Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 57 # Teror Ruko


__ADS_3

Setibanya di Ruko.


" aku masih tak habis pikir sayang" ucap Gladis


" tak habis pikir apa??"


" itu yang meneror kamu, sehingga terjadi seperti ini!"


" siapa ya kira kira yang mengirim sihir??"


" aku penasaran "


" udah yaa Dish!! Yang penting aku udah sembuh!!"


Jangankan Gladis, sebenarnya aku juga sama penasaran dengan teror tersebut. Namun aku berusaha menyembunyikan kepenasaranku, karena tak mau melihat Gladis khawatir.


" ohh ia Dish kamu kapan ada pemotretan lagi?"


" yaa kira kira 3 hari maximalnya, minimalnya satu minggu lah"


" emang kenapa gitu?"


" enggak cuman nanya aja"


" ohh ia Dish.. Aku sebaiknya tinggal dimana yaa??"


" aku gak mau kaya gini, selama aku disini"


" emmmhh.. Kamu kepikiran omongannya pa.ustad ya??".


" ia dish"


" gimana kalau aku tinggal bersama karyawan cowo di mess??"


" jangan ahh"


" udah kamu disini aja dulu"


" besok aku mau nyuruh tukang untuk beresin satu ruangan buat kamu tinggali"


" sekarang kita tidur dul yuu, dari semalam kita kurang tidur"


" ohh ia dish.. Sebelum kamu tidur, aku mau titip pesan"


" Apa?"


" Kita rahasiain semua kejadian ini yaa. Kamu jangan bilang ke ibu atau Audi"


" aku gak mau mereka tau dan khawatir"


" lagi pula sakit kakiku masih terasa"


" ia... Aku ngerti ko"


********


Ke esokan harinya. Waktu menunjukan pukul 13.00 Wib.


Tak seperti biasanya Ruko sepi, terlihat semua karyawan Gladis rebahan sambil memegang Hp masing masing.


" aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" teriak salah satu karyawan Gladis dilantai atas"


Karena teriakannya sangat keras , semua karyawan Gladis berlari ke lantai atas.


" kamu kenapa? Tanya tukiyem"


" itu lihat!!"

__ADS_1


Karyawannya mengarahkan jari telunjuknya ke Matras, terlihat ada kotoran manusia yang sangat bau di penuhi belatung. Semua yang menyaksikan menutup hidung mereka dengan tangannya, termasuk aku dan Gladis.


Aku dan Gladis dan semuanya berlari kebawah karena jijik sekaligus takut kecuali tukiyem yang masih berada di atas.


" ini Ada apalagi yaa Purba " Tanya Gladis


" Apa ini masih ada hubungannya dengan kejadian kamu kemarin?"


" gak tau Dish aku juga bingung"


Terlihat tukiyem turun dari atas, dia membawa matras kemudian membawanya keluar Ruko.


" ada yang punya Cricket gak"


" Aku maubbbakar matras ini di belakang Ruko yaa Mbak??"


" perasaanku tak enak" ucap tukiyem!"


Aku mengerri apa yang di maksud Tukiyem. Pepatah orang tua jaman dulu, kalau dirumah tiba tiba ada kotoran, berarti kita sedang kena guna guna usaha dari orang yang sirik. Orang tersebut ingin usaha kita ancur. Tukiyem dan beberapa karyawan Gladis munuju belakang Ruko.


" sebaiknya kita tanyakan lagi ke pa.ustad yaa sayang??"


" aku aneh, kemarin kamu.. Sekarang??"


" Apa maksud semua ini ya?"


" Kita liat aja sampai besok, barangkali yang tadi kotoran tikus got Dish"


" tikus got??"


" Apa ini ada hubunganya dengan sepinya pelanggan dan pasien hari ini" ucap Gladis


" kamu jangan mikir sampai sana!!"


" jangan di kait kaitkan ahh"


*******


Ke esokan harinya.


Terlihat semua karyawan Vio sama seperti kemarin, mereka rebahan dan bermalas malasan karena belum mendapat pasien atau customer.


Ting teng Ting teng.. Bunyi bel


Terlihat tukang parkir menghampiri dan masuk ke Ruko


" maaf mak Gladis!! Kenapa dua hari ini kita tutup??"


" aku gak ada pemasukan nih"


" tutup?" dari kemarin kita buka ko"


" kemarin banyak yang kesini Mbak, tapi mereka balik lagi"


" kata mereka, mbak sendiri yang bilang"


Gladis kaget mendengar pernyataan tukang parkir tersebut, dia menatap ke arahku dengan wajah panik. Terlihat Gladis mengepalkan tangan nya, sebagai bentuk kemarahannya.


