Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 41 # valentine day


__ADS_3

Subuh ini terasa dingin, terlihat embun menetes di kaca jendela seperti air mata yang menetes di pipi. Aku menikmati secangkir kopi dan rokok tmyang terjepit di sela jari jari tangan kiriku.


" purbaaaaa sini turun " teriak ibu


Aku pun menghampiri ibu, terlihat ibu dan ke tiga adiku sedang menonton TV. Mereka asyik menyantap kuaci dan kue pancong.


" ada apa bu??"


" barusan Gladis Nelpon, katanya hp kamu gak aktip!"


" jadi dia Nelpon ibu"


" terus dia bilang apa??


" dia bilang, kamu aktipkan hp kamu Purba "


Aku mengambil tiga kue pancong, dan membawanya keatas. Aku aktipkan data hp ku!! Terlihat ada dua pesan masuk dari Gladis dan Audi, mereka sama sama mengucapkan happy valentine.


Aku hanya senyum sinis, karena aku bukan tipe orang yang selalu ikut acara beginian. Membalas mereka dengan emot mengedipkan mata, Audi kemudian membalas akan menjemputku sekarang.


Aku segera mandi dan segera bersiap siap.


Tak lama Audi pun sudah berada dinrumahku, terlihat sangat cantik di tanggal 14 februari ini. Dia memakai Jumpsuit bercorak batik dengan sepatu hak tingginya dengan rambut terurai di dadanya.


" happy valentine day sayang " ucap Audi sambil memeluk dan menciumku di depan ibu.


Entah kenapa hari ini aku tak seperti biasanya, aku merasa gak enak hati dari subuh.


" kamu kenapa sayang??"


" badan kamu terasa dingin, kamu sakit yaa??


" ahh cengeng lu Purba " kata ibu


Aku tak bisa bercanda seperti biasanya, gak enak hatiku makin terasa. Tiba tiba


Tok tok tok Assalamualaikum ...


" waalaikum Salam" Ibu bangkit dan berdiri membuka pintu.


" ahahahahhaha si cantik kembali, kapan kamu pulang ??


" berarti tadi nelpon udah di jalan yaa??"


Mendengar suara itu aku tak asing. Tiba tiba


" hai Purbaa apa kabar ??"


Astagfirullah... Ternyata Gladis.. Dia berjalan ke arahku melewati Audi dan memeluk dan mencipika cipiki kedua pipiku. Suasana seketika seperti di kuburan sepi dan hening.


Ibu tak seperti biasanya bercanda, dia mengajak ke tiga adiku untuk masuk ke kamarnya. Audi dan Gladis saling menatap dan tersenyum berat. Tiba tiba.

__ADS_1


" kenalin, aku Gladis temannya Purba !!


" owh ini yang namanya Gladis yang kamu suka ceritain" ucap Audi kepadaku"


" aku Audi "


" salam kenal yaa.. Kamu siapanya Purba??


" emmhh.. Aku temannya Purba "


Mendengar jawaban Audi aku mengerti, dari sorot matanya kayanya Audi tau kalau Gladis menyimpan rasa kepadaku, jadi dia berusaha menetralkan suasana.


" kamu kok gak bilang mau pulang dari Singapore sekarang Dish??"


" kamu kan bisa ngabarin dulu, jadi aku bisa mempersiapkan sesuatu gtu."


" kamu aja yang lupa kali, aku kan udah bilang dari hari kamis, aku akan balik k indo "


Ia juga.. Sekarang sudah 5 hari semenjak Gladis bilang. Terlihat Gladis dan Audi memakai pakaian yang sama, rambut yang sama. Dan yang pasti, mereka sama sama cantik bak bidadari.


" kita main bersama Yu??ucap Audi


" gimana mau gak Purba??" sahut Gladis


Aku bingung harus jawab apa! Audi dan Gladis terlihat sudah mengetahui ada yang gak beres denganku. aku menarik nafas dalam dalam, aku mencoba tenang, aku harus memutuskan hari ini juga untuk melepas salah satu atau ke duanya! Biar semuanya jelas, karena semua ini kesalahanku.


" ayo.. Sekalian biar kalian saling kenal, siapa tau nanti kedepannya kalian bisa jadi rekan bisnis."


" bawa!! Tapi aku bawa mobil kecil mini cooper "


" yaudah kita pake punya kamu aja ya Audi??"


" ia Purba "


Aku, Audi dan Gladis berpamitan ke ibu, kami segera berangkat menuju parkiran. Kami bertiga berjalan lewat gang rumahku melewati para tetangga super ghibah.


