Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 84 # jogging di area menara eiffel


__ADS_3

" ngilu Dish! " ucapku sambil mengeluarkan burung peliaraanku.


" yaa maaf aku gak tau! Aku kira di style seperti ini membuatmu ke enakan. Sama seperti hal nya kerang ajaib di mainkan indera perasamu. " jawab Gladis sambil memasukan burung peliaraanku kemudian mendudukinya.


Gladis menggerak dan menggesekan kacang ajaibnya dengan mata terpejam. Ekspresi wajahnya sangat menggoda di iringi suara rintihan yang sangat merdu.


Dia menengadahkan kepalanya ke atas. Aku memainkan kedua pu..ting sesekali mere..mas re...mas ke dua gunung kembarnya.


Setelah agak lama dan mulai penggal pinggang. Gladis berbaring sambil membukakan kerang ajaib dengan jari jemarinya.


Aku segera mere...mas re..mas dan memainkan ke dua pu...tingnya. Indera perasaku memainkan kacang ajaib Gladis. Seperti biasa Gladis memejamkan mata dan menggigit-gigit bibir dengan suara rintihan yang menjadi candu di telingaku. Di bergerak gerak seperti ulat di iklan teh pucuk.


Entah kenapa karena keseringan menjil...mek


Hal inimenjadi candu bagiku. Tak sempurna rasanya kalau berhubungan tidak melakukan adegan yang menjadi gaya favorit Gladis ini.


" emmmmh emmmmh eemmmmh " terdengar suara yang selalu aku rindukan yang keuar dari mulut Gladis.


" ahhhhhh ahhhhhhh ahhhhhhh "


" ahhhhhhhhhhh ahhhhhhhhhhhhhhh "


" ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhz Hhhhhhh. " terdengar suram Gladis sudah mencapai batas kenikmatannya.


Badanya bergerak gerak dengan ekspresi yang menggoda. Ke dua gunung kembarnya bergerak seperti agar agar nutrijel.


Ku masukan burung peliaraanku ke dalam kerang ajaibnya. Dia memeluku sambil menyilangkan ke dua ka..kinya di belakang atas bo..kongku. Dia bersuara yang lumayan tinggi akibat pergerakan burung peliaraanku.


Dia menggigit-gigit ba...huku sesekali memijat dan mencengkeram dengan jari jemarinya. Kau tambah kecepatan burung peliaraanku sehingga terdengar desa...hanya yang sangat mirip Miyabi.


Semakin keras suara desah..anya, semakin cepat juga laju dari burung peliaraanku.


" makin keras sayang. " ucap Gladis sambil menekan nekan arean kerang ajaibnya ke atas.


" ia seperti itu Purba. "


" ahhhhhhhhhhh ahhhhhhhh ahhhhhhhh "


" ahhhhhhhhhhhhhhh ahhhhhhhhhhhhhhh "


" ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh "


Akhirnya aku dan Gladis menuju garis finis dengan bersamaan.

__ADS_1


***********


Ke esokan harinya.


Aku dan Gladis sedang sedang melaksanakan sembahyang berjamaah subuh.


" di sini tak terdengar suara adzan yaa Purba. " ucap Gladis sambil melipat sajadahnya.


" mungkin kalau andalusia dulu tidak runtuh, kemungkinan suara adzan bisa di dengar sampai sekarang Dish. " jawabku


" andalusia? "


Granada adalah benteng terakhir umat Islam di Andalusia. Dengan runtuhnya Granada berakhir pula masa kekuasaan Islam di daratan Siberia itu. Delapan abad bukanlah waktu yang singkat. Kekuasaan Islam di Andalusia adalah kekuasaan terlama dalam sejarah negara dan kerajaan Islam.


Islam masuk ke Andalusia tahun 92 H. Saat itu Andalusia dikuasai oleh orang-orang Goth (Gothic). Dipimpin oleh Musa bin Nushair dan Thariq bin Ziyad, kaum muslimin yang berada di Afrika Utara memasuki benua biru tersebut. Sejak awal masuk dan menguasai Andalusia, umat Islam langsung membangun pondasi-pondasi peradaban. Hingga Andalusia menjadi Menara ilmu dan agama di jantung Eropa.


" nah itu baru secuil kisah islam di Spanyol Dish. Kalo aku ceritain semua terlalu panjang. Bagusnya kamu sekolahdi madrasah lagi seperti aku dulu. " ucapku sambil menikmati seduhan kopi yang di buatkan Gladis.


