Perjaka yang Ternodai

Perjaka yang Ternodai
Bab 81 # malam terakhir di madrid


__ADS_3

Ketika aku dengan polos dan santai mengeluarkan kata kata nasi padang dari mulutku.


" Kamu itu berhalusinasi sayang! " ucap gladis sambil mengelus ngelus kapalaku.


" sekarang kita nikmati makanan yang ada disini. " ucap Gladis sambil tersenyum.


*********


Aku dan Gladis berjalan kaki menuju Hotel sambil menenteng tas belanjaan hasil Shopping.


Aku dan Gladis berjalan sambil berbincang bincang membahas mengenai program bayi.


" mamah ingin cepet cepet gendong cucu katanya." ucap Gladis sambil memegang perutnya.


" yaa harusnya tiap udah bertempur dan berjibaku pengencrotan kamu jangan dulu lap. Ibu bilang tiap kita sudah melakukan itu, kedua kakimu naik keatas dan menyandarkannya ke dinding beberapa saat. "


" Agar ****** dan sel ovum kita saling bertemu. "


Terlihat turis asal inggris pendukung Liverpool masih ada bertahan di Madrid. Sepertinya mereka melanjutkan hiling dengan pasangan mereka memanfaatkan momen.


Mereka duduk di taman sambil memberi makan burung burung. Sebagian dari mereka menikmati minuman beralkohol hingga memancing keributan dengan petugas Satpol PP Spanyol.


Aku dan Gladis berjalan menuju pojok taman. Kami duduk di bawah pohon rindang sambil menikmati eskrim.


" Dish negara mana aja yang sudah kamu singgah selama ini? " tanyaku sambil memperhatikan segerombolan anak anak yang sedang bermain kejar kejaran.


" emhhh. Yang paling dekat Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, India. "


" kalo yang jauh. German, Turki sama New zealand." jawab Gladis sembil memegang tanganku.


" masya Allaah. Itu pakai uangmu sendiri?"


" ia enggaklah! Itu dari sponsor."


" dari sini kita langsung ke Paris dan Italia. Cita cita ku mau keliling dunia. "


" Sepulang dari negara itu kita pulang. Kita fokusin buka cabang bisnis kita. "


" kita terusin perjuangan kita. Kita bahagian orang tua kita. " ucap Gladis sambil berkaca kaca.


Aku dan Gladis kembali ke hotel. Besok adalah hari terakhir kami di Madrid Spanyol. Aku dan Gladis akan meneruskan bulan madu ke Paris dan Milan.


Sesampainya di hotel hari sudah sore. Aku langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh dari keringat. Sedangkan Gladis mencoba hasil shopping.

__ADS_1


********


Malam haripun tiba.


Aku dan Gladis pergi ke restoran di bagian lantai dasar hotel yang kami tempati.


Terlihat banyak turis penghuni hotel yang sedang makan dan menikmati live musik. Aku dan Gladis memilih meja yang berdekatan dengan panggung live musik. Gladis melihat lihat menu makanan yang akan dipesan ya. Mataku tertuju pada vokalis wanita yang sedang bernyanyi.


" Kamu mau pesan apa sayang? " tanya Gladis sambil melihat lihat menu makanan.


" Apa aja Dish terserah kamu! " ucapku yang terpesona kecantikan vokalis yang sedang bernyanyi di hadapanku.


Dia berdandan mirip Dido yang hanya memakai t-shirt putih dan jeans hitam senada dengan blazer nya. Dia memainkan gitar di iringi temannya yang mama kan keyboard. Suaranya lembut menyanyikan unbreak my heart.


Setelah agak lama terlihat pelayan restoran menghampiri meja kami menghidangkan makanan.


" Thanks " ucap Gladis ke pelayan cantik itu.


" your welcome " jawab si pelayan.


" ini apa Dish? Ucapku sambil menunujuk dmakanan seperti daging sapi.


" ini. " jawab Gladis.


Makanan ini secara tradisional dihidangkan dengan kentang panggang, paprika panggang, dan jamur di sampingnya.


" kalo yang ini apa namanya?" tanyaku lagi menunjuk daging yang seperti dibakar.


" nah kalo ini kesukaanku, namanya cordero."


