Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
Diary


__ADS_3

Saat ini Edelyn sedang bercengkrama dengan teman temannya, kelasnya sudah berakhirnya beberapa menit yang lalu.


" Anda harus segera pulang nona..."Edelyn tertawa melihat wajah jengkel teman temannya, dia sendiri pun terkadang sangat jengkel dengan keposesifan Aiden


Selama beberapa minggu ia tinggal di apartemen Aiden, pria itu semakin menjadi jadi


Bahkan orang orang di kampusnya akan menyingkir jika Edelyn lewat


Bagaimana tidak menyingkir?


pengawalannya saja melebihi ketatnya pengawalan presiden


" Bolehkah aku bermain dulu sebentar...?" pinta Edelyn


" Tidak bisa nona, hari ini tuan muda akan pulang ,"


" Baiklah...."


Setelah berpamitan kepada Sera dan Melisa, Edelyn pun segera pulang ke apartemen


Yah, daddy Nic lebih memilih mempercayakan Edelyn pada Aiden daripada pulang pergi ke kampus, karena mansion Skylar sendiri berada di pinggiran kota, dan jaraknya sangat jauh dari kampusnya


Sesampainya di apartemen Edelyn dibuat terkejut dengan Aiden yang berdiri merentangkan tangannya


" Aiden....." teriak Edelyn dan menghambur ke pelukan kekasihnya itu


Aiden membalas pelukan gadisnya lebih erat lagi


" Aku sangat merindukanmu baby girl..."


" Kau hanya pergi seminar Ai....dan apa ini semua?" tanya Edelyn,ia terkejut melihat banyaknya kantong belanjaan di ruang tamu


" Apa kau tak menyukainya baby....?" tanya Aiden dengan wajah was-was nya


" bukan seperti itu, tapi ini terlalu banyak


Setiap kau pergi, kau selalu pulang dengan membawa sejuta oleh oleh seperti ini" ucap Edelyn dengan cemberut


Aiden gemas melihat tingkah imut gadisnya dengan cepat dia menciumi seluruh wajahnya dan menghisap keras bibir mungil gadisnya itu


Felix dan Thom yang melihat itu hanya bisa melongo, tuan mudanya yang datar ternyata sangat bucin terhadap nona muda Skylar


Edelyn sendiri juga terkejut dengan kelakuan Aiden, tapi dia lebih terkejut lagi saat melihat dua orang di belakang Aiden yang melongo


Dengan cepat dia melepaskan ciuman mereka dan berlari menuju kamar


Aiden tak sempat protes saat Edelyn melarikan diri, dia membalikkan badan dan menatap tajam dua orang yang menyebabkan gadisnya lari


" Kalian berdua mau mati ya...?" teriak Aiden


Felix dan Thom dengan cepat menggelengkan kