
Ke esokan harinya
" ok... Kamu mau apa??"
" mumpung aku masih d supermarket Purba! Kamu jangan sungkan"
" gak ko Dish"
" Makasih yaaa "
Tak lama berselang Gladis tiba di rumahku? Dia langsung menghampiriku dan memeluku, aku ceritakan semua kejadian yang menimpa ibu. Tak lupa juga aku menceritakan keadaanku sekarang.
" kenapa kamu jual rumah Purba?"
" bukankan itu peninggalan almarhum ayahmu buat kalian!"
" aku terpaksa Dish"
" aku gak mua punya hutang dan nyusahin orang"
" aku ngerti.. Tapi itu bukan solusi!"
" kamu tuh kebiasaan panik tiap ngadepin masalah!"
" yaudah, sekarang udah terlanjur, bubur udah jadi nasi!!
" keadaan ibumu sekarang gimana??
Gladis masuk ke kamar ibu, Gladis berusaha mengajak ibu bicara yang sedang terduduk tempat tidurnya. Terlihat Gladis sangat sabar mengajak ibu bicara, sesekali menyuapi ibu.
Tak disangka, ibu tersenyum dan mau makan ketika Gladis suapi! Aku merasa sangat senang dan bahagia, karena ini pertama kalinya setelah seminggu ibu susasah makan. Terlihat ibu menghabiskan makanan yang Gladis suapi, sesekali sedikit demi sedikit dia menjawab pertanyaan Gladis.
" ini suapan terakhirnya bu ngeong ngeong ngeon". Gladis menyuapi ibu seperti anak kecil."
Tak lama kemudian Gladis memberikan ibu obat yang di berikan dokter. Dan akhirnya ibu tertidur.
*********
" jadi rencana kamau kedepan gimana Purba??"
" kamu mau tetep di sini apa mau ikut kerja di tempatku??"
" gak tau Dish"
" kamu tuh aneh yaa"
" kemarin grasuk grusuk jual ini itu"
" giliran sekarang kamu bilang gak tau"
" panik kamu itu salah tempat "
" kamu, ibu kamu, adik bungsuku perlu makan"
" kamu gak bisa bilang gak tau, dan ngarepin Terapi panggilan kamu yang sedang sepi"
Semua yang di katakan Gladis benar!! Aku semakin yakin kalo Gladis mencintaiku tidak main main.
" kamu tuh aneh, ada orang mau bantu kamu tolak"
" sedangkan posisi kamu tuh, lagi benar benar butuh!"
" aku gak ngerti jalan pikiranmu, kamu tuh Secara tidak langsung bunuh diri secara perlahan"
Aku merasa hilang akal sehatku karena masalah ini. Ibu sakit, hilang rumah, dan tidak mempunyai pekerjaan tetap! Benar kata Gladis, aku harus kuat, berfikir jernih dan mengembalikan semangatku yang sempat hilang.
" gini aja"
" aku kasih kamu uang 400.000.000, kamu tebus rumah di adik ibu. Kali aja dia mau"
" rumah ini tak boleh jadi milik orang lain"
" terus aku bayarnya dari mana uang sebanyak itu Dish??"
" gak usah ganti!! "
" ini murni karena aku sayang kalian"
__ADS_1
" dan satu lagi, aku gak akan memaksa kamu untuk nikahin aku atau ikut kerja bersamaku!"
" kamu serius Dish??"
" emang aku pernah bercanda??"
Aku pergi kerumah adik bungsung ibuku untuk menebus rumah yang aku jual, sedangkan Gladis menunggu ibu dengan adik adiku.
Tok tok tok
" ehhh Purba "
" ada apa, silahkan masuk " kata bibi"
Aku duduk di kursi, Bibi mengambil air.... Tak lama berselang bibi datang.
" ada Purba ??"
" gini bi, maaf sebumnya"
" aku mau ambil lagi rumah bisa gak bi??"
" aku udah dapat uangnya"
" kamu dapat uang dari mana??"
" ada bi.. Halal ko "
" yaudah... Maaf bibi gak bisa bantu, kemarin juga suami bibi bilang,, gak enak sama kamu dan adik adikmu. Ibu kalian itu kakak aku. Masa bibi seperti menari Diatas luka kalian "
" oke kalo begitu!!" smuanya berapa bi??"
