
Adzan maghrib pun berkumandang..
Aku dan Gladish segera ke parkiran mobil, Gladis memutuskan untuk sholat di tempat Salon & Spa milik Gladish.
Sesampainya disana, Gladis mengajaku ke kamar khusus sekaligus ruang kantor Salon & Spa. Terlihat foto foto Gladis yang menempel di dinding dan meja kerjanya. Aku sejenak berbaring di sopa yang bisa jadi ranjang, untuk menghilangkan pegal pegal aku pijit pijit sendiri leher, kaki, serta tanganku. tak lupa Gladis menyiapkan sajadah buat aku sholat.
" waduh... Gak salah ini Tv LED nya segede layar bioskop Dish heheheb
" ia.. Cocok buat kamu yang matanya minus hihihi"
" ohh ia purba, kamu bisa totok wajah kan?? Ehh sekalian massage aku full body yaa,"
" tapi nter abis isya.
" emang kamu gak apa apa Dish"
" entar ada yang lihat, apalagi kita berdua disini"
" kamu malu dan takut sama manusia Purba?? Masa sama tuhan enggak!! Yang penting kita gak ngapa ngapain"
" klo kamu gak mau, aku mau nyuruh terapis pria yang lain, banyak ko karyawanku dan pasti mereka mau!
" jangan Dish, jangan... Ia aku ok!!
" hahahaba. Dasar ya kamu MAHESA MANUSI PURBA"
" cepetan sholat dulu sana.
Aku pun segera ke kamar mandi dan duduk diatas closet. Diatas closet aku terpikir kejadian tadi siang, aku terkena patokan ular cobra betina india, sekarang Gladis menyuruhku untuk mentotok wajah dan massage full body. Pertanda apakah ini tuhan.
Aku pun segera membersihkan kenalpot, dan bersegera wudhu. Setelah keluar dari kamar mandi, terlihat Gladis baru selesai salam terakhir shalat. Dia terlihat sangat cantik seperti Inneke Khoshererawati artis sinetron dulu.
" cepet sholat purba,, ko malah bengong depan pintu kamar mandi?? Awas lohh entar ada yang nyentuh hihihi, kamar mandi kan sarangnya setan ahahahah katannya"
" hush klo ngomoni dijaga Dish, aku penakut tau"
Akupun segera sholat. Gladis berada di belakangku menungguku sholat sambi berdzikir. Didalam sholat aku berusaha untuk fokus, namun wajah Gladis ketika salam terakhir tadi membuatku hilang kendali, sehingga aku lupa didalam rakaat untuk yang kedua kalinya gara gara Gladish. Setelah aktahiyat akhir aku lanjutkan dengan sujud syahwi.
" hahahaba.. Tadi kamu 4 rakaat kan Purba, hehehe
" kenapa bisa lupa gtu sich
" karena kecantikanmu, mengalihkan fokus sholatku hehehe
Gladis pun tersipu malu, hingga ia mendorong dan menggelitiki tubuhku hingga aku kegeliaan dan tak berhenti tertawa. Disela sela canda dan tawa, terdengar suara adzan isya.
" Dish barusan kita kena kulit ga??
__ADS_1
" yaa engga lah, aku kan pakai mukena Purba"
" ok,,, kita lanjut sholat isy berjamaah ya Dish"
" baik sayangku"
Mendengar Gladis bilang sayang, wajahku memerah, aliran darahku seperti terhenti.
" cie cie kaya jengkelin gitu pipimu Purba" hahaha
" udah Dish ahh jangan becanda mulu, ayo iqomah kita sholat.
" ia ia baik"
Gladis pun iqamah. Akupun menjadi imam sholat untuk pertama kali dimakmumi gadis yang sekarang aku kagumi. Seperti biasa di dalam solat otaku traveling, dirakaat ke tiga aku memikirkan sudah menikah dengan Gladis, untungya kali ini tidak sampai lupa rakaat, aku bisa mengontrol dan fokus pada bacaan.
Setelaha selesai sholat Gladis menelpon karyawannya, Gladis menyuruh karyawannya untuk membelikan Kebab dan Pizza kesukaannya.
" tunggu sebentar ya Purba, aku ganti dulu pakaian untuk treetmen nya"
" baik..
