
Saat ini Edelyn sedang bercengkrama dengan teman temannya, kelasnya sudah berakhirnya beberapa menit yang lalu.
" Anda harus segera pulang nona..."Edelyn tertawa melihat wajah jengkel teman temannya, dia sendiri pun terkadang sangat jengkel dengan keposesifan Aiden
Selama beberapa minggu ia tinggal di apartemen Aiden, pria itu semakin menjadi jadi
Bahkan orang orang di kampusnya akan menyingkir jika Edelyn lewat
Bagaimana tidak menyingkir?
pengawalannya saja melebihi ketatnya pengawalan presiden
" Bolehkah aku bermain dulu sebentar...?" pinta Edelyn
" Tidak bisa nona, hari ini tuan muda akan pulang ,"
" Baiklah...."
Setelah berpamitan kepada Sera dan Melisa, Edelyn pun segera pulang ke apartemen
Yah, daddy Nic lebih memilih mempercayakan Edelyn pada Aiden daripada pulang pergi ke kampus, karena mansion Skylar sendiri berada di pinggiran kota, dan jaraknya sangat jauh dari kampusnya
Sesampainya di apartemen Edelyn dibuat terkejut dengan Aiden yang berdiri merentangkan tangannya
" Aiden....." teriak Edelyn dan menghambur ke pelukan kekasihnya itu
Aiden membalas pelukan gadisnya lebih erat lagi
" Aku sangat merindukanmu baby girl..."
" Kau hanya pergi seminar Ai....dan apa ini semua?" tanya Edelyn,ia terkejut melihat banyaknya kantong belanjaan di ruang tamu
" Apa kau tak menyukainya baby....?" tanya Aiden dengan wajah was-was nya
" bukan seperti itu, tapi ini terlalu banyak
Setiap kau pergi, kau selalu pulang dengan membawa sejuta oleh oleh seperti ini" ucap Edelyn dengan cemberut
Aiden gemas melihat tingkah imut gadisnya dengan cepat dia menciumi seluruh wajahnya dan menghisap keras bibir mungil gadisnya itu
Felix dan Thom yang melihat itu hanya bisa melongo, tuan mudanya yang datar ternyata sangat bucin terhadap nona muda Skylar
Edelyn sendiri juga terkejut dengan kelakuan Aiden, tapi dia lebih terkejut lagi saat melihat dua orang di belakang Aiden yang melongo
Dengan cepat dia melepaskan ciuman mereka dan berlari menuju kamar
Aiden tak sempat protes saat Edelyn melarikan diri, dia membalikkan badan dan menatap tajam dua orang yang menyebabkan gadisnya lari
" Kalian berdua mau mati ya...?" teriak Aiden
Felix dan Thom dengan cepat menggelengkan kepalanya
" Lalu kenapa masih berdiri di sini....Keluar....!!"
Tanpa banyak kata Thom dan Felix langsung kabur
Aiden sendiri lekas menghampiri gadisnya
Sampai di kamar Aiden melihat gadisnya berguling guling di tempat tidur
__ADS_1
Aiden menggigit pipi dalamnya gemas melihat tingkah imutnya
" Baby...."
Mendengar panggilan Aiden, Edelyn menghentikan aksi guling guling nya
Dia spontan duduk dan menyengir lucu
" Ayo kita makan malam, tadi aku sudah memesan makanan kesukaan mu baby...."
