Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 79 # ngejahili Gladis


__ADS_3

Aku terbangun dari tidur Panjangku. Aku bermimpi Gladis berselingkuh ketika berada di dalam stadion dengan Karim Benzema pemain real madrid yang tadi kami tonton. Seketika aku cemburu di buatnya.


" ayo bangun! Ucapku membangunkan Gladis dengan menepuk nepuk bo..kongnya.


" kenapa sich? Ini masih malam, " ucap Gladis sambil menggisik salah satu matanya.


Setelah agak lama, Gladis bangun duduk sila. Dia menoleh ke arahku yang sedang memasang muka kusut karena kesal.


" Kamu kenapa kok cemberut mirip celengan Semar sayang?? " Tanya Gladis.


" jelek tau "


" aku kesal sama kamu! "


" perasaan aku gak ngelakuin apa apa "


" alahhhhhhh dasar perempuan! Kamu gak ngerasa sudah nyakitin aku yang mencintai dan menyayangimu? "


Jawabanku membuat Gladis terheran heran dengan sikapku.


" Kamu sehat kan?? Tanya Gladis sambil memegang keningku. "


" Aneh yaaa! Padahal suhu badan kamu gak panas, gak dingin. Normal normal aja! "


" Tapi kenapa kamu error ya " tambah Gladis menertwakanku.


" pokoknya aku gak mau tau, kamu harus minta maaf sama ibu dan juga aku. "


Gladis makin aneh melihat sikapku.


" yaudah bilang to the poin aja supaya aku ngerti " ucap Gladis sambil menundukkan kepalanya.


" kenapa kamu selingkuh dengan Karim Benzema di mimpiku Dish?? Ucapku yang masih kesal dengan Gladis.


" yaa Allaah. Kirain apaan " ucap Gladis sambil menertawakan kelakuanku.


" jadi ini toh yang membuat kamu kesal dan marah?? Purba Purba ucap Gladis sambil mencolek burung peliaraanku.


" shut up Gladis " ucapku tak kuat menahan malu dan tawa.


Seketika Gladis terdiam dan berhenti menertawakanku.


" sekarang aku harus bagaimana? " Tanya Gladis dengan nada lirih.


" nah gitu dong. Udah tau salah, malah menertawakanku "


" sekarang kamu minta maaf ke ibuku! Sambil aku rekam " ucapku yang tak kuat menahan tawa. "


" Kamu gilaaaaaa ya sayang? " Tanya Gladis terheran-heran.


" itu cuma mimpi tau! Masa aku harus minta maaf ke ibu? " tambah Gladis sambil menggaruk garuk kepalanya.


" ohh jadi kamu gak melakukan pengakuan bahwa kamu salah ya? " ucapku sambil membelakngi Gladis.


" gak lucu tau ga sayang? " ucap Gladis sambil memeluku.


Aku terdiam tak mengeluarkan sepatah kata pun. Gladis berusaha menenangkanku sebisa dan semampu ya menghadapi sikap kekanak kanakanku.


Karena kesal dan masih ngantuk, terlebih dia tidak mau ada masalah denganku. Kemudian Gladis.

__ADS_1


" yaudah aku bakal ngelakuin apa yang kamu suruh. " Dengan nada lirih.


Gladis menggeser kursi. Kemudian dia menaruh hp canggih dan mahalnya untuk segera merekam.


" aku berpakaian kaya gini? " Tanya Gladis yang hanya memakai kimono dan rambut acak acakan.


" ia " ucapku sambil menahan tawa.


" yaa Allaah ada apa dengan suamiku ini? " Gladis menggerutu.


" kalu gak cinta. Ogah deh aku ngelakuin ini semua! "


" gak ada kerjaan! Orang gila aja gak seperti ini yaa Allaah. "


" ini lebih dari orang gilaaaaaa " tambah Gladis dengan muka pasrah.


" Kamu bicara apa? "


" kalo gak mau yaa sudah " ucapku ketus.


" ia bentar MAHESA PURBARAKSA ! "


Gladis duduk dan menghadapkan wajahnya ke kamera handphonenya. Dia berkata.


" Assalamualaikum warahmatullah waa barakatu "


" saya Gladis Melati. Dengan ini menyatakan permintaan maaf kepada ibu mertua dan suamiku. "


" saya mengakui perbuatan hilap saya Karena sudah berani berselingkuh di depan suamiku di Stadion milik Real Madrid Santiago Bernabeu dengan Karim Benzema. "


" saya mengucapkan permintaan maaf yang sebesar besarnya kepada ibu mertua dan suamiku. Dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi meskipun itu terjadi di dalam mimpi suamiku."


Kemudian Gladis mengambil dan mematikan rekaman handphonenya dan memberikannya kepadaku.


" semoga kamu cepet sembuh yaa surgaku! " ucap Gladis yang kemudian tidur membelakngiku.


" seperti yang terpaksa kamu lakuin semua itu. " ucapku dengan ketus.


" kalau terpaksa, yaa udah jangan lakuin apa yang aku suruh. " ucapku memancing Gladis.


" Terus aku harus gimana Purba? Ini udah malam, tidur lagi yuu? " Jawab Gladis yang sabar menghadapi ke konyolanku.