" nanti aku Tf, dan surat suratnya nanti biar Lana yang ngambil"
" yaudah 350.000.000.. Yang 50.000.000 nya buat kalian"
" aslinya bi... "
" ia.. Maafin bibi ya "
" ohh ia, Nanti bibi kirim no rekeningnya"
Terlihat Audi dan Gladis sedang mengajak ibu bicara, aku segera mengabarkan kepada Gladis tentang hasil pembicaraanku dengan bibi.
" gimana Purba dia mau"
" alhamdulillah dia mau Dish"
" malahan dia minta 350.000.000 aja "
" yg 50.000.000 nya untuk modal usaha ibu dan aku katanya.
" wawww aku senang denger nyya!!
" yaudah aku Tf sekarang 350.000.000!!
" mana no rekeningnya??"
" tunggu" ucap Audi
" jangan semua dari Dish, aku mau juga mau bantu keluarga Purba"
" kita bagi dua yaa yang 350.000.000 juta ya"
" kamu yakin?? Ucap Gladis
" yakinlah, masa aku bohong"
" Bentar bentar " ucapku
" kalo benar kalian akan menolong kami"
" aku mau ada hitam diatas puti, aku gak mau kedepannya ada masalah atau tuntutan"
" karena ini masalah uang."
" aku setuju" ucap Gladis"
__ADS_1
" aku juga " ucap audi"
Akhirnya kami membuat kesepakatan hitam dikatas putih. Terlihat Gladis dan Audi benar benar ingin menolongmu, sebagai bukti cinta mereka mungkin juga. Gladis dan Audi terlihat akur, mereka semakin matang dan dewasa, dan ini membuatku semakin bingung.
Akhirnya surat perjanjian selesai dibuat, Audi dan Gladis langsung mentransfer uang ke adik bungsu ibu. Bersamaan itu aku menyuruh adik pertamaku untuk mengambil sertifikat rumah kami.
" ibu.. Kini rumah kita sudah kembali"
" ibu harus sehat yaa "
Ibu tersenyum dengan tatapan kosong ya, aku , Audi dan Gladis memeluk ibu.
" ibu harus sehat yaa, jangan banyak pikiran lagi"
" rumah ibu udah kembali" ucap audi
" ia bu.. Ibu harus hibur kita kitaagi dengan candaan ibu, aku kangen candaan ibu."
Tak di duga dengan tatapan kosong ibu sempat bilang terima kasih. Aku, Gladis dan Audi sangat senang dan bahagia.
" Makasih yaa Dish, Audi "
" semoga kebaikan kalian Allaah bales dengan yang lebih"
" aamiin"
" lain kali jangan panikan lagi yaaa"
" ini harus menjadi contoh kedepannya buat kamu"
" ingat, jangan grasuk grusuk dalam menghadapi masalah" ucap Gladis"
" ia.. Bener tuh kata Gladis "
" kita itu mahluk sosial, tak bisa berdiri sendiri Purba "
" aku senang bisa kenal lebih dekat Gladis dan kamu Purba"
" aku banyak mengambil hikmah dari semua ini"
" aku makin tau arti kebahagiaan susungguhnya"
" ia.. Terima kasih banyak yaa"
" aku tak bisa bilang apa apalagi selain Maaf dan terima kasih.
Aku, Gladis dan Audi me apah ibu ke kamarnya, kami membaringkan ibu dan memakaikan selimut untuk beristirahat.
Terlihat adiku sudah berada di ruang tamu, dia memegang akte dan sertifikat rumah kami.
" ini kak"
Gladis dan Audi saling menatap, terlihat dari mata mereka berkaca kaca saking bahagianya. Kemudian kami berempat saling berpelukan seperti teletubies. Dan bersama sama melakukan sujud syukur di karpet teras ruang tamu.
" sekarang langkah kamu selanjutnya gimana??" ucap Gladis
" aku tanya Audi dulu yaa!!
" ko nanya kau sihh!!" ucap Audi"
" aku mau terima tawaran Gladis, aku mau kerjain Di reflexology Gladis dijakarta Audi "
" kamu gak keberatan kan??"
" yaa enggaklah, itukan hak kamu"
" ya kan aku harus bilang kamu"
" aku tak kamu punya pikiran macam macam"
" enggak ko"
" aku malah senang "
" aku hanya bisa bantu sebatas itu, tidak bisa lebih"
Gladis dan Audi saling berpelukan.
__ADS_1
........Aku semakin bingung untuk memilih......