis memegang, memijat dan mencengkeram punggungku karena mulai terangsang.


Aku Gladis membuka hoodie yang aku pakai, jari jemarinya membuka satu persatu kancing bajuku. Dia memainkan salah satu mata di dada bidangku dengan lidah nya, dan satu mata lagi di mainkan dengan jari jemarinya.


Kemudian ku balas dengan membuka satu persatu kancing kemeja Gladis dengan jari jemariku, terlihat kemunculan penampakan dua pegunungan kembar yang di sangga bra ukuran 38.


Kubuka kemeja dan penyangga kedua gunung kembarnya, kemudian Gladis membaringkan aku. Dia naik dan memasukan burung peliaraanku, dia bergerak gerak ke atas kebawah, sesekali bergoyoyang dan menggesek gesekan kacang ajaibnya.


Kedua gunung kembarnya bergerak gerak seperti agar agar, aku mainkan kedua penutup gunung kembar tersebut. ku remas, sesekali aku jilat dan isap bergantian kedua penutup gunung kembarnya.


Terlihat ekspresi wajah Gladis sangat menggoda, dia menggigit gigit bibir bawahnya dengan mata terpejam sesekali merem melek! Kedua tangannya tak henti meremas area dada bidangku. Mulai terdengar rintihan dari Gladis yang sangat enak di dengar telinga.


Kemudian Gladis mencabut kerang ajaibnya, dan merubah posisi membelakangiku.


Segera kumasukan burung peliaraanku, sambil memainkan ke sepuluh jari jemariku. Sesekali aku memecut bokongnya dan menjambak rambutnya.


Gladis menengadahkan kepalanya keatas di sertai suara mirip ular berdesik. Aku gerakan keluar dan kedalam dengan perlahan sambil di tekan, sehingga suara merdu Gladis di selingi seperti tersedak makanan.


Aku cabut danmelepaskan burung peliaraanku, terdengar suara mirip kentut dari lubang kerang ajaib Gladis. Seketika kami berhenti dan tertawa sejenak karena tampilan suara tersebut.


Kemudian kubaringakan Gladis, dan aku lap kacang ajaib dengan Cdnya! Kumainkan lidahku di kacang ajaibnya, kemudian kumainkan semua jari jemariku di gunung kembar Gladis.


Gladis membuka rumah kerang dengan kedua jari telunjuknya, aku mainkan lidahku disana sesakali aku isap. Gladis bergerak gerak sambil menggoyangkan kerang ajaibnya, di sertai rintihan yang sangat merdu.


" emhhhhh emmmmh emmmmmmh"


" jari jemarinya kerasan sayang"


" emmmm emhhhhh emmmm, ia seperti itu"


" "emhhhhhhh eahhhhhh ahhhhh ahhhhh"


" ,lidahnya gaka cepetan sayang"


" emmmm emmmm "


" ia seperti ttu terusss"


" iahhhhh iaaaaah iaa ahhhhh "


" ahhhhhhhhhhhhhhh hhhhm ahhhhhhhh ahhhhh"


Gladis memelankan goyangan ya, ia bergerak gerak tak menentu dengan nafas terengah engah. Aku tak kuat melihat ekspresi wajah Gladis yang menggoda. Merem melek, sambil menggigit gigit bibirnya.


Kemudian kumasukan burung peliaraanku, aku peluk dan saling berbalas silat lidah. Gladsin menggigit gigit sambil menekan nekan kerang ajaibnya.


Aku gerakan dengan sangat cepat, sambil menggigit gigit leher dan telinga Gladis. Gladis menjerit jerit ke enakan, kemudian dia menyilangkan kedua kakinya di belakngaku.


Aku terus bergerak dengan kecepatan tinggi, semakin keras juga teriakan Gladis.

__ADS_1


" emh emmmh emmmh "


" ahhhhh ahhhhhhhh ahhhhhhhb"


" ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh"


Aku dan Gladis menuju puncak kenikmatan bersamaan, aku berhenti sejenak diatasnya. Jari jemari Gladis masih menekan nekan dan mencakar punggungku.


Kemudian aku tarik dan mengeluarkan kan burung peliaraanku , terlihat muntahan burung peliaraanku keluar dari lubang kerang ajaib Gladis.


Segera aku lap sebelum me tahan itu jatuh ke sprai dengan kaos dalamaku.


