Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 11 # snorkeling


__ADS_3

Astaghfirullaah..


Gladis keluar dengan memakai bikini serba hitam.


" santai aja kali Purba,, seperti melihat setan aja hihihi


" bahkan, semalam lebih dari ini


" pake acara pegang pegang pula


" meraba raba pula ahahahah


" beda kali dish


" siapa juga yang nyuruh


" aku hanya melaksanakan kewajiban, yang menjadi hak kamu dish


" ia bawel...


" ayo cepet ganti baju dulu gih,, aku gak sabar ingin main di pantai


" ganti baju?? Tinggal buka kali dish


Aku segera membuka kaos dan jeans di depan Gladis, Gladis terlihat menelan ludah penuh makna ketika melihat tubuh Sixpack dan bulu dadaku. Ditambah lagi aku hanya memakai boxer lacozte.


" ko malah bengong sich dish?? Seperti melihat Goong Yoo aja heheh


" wooy wooy sadar wooy


" ehh iyaa.. Apa tadi kamu bilang purba??


" hahahah dasar,, pikiran kamu barusan traveling kemana dish??


" emang kamu doang yang punya body bagus?? Heheh


" ia ia ia dech hayuuuk kita berangkat..


" bentar.. Kamu merem dulu dish


" apaan sich purba?? Jangan lakuin hal hal aneh loch


" udah diem aah, nurut aja..


Gladispun memejamkan mata. aku mengeluarkan kain pantai, aku tutupi bagian pinggang Gladis yang hanya memakai bikini. Kemudian aku bisikan di telinga Gladis


" maaf ya dish body kamu itu terlalu mahal Dish


" kalo aku jadi kamu, aku kan menjaga kehormatanku hanya untuk orang yang aku cintai dan aku sayangi.

__ADS_1


Mendengar itu dari mulutku, Gladis langsung memeluku dengan erat.


" baru kali ini ada orang perhatian sama aku Purba"


" terima kasih yaa purba"


Gladis mengeluarkan jumpsuit dari ranselnya, kemudian dia memakai membaluti bikininya.


" kalo begini ok gak purba??


" nah ini baru wanita karir terhormat... Ayo kita mantaiiiiiii dish


" lets gooooooooo


Aku dan gladis berlari ke tepi pantai.


Kejernihan air di pantai Pulau Peucang ini sangat menawan. Terlebih lagi, pasir putih yang halus membuat traveller seperti aku dan Gladis merasa ingin lebih lama berada di Pulau Peucang.


Karena alamnya benar-benar terjaga, aku dan Gladis bisa melihat segerombolan ikan yang berkerumun saat mencari makan mendekati dermaga.


" masya Allah yaa dish, ternyata di sini terdapat Amazon mini yang bisa untuk snorkeling dan canoeing"


" ia ya.. Jadi Tak perlu jauh-jauh ke sungai Amazon yang sesungguhnya purba ahahahah


" jadi sekarang kita apa dulu dish??"


Gladis memutuskan untuk snorkeling di lokasi Legon Sumino. Untuk sampai di lokasi tersebut Gladis menyewa perahu dengan harga yang cukup wah menurut aku.


Aku dan Gladis akhirnya berangkat menaiki perahu yang baru saja Gladis sewa dari warga sekitar. Sejauh mata memandang, terlihat gunung gunung mengelilingi kami, air laut seperti tak bertepi. Aku dan Gladis saling bergandengan tangan menikmati perjalanan, dunia terasa seperti milik aku dan Gladis saja.


Menurut si abang perahu.


Berada di dekat garis pantai Pulau Peucang, Legon Sumino menjadi salah satu spot snorkeling yang menawan untuk aku dan Gladis serta wisatawan lainnya. Ketika keadaan pasang, air laut akan mengalami kenaikan yang mengakibatkan kedalaman kawasan ini menjadi 1 – 2 meter.


Dengan air yang begitu jernih, aku dan Gladis bisa melakukan snorkeling dengan begitu leluasa. Terumbu karang yang beranekaragam ditambah dengan biota laut yang bervariasi akan menjadikan kegiatan snorkeling aku dan begitu berkesan. Aku jadi tak sabar ingin segera sampai.


