
Gladis menghangatkan mobil, sedangkan aku memasukan barang barang ke jok bagian belakang. Aku dan Gladis kembali melanjutkan perjalanan pulang ke tempat usaha miliknya.
" gimana sayang kamu senang banget gak??"
" alhamdulillaah Dish, makasih yaaa??
" yang bilang gitu harusny aku sayang "
" ohh ia, kapan kapan kamu bejajar mobil yaa?? Jadi untuk kedepannya kamu yang nyetir, masa kau terus hehehe"
" oke..
Ini hari ke 6 aku bersama Gladis, besok adalah hari terakhirku bersama Gladis. Sebenarnya aku tidak mau jauh jauh dari Gladis saat ini, tapi aku sadar, Gladis berbeda denganku. Dia orang yang sangat sibuk, berbeda denganku yang hanya tukan pijat panggilan.
Ohh ia aku lupa, Gladis pernah menawariku untuk kerja di tempat usaha miliknya, dan aku juga belum sempat memberikan jawaban.
Disini aku dilema, disisi lain aku tak mau jauh dari Gladis, dilain sisi aku tak mau melakukan perzinahan terus. Aku melihat Gladis seperti wanita hypersex, dan kalau aku terus berada disisinya, aku akan jadi boneka *** nya.
" Dish.. Aku mau tanya sesuatu boleh?
" boleh banget sayang"
" besok hari terakhirku berada di jakarta, jujur saja sih aku gak mau pulang dulu, aku udah merasa betah Dish"
" ya jangan pulang lah kalo masih betah"
" bentar bentar, masih betah sama aku maksusnya ya?? Gak mungkin kan betah yang lain" heheh
" ia gitu maksudnya hehehe."
" ohh ia Dish, apa kamu gak kepikiran untuk nikah gitu"
" nikah?? Aku masih betah sendiri sayang, tapi gak tau dengan mamah"
" kamu itu kerja punya, tempat usaha punya!! Kamu udah mempunyai semuanya dish, kamu tinggal punya suami!!
" aku takut gak bebas seperti hari ini sayang!! emang kamu sudah siap menikah??
" maksud aku gini Dish, dengan menikah kamu akan terhindar dari terus melakukan zina Dish"
" apalagi kamu sekarang sudah tau gimana nikmatnya berhubungan intim Dish."
" maaf kalo bicaraku salah"
" perkataanmu tak ada yang salah, semua benar!!"
" aku mau tau kedepanya hubungan kita kaya gimana Dish"
Saking seriusnyA mengobrol, tak terasa kami sudah sampai di tempat usaha milik Gladis! Terllihat banyak kendaraan di area parkir, akundan Gladis masuk dan berjalan ke ruangan kantornya.
" bentar lagi udah mau adzan dzuhur, kamu mau rebahan dan istirahat dulu apa gimana??" atau kita pesan shopee food aja??.
__ADS_1
" ia Dish aku perutku sudah lapar, sambil rebahan kita nunggu makanan hehehe"
Gladis menyalakan Tv dan memutar music di youtube, aku berbaring di kursi lipat dan membalas chat yang masuk dari ibu dan teman temanku.
Tok tok tok
" silahkan masuk"
" maaf menganggu waktunya bu Gladis, saya mau menyerahkan laporan akhir bulan.
" silahkan duduk nur. Coba presentasikan"
" baik bu. Ini laporan yang masuk sampai siang ini"
" bulan ini pasien yang masuk kurang lebih 800 orang!! Kebanyakan pasien melakukan treetmen paket 1 bu, sedangkan paket lain hanya 11 Orang.
" kamunudah hitung semua jumlah pemasukan dan pengeluaran?? Dan gaji untuk semua karyawan udah kamu siapin?? "
"Sudah bu"
" untuk salon gimana?? Udah kamu cek dan hitung??"
" belum bu" nanti ashar ingsya Allaah beres bu, aku belum semlat larena hari ini ramai banget.
" yaudah aku tunggu laporan selanjutnya,, makasih yaa nur!!
" ohh ia untuk door prize,. Mungkin lusa yaa, aku belum sempat soalnya.
" waalaikum salam.
