Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 27 # kerang ajaib lagi


__ADS_3

Sedang asyik mengobrol tiba tiba dari belakang pundak Gladis di tepuk.


" hi Dish apa kabar??"


Gladis menoleh kebelakang, dia mengamati tanpa menjawab sapaan orsng tersebut.


" ko malah bengong Dish!!"


" kamu siapa??"


" Luthfi Dish... Masa kamu lupa??


" omaygad omaygad omaygad. Maafin aku Dish "


Semua pengunjung memperhatikan kami, mereka melihat aku dan Gladis seperti orang yang sedang melakukan pesugihan.


Luthfi datang ke tempat seperti ini dengan berpakaian seperti Hantu Valak di Film horor The NUN, ada ada aja kelakuan sehabat Gladis yang satu ini.


" loe sehat kan Fi??


" ya sehat lah Dish, makanya gue datang kesini nemuin loh!! "


" terus, kenapa loe berpakaian kaya hantu valak gini sich?? Loe liat semua orang perhatiin dandanan. "


" cepet ganti sana gihh!! Malu tau.


" maaf dish, tadi aku buru buru takut kamu keburu pulang"


" pulang dari opera aku langsung kesini gak sempet ganti baju dulu."


Kami bertiga tertawa terbahak bahak, Luthfi pergi ke toilet dengan menenteng tas yang berisi pakaian gantinya, dia berjalan seperti kuntilanak mau menculik anak.


Gladis menjelaskan Luthfi adalah sahabat terpolos yang ia punya, dia mempunyai kelebihan berupa tebal urat malu, seperti hal konyol barusan. Gladis menambahkan, Luthfi orang nya keras kepala tapi pintar.


" sekarang gimana Dish penamlilanku?? Oke kaaaan"


Aku terkejut melihat wujud asli Luhfi, dia terlihat sangat cantik, tidak seperti awal tadi. Dia memakai kaos putih di padukan dengan blazer hitam senada dengan jeans nya. Rambutnya mirip Cut Tari, dan giginya seperti kelinci.


" ini pacar kamu Dish?? "


" ia Fi, kenalin namanya Mahesa Purbaraksa"


" waw,,, namanya unik juga yaa!! Biasanya kalo namanya unik, yang lainnya juga unik!!


" hushh.. Udah jangan gitu ahh Fi" kamu gak malu apa"


Aku memperhatikan Gladis dan Luthfi berbicara kesana kemari dengan gelas minuman dan rokok di tangan mereka. Dari raut mukanya aku menilai Luthfi ini orangnya ingin telihat bodoh, supaya dia tau gimana orang orang memperlakukannya.


Dia sesekali menatapku memberi kode, seperti orang sedang kelilipan. Hatiku gak enak, jangan jangan dia spesies sama dengan Cleo dan Clara. Aku harus berhati hati.


Malam semakin larut. Gladis dan Luthfi sudah diatas normal, mereka berbincang bincang seperti Sule dan Pak bolot, nanya apa di jawab apa.


" Dish kita pulang yu??"


Mumpung masih tersisa kesadaran 10%, aku mengajak Gladis dan Luthfi untuk pulang. Aku menggandeng mereka berdua dengan jalan sempoyongan ke parkiran mobil club malam tersebut, karena berat aku meminta penjaga club untuk membantuku membawa keduanya.

__ADS_1


Gladis terlihat tepar dan hilang kesadaran, dia terlihat pucat pasi. Aku memasukan Gladis ke jok kedua, sedangkan Luthfi duduk di jok kemudi.


" sekarang kita keman Purba??"


Aku terperanjat. Ternyata Luthfi tidak benar benar mabuk seperti Gladis, dia masih bisa di ajak bicara normal namun tetep ada ngaconya.


