Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
Kado ulang tahun


__ADS_3

Saat ini Edelyn tengah mengelilingi apartemen Aiden, kenapa tidak di mansion ?


jawabannya, tentu saja karena Aiden lebih sering tinggal di apartemen dari pada mansionnya


Edelyn berada di apartemen itu tanpa sepengetahuan Aiden, dia ingin membuat surprise untuknya, karena besok adalah ulang tahun Aiden


Edelyn tahu, Aiden tidak pernah merayakan ulang tahunnya


Terlalu menggelikan jika seorang pria berwajah datar itu bernyanyi happy birthday dan meniup kue ulang tahun di depan banyak orang


Karena itu Edelyn berniat membuat kue dan merayakan ulang tahun Aiden hanya berdua saja


Edelyn menelan ludahnya melihat isi kamar Aiden, foto fotonya memenuhi dinding kamar pria itu


Dia sedikit ngeri melihatnya tapi di sisi lain dia bangga karena hanya dia satu satunya wanita yang ada di hati pria itu


melihat beberapa fotonya yang kebanyakan candid, sepertinya Aiden sering menguntitnya, ah ralat..... Aiden memang selalu menguntitnya di manapun dan kapanpun


" Nona...."


Edelyn menoleh mendengar panggilan dari pengawal barunya


" Saya sudah membeli kuenya dan beberapa hidangan yang nona pesan sudah siap


Tuan muda sebentar lagi mungkin akan pulang, ada yang harus saya kerjakan lagi nona ?"


" Pergilah...."


" Saya akan menunggu sampai tuan muda datang !" kekeh pengawal itu


" Pergilah....aku ingin berduaan dengan kekasihku, kau mau mengintip ya...?" tanya Edelyn


" Tidak nona, saya hanya menjalankan tugas"


" Aku sudah ada di rumah, tak akan ada yang-....." sebelum menyelesaikan kalimatnya, Edelyn dibuat terkejut dengan kedatangan Aiden


" Ai.....kenapa sudah pulang sih?" tanya Edelyn sudah kepalang kesal karena perdebatannya, sekarang di tambah dengan kedatangan Aiden yang tiba tiba


Padahal Edelyn sudah berangan-angan mengejutkan Aiden dengan drama mati lampu dan Aiden yang kebingungan, lalu ia akan berjalan menghampirinya dengan membawa kue ulang tahun


Dan tentu saja Edelyn harus memakai gaun dan merias dirinya secantik mungkin


Lalu mereka akan dinner romantis di balkon apartemen Aiden


Tapi semua angan angan Edelyn gagal, Edelyn merasa dia tidak bisa melakukan apapun dengan benar


Ia benar benar kecewa dengan dirinya sendiri


Edelyn berlari ke kamar dan mengunci pintunya kemudian melemparkan tubuhnya ke atas kasur, dia menangis tersedu-sedu sambil menenggelamkan kepalanya pada bantal


Samar samar Edelyn mendengar ketukan pintu dan teriakan Aiden yang memanggil dirinya


Edelyn sangat malu dan tidak berani membuka pintu untuk Aiden


Aiden sendiri dibuat kebingungan dengan gadisnya yang tiba-tiba marah dan mengunci dirinya di kamar


Iapun kemudian bertanya pada pengawalnya apa yang terjadi, dan pengawalnya pun menceritakan semua kejadiannya dengan detail


Aiden terkekeh mendengar penjelasan pengawalnya, gadisnya sungguh manis


Ia jadi terharu dan merasa beruntung mendapatkan perhatian yang besar dari gadisnya itu


Aiden kemudian mengambil kunci cadangan dan membuka pintu kamarnya

__ADS_1


Dia melihat gadisnya yang tengkurap dan menangis sesenggukan


Aiden menghampirinya dan mengangkat Edelyn dalam gendongannya


Aiden mengelus pelan rambut gadisnya dan mencoba menenangkannya


Beberapa saat kemudian tangis Edelyn pun berhenti, Aiden menatap wajah cantik gadisnya yang begitu menggemaskan sehabis menangis


Hidung dan pipinya memerah dan bibirnya mengerucut lucu


" Terima kasih baby girl......aku sangat bahagia dengan kejutanmu


kau sudah sangat berhasil membuatku senang Jadi jangan bersedih lagi ok..."