" sekarang kamu lepas kimono yang kamu kenakan! Terus kamu ke kamar mandi dan bersihin kerang ajaibmu. Sekarang aku mau pakai untuk menghilangkan kekesalanku. " ucapku sambil menahan tawa.


Gladispun menuruti apa yang aku bicarakan. Dia pergi berjalan ke kamar mandi tanpa sehe..lai benang yang menutupi tu...buhnya.


Tak lama ia kembali dengan wajah menertawakan kelakuanku.


" suruh siapa kamu tertawa? tak ada yang menyuruhmu! "


" maaf tuan Purba surga duniaku! " ucap Gladis sembil membaringkan badanya.


Dia membuka pintu kerang ajaib dengan jari jemarinya. Kemudian ku mainkan lidah saktiku di kacang ajaibnya. Tak ketinggalan jari jemariku mere..mas re...mas kedua gunung kembar dan memelintir ke dua pu..tingnya.


Seperti biasa Gladis langsung bergerak gerak menggesek gesekan kacang ajaib dengan menengadahkan kepalanya keatas. Ini posisi favorit Gladis, dia menggigit-gigit bibir bawahnya dengan mata terpejam.


Terdengar suara rintihan merdu dari mulut Gladis membelah sunyinya malam di hotel Santiago Bernabeu.


" ahhhhh ahhhhhhhh ahhhhh "

__ADS_1


" emhhhhhhhhhm emmmmmmmh "


" emmmmmmmmmmmmmmmmmmh "


Kemudian aku berhenti.


" kenapa berhenti? " Tanya Gladis sambil mengelap kerang ajaib dengan handuk yang sudah ia persiapkankan.


" shut up " ucapku yang masih mendalami peran antagonis.


" Yang salah itu kamu. Ko aku yang menjil...mek?" ucapku sambil mengelap mulut.


" terus aku harus gimana lagi sayang? Barusan sebentar lagi aku mau menuju puncak kenikmatan. " ucap Gladis bangkit dan duduk menghadapku.


Kemudian aku berbaring dan menyuruh Gladis untuk memainkan perannya untuk membantu burung peliaraanku memuntahkan lendir kasih sayangnya.


Gladis mengemut burung peliaraanku seperti loli. Salah satu tangannya menghalangi rambut yang menghalangi wajahnya, dan satu tangannya lagi mengocok ngocok bagian tengah sampai ujung burung peliaraanku.


Aku merasakan geli dan enak yang tiada tara. Sampai sampai aku menengadahkan kepala ke atas sambil menggerak gerakan kepala Gladis.


" asin sayang! Udah keluar dikit ini! " ucap Gladis mengeluarkan burung peliaraanku dan mengelap mulutnya.


Kemudia dia memasukan burung peliaraanku dan mendudukinya. Gladis bergerak dengan menggesek gesekan kacang ajaib sambil memegang kedua puti..ng untuk menahan keseimbangan tubuhnya.


Terlihat gunung kembar Gladis bergerak gerak kedepan dan belakang. Kemudian aku memainkan salah satu gunung kembarnya dengan lidah saktiku, dan mere..mas re..mas gunung kembar satunya lagi dengan jari jari jemariku.


Gladis bergerak menggesek kacang ajaibnya dengan sangat cepat. Dia menundukan kepalanya ke bawah dengan raut muka yang menggoda di sertai suara yang sangat merdu.


" ahhhhhhhh ahhhhhhhh ahhhhh"


" ahhhhhhhhhhh ahhhhhhhhhhhhhhh "


" ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh "


Setelah hampir satu jam setengah dengan posisi seperti itu. Akhirnya aku dan Gladis berbarengan menuju puncak kenikmatan.


Gladis bergerak gerak menduduki burung peliaraanku dengan memejamkan matanya. Dia menggigit-gigit bibir bawahnya yang masih menikmati sensasi kenikmatan burung peliaraanku.


Kemudian dia tengkurap di atas tu...buhku untuk beristirahat memulihkan tenaganya.


" surgakuuuuu " ucap Gladis dengan nada lirih dan pelan.


" sekarang aku harus gimana lagi, supaya engkau tidak marah dan kesal kepada makmum surgamu ini. " tambah Gladis sambil menahan tertawanya.


" untuk sementara tugasmu selesai " ucapku sambil menahan tawa seperti orang jaim.


" sekarang kamu turun dari atas tu...buh ini! "


Kemudian Gladis bangkit dan melepaskan burung peliaraanku.


Dia bersegera mengambil handuk dan mengelap lendir dari burung peliaraanku dengan sigap. Dia jongkok dan bergerak gerak menunggu keluar semua lendir burung peliaraanku.


Kemudian dia menempelkan handuk di wajahku yang ada lendir dari burung peliaraanku sambil berkata.


" nah ini balesan suami rese malam malam ngerjain orang " ucap Gladis sambil tertawa terbahak bahak.


" ihh kamu gak sopan yaa " ucapku sambil meleppar handuk ke wajahnya.


Kami berdua tertawa terbahak bahak.

__ADS_1


__ADS_2