Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 33 # Back to Bandung


__ADS_3

Setelah hampir 10 hari bersama Gladis, akhirnya aku kembali menapakan kakiku kembali di kampung halamanku. Semua terasa berbeda, aku harus menata hidupku kembali di mulai dari Nol, seperti kata mbak mbak di SPBU.


Aku masih di kamar dengan selimut menutupi sebagian tubuhku, aku menscrol Gallery fotoku dan melihat lihat kenangan bersama Gladis. Berat memang terasa, tapi akan lebih berat lagi dosa yang aku pikul jika terus bersama Gladis.


Aku masih heran dengan apa yang terjadi dalam waktu 10 hari kemarin, Gladis, Cleo, Clara, Luthfi dan juga Viona mengapa mereka bisa dengan mudah merenggut keperjakaanku. Apakah aku korban mereka, atau mereka korbanku??Kalau di pikir secara logika sehat, semua yang terjadi padaku semua sangat membingungkan dan diluar nalar! Entahlah.


Krik Krik Krik tot tot tot


Suara pesan whatsapp dari Gladis, aku buka chat darinya. Dia hanya mengirim emojis.


" 😭"


" kenapa Dish??


" 🤕 "


" aku gak ngerti "


" 😓😔😓😭😭😭😭😭😭😭 "


" aku gak ngerti "


" aku kangen kamu Purbaaaaaaaa "


" kamu yang sabar yaaa" aku yakin kamu pasti bisa!!


" aku tersiksa jauh darimu Purba"


" makan tak enak, tidur tak nyenyak, pikiran terkoyak "


" aku gak mau kaya gini "


" jangan menyiksa diri sendiri Dish"


" setiap ada keinginan, pasti harus ada yang di korbankan"


" kalau kita gak mau berkorban, jangan punya keinginan"


" kalau bahasa gaul ya, keluar dari Zona Nyaman "


" ia aku ngerti"


" kamu masih cinta, dan sayang kan Purba?"


" kamu belum punya pacar lagi kan "


" lebay lu ahh "


" udah yaaa.. Aku mau pacaran sama Neneku dulu


" ihhhhhhhh purbaaaaaaaaaaaaaa "

__ADS_1


Aku segera akhiri chat, dan tidak kubaca lagi. Aku bangun dari tempat tidur dan bersegera untuk mandi. Di dalam kamar mandi aku merenung sambil jongkok, biasanya aku merenung kemarin kemarin diatas closet duduk, sekarang kembali ke setelan pabrik, jongkok lagi.


Aku menghisap rokok sambil membuang sisa sisa proses makanan dari Singapore, alam bawah sadar membawaku menuju kenangan saat bersama Gladis waktu di kamar mandi.


Biasanya aku memeluk, mencium, dan memasukan burung peliaraanku, sekarang dan seterusnya mungkin tidak ada lagi. Kecuali aku hidup bersama Gladis seperti kemarin, naudzubillaah himindzalik.


Tiba tiba kertas sampah bekas sabun Giv tertiup angin dan mendarat pas di bagian bawah lututku, terlihat wanita cantik dengan hanya menampakkan kepala dan setengah badannya, rambutnya yang hitam klimis karena dia model iklan di kertas sabun. Aduh,, kenapa aku jadi error begini! hampir saja aku memainkan jari jemariku bersama burung peliaaraanku. Ini takan terjadi ferguso.


Aku segera mandi, aku tak sabar ingin bertemu dengan teman serta pasien pasienku yang sudah punya jadwal karena 10 hari terbengkalai.


Untuk mengenang kebersamaan bersama Gladis, aku memakai topi pemberian Gladis, kaos pemberian Gladis, Jeans pemberian Gladis, sepatu pemberian Gladis. Aku turun dari kamar menghampiri ibu dan ke tiga adiku.


" anjir euy gaya si aa ges ulin tiluar negeri, mana oleh oleh a atuh a??" ucap adik bungsuku"


" kalem bim, ke hadiahna dina pesawat keneh can nepi!! Ke Aya tukang paket kadieu nganterkeun, kalem nyaah "


" siap 86 a" jawab abim


" Masya Allah aa, itu pipi kamu jadi teu bem begini, kaya kue apeum!! Kamu teh makan wae nya sama si cantik neng Gladis " kumaha kabarnya sekarang si cantik aa? Tanya ibu"


" dahar wae mah sama neng Gladis mah, pagi pagi ges dahar, siang dahar, sore dahar sampai mau tidur makan lagi mah "


" Gladis masih kerja di Singapore mah "


"" kangen mamah teh a, mamah mau jadi mertua si neng cantik aa, Baik jeng bager itu anak teh, memberi wae uang ke mamah teh "


" siapa yang gak mau nikah sama Gladis si mah, dia punya kerja, punya lapangan kerja, baik dan suka menolong!! Tipe aku banget dech mah."