" ok.. Terimakasih iaa pengetahuannya. " ucap Gladis sambil memasukan roti tawar yang sudah di olesi selai coklat ke mulutnya.


" sekarang kita kemana Dish? " Tanyaku sambil membaringkan tubuh di tempat tidur.


" kata kamu semalam, kamu mau mihat pemandangan Paris dari atas menara eiffel. Kita caritahu dulu d mbah google ya. " jawab Gladis sambil membuka handphonenya.


Tak berapa lama.


" Kamu kenapa Dish? " ucapku terheran heran.


" ternyata kita bisa menikmati pemandangan dari puncak menara eiffel sayang " ucap Gladis menghampiri dan memeluku yang berada di tempat tidur.


" sekarang kita bobo lagi.. Nanti ashar kita kesananya yaa? " ucap Gladis yang masih mengantuk.


" terserah kamu sih. " jawabku sambil mendaratkan ciuman d kening Gladis.


" ohh ia aku mau jogging yaa. Lututku sudah mulai kerasa longgar akibat jarang olahraga dan terlalu sering mengeluarkan lendir nih. "


Gladis sejenak terdiam dan berfikir dengan jidat mengkerut.


" emhhhhh aku ikut yaaaa? "


" ohh dasar dodol. Katanya ngantuk tapi mau ikut. " ucapku sambil mendorong keningnya dengan jari telunjuku.


" ohh ia.. Jangan jangan kamu takut aku di icip icip bule Perancis yaa? Sama seperti kemarin vokalis di Spanyol. "

__ADS_1


" ihhh kepedean! " ucap Gladis bangkit dan berjalan mengganti pakaian dengan pakaian olahraga.


" yaudah kamu jogging sana gihhh aku mau tidur. " ucapku sambil menertawakan Gladis.


" ihhh kamu jahaaaaaaat " ucap Gladis sambil melempar bantal ke arah mukaku.


********


Aku dan Gladis berjalan ke luar hotel untuk jogging dan menikmati suasana paris di pagi hari.


Terlihat hotel masih sepi, hanya beberapa orang yang kita temui.


" sepi banget yaa. " tanya Gladis sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.


" yaiyalah Dish. Ini Eropa bukan Indonesia. " ucapku menertawakan Gladish.


" kalu di Indonesia, kita langsung berjumpa dengan pedagang nasi kuning, bubur atau kue balok. "


" nah disini orang orang masih pada ngorok kali Dish. "


Udara sangat dingin di sini, hampir sama dengan tempat kelahiranku di ciwidey Bandung selatan.


Terlihat Gladis sengat cantik hanya dengan memakai jaket putih produk Adidas yang di sleting menutupi lehernya. Bawahannya dia memakai sepatu Adidas putih senada dengan sarung kakibyang menutupi separuh legging hitamnya. Rambutnya yang panjang tertutup sebagian oleh topi bisbol putih yang ia kenakan.


Sedangkan aku hanya memakai singlet hitam yang sering di gunakan Dom di film Fast and Furious dengan celana olahraga pendek putih senada dengan sapatu yang sering di pakai Khabib Nurmagomedov di pertandingan UFC.


Aku dan Gladis jogging ke arah menara eiffel. Tak seperti di Indonesia di sini jalanan masih sepi belum ada lalu lalang kendaraan. Hanya Terlihat banyak lansia di taman yang sedang menikmati sisa hidupnya dan kendaraan pembersih sampah yang sedang mengangkut sampah dari tiap hotel dan bangunan lain di sana.


" aku kagum dengan negara ini sayang. " ucap Gladis sambil memelankan langkah kakinya.


" maksud kamu?" Tanyaku terheran.


" disini dengan jepang hampir sama. Mau cari sampah berserakan aja susah! Padahal keyakinan kita berbeda. "


" kamu mengerti kan maksudku. " ucap Gladis sambil menafap.mataku.


" ok aku mengerti "


Tak mau menjadi perdebatan. Aku dan Gladis meneruskan jogging kami. Terlihat dari kejauhan ada pasangan suami istri yang sedang mengajarkan anaknya berjalan. Kemudian Gladis menghampiri mereka dan berbincang bincang.


Sepweti biasa aku seperti orang bodoh melihat dan mendengarkan Gladis yang sedang berbincang bincang dengan bule tersebut.


Aku hanya mengangguk ngangguk dan tersenyum ketika mereka tersenyum ke arahku.

__ADS_1


Gladis kemudian menggendong anak bule tersebut dan menciumnya. Terlihat Gladis berbicara sambil memegang


perut dengan salah satu satu tangannya.


__ADS_2