Sambil menunggu Gladis dan makanan yang di pesannya, aku menyalakan Tv yang sudah terhubung ke hotspot, aku putuskan untuk menyetel music di youtube. Aku putar music unbreak my heart Tony Braxton.
Baru saja ku putar lagu, Gladis keluar dari kamarnya dengan memakai kimono pink bergaris putih, rambut panjangnya terurai mirip Cut tari, di iringi suara kencring dari gelang dikakinya.
" Purbaaaaaa, kamu liat apaaan sich??
" enggak Dish.. Gak apa apa
" maaf yaa dandananku seperti ini, aku udah biasa kok kalau treetmen pasti begini!!
" kamu jangan mikir yang enggak engak, aku biasa d treetmen sama terapis cewee purba,, dan ini pertama kalinya aku sama cowo!!
" bukan apa apa,. Aku ingat waktu mamah dulu sama kamu ada perubahan, nah sekarang aku mau kamu betulin semua peredaran darah dan persendiaku yaa Purba. Aku pegal banget bekas jalan jalan hari ini
" baik.. Tapi nunggu makanan dulu ya Dish, aku lapar banget soalnya, jadi terapinya ada tenaga extra gtu hihihi.
Tak berselang lama kebab dan pizza pun datang, maklum aku dari kampung.
" Dish boleh minta sesuatu gak?
" kamu tinggal bilang aja Purba" sambil memaka sepotong pizza"
" Dish... Kayanya bakalan sesuatu banget dech, kalo makan Pizaa pake nasi.
Mendengar aku bicara begitu, Gladis sampe keselek dan batuk sehingga pizza yang ia makan keluar semua,
__ADS_1
" kamu tuh yaaa ada ada aja Purba, sambil tak berhenti menertwakanku"
" Purba purba.. Masa nasi pake pizza ahahaha, kalo pake kebab mending lah,, lah ini pake pizza..
" kamu tuh lawak banget yaaa,,, gemesiiiiiiiiiiin, sambil mencubit kedua pipiku
" yaa maaf Dish.. Aku dikampung kalo makan itu apa jaa gak afdol kalo gak bareng nasi"
" terkadang bubur ayam juga aku di campur nasi Dish hehehee
" udah udah Purba, sakit perutku jangan bcanda mulu "
" ayo cepet makan, ntar kburu dingin"
" nasinya mana Dish, mana...
" yaa Allaah Purba.. Bentar aku minta nasi dulu sama karyawanku.
Akhirnya, karyawan Gladis membawakan nasi.
" makasih Dish yaaa,, akhirnya kesampaian juga makan pizza sama nasi kwkwkwkwk
" dasar aneh yaa kamu Purba. Ayo makan ahh jangan becanda mulu..
Aku dan Gladis akhirnya makan pizza dan dan kebab bersama, tak lupa aku sisipkan nasi setiap menggigit pizza.
Setelah beres makan, Gladispun langsung berbaring di pahaku,
" totok wajah dulu ya Purba."
Akupun mengambil minyak Zaitun di dalam tas yang tak jauh dari sisiku. Aku menyuruh Gladis untuk memejamkan matanya, ku awali dengan menekan dibagian keningnya. Perlahan tanganku meliuk liuk di area pipi dan kantong matanya, lalu turun ke area dagu, terus begitu berulang sampai akhirnya Gladis tertidur.
Bahagia, senang dan malu meliputi perasaanku, hingga aku tak sengaja karena melamun, ketika aku menekan bagian dagu, tanganku kepeleser dan hampir masuk kedalam gunung merapi. Bodohnya aku, karena keteledoranku hampir saja aku membuat kesalahan yang akan bebuntut panjang.
Setelah hampir setengah jam.
" Dish, udah selesai Dish, ayo bangun"
" aduh enak banget dech sumpah..maaf yaa aku ketiduran!
" gak pa pa mo Dish, udah biasa. "
" lanjut massage full body ya Purba??
" ia Dish.
Gladish bangun dari pahaku, dia tersenyum ke arahku. Gladispun melepaskan kimono yang ia pakai dihadapanku, aku keget dan syok.
__ADS_1
Dan