
Aku membukakan pintu, segera keluar. Gladis masuk terburu buru dengan kedua tangan berada di pantatnya, tercium aroma sampah ketika aku keluar dari kamar mandi.
"akhirnyaaa keluar juga"
" dasar kamu jorok Dish, kamu barusan kentut yaa??
" hahahah,, wangin kan sayang hahahahah "
Aku juga ingin BAB. Pantas saja kentut Gladis tadi bau banget, aku mencium kentut sendiri berasa mual dan ingin muntah.
" Dish ceper,, giliran aku dong"
" juga mau BAB,, cepet Dish"
" bentar sayang, aku wudhu dulu"
Menunggu Gladis keluar, aku merasa seperti mau melahirkan,. Aku kentut tak terhitung sudah berapa kali, denan bau yang menyebalkan.
Akhirnya Gladis keluar, aku segera masuk dan duduk di closet.
" ahhhhhh Bauuuuuuuuuuuu
" kamu mau meracuni aku yaa Purba
Terdengar Gladis marah marah sambil membukakan pintu, aku tak kuat menahan tertawa.
" kamu makan apaan sich" teriak Gladis
" ya sama lah dengan yang kamu makan"
" emang tadi kentut kamu gak bau?? Sama juga kali Dish hahahah" kita sama 1-1"
Aku segera mebersihkan sisa sisa pembuangan kenalpot, dan segera mengambil wudhu.
Setelah aku keluar, terkihat Gladis baru selesai sholat.
" barusan kamu sholat apa Dish!??"
" sholat Ashar lah"
" dzuhurnya udah belum??
" belum lah, ini baru mau!! Aku juga ngerti sayang, tadi mita melewatkan shomat dzuhur karna gak bawa perlengkapan sholat, dan tadi juga kita di hutan "
" alhamdulillaah.. Kamu paham juga,, aku senang dengernya Dish.
Gladisoun sholat, dengan menjama takhir.
__ADS_1
Sesudah Gladis selesai melaksanakan sholat, kini giliranku.
**********
Waktu menunjukan pukul 19.30, aku dan Gladis baru saja menyelesaikan sholar isya.
" malam ini kita ngapain yaa Dish??
" gak tau.. Tiba tiba aku bete gini sayang "
Aku mengerti dengan yang dimaksud Gladis, dia mengajaku kesana kemari bukan hanya ingin liburan semata, dia juga ada maunya. Aku masih ingat kejadian waktu di wahana Rama Sinta, kejadian di Salon miliknya, serta kejadian kemarin malam.
Malam ini tumben Gladis tidak memakai kimono kebangsaanya. Dia hanya memakai tank top hitam dan short pendek.
Aku menghampiri Gladis yang sedang berbaring di kursi dengan memainkan Hp nya, aku pijit jari jemari Gladis hingga ke betis dengan penuh penghayatan.
" ini kayanya ada maunya nich, tumben tanpa di suruh hihihi.
" yaudah. Kao gak mau". Akupu beranjak dan berbaring di Tempat tidur.
" tuh kan, baru juga becanda gitu... Ayo cepet terusin lagi sayang."
"memang aku lagi pegel banget nich."
" kagak mau ahh aku mau tidur". Ku tarik selimut menutuli semia tubuhku"
Akhirnya aku dan Gladis sama sama berubah menjadi siluman ular, aku dan Gladis menjulurkan lidah dan saling serang menyerang diatas tempat tidur.
Gladis mendorong dan duduk di atas burung peliaraanku, gladis menjulurkan lidahnya di area bulu dadaku, sesekali dia menggigit dan menyisakan luka merah di kulitku.
Ekspresi muka gladis terlihat sangat menggoda, dia melepaskan tali penyangga kedua gunungnya, dan menempelkan kedua gunung tersebut di wajahku. Kali ini entah apa yang merasukiku, aku terbawa suasana dengan mengermut salah satu sumber air susu.
Gladis bersuara sangat merdu ketika itu. kemudian Gladis membuang sarang kerang yang sedang ia pakai, dia meletakan kerang diatas lidah ularku. Kemudian aku menjulurkan dan memainkan lidahku bersama kerang itu.