" kamu!!" "


" tenang saja purba, gak bakalan kenapa kenapa kok!! "


" sekarang kalian ikut ke apartemenku, gak jauh kok dari sini "


" kalo mau pulang ke tempat Gladis terlalu jauh, tadi kata Gladis kamu belum bisa bawa mobil. "


Dengan terpaksa aku mengiyakan kemauan Luthfi, terlebih ini sudah larut malam. Selama perjalanan Luthfi menjelek jelekan Gladis karena pengaruh Alkohol, dia bilang semua teman dan sahabatnya tidak menyukai Gladis sebenarnya.


Mereka semua iri dengan pencapaian Gladis, dan semua ingin melihat Gladis bangkrut dan jatuh miskin. Benar apa firasatku, teman teman sekitar Gladis mempunyai niat jahat ingin menghancurkan karir Gladis.


Aku jadi penasaran, apa yang membuat mereka seperti itu?? Gak bakalan ada asap kalau tidak ada api, sebenarnya apa yang belum aku ketahui tentang Gladis!! Mumpung Luthfi masih ngaco, aku coba korek informasi dan terus menginterogasinya.


" ohh ia Fi, dimata kamu Gladis seperti??


" purba purba, kamu polos banget ya"


" aku kasian sama kamu"


" andai kamu tau Gladis seperti apa, aku jamin kamu gak bakalan mau deket deket apalagi memacarinya."


Aku semakin penasaran.


" aku tak mengerti apa yang kamu bicarakan Fi"


" zaman sekarang tak ada yang gratis"


" terus aku harus bagaimana??


" nahh jawaban ini yang paling aku suka. "


" aku akan memberitahu kamu semua,. Asalkan kamu mencicipi tubuhku malam ini juga. "


" astaghfirullaah fi.. Kamu sadar "


" dengar Purba,, keluarga kamu sebenarnya terancam!!


" kamu sayang kan sama keluargamu??"


" aku tau kamu mengerti, tak usah aku jelaskan apa apa lagi"


Mendengar Luthfi seperti itu aku bukan penasaran lagi, tapi aku terancam. Aku sangat menyayangi keluargaku, akhirnya dengan terpaksa aku menuruti kemauan Luthfi.


Setiba di aparteman milik Luthfi, aku menggendong Gladis mengikuti Luthfi yang jalan sempoyonaan. Untung saja apartemannya ada d lantai bawah, jadi aku tak repot menggendong Gladis.


Aku baringkan Gladis di Kursi, kemudian Luthfi menariku ke atas ranjangnya, dia melucuti semua pakaiannya. Luthfi bilang aku tak perlu khawatir, karena ini sudah dalam rencananya, waktu di Club malam Luthfi memasukan obat penenang kedalam minuman Gladis. Sungguh benar benar gila Luthfi ini, benar kata Gladis, dia itu keras kepala. Dia akan menghalalkan segala cara agar ke inginannya tercapai, dan sekarang giliran aku yang lagi lagi menjadi korban.


Luthfi melepaskan kaosku, dia menggerayami pisang coklatku yang masih memakai jeans. Dia menjulurkan lidahnya di dada bidangku yang berbulu, tak lupa ia meminkan tombol kembar dengan jari jemarinya.

__ADS_1


Kemudian dia melepaskan jeans dan boxer yang aku pakai. dia mengocok ngocok pisang coklatku terlebih dahulu dengan tangannya, sesekali di putar, di jilat, di clupin kedalam mulut Luthfi.


Aku menengadahkan kepalaku ke atas karena terbawa suasana. Kemudian dia merubah posisi, dia naik keatas tubuhku, dia memegang dan memasukan pisang coklatku kedalam kerang ajaib miliknya. Dia bergoyang dengan kedua tangan berada di lututku.


Karena dalam tekanan dan ancaman Luthfi, aku memainkan dua tombol yang berada di gunung kembar milik Luthfi. Dia bergoyang dan bersuara dengan menengadahkan kepalanya ke atas, suaranya terdengar sangat lembut karena takut Gladis terbangun.


Aku yang sudah terlanjur terpancing, bangun dan mendorong Luthfi sehingga ia terbaring, aku lap mutiara kerang ajaib milik Luthfi dengan kaos miliknya. aku menjulurkn dan memainkan mutiara kerang ajaib milik luthfi dengan lidahku.


