Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 48 # Cottage II


__ADS_3

Dan akhirnya Audi menghampiri dan duduk bersamaku di depan tungku pembakaran. Telapak tangan aku dan Audi mendekat ke bara api.


" dari kemarin aku salah kostum mulu yaa Purba "


" cuaca dingin kaya gini, malah pake hotpant"


" begonya aku karena cinta "


Kemudian Audi menyandarkan kepalanya di bahuku, di bercerita bahwa dia sangat ingin bertemu dengan ke dua orang tua aslinya. Aku iba mendengarnya, lalu ku peluk untuk menenangkannya.


Cuaca semakin mendukung, Audi bangkit dan menariku ke tempat tidur. Dia membuka hoody dan kaos yang aku pakai, kemudian aku balas dengan membuka satu persatu kancing kemejanya.


Terlihat belahan dada Audi yang mengembang karena tali penyangganya. Audi membaringkan aku serta menarik selimut, aku dan Audi berbalas silat lidah. Suasana yang hening dan dingin, kini mulai terasa hangat.


Audi memainkan jari jemarinya di area dadaku, salah satu kakinya menggesek gesek burung peliaraanku dengan lutut dalamnya. Aku Melakukan itu dengan sangat lama.


Kemudian Audi membuka jeans dan boxerku, dia memegang dan mengocok sejenak burung peliaraanku! Kemudian dia mempermainkan kepala burung peliaraanku dengan lidah pandangnya, dia menatap ke arahku dengan penuh hasrat dan muka menggoda.


Audi membuka tali penyangga kedua gunung kembarnya, ia menjepit burung peliaraanku dengan kedua gunung kembarnya. Seketika terasa seperti semut sedang berdemo.di sekujur tubuhku.


Aku jambak rambut panjangnya, kemudian ku gerakan keatas dan kebawah secara perlahan kepala Audi, aku menengadahkan kepala ke atas sambil bersuara karena kenikmatan tersebut.


Lalu Audi membuka hotpantnya, kemudian dia berbaring dan membuka rumah kerang ajaib ya dengan kedua jari telunjuknya. Aku mainkan indra perasaku di kacang ajaib miliknya, indra perasaku bergerak ke kanan dan ke kiri.


Tak lupa ku mainankan jari jemariku di kedua penutup pegunungan Audi, dia bergerak gerak seperti menikmati aksi panggung indera perasa dan jari jemariku. Dia bersuara lembut di tengah kesunyian dan cuaca dingin ini.


Audi bangkit dan memposisikan badannya membelakangiku, kemudian ku masukan burung peliaraanku ke dalam kerang ajaib milik Audi lewat belakang! Aku bergerak kedepan dan belakang, sesekali aku bergoyang dan menekan.


Aku jambak rambut panjangnya hingga Audi menengadahkan kepalanya keadas dengan suara yang begitu merdu.


Aku melepaskan burung peliaraanku, terdengar suara mirip kentut dari kerang ajaib milik Audi. Audi tertawa dan suara itu mengikuti nada Audi tertawa. Mungkin bagi Audi ini terlihat aneh dan lucu karena pengalaman pertamanya style seperti ini, beda denganku yang selalu ahli dengan bidangnya.


Di tengah Audi yang sedang berbaring dan tertawa, kemudian kumasukan kembali burung peliaraanku ke sangkar kerang ajaib Audi. Ku letakkan kedua kaki Audi di bahuku, kemudian ku gerakan dengan sangat cepat keatas dan kebawah.


Terdengar bunyi plok plok plok akibat benturan raja burung dan ratu kerang. Audi menggigit gigit bibir tipis bawahnya sambil membentangkan kedua tanganya, sesekali dia bersurasa seperti tersendad makanan.


Karena mulai pegal, Audi membaringkan aku. Kemudian dia memasukan burung peliaraanku, dan duduk di atasnya. Dia bergerak keatas kebawah dengan suara rintihan yang memecah sunyinya malam.


Kedua gunung kembarnya seperti ombak banyu di komedi putar, terlihat sepet terkena gempa dan mau longsor! Segera aku menyelamatkan dengan memegang kedua gunung kembar tersebut, kemudian penutupnya ku tahan dengan kedua telunjuk dan ibu jari. Kuputar putar sampai Audi bergerak dan menjerit jerit ke enakan.


Dia bergerak dan bergoyang semakin cepar dan lincah " ahh ahhh ahhh aahhhh" dia menengadahkan kepalanya ke atas, sesekali membetulkan rambutnya. Dia makin cepat dan memegang kedua lutuutku " ahhh ahhhh ahhhha ahhhhhhhhhhhhhhh"


Audi sudah mencapai titik puncaknya, dia bergoyang goyang dengan pelan. Kemudian ku baringkan Audi dan kumasukan kembali burung peliaraanku, Dengan nafas yang terengah engah, Audi bersuara mesra kembali karena gerakan burung peliaraanku yang bergerak cepat.