Cordero asado merupakan olahan daging yang populer di Castilla. Makanan ini dibuat dengan memanggang domba utuh di atas api terbuka. Daging ini umumnya direndam dengan lemon, bawang putih, dan berbagai rempah segar seperti rosemary dan thyme.


Setelah dimasak dengan benar, kemudian daging ditambahkan dengan kentang panggang dan bawang di sampingnya.


Kami berdua makan dengan sangat lahap. Rasa chachopo yang kumakan tidak jauh rasanya seperti rendang. Yang membedakan chachopo dengan rendang bumbu rendang yang sangat kaya rempah rempah.


" akhirnya aku dapat makanan yang sesuai dengan mulutku Dish."


" pantasan aja kamu makan seperti orang kesurupan." Jawan Gladis sambil menertwakan aku.


Sambil menyantap makanan mataku mencuri curi pandangan vokalis wanita di hadapanku. Dia pun berbalik memperhatikan aku.


Tak lama terlihat dia menulis di selembar kertas putih. Dia beranjak untuk beristirahat dan di gantikan dengan temannya yang naik ke atas panggung. Dia berjalan ke arahku dan memasukan kertas di saku kemejaku tanpa ketahuan Gladis.

__ADS_1


Sontak aku kaget dan penasaran ingin membaca apa yang di tulisnya. Kemudian aku izin pamit kepada Gladis untuk pergi ke toilet.


Sesampainya di toilet aku duduk di atas closet sambil membaca surat dari vokalis cantik tersebut. Telihat ada nomer telpen beserta kata kata berbahasa Inggris. Karena aku tidak bisa berbahasa inggris, aku membuka google translate.


Isi surat tersebut memintaku agar meneleponya. Dia juga mengatakan baru pertama kali melihat pria dan langsung jatuh cinta. Aku hanya bisa tertawa membaca surat tersebut dan kembali menghampiri Gladis.


" hai sayang " ucapku sambil memberikan selembar kertas dari vokalis tadi.


" Apa ini sayang? Dari siapa ini? " tanya Gladis terheran heran.


" ini surat dari Vokalis wanita yang tadi nyanyi." ucapku sambil tersenyum ke Gladis.


Terlihat Gladis menghela nafas panjang ketika membaca isi surat itu. Dia memeluku kemudian memegang dan mencium ke dua tanganku. Matanya berkaca kaca menahan tangis kebahagiaan karena tindakanku.


" barusan kamau k toilei bertemu dengan y?" tanya Gladis kepo.


Aku hanya tersenyum tak menjawab pertanyaannya.


" kenapa kamu tak menelepon dan menemuinya?? Minimal kamu membalas surat ini.


" Kamu malaikatku sayang. Aku takan pernah menghiati kamu! "


" bagiku kau istri pertama dan terakhirku. "


" Kau lah belahan jiwaku, kau lah curahan hatiku. "


" Kau lah cahaya hidupku. Kau lah segalanya."


" Tak kan pernah tergantikan tak ada yang bisa sepertimu. "


" ihhh kamu malah nyanyi. " ucap Gladis sambil menghapus air matanya.


***********


Aku dan Gladis kembali ke kamar hotel. Aku dan Gladis membereskan barang bawaan kam, karena kami besok akan melakukan perjalanan ke Paris France.


Setelah beres membereskan dan mengecek semuanya. Aku dan Gladis saling bertatapan. Gladis memberiku kode dengan mengarahkan mata ke karang ajaibnya, disertai membuka ke dua selang...kangannya.


Aku segera menggendong Gladis ketempat tidur. Dia membuka kimono yang ia kenakan. Kemudian dia berbaring dan membuka kerang ajaib dengan jari jemarinya.


Aku segera membuka pakaian perangku. Aku melainkan indera perasa di kacang ajaib Gladis. Seperti biasa jari jemariku memainkan dengan mere..mas re..mas dan memainkan ke dua put...ing Gladis.


Apa karena hobi apa karena enak beneran. Gladis terdengar langsung bersuara dengan mata terpejam dan menengadahkan kepalanya keatas. Di bergerak gerak sambil menggigit-gigit bibir bawahnya.

__ADS_1


__ADS_2