Aku meresa pengap dan terengah engah, kumudian Gladis berbaring dengan kaki membentuk huruf M. Gladis memberi isyarat agar aku menjelma seperti siluman ular dan bermain lagi dengan kerang peliaraannya.
Aku yang waktu itu sudah terbawa suasana, menurti kemauan Gladis, terlihat gerakn Gladis seperti yang sedang tersedak makanan berkali kali. Terlihat ekpresi Gladis terhalang oleh kedua gunung miliknya.
Gladis membantuku dengan membuka kerang miliknya, agar aku bermain tidak risih. Kemudian Gladis menyuruhku untuk memegang kedua gunung yang terlihat akam segera meletus.
Gladis menyuruhku untuk menambah keceparatan, aku pun melakukannya. Tak lama setelah itu Gladis betriak menjerit dengan suara manja, dan menyuruhku untuk berhenti.
" terima kasih yaa sayang"
" aku baru merasakan semua ini"
" pantas saja temen teman yang lain bilang, kalo bis finis, pasti ketagihan."
__ADS_1
" sekali lagi makasih yaa, aku jadi makin sayang"
" terima kasih untuk apa Dish??"
" kamu puas??"
" kenapa kamu bilang gtu sayang"
" ohh ia aku lupa.. Kamu belum Finis yaa"
" kamu mau aku posisi gimana??"
" bukan gtu Dish, smua ini Dosa besar "
" aku malu sama tuhan ku Dish
Gladis lalu mendekat dan memeluku dengan keadaan tanpa sehelai benang.
" aku ngerti maksud dan pikiran kamu sayang"
" kita ini bukan malaikat, dan bukan pula iblis"
" kita hanya manusia biasa, tempat salah dan lupa"
" sekali lagi, terima kasih dan maafin aku yaa sayang"
Gladis lalu membaringkan aku, dia memeluk dan menyandarkan kepalanya di ketiaku. Gladispun tertidur di pelukanku.
Aku merenung sesekali mencium kening Gladis dan mengelus elus kepalanya. Gladis masih dengan keadaan tanpa sehelai benang, burung peliaraanku memang masih hidup, namun aku tak berdaya untuk merelakanya masuk kerumah kerang Gladis. Dengan sekuat tenaga aku akan tetap menjaga keperjakaanku supaya tidak ternodai.
Aku merasa munafik, apa bedanya aku tidak berbuat hal seperti itu tapi aku mendekatinya.
Terasa tangan Gladis mau memegang burung peliaraanku, percuma saja aku melarangnya, toh sebenarnya aku juga mau.
Kemudian kepala Gladis beranjak dari pelukanku menuju sarang burung peliaraanku. Aku mematikan Lampu yang ada di sebelahku. Bersamaan dengan itu Gladis melancarkan serangannya.
Gladis menjepit burung peliaraanku dengan kedua gunungnya, dia bergerak keatas kebasah dengan kecepatan sangat tinggi agar burung peliaraanku cepat mati. Namun tidak segampang itu, aku memberi isyarat kalo untuk mengalahkan peliaraanku, Gladis harus memakai jurus permen loli.
Dikelapan kamar Gladis berusaha mau memasukan burungku ke rumah kerang miliknya, aku sudah bang berkali kali. Untuk saat ini hanya jurus permen loli untuku, dan siluman ular untuk Gladis.
Gladis berusaha berontak ketika memakai jurus permen loli. Kemudian Gladis berhenti dan duduk membekangiku.
" sayang kali ini aku mohon dengan sangat, injinkan aku untuk merasakan apa yang sudah teman teman rasakan duluan aayang"
" bukanya aku tak mau Dish, aku juga sama mau tapi aku takut."
" gini aja, kalo kamu tidak mau, selulang dari sini aku akan melakukanya dengan om om ataunsugar daddy yang siap membayar dan penasaranku aman terbayar.
__ADS_1
Mendengar Gladis sepeti itu, aku tak mau dan tak akan pernah rela. Aku tak akan membiarkan semua itu terjadi, Dan dengan berat hati aku akan menuruti kemauan Gladis.