Aku dan Audi saling berbalas bersilat lidah dengan satu tanganku memeluk leher Audi. Audi terlihat semakin me lemas, aku kembali bergerak dengan cepat.


" iyah Purba seperti itu iah iah iah "


" like it baby.. Emhhhh emmmmh emmmhhh "


" terus teruz teruz emmmm emmmm emmm "

__ADS_1


" ahhhhhhhhhhhhhhh ahhhhhhhhhh ahhhhhhhh "


Burung peliaraanku kembali mengeluarkan muntahannya di rumah kacang Audi untuk kedua kalinya.


Audi memeluku sesekali menggaruk garuk dan punggungku.


Nafasnya masih terengah engah sesekali menggigit gigit bahuku. Aku masih berada dalam pelukannya sesekali menekan nekan burung peliaraanku yang masih mengeluarkan sisa sisa muntahan ya.


Kemudian kutarik keluar burung peliaraanku, terlihat cairan muntahan burungku keluar dari rumah kerang Audi. Aku mengambil kaos dalamku, kemudian Audi membantu mengelapnya. Dia bangkit dan duduk serta bergerak gerak untuk mengeluarkan sisa muntahan burungku.


***********


Aku menyeduh susu dan kopi untuk menghangatkan tubuh di pagi ini, tak lupa aku menghidangkan roti dengan selai strawberry dan coklat untuk Audi yang masih tertidur pulas.


Aku nyalakan sebatang rokok untuk membantu menghangatkan suhu tubuh.


" ihhhh bau rokok "


" matiin ahhhh aku masih ngantuk"


" bangun dong "


" pulang yuuhuuu "


" aku ada jadwal hari ini "


" ahhh gak mau"


" aku ganti pendapatanmu hari ini dan besok, asal kamu temenin aku sampai nanti pulang sore "


Aku seperti tahanan kembali, ini kali kedua aku seperti terpenjara. Ini hal yang paling aku benci, aku tak mau hidupku diatur atur. Namun apa daya, aku tak bisa menolak dan mengamini keinginan Audi.


*********


" sekarang kita kemana Audi "" tanyaku sambil mengemudi"


" emh..... kayanya ke Caffe dekat sini aja ayaa"


" kita makan, ngobrol sambil Live musik"


" seru kayanya"


" Yang enak yang seru murah gak apa apa??"


" emang disini ada??"


Aku membawa Audi ke Cowboy Tjipelah, caffe ini bernuansa kampung!! Caffe out door ini menyajikan makanan makanan jadoel yang sudah bertransformasi jadi moder, disii juga ada live musiknya.


Setibanya disana terasa suasana khas film Cowboy, terlihat topi cowboy dan andong menyapa kami ketika masuk. Suasana semakin ramai ketika para pengunjung ikut bernyanyi bersama personel Band Cowboy Tjipelah.


Aku berjalan diantara pengunjung, mereka melihat kami sangat aneh, khususnya Audi yang lagi lagi salah kostum!

__ADS_1


" aku malu Purba di perhatiin seperti ini!!


" makanya lain kali kalo main bawa salin, kamu kan bawa mobil !! Apa susahnya sii!!"


" orang lain pake baju tebal, ini kaya mau konser Black Pink aja "


" ihh kamu "


Kami memesan makanan khas Cowboy Tjipelah kue balok coklat dan cireng sambal asam manis, serta tambahannya spaghetti dan ayam geprek.


Kami ikut bernyanyi dengan pengunjung lain, kami terbawa suana dalam alunan lagu fiersha bashari.


Aku merasa kesal dengan Vokalis Band yang ada di depanku, dia tak berhenti memandang Audi sambil bernyanyi.


" kayanya dia menyukaimu Audi"


" siapa??


" itu, vokalis yang cungkring mirip pensil dua b"


" kamu cemburu yaaa"


" enggak lah masa aku doyan yang begitu "


" hanya kamu Purba, tak ada yang lain "


" hmmm"


Kali ini aku di buat nyaman oleh ucapannya, terlihat Audi berusaha untuk meyakinkan akun agar tetap bersamanya! Entahlah.


" Gladis gak ada mengabari sayang??"


" apa?? Gladis !!"


" ia Gladis.. Kemarin kamu ngapain aja sama Gladis?"


" ohh maaf aku sudah lancang"


" tak seharusnya aku berbicara seperti itu"


" gak lah, gak apa apa"


" kamu ber hak menanyakan itu"


" coba kamu tanya aja sama Gladis"


" dia udah tau ko, kalau kita menjalin hubungan"


" gak aahh"


Akhirnya pesanan makanan kami datang, aku dan Audi langsung menyantapnya. Nikmat pedas asam manis dari cireng, mengingatkan aku kepada rasa mpek mpek Palembang. Kue balok coklat juga mengingatkan aku kepada bolu black flores.

__ADS_1


Tiba tiba


__ADS_2