Edelyn mencebikkan bibirnya " Aku gagal Ai.....aku tidak pernah memberikan kamu apapun. Kamu selalu memberikan apapun yang aku mau, tapi aku tidd-.....Aaasshh


Aiden menggigit bibir Edelyn karena gadisnya akan berbicara yang tidak tidak


" Dengar ini baik baik Edelyne..... kamulah satu satunya yang aku mau....aku hanya mau kamu Itu artinya kamu sudah memberikan apa yang aku inginkan" ucap Aiden sambil mengelus pelan bibir gadisnya yang tadi ia gigit


Edelyn hanya mengangguk pelan menanggapi ucapan Aiden


" Sekarang maukah princess Edelyne dinner with me...? tanya Aiden sembari membungkukkan tubuhnya ala pangeran


Edelyn menatap dirinya sendiri, dia hanya memakai pakaian rumah ditambah lagi tadi dia menangis sambil berguling guling, pasti sekarang dirinya sangat berantakan


" Aku sangat berantakan Ai...." lirih Edelyn


Tanpa banyak kata Aiden menggendong Edelyn dan membawanya ke balkon apartemennya


Disana sudah tertata makanan kesukaan Aiden dan kue ulang tahun kecil


Aiden tersenyum melihatnya, ia lalu mendudukkan Al pada kursi lalu memutari meja dan duduk di depan gadisnya


" Apa kau membutuhkannya Ai....?" tanya balik Edelyn


" Hmmm....aku sangat butuh "


" Baiklah.... selamat ulang tahun old man !!" kekeh Edelyn


" Yeah...this old man is your fiance, naughty girl " sembari menarik gadisnya untuk berdiri, Aiden memeluk erat pinggang ramping gadisnya dan memajukan wajahnya berniat mencium Edelyn tapi Edelyn menutup bibirnya dan menarik Aiden untuk kembali duduk


" Kau harus meniup lilinnya dulu lalu kita potong kuenya


Ayo cepat tiup lilinnya Ai" paksa Edelyn


" Kita tiup bersama ya...." pinta Aiden


" Baiklah..."


Mereka kemudian meniup lilin bersama dan makan malam romantis dengan canda tawa di keheningan malam dan ditemani sinar bulan dan bintang


Setelah beberapa saat Edelyn dan Aiden menyelesaikan dinernya


Edelyn pun beranjak memasuki kamarnya


Tiba di kamar ia dikejutkan dengan Aiden yang memeluk erat perutnya dan bibir yang mengendus leher sampingnya, membuat Edelyn merinding karenanya


" Mana hadiahku.....?" tanya Aiden dengan suara seraknya


Edelyn menelan ludahnya mendengar suara serak Aiden, dia sangat tahu tentang perubahan suara Aiden


Karena itu ia mencoba melepaskan pelukan Aiden

__ADS_1


" Ai ...aku tidak tau harus membeli apa, jadi aku tidak membawa hadiah


Kau ingin apa ?"


" Kamu mau memberiku hadiah Baby girl....?" tanya Aiden


Edelyn yang tidak mengerti arah pembicaraan Aiden menjawabnya dengan tegas


" Tentu saja.....akk-...."


" Aku mau kamu.... bukankah sudah kubilang aku hanya menginginkan dirimu Edelyne"


Sebelum Edelyn menjawab, Aiden sudah lebih dulu menciumnya dengan ganas


Mereka berciuman dengan liar sampai akhirnya Edelyn melepaskan ciuman mereka karena kehabisan nafas


Dengan nafas memburu Aiden menatap gadisnya dengan sayu


" Baby girl..... bolehkah aku-...." ucapan Aiden terhenti saat melihat gelengan kepala Edelyn Aiden melepaskan pelukannya dan menghembuskan nafasnya kasar


" Maaf..." ucap Edelyn sambil menunduk


Aiden yang melihat gadisnya menunduk merasa bersalah


" Tidak sayang.....aku yang minta maaf


Pengendalian diriku sangat buruk, maafkan aku"


" Aku mengerti, itu semua wajar


**** adalah salah satu kebutuhan orang dewasa, harusnya aku sebagai kekasihmu memenuhi semua kebutuhan mu


Tapi aku belum siap Ai.....maaf"


" berhenti meminta maaf baby...."


" Apa kamu sering jajan diluar Ai...?" tanya Edelyn dengan lirih


" Apa yang kau katakan, aku berani bersumpah bahwa aku masih perjaka baby...." Aiden kemudian membawa tangan Edelyn ke arah kejantanannya " ini hanya akan bangkit jika aku sedang ada di dekatmu saja Edelyn....Aaachh" desah Aiden sambil menggesekkan tangan Edelyn pada miliknya


Edelyn mencoba menarik tangannya dari Aiden tapi Aiden menahannya


" Biarkan baby ....aku mohon " pinta Aiden dengan wajah yang memelas


Akhirnya Edelyn membiarkan Aiden memainkan tangannya, setengah jam kemudian wajahnya merah padam mendengar erangan puas dari Aiden


Edelyn bisa merasakan tangannya basah kuyup karena cairan Aiden


Edelyn melotot dan melemparkan bantal pada wajah Aiden, ia lalu berlari menuju kamar mandi


Aiden sendiri tertawa puas melihat wajah malu gadisnya, dia merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata sambil tersenyum mengingat apa yang ia lakukan barusan


walaupun anggota tubuhnya masih tegang, tapi ia sudah merasa cukup


Sepertinya ini akan menjadi rutinitas gadisnya untuk hari hari kedepannya


*****


🥰🥰🥰


Thanks udah mau baca cerita aku..


Jangan lupa like vote dan comentnya yah..

__ADS_1


see you next chapter guys...❤️❤️


__ADS_2