" Baiklah.... tapi setelah itu antar aku ke supermarket ya, aku mau beli camilan untuk nonton Drakor nanti malam " pinta Edelyn
" apapun untukmu Baby "
*****
Saat ini Edelyn sedang berada di ruang kerja Aiden, dia sedang mencari flashdisk-nya yang tertukar dengan milik Aiden
Aiden sendiri sedang berada di ruang tamu karena tiba-tiba Felix datang ingin melaporkan sesuatu
Saat membuka laci meja kerja yang tak terkunci
Edelyn melihat buku diary kecil berwarna purple
Ia terkekeh kecil, dia tak menyangka Aiden memiliki barang yang biasanya dimiliki para wanita
Edelyn kemudian membuka buku diary itu dan mulai membacanya
Tanpa sadar air matanya berjatuhan, dia tak menyangka Aiden bisa merencanakan hal seperti ini
Edelyn tertawa, dia tak menyangka di kehidupannya yang kedua ini dia merasakan sakitnya di khianati lagi
*****
Aiden memasuki kamarnya sambil menggerutu, Felix benar benar kurang ajar
Hal kecil seperti itu saja masih harus bertanya. Sungguh mengganggu waktunya bersama gadis kecilnya saja
Sesaat kemudian Aiden terpaku melihat gadisnya yang tengah menangis di atas tempat tidurnya
" Baby....ada apa, kenapa menangis...?" tanya Aiden beruntun, dia kemudian mendekati gadisnya
Sebelum mendekat Aiden di buat terkejut dengan tatapan gadisnya
Tatapan marah, benci dan kecewa
Lebih menyakitkan daripada tatapan gadisnya dulu sebelum menerima kehadirannya
Tubuh Aiden perlahan gemetar, keringat dingin mulai turun menghiasi dahinya
" Jangan mendekat, bajingan" tekan Edelyn
Jantung Aiden seperti di remas remas rasanya, perlahan air matanya berjatuhan
" Baby ada apa, kalau aku salah tolong maafkan aku baby.... please jangan tinggalkan aku "
Edelyn tak menjawab ucapan Aiden, tanpa perasaan dia melemparkan diary kecil itu ke wajah Aiden
Aiden sendiri terkejut melihat diary itu, akhirnya Aiden tau darimana sumber kemarahan gadisnya
__ADS_1
Aiden semakin ketakutan, dia menangis dan berlutut dihadapan gadisnya
" Aku benar-benar mencintaimu baby.... dulu sebelum kamu lahir aku memang berencana menghancurkan perusahaan Skylar, tapi setelah aku melihat bayi kecilku ini lahir, semua rencana hidupku berubah"
Edelyn menatap datar Aiden, hatinya sakit melihat Aiden menangis tergugu di depannya, tapi dia masih takut dan dikecewakan untuk kesekian kalinya
" Aku tak tahu Aiden.... lepaskan aku, aku ingin pergi "
Aiden mendongak menatap Edelyn tatapan matanya menggelap, dia tak akan pernah melepaskan gadisnya, sampai matipun Aiden akan tetap menggenggam tangan Edelyn
" Tidak akan pernah baby....kamu tahu kan aku tidak suka kata kata itu keluar dari bibirmu " tekan Aiden
" i don't care..." ucap Edelyn, ia berlari ke arah pintu
Namun Aiden mengejarnya
" Lepaskan Ai..."
Tidak akan pernah..." ucap Aiden kemudian membanting Edelyn ke tempat tidur
Dia kemudian menindih tubuh mungil gadisnya dan memegang erat tangannya ke atas kepalanya
" Apa yang kau lakukan Ai...."
" Menjadikan mu milikku sepenuhnya agar Kamu tidak bisa pergi dari ku baby...."
" you bastard..." teriak Edelyn
" jaga bicaramu baby.....atau aku akan menciummu sampai pingsan " smirk Aiden
" Kau tidak akan bisa melakukan itu Ai... kalau kau sampai melakukannya, aku akan-....."
Tak ingin mendengar ucapan menyakitkan gadisnya lagi, Aiden mencium gadisnya dengan buas, dia menggigiti bibir gadisnya sampai berdarah darah, tapi Aiden tidak perduli, dia hanya ingin menghukum gadisnya
setelah beberapa detik tak ada perlawanan dari gadisnya, Aiden melepas ciuman mereka
Aiden menatap sendu gadisnya yang sudah menutup matanya
dia tak ingin kehilangan gadisnya lagi
Aiden tahu saat ini gadisnya sangat ketakutan dan marah padanya
Tapi ia tak perduli, dia hanya ingin gadisnya tetap berada di sisinya
Aiden mencium kening gadisnya dengan lembut dan menyelimutinya
Dia kemudian keluar kamar
Sebelum keluar Aiden mengambil diary kecil miliknya
Aiden tahu ,pasti ada seseorang yang sengaja menaruh buku ini di laci meja kerjanya
Karena seingat Aiden buku ini ada di gudang mansion keluarga besar Al-Kadahfi
Dan mansion itu adalah tempat yang keamanannya sangat terjamin, pasti ada orang dalam yang berkhianat di mansion kakeknya
Aiden bersumpah akan menemukan orang yang membuat gadisnya marah dan salah paham akan dirinya
*****
__ADS_1
Tinggalkan jejaknya kawan....