" Beu... Gak ngaca kamu aa hehehe"


" mana mau si neng sama aa, dia itu keturunan darah biru, sedangkan kita rakyat jelata aa "


" jangan a ahh, mamah gak mau aa sakit hati "


" aa mah Nyari lagi w, yang sama dengan keadaan kita, agar tidak di injek injek harga diri, makan hati "


" tong kitu mah "


" gak ada yang gak mungkin bagi Allaah mah "


" neng Gladis sama ibunya teh, baik ke aku mah "


" Pokona aa mah hayang boga istri kaya Gladis mah "


" doekun sama mamah nyaa, suga w ku Allaah di Ijabah doanya "


Aku berjalan menuju Ptm tenis meja punyanya Pa.haji, tak sabar aku ingin main tenis meja! Sudah 10 hari lebih aku tidak melakukan olahraga asli, kebanyakan olahrasa. Selama di perjalanan tetangga melihatku dan tersenyum manis, mungkin mereka pangling melihat gaya pakaianmu sekarang. Dari yang tadinya pucel, sekarang bak artis konoha.


" Wooyy Purbaaaaaaaa "


Terdengar suara teriakan memanggilku, aku tak asing dengan suaranya. Aku menoleh kebelakang tak ada siapa siap.

__ADS_1


" aing Ieu di luhur Purba "


Aku menoleh keatas, sesuai tuntunan suara itu.


" ehh si Boim, lagi ngapain maneh diatas Genteng "


Ternyata Boim, temen SMA ku dulu, dia orangnya baik, kalem, tapi cengeng.


" ker betulin genteng bocor Pur,"


" gaya uyy balik ti luar Negeri, Aya kabar ulin dibawa ku awewe geulis cnah kata mamah kamu "


" ohh mnerkeun Genteng ya ga bocor "


" heheheh.. Udah gak ada sekarang mah wanita geulis na ge "


" hayu urang tenis meja Boim, ges Lila tidak berkeringat yeuh "


Aku meneruskan perjalananku ke Ptm berjalan kaki, ia aku pergi berjalan kaki! Dulu sich sempet punya rumah gede luas, mobil dua, motor lima. Namun semuanya habis, karena mamah menjadi korban hipnotis, terus mamah ditipu sama adik kandungnya sendiri. Semua aset dan rumahku habis, dan sekarang hanya rumah sepetak yang di isi kami berlima.


Aku sampai di Ptm.


" Masya Allaah .. Kemana aja kamu Purba?? Belum sebulan gak ketemu udah kaya artis korea aja gayanya" Tanya pa. Haji


" ia Pa.haji hehehe,, aku baru pulang dari Singapore main "


" ia, Pa.haji juga denger dari ibu kamu, katanya kamu di bawa main sama wanita cantik, kenal darimana Pur?? Ko bisa baru ketemu langsung deket !!


" hehehe, gak tau Pa.haji ,,


" ohh ia,, didalam ada siapa Pa.haji , mau berkeringat nich hehhe "


" udah lama gak berolahraga "


" ohh ia silahkan silahkan, masuk aja


Aku masuk ke Ptm, terlihat ada yang sedang berlatih dasar dasar tenis meja, ada yang sedang uji tanding, ada juga yang sedang ghibah khas Indonesia.


Aku segera mengganti pakaian dengan pakaian olahraga. Aku melakukan pemanasan sebelum tanding, tiba tiba terlihat Pa.Haji berjalan ke arahku bersama seorang wanita cantik. Dia memakai pakaian tenis meja kaos pendek putih, dan celana hitam pendek sehingga paha putih mulusnya terlihat. Dia memegang lengan kanannya dengan ekspresi wajah meringis kesakitan.


" nah ini dia orangnya " ucap Pa.Haji


" kamu sebutin aja keluhan kamu ya neng, biar dia yang tangani "


" Purba.. Kenalin ini Audy, dia Tamu yang sedang tanding disini!!"


" ohh ia Pa.Haji "


" sok neng, ngobrol aja sama Purba, Pa.Haji ada urusan dulu..


Pa.Haji beranjak pergi, dan meninggalkan kami berdua.

__ADS_1


__ADS_2