" iyah iyah yang itu purba"


" bentar lagi purba, iyah iyah terus lurba"


Luthfi menarik kedua tanganku untuk memainkan dua tombol kembar yang berada di gunung kembar milikya, kemudian dia membantuku membukakan rumah kerang ajaib miliknya, aku memainkan lidahku ke sana ke mari, sambil memperhatikan ekprsesi wajah Luthfi yang sedikit terhalang oleh kedua gunung kembar yang sedang aku mainkan.


" iyahhhhh iyaah.. Oke.. Terus begitu Purba"


" emhhhh, emhhh, iyaaa terus Purba iyaaaah."


Kemudian Luthfi mengoyang goyangkan mutiara kerang ajaibnya di iringi jeritan yang lumayan keras, dan Luthfi pun bergerak gerak kegelian, dia terengah engah karena hasratnya sudah tercapai.


Masih dengan keadaan terbaring, aku memasukan pisang coklatku kedalam kerang ajaib Luthfi. Aku satukan jari jemariku dengan jari jemari milik Luthfi, aku tancap gas dengan sangat cepat, sehingga keluar suara dari mulut Luthfi seperti bahasa jepang.


Aku merubah posisi menyuruh Luthfi untuk nungging, kumasukan pisang coklatku dari belakang, di iringi memainkan kedua tombol gunung kembar dengan perlahan. Luthfi bersuara kembali, dan membuatku terpancing. Kemudian aku jambak rambutnya hingga kepala Luthfi menengadah keatas.


Suaranya makin kencang, aku coba merubah posisi ke arah Gladis yang sedang tidur. Aku berjaga jaga takut Gladis terbangun. Kemudian aku tunggangi Luthfi kembali dengan gaya dogstyle, aku tarik kedua tangannya kebelakang, aku gerakan dengan kecepatan penuh sehingga menimbulkan yang aneh.


Luthfi terlihat sudah tidak bisa berbuat apa apa, aku rubah posisiku kembali. Ku baringka luthfi kembali, kumasukan lagi pisang coklatku, aku peluk luthfi dengan sangat erat. Luthfi balik memeluku dengan erat, dan menyandarkan dagunya di bahuku. Aku tambah kecelatan, karena ini lap terkahir


. Ahhhbb aahhhh ahhhh..


Bersamaan dengan suara yang keluar dari luthfi, pisang coklatku memuntahkan muntahannya. Aku terdiam sejenak karena capek, kemudian aku berbaring di samping Luthfi.


Luthfi menyandarkan kepalanya didadaku sambil memainkan pisang coklatku.


" Purba.. Terima kasih yaa!!"


" benar kata Gladis, Kamu itu laki banget"


" maaf ya purba"


" maaf untuk apa FI??"


" sebenarnya ini rekayasa aku semua, agar aku bisa mencicipi kamu"


" aku tadi terpancing omongan gladis yang membangga banggakan kehebatanmu di ranjang, aku jadi penasaran dan ingin membuktikan omongan Gladis."


" sehingga aku menciptkan drama, agar kamu mau mencicipi aku"


" sekali lagi maaf yaa Purba"


" kamu jaga baik baik Gladis ya, dia itu orangnya baik"


" sekali lagi maafkan aku dan terima kasih.


Lagi lagi karena kepolosanku, aku dimanfaatkan. Aku hanya terdiam tanpa sepatah katapun, Luthfi lalau bangun dan memakain pakaian kembali. Aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh. Aku takut kejadian farpum Cleo dan Clara terulang lagi.

__ADS_1


Setelah beres semuanya, aku meminta Luthfi untuk mengantarkan aku dan Gladis ke Ruko tempat usaha Gladis. Luthfi megiyakannya sebagai tanda terima kasih aku sudah menungganginya. Tak lupa Luthfi memberikan segepok uang merah dari tas nya dan memasukannya ke dalam tas ku.


Aku tak bisa berbuat apa apa, karena terlampau kecewa..


__ADS_2