
Seminggu kemudian.
Aku dan Gladis akhirnya sampai di Bandar Udara El Prat kota Barcelona, Catalonia Spanyol untuk bulan madu. Setelah 20 jam lebih perjalanan badan aku dan Gladis terasa pegal pegal.
Aku yang baru pertama kali melakukan penerbangan jauh sampai sampai muntah 3 kali. Tak seperti Gladis yang sering keluar masuk luar negri.
" gimana perjalanannya sayang?? Tanya Gladis menertawakanku"
" Cape banget Dish! Ucapku sambil membawa koper "
Aku tak menyangka bakalan menginjakan kaki di kota tempat club yang aku tak suka Barcelona. Untungnya Lionel Messi sudah tidak ada! Pemain sepakbola asal argentina yang kontroversi itu.
Terdengar di telingaku obrolan penduduk lokal dan turis mancanegara yang tak aku mengerti sedikitpun.
Aku dan Gladis berjalan keluar bandara, Gladis memutuskan untuk mencari Hotel untuk kita beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh.
" Kamu mengerti omongan mereka Dish?? Tanyaku"
" ya kalo yang pake bahasa inggris ngerti lah, tapi kalo bahasa yang lain enggak! jawab Gladis sambil menjulurkan lidahnya meledeku "
Aku dan Gladis menaiki taxi menuju Hotel Inter Continental an IHG. Selama di perjalanan aku terkagum dengan tata letak kota yang bersih di sepanjang jalan, beda dengan kota dan negara yang aku tempati.
Otaku traveling kemana mana, di sini hampir semua wanita memakai pakaian sexy.
" Kamu liat apa suamiku??" ucap Gladis sambil menjewer telingaku "
" aduuuuuduuuuh sakit Dish " ucapku sambil mengusap ngusap telinga"
" Mata kamu jaga yaaa! Jangan jelalatan melulu! Kamu sudah menjadi imamku yang sah" ucap Gladis sambil mencium tanganku"
Akhirnya kami sampai di Hotel. Gladis terlihat seperti orang bule, dia tawar menawar dengan supir taxi yang akan memanfaatkan kami! Beruntungnya Gladis bisa meminimalisir keadaan, sehingga kami tidak tertipu dan di peras"
Aku terkesima dengan hotel inter Continental yang ada di depanku! Aku mengabadikan dengan berfoto selfie dengan Gladis dengan latar Hotel tersebut.
" ayo masuk sayang " ucap Gladis sambil menarik tanganku yang sedang merekam keadaan sekitar"
Setelah berada di dalam Hotel, Gladis berjalan menuju resepsionis. Dia berbincang bincang dengan bahasa inggris yang sudah ia kuasai.
Tak berapa lama Gladis memanggilku dan berjalan ke kamar yang sudah di pesan. Kami berpapasan dengan banyak turis asing, mereka tak seperti kami yang ramah dan selalu tersenyum.
Aku dan Gladis tiba di kamar! Aku terkesima dan kagum dengan kamar yang Gladis pesan. Ruangan dan tempat tidur sudah sesuai tema bulan madu, semua serba putih dengan kelambu yang menutupi temlat tidur. Lukisan pemandangan menempel di dinding sama seperti TV tipis. Pemandangan jendela dan balkon langsung menghadap ke pantai.
" ini berapa semalamnya Dish?? Tanyaku sambil membaringkan tubuh di kasur"
__ADS_1
" lumayan lah, sama dengan biaya seminggu di hotel Indonesia! Jawab Gladis sambil tersenyum"
" apaaaa?? Aku kaget dan bangkit dari berbaring"
" 5 juta Dish??
" ia sayang "
" gak papap kali! Kamu tenang aja"
Aku yang mendengar biaya sehari di Hotel ini menelan ludah. Berbeda dengan Gladis yang sudah terbiasa! Aku lupa bahwa sekarang aku udah bagian dari Gladis!
Gladis pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh dan mengganti pakaiannya! Sedangkan berjalalan ke arah jendela dan menatap pemandangan keluar.
" terima kasih Tuhaaaan! Aku tak menyangka dan bermimpi akan menginjakkan kaki di Barcelona " gumam ku sambil menghisap sebatang rokok"
**********
" Cepetan sayang" ucap Gladis yang sudah tidak sabar ingin menikmati suasana malam di pantai Barcelona"
Gladis terlihat cantik dengan kemeja panjang senada dengan hotpant dan sepatu kets nya nya! Rambut panjangnya terurai di area payu..daranya yang terbelah dan timbul sedikit keluar akibat kancing kemeja yang tidak semua di pakai.