Gladis bangkit dan jongkok dari berbaringnya, dia bergerak gerak untuk mengeluarkan sisa muntahan burung peliaraanku.


" katanya gak mau beginian lagi." ucap Gladis sambil menertawakanku"


" aku manusia biasa Dish"


" kadang aku bisa mengalahkan nafsumu, kadang aku tunduk" ucapku


" tak ada yang sempurna Purba"


" semua manusia pelaku dosa, hanya berbeda dosa yang di lakukan ya"


" benar Dish"


Gladis berbaring dan menyandarkan kepalanya di dada bidangku, ia mengatakan sebenarnya ingin capat di halalkan olehku. Namun menjadi ragu kembali melepas pekerjaannya sebagai model, apalagi kejadian kemarin membuatnya agak sedikit trauma.


" kalau kita nikah siri dulu gimana Purba??"


" biar orang tua kita saja yang tau "


" gimana mau gak??"


" hubungan aku.dengan Audi gimana??"


" yaudah sambil berjalan aja!! Ucap Gladis tersenyum bahagia"


" aku gak apa apa ko"


" kalo kamu bersedia, aku mau ngomong sama mamah"


" ok.. Nanti aku bilang ibu"


" tp abis pulang dari jogja yaa"


" ok..."


***********


Ke esokan harinya.


Aku, Gladis dan Vio sedang berada di taxi menuju Bandara Soekarno Hatta, selama di perjalanan aku membalas chat dari Audi.


Aku sengaja mengetes apakah Audi siap untuk ku ajak nikah secara siri.


Diluar dugaanku ternyata Audi bersedia, dia beralasan akan menyembunyikan dari ayahnya. Dia beralasan mau nikah siri atau nikah resmi, walinya dia wali hakim. Karna dia tidak tau orang tua nya.


" kamu yakin mau nikah siri sayang?? Dengan senyuman bahagia"

__ADS_1


" maunya kapan??"


" untuk kedepannya kamu bisa usaha bareng aku, gak usah ikut Gladis lagi"


" ia.. Ini kan baru rencana" ucapku ngeles"


" aku mau bicara dulu sama ibu"


Ini membuat aku semakin bingung tidak berani mengambil keputusan!!apa aku harus nikah siri keduanya??" gumam ku.


" ayo turun Purba, ko malah melamun!!" ucap Vio


" malah bengong!! Ini udah sampai "


" kamu kenapa sayang?"


" ayo turun!! Ucap Gladis"


**********


Setibanya di Jogja aku, Gladis dan Vio langsung menuju hotel yang sudah di pesan oleh Vio sebelumnya. Seperti ketika aku di Singapore, Vio dan Gladis sekamar sedangkan aku sendiri.


" ohh ia Dish, kamu istirahat aja dulu!" ucap Vio


" kamu besok harus Vit.


" ia aku mau bersama Purba dulu"


" ada hal yang harus aku omongin "


" ohhh gitu.. Yaudah aku istirahat duluan yaa Dish !!


Aku dan Gladis menuju kamar hotel yang di sediakan Vio untuku, kali ini Vio sengaja memesan kamar berbeda tidak berdempetan seperti di Singapore.


Aku meletakan barang barang Gladis dan juga barangku, terlihat Gladis langsung merebahkan badannya di atas tempat tidur.


" Purba ... Gimana menurutmu Vio sekarang??"


" masih ganjen ga??"


" ia lumayan ada perubaha"


" tapi aneh yaa, kenapa dia memesan kamar tak seperti waktu di Singapore "


" kalo ada apa apa kamu bilang aku yaa??"


" aku gak mau kejadian seperti waktu di Singapore terjadi lagi"


" baik dish"


Gladia tertidur dengan pakaian dress pendeknya, terlihat belahan dress dari betis sampai paha.


Entah kenapa, semenjak kejadian sihir kemarin aku menjadi error. Aku seperti manusia yang tidak punya hati.


Aku dekati dan menghampiri Gladis yang sudah tertidur pulas, aku sadarkan kepalaku di area kedua gunung kembarnya.


Gladis merespon dengan cepat, dia mendaratkan bibirnya di keningku. Dia mengelus ngelus punggungku.


" semua akan baik baik saja Purba "

__ADS_1


" Kamu jangan khawatir "


__ADS_2