********
" sayang.. Sayang.. Bangun"
" ini udah jam dua loh, cepet sholat giih, tuh makanannya juga udah keburu dingin"
" kamu capek yaa, dari tadi di bangunin susah"
"astaghfirullaah jam dua"
Aku kekamar mandi dan mengambil wudhu. Dengan masih ngantuk aku duduk di atas closet. Aku merenung kenapa perjalanan hidupku jadi begini, seminggu ini aku. Sholat terus maksiat jalan. Astaghfirullaah.
Aku segera bangkit mengambil air wudhu, terlihat Gladis sedang makan ramen sambil menonton film horor di youtube, disebahnya terlihat minuman boba. Dan aku pun sholat.
" sayang barusan Cleo chat, aku dan kamu di undang ke acara ulang tahunnya entar malam."
" acaranya diadakan di rumah pacarnya"
" kebetulan lokasinya gak jauh dari sini"
" ohh gitu yaa.. Oke"
__ADS_1
" sini duduk, aku suapin kamu."
Semakin hari Gladis semakin perhatian, dia selalu memanjakan aku, dan membuatku nyaman. Hari ini Gladis seperti biasa kelihatan cantik, dia memakai kemeja putih panjang sampai diatas lutut, sedangkan bawahannya hanya memakai CD.
Aku menghampiri dan duduk disebelahnya, Kemudian Gladis menyuapi aku ramen.
" ohh ia sayang nanri abis ashar kita ke butik langgananku yah,. Gak jauh kok tempatnya"
" kita membeli baju untuk ke pesta ulang tahunnha Cleo, sekaligus cari kado"
" baik dish"
Aku dan Gladis menonton film Pengabdi Setan, Gladis menyandarkan tubuhnya ke tubuhku, kemudian aku memeluknya dari belakang. Aku sisir sisir rambut panjang Gladis, aku pijat pijat leher dan punggungnya. Terdengar sura sendawa, menandakan Gladis masuk angin.
" aduh enak banget sayang"
" sampai merinding semua badanku, pas dipini area leher"
" kamu masuk angin sayang, kecapean juga, apalagi angin dari ac mobil.
" kamu jangan kecewain aku yaa?? "
" kalo kamu perlu sesuatu, kamu tinggal bilang"
Aku berfikir ini seperti mimpi, aku tak percaya dengan semua ini. Aku yang hanya seorang tukang pijat panggilan bisa merebut hati seorang wanita karir.
Terdengar adzan Ashar, Glasis beranjak dari kursi dan berjalan menuju tempat mandi. Sedangkan aku menghabiskan ramen dan boba. Gladis keluar dari kamar mandi dan melaksanakan sholat. Kini giliranku berjalan ke kamar untuk wudhu, dan bersegera melaksanakn sholat.
Terlihat Gladis baru selesai melaksanakan sholat, dia berjalan dan duduk di kursi menghadap cermin. Kemudian aku melaksanakan sholat.
" sayang coba penampilanku"
" bagus gak?? Jujur ya!! "
Gladis terlihat sexy dan feminim memakai kemeja putih panjang tadi dengan tas hitam kecil yang selendangkan di pundaknya, dia seperti tidak memakai celana, karena jeans pendeknya tertutup oleh kemejanya. Rambutnya di kuncir keatas, bawahannya memakai sepatu nike Running putih tanpa memakai kaos kaki. Dia berputar putar manja menunggu penilaianku.
" kau cantik sore ini, dan aku suka"
Aku dan gladis berjalan keluar dengan begandengan tangan, semua pasien yang kita lewati Gladis sapa satu persatu. Mereka pada bengong melihat kami. Kemudian karyawan Gladis memberhentikan kami.
" maaf ibu mau kemana yahh, keliatan senang amat??"
" aku dan Purba mau ke butik terus ke mall dulu, laporannya nanti aja ya nur!!"
" kirain ibu mau ketempat sunat bu" sambil menunjuk ke arahku yang memakai sarung
"Purbaaaaaaaaaa. Kenapa. Kamu hanya memakai sarung??"
"aku tadi belum siap, kamu main pegang dan tarik aja! Aku kan baru selesai sholat Dish"
Semua menertwakan kami, khusus Gladis dia terlihat sangat malu, aku berlari kembali ke ruangan kantor Gladis untuk memakai jeans.
__ADS_1