" Kamu kenapa pakai singlet doang sayang?? Tanya Gladis"
" di luar pasti gerah Dish!! Ini kan pantai ucapku sambil mengikat tali sepatu"
Terlihat dan terdengar para wisatawan asing sedang bernyanyi dan berjoget bersama di pinggir pantai. Aku dan Gladis duduk bergabung bersama mereka.
Aku dan Gladis terbawa suasana bernyanyi dan berjoget ria. Aku dan Gladis di hampiri pelayan restoran, kemudian Gladis memesan menu makanan dan minuman yang khas Pantai kota Barcelona.
" Dish terimakasih yaa untuk semuanya! Ucapku sambil mencium tangan Gladis di kursi berpayung menghadap pantai"
" aku yang harusnya berterima kasih Purba ! Jawab Gladis sambil berkaca kaca"
" aku sudah 3 kali gak jadi menginjakkan kaki disini, wasilahna lewat kamu akhirnya ini bisa terwujud"
" maksudnya?? Tanyaku terheran heran"
" dulu aku pernah berdoa, aku hanya ingin kesini bersama orang yang aku cinta"
" dan akhirnya Tuhan mengabulkannya "
Terlihat pelayan restoran menghampiri kami! Ia menghidangkan makanan yang Gladis pesan.
__ADS_1
" kirain makanan khas pantai disini beda, ternyata sama aja yaa Dish " ucapku melihat cumi asam manis dan lobster yang sudah di reka reka"
" ia lah, namanya juga pantai" ucap Gladis sambil tertawa"
" yg beda itu tempat dan harganya sayang" tambah Gladis sambil masukan roti mirip pizza ke mulutnya"
Aku dan Gladis makan dengan lahap, rasa dari makan laut ini sebenarnya tak cocok dengan lidahku. Kalu ada sate dan nasi padang disini, aku lebih baik mesesan keduanya gumamku"
Setelah melahap habis semua makanan, aku dan Gladis berjalan menuju tebing sambil bergandengan tangan.
" masya Allaah " ucap Gladis melihat bulan dan bintang Setalah sampai di atas tebing!!
" bukannya seperti berada di bawah kita ya sayang" ucap Gladis sambil membentangkan kedua tangannya seperti Rose di film titanic"
Kemudian aku memeluknya dari belakang dan membisikkan di telinganya"
" jika ada milyaran lelaki yang mencintai kamu, maka sah satunya ada aku"
" dan jika hanya ada satu lelaki yang mencintai kamu, maka lelaki itu adalah aku"
" dan jika tidak ada lelaki satupun yang mencintaimu, berarti aku sudah tiada"
Mendengar kata kata dariku, Gladis berbalik memghdapku! akubdan Gladis berci...uman di bawah sinar bulan dan bintang. Dunia terasa milik aku dan Gladis, karena kebetulan malam ini di tebing hanya ada aku dan Gladis.
Aku dan Gladis saling berbalas silatan lidah sambil berdiri! kedua tangan Gladis berada di belakang leherku, sedangkan kedua tanganku berada di belakang diatas bo...kong Gladis.
Hembusan angin dan debutan ombak menambah suasana kemesraan kami. Aku menoleh ke sekitaran, terlihat suasana mendukung.
Kemudian Gladis membaringkan tubuhnya di atas rumput yang bergoyang, aku duduk di sampingnya sambil menikmati sebatang rokok.
Sebenarnya aku ingin sekali berjibaku menikmati kerang ajaib Gladis di atas tebing ini, namun aku takut ada orang yang melihatnya. Sehingga aku dan Gladis hanya menikmati persilatan lidah doang.
Setelah agak lama dan mata sudah terasa rapat karena mengantuk. Aku dan Gladis memutuskan kembali ke hotel untuk beristirahat.
Sesampainya di kamar, Gladis berjalan dan masuk kedalam kamar mandi! Aku yang tak mau kehilangan momen bulan madu, mengikuti dari belakang.
" hayooohh mau apa?? Ucap Gladis sambil membuka kancing kemeja dengan jari jemarinya"
Gladis membuka tali penyangga ke dua gunung kembarnya! Tak hanya itu Gladis juga membuka hotpant dan penyangga kerang ajaibnya.
Dia memutar tuas sehingga keluar air dari shower! Aku segera melucuti semua pa..kaianku, dan bergabung bersama gladis L.
Aku peluk Gladis dari belakang, dan memainkan kedua gunung kembarnya! Ku rem..as rem..as payu..daranya sesekali memainkan kedua pu...tingnya.
__ADS_1
Gladis menengadahkan kepalanya ke atas, kemudian kumalinkan indera perasaku di area kuping dan lehernya.
Gladis