Kami berjalan seperti di adegan Charlie angel, semua mata tetangga tertuju ke arah kami. Terlihat bapak bapak gatel menggaruk garuk burung busuk peliaraannya memandang Audi dan Gladis sampai kupingnya di jewer istrinya.


Kami bertiga tertawa terbahak bahak melihat pemandangan itu.


Audi memberikan kunci Jeef nya ke padaku, kami bertiga masuk.


" Dish kamu di depan sama Purba "


" biar aku di belakang "


" mending kalian d belakang dua duanya, supaya kalian saling kenal "


" untuk hari ini aku full jadi supir hehehe "


Akhirnya Gladis dan Audi duduk di belakang. Aku segera menjalankan mobil dengan suasana hati yang tak karuan. Terdengar Gladis menceritakan asal usulnya kepada Audi, gladis bilang dia seorang model, awal pertemuanku dan Gladis karena gara gara aku ribut dengan Si Rambo LGBT, Audi pun tertawa mendengarnya.

__ADS_1


Kemudian Audi balik bercerita awal pertemuanku denganya, dia bilang kenal di PTM ketika cedera Audi kambuh dan aku yang menerapinya. Sampai saat ini, obrolan mereka aman.


" para angel..Kita mau kemana nich ??"


" ini udah di depan pintu tol!"


Terlihat Gladis dan Audi sedang musyawarah tentang kemana kita pergi.


" ke kawah tangkuban perahu Yu?? Ucap Audi


" nahh ia benar.. Aku belum sempat main kesana loh" ucap Gladis"


Gunung Tangkuban Parahu) adalah salah satu gunung  yang terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 20 km ke arah utara kota bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, Gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Bentuk gunung adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang Daerah Gunung Tangkuban Parahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 17oC pada siang hari dan 2 °C pada malam hari.


Akhirnya kami tiba. Tercium bau belerang ketika kami membukakan pintu.


" hahahaha "


" kamu menertawakan apa Purba??" Tanya Gladis


" kalian kesini salah costum hehe, dandanan kaya gini cocoknya ke mall atau kondangan kali "


" biarin aja ya Dish" kita tuh harus terlihat beda, meski ngaco haha hahahah "


Gladis segera memberikan Hp I phone terbarunya, dia memintaku memeto Gladis dan Audi d Jeef yang berlatar asap yang keluar dari perut bumi. Tak lama beselang kami berselfie ria bertiga.


Entah lupa atau terbawa suasana, Gladis dan Audi berfose mencium pipiku. Suasana kegelapan pun mulai terasa, Audi dan Gladis saling pandang. Aku pun berusaha menetralkan suasana.


" kita berjalan menuju lembah nya yuu ?"


Kamu bertiga berjalan menuju lembah, karena jalan menukik kebawah di sertai be batuan, akhirnya kami saling pegangan tangan dengan posisi Audi paling depan sedangkan Gladis paling belakang.


Terjadi insiden yang sangat mendebarkan, ketika Gladis terpeleset dan hampir jatuh ke be batuan, dengan sigap aku menangkap memeluk Gladis hingga terjatuh. Badanku tertimpa tubuh Gladis dan tanpa sengaja bibir kami beradu di saksikan Audi.


Terlihat Gladis langsung bangkit dan membersihkan kerikil dan kotoran yang menempel di kulit dan Jumpsuit nya.


Sedangkan Audi menolongndengan mengulurkan tangannya untuk membantuku bangun, karena badanku sedang sakit, dan Audi memakai sepatu hak tinggi. Bukanya aku yang bangkit, malah Audi yang jatuh di atas tubuhku, sehingga tak sengaja mencium pipiku.


Gladis segera membantu Audi terbangun, sedangkan aku berusaha bangkit sendiri. Suasana hatiku makin kacau melihat pemandangan ini.


" lebih baik sepatu kalian buka ya ??"


" supaya adil, aku juga buka sepatu ku, bias sepatu kalian aku tenteng."


" ia nih bener kata Purba..kita salah kostum heheb." ucap Audi


" kita kembali ke atas aja yuu??kita ambil fotonya dari atas, terlalu berbahaya disini." sahut Gladis.


Akhirnya Gladis dan Audi bersitegang, Audi mau melanjutkan ke lembah, sedangkan Gladis mau kembali ke atas.


Tiba tiba

__ADS_1


__ADS_2