" Kita kembali lagi ke Pa.ustad yuu sayang "


" aku muak dengan ini semua"


" coba kamu telpon dulu Dish"


" kamu tanyakan dulu, barangkali dia sedang tidak sibuk"


Gladis segera menelpon Ustad yang kemarin me Ruqyahku. Gladis menceritakan kejadian hari kemarin dan hari ini. Terlihat raut muka Gladis memerah, Gladis menghela nafas panjang dan mengepalkan tangannya.

__ADS_1


" Apa kata ustad Dish??"


" ustad bilang, ini fiks sihir"


" ustad juga bilang dua hari lagi dia akan kesini"


" tadinya aku harap sekarang bisa datang"


" ya ustad juga punya kesibukan dish"


" semoga hari ini, Ruko ramai kembali yaa Dish"


aamiin" ucap Gladis sembil berjalan ke ruangannya.


*************'


Ke esokan harinya


*aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" Gladis berteriak sangat keras"


Aku bangun dari tidur panjang ku karena kaget dengan teriakan Audi .


" ada apa Dish" Tanyaku


Gladis berlari dan memeluku


" ada ular Purba " badannya bergetar seperti terkena setrum


" aku tidur dengan ular Purba "


" mana ularnya Dish??"


" di bawah selimut " ucap Gladis sambil menangis.


Aku segera menarik selimut! Benar saja, terlihat ila hitam sebesar pergelangan tangan balita. Di kepala ular tersebut terdapat tanda bulat berwarna emas.


Ular itu mau menyerangku, dia menjulurkan lidahnya dan mematuk matuk ketempat tidur dengan keadaan diam. Aku ambil sapu dan pengki untuk memukul ular tersebut.


Dug..... Duug .... Duug suara pukulan sapu menghantam ular di tempat tidur. Aku hatam ular tersebut beberapa kali, namun ular itu sangat cepat gerakannya, dan selalu berhasil menghindar.


" ihh licin banget itu ular !"


" aneh, pukulan kamu bisa ia hindari Purba "


" mungkin ini ular siluman " ucap Gladis


Ular itu terus menjulurkan lidahnya, sesekali mematuk matuk. Pandangan mata ular itu terus mengawasi pergerakanku.


Tak kehabisan akal, aku membisikan ke telinga Gladis " Dish coba kamu berjalan ke arah ke depan ranjang, kamu alihkan perhatiannya"


Gladis berjalan menuju depan tempat tidur, ular itu bergerak dan melirik Gladis.


" aku takut Purba " ucap Gladis


Ular itu meliak liuk ke arah Gladis, aku segera melipat sprai untuk menangkap ular tersebut! Terlihat ular itu bergerak gerak di dalam sprai. Tak menunggu lama, aku dan Gladis bergantian memukul ular tersebut menggunakan sapu dan gagang pengki.


" mati kau ... Mati kau ..mati kau " ucap Gladis sambil memekul mukul dengan pengki!! Karena belum puas, Gladis membawa talenan kayu dari dapur untuk memuaskan nafsu amarahnya, kemudian ular tersebut terus Gladis hantam.


Terlihat sprai putih yang di pukul Gladis kuar cairan berwarna hijau, bersamaan itu Gladis berhenti memukul. Kemudian aku cek perlahan dengan menggunakan sapu untuk membuka sprai tersebut.


Alhamdulillah.. Ular itu terkapar dan mengeluarkan cairan hijau, ekornya bergerak gerak sedang sekarat, sedangkan kepalanya hancur.


Aku ambil ular itu dengan sapu pengki, tiba tiba bulatan emas dari kepala ular tersebut jatuh di lantai. Aku segera mengambilnya dan kumasukan kedalam saku.


Aku dan Gladis keluar untuk membuang ular tersebut. Sesampainya diluar, Gladis menelepon p.ustad, dia menceritakan kejadian barusan, dan meminta nasihat ular ini harus di gimanakan.


Kemudian p.ustad menyuruh Gladis membakar ular tersebut, sebelum membakar Gladis di perintahkan untuk membaca taawudz, bismillah, dan kalimat tauhid.

__ADS_1


Gladis kemudian membakar ular itu setelah membaca kalimat kalimat Allaah. Dan ular itu kemudian lenyap seketika.


__ADS_2