Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
Terulang kembali


__ADS_3

Happy reading.....


Jangan lupa tinggalkan jejaknya kawan...


" Apa yang terjadi?"


" Apakah aku sudah berada di surga?"


" Apakah bentuk surga seperti ini?"


" Tapi aku tak pantas mendapatkan surga.....


Eh tapi tunggu....


Bukankah ini kamarku? Yah benar ini kamarku, lebih tepatnya kamarku yang lama


Kamarku semasa remaja "


" Tak mungkin, ini tak mungkin "


Terdiam cukup lama dan melihat sekelilingnya lagi


Namun semakin lama ia semakin yakin bahwa ini memang kamarnya


Kamar bernuansa norak dengan poster laki-laki yang hampir memenuhi setiap sudut kamarnya


Astaga....


Apa ini maksudnya?


Apa ini mimpi?


Tapi kenapa aku tak bangun-bangun?


Tok


Tok


Tok


" Lyn......Edelyn bangunlah, kau harus bangun dan lekas sarapan


Mom and dad sudah menunggu mu" teriak seorang laki-laki dari balik pintu kamarnya


Dan dia tau betul suara siapa itu


Tanpa ba bi bu lagi ia turun dari ranjangnya dan berlari membuka pintu


Seketika itu juga ia berhadapan dengan pemuda tampan yang tersenyum manis di depannya


Pemuda yang sangat menyayanginya namun ia benci setengah mati


Pemuda yang selalu menjadi tamengnya selain daddy nya


" Hey ada apa? Kenapa menangis? Apa pacarmu menyakitimu atau....."


Ocehan dari Jaden tak berlanjut lagi karena tubuhnya di dekap dengan erat oleh sang adik


Hal yang tak pernah lagi adiknya mau lakukan


Jaden seakan kehilangan adiknya disaat gadis itu beranjak remaja dan menemukan sahabat serta kekasih yang begitu ia cintai


Padahal di mata Jaden dan keluarganya,kedua orang itu hanyalah memanfaatkan adiknya

__ADS_1


Tapi adiknya yang terlampau polos dan naif tak mengerti


Bahkan dia menjauhi keluarganya sendiri karena menganggap keluarganya jahat dan membedakan kasta orang


Tak sepenuhnya salah, karena keluarga Skylar memang keluarga berada yang dikelilingi oleh kaum berada juga


Tapi untuk membedakan kasta orang, itu bukan ciri khas keluarga Skylar sama sekali


" Sstt.....Ada apa Lyn? Kenapa menangis? Coba ceritakan pada kakak?" Tanya Jaden sekali lagi namun bukannya jawaban yang ia terima


Justru tangisan adiknya semakin kencang bahkan sampai sesenggukan


Jaden semakin panik, ia takut kedua orangtuanya mendengar tangisan adiknya


Dan kalau sampai itu terjadi maka, matilah dia...


Tapi sebenarnya ia juga sangat khawatir dengan kondisi adiknya


Sementara Lyn sendiri semakin mengeratkan pelukannya


Ia berharap kalau semuanya bukan mimpi


Kakaknya ada di depannya dan ia berada di mansionnya


Bukan hal yang tak mungkin pula kalau kedua orangtuanya juga ada


Mereka mungkin masih hidup dan tersenyum manis kepadanya seperti dulu


Namun bukan balasan senyum yang ia berikan kepada orangtuanya, tapi dengusan sinis dan punggung dinginnya


Sedikit mengingat kehidupan nya yang dulu...


Dulu ia meninggalkan keluarganya tanpa menoleh sedikitpun


Hingga akhirnya ayahnya meninggal dan disusul oleh ibunya


Sementara kakaknya entah pergi kemana


Pada akhirnya keluarganya sudah tak bersisa lagi dan meninggalkan penyesalan Edelyn


Penyesalan yang mendalam karena lebih memilih orang asing ketimbang orang yang menyayanginya


" Tenanglah Lyn......kakak bisa digorok Daddy kalau kau terus menangis seperti ini" bujuk Jaden lagi


Edelyn pun akhirnya menghentikan tangisnya


" Coba bilang pada kakak ada apa? Apa ada yang menyakitimu?"


" Tak ada kak, aku.....aku hanya bermimpi buruk


Ya, hanya mimpi buruk" jawan Edelyn dengan suara lirihnya


Ia tak tau apa yang sebenarnya sudah terjadi


Tapi jikalau itu hanyalah mimpi, ia bersyukur dan bertekad agar mimpi itu tak akan pernah terjadi


" Apa itu sangat buruk?" Tanya Jaden dengan ekspresi khawatir


Bagaimana tak khawatir jika adiknya yang biasanya menatap dia dengan benci kini berbalik dan memeluknya dengan erat


Mungkin mimpinya sangat buruk, pikir Jaden


" Yah sangat buruk kakak, aku bermimpi kalian semuanya meninggalkan ku seorang diri" jawab Edelyn

__ADS_1


" Itu hanyalah mimpi Lyn, jangan terlalu dipikirkan


Mungkin itu efek dari demam tinggi mu kemarin


Sekarang cepat cuci muka dan bersiap sarapan"


Jaden pun meninggalkan Edelyn yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri


Demam...?


Iaapa ia itu efek dari demam tinggi?


Tak ingin berlarut-larut lagi, Edelyn beranjak ke kamar mandi


Namun sebelum itu dia malah terpaku pada kalender di meja riasnya


Bukan masalah kalendernya namun tanggal dan tahun yang ada di kalender itu 20xx


Apa maksudnya ini?


Masih tak percaya dengan apa yang ia lihat, Edelyn menatap cermin di meja riasnya


Dan bertambah terkejutnya lagi dia


Wajah ini.....wajah yang mendukung kesombongannya dulu


Wajah cantik, teramat sangat cantik hingga membuatnya lupa diri


Wajah cantik ini hanya bertahan di masa remajanya saja


Karena begitu ia meninggalkan keluarganya, hidupnya hancur


Baik batin maupun fisiknya


Wajah cantiknya pun tak ada gunanya lagi karena ia direndahkan hingga serendah-rendahnya manusia oleh dua orang yang paling ia sayang dan percayai


Namun bukan itu yang ada di pikirannya saat ini,tapi tanggal yang tertera dalam kalender


Jika di kalender itu masih tahun 20xx berarti ini 13 tahun sebelum akhir hidupnya


Berarti ia masih memiliki waktu untuk memperbaiki semuanya....


Tapi apa mungkin takdir buruk ku itu bisa terganti?


Tuhan.....


Aku tak tau amal apa yang membuat diriku memiliki kesempatan ini


Namun apapun itu aku sangat berterimakasih


Dan sekarang aku....Edelyn Skylar tak akan mau dibodohi lagi


Aku akan menjaga apa yang sudah engkau berikan padaku


Satu hal yang pasti....aku hanya ingin keluargaku bahagia


****


Terimakasih sudah mampir di cerita aku


jangan lupa like vote dan command nya


see you next chapter 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2