Perairan di Legon Sumino juga cukup tenang, tanpa ombak yang besar. Hal ini menjadikan kawasan ini sangat aman untuk melakukan snorkeling. Terlebih lagi bagi pemula seperti aku dan Gladis. kawasan ini akan sangat cocok untuk latihan.


Akhirna kami pun sampai.


" ini peralatan untuk senorkeling nya om" sambil memberikan Sepatu katak, Penutup wajah. Cerobong udara dan jaket pelampung.


" makasih yaa bang, ikut juga dong temanin kita bang"


" aku disini aja nunggu perahu"


" ok bang.."


Aku dan gladis segera memakai sepatu katak, penutup wajah, dan cerobong udara. Dari kejauhan Terlihat perahu dari wisatawan lokal dan luar negri, mereka sudah siap untuk senorkeling. Aku dan Gladis pun bersiap siap.

__ADS_1


1...2...3 aku dan gladis loncat dan masuk ke dalam air


Masya Allaah.. Aku dan gladis menyelam dengan jarak berdekatan, aku siap siap mengabadikan momen dengan memfoto dan vidio dengan hp mewah milik gladis yang anti air.


Terlihat terumbu karang yang masih terjaga keasriannya, Gladis pun berfose disana ku foto, kami terus menyelam kebawah bersama ikan ikan kecil yang beraneka ragam dan beraneka warna, tak lupa aku memvidio momen Gladis menyelam berenang bersama ikan ikan.


Terlihat wisata lokal dan asing yang tadi aku lihat diatas perahu, kami berpapasan dan saling memberi kode untuk tetap hati hati.


Kami pun tiba di dasar, dengan berdiri diatas pasir, Gladis memberi kode ingin berfoto selfie. Aku pun segera menghampiri, aku dan Gladis berselfie ria bersama ikan di dekat terumbu karang.


Momen ini sangat berkesan untuku, tak lupa aku mengucap syukur atas segala yang aku nikmati sampai saat ini, aku tak pernah berfikir bisa bertemu dengan Gladis dan berpetualang bersamanya seperti ini. Terima kasih yaa Allaah.


Gladis memberi isyarat untuk menyudahi senorkeling ini, Gladis menghampiri dan memegang tanganku, kemudian kami berenang ke atas menuju perahu.


" purba... Makasih yaaa"


" hari ini aku bahagia banget,"


" hari ini tak akan akan pernah aku lupakan dan akan" menjadi kenangan selama hidupku."


" harusnya aku yang bicara begitu dish"


" aku tak menyangka, yang tadinya hanya diam dikampung sekarang berpetualang dish"


" sekali lagi makasih yaa dish"


" udah woooy ayo cepat naik udah mau maghrib nih, ucap siabang perahu"


"Hahahahah.. Ia bang, bantu kita naik dong" sambil mengulurkan tangan"


Kamipun bersegera pulang.


Diperjalanan menuju pulang aku dan Gladis disuguhi pemandangan sunrise, maha suci Allaah dengan segala ciptaannya.


Aku dan gladis di foto di depan perahu mirip Jack & Rose di film titanic. Terlihat juga sekawanan burung yang sedang mencari makan meluncur dari atas masuk kedalam air. Terlihat juga perahu dari pengunjung yang lain, yang sama menuju ke arah Dermaga untuk kembali ke penginapan.


Sesampainya di Dermaga aku dan Gladis segera ke Warung warung tepi pantai, aku dan Gladis memesan kelapa muda.


" purba.. Kamu mau makan apa sekarang??


" terserah kamu dish,


" tp cocoknya seafood sich dish heheheh


" yaudah kita pesenin dulu yuuk!! terus kita sholat dulu, mempung masih ada waktu purba.


Gladis akhirnya memesan lobster bakar, cumi bakar, kakap merah pedas asam manis , tak lupa Gladis memesan kerang ekstra pedas gurih asam manis. kamipun berangkat ke mushola terdekat.


Aku dan Gladis masuk toilet yang bersebelahan, kami segera mandi untuk membersihkan tubuh dari bau amis air laut.

__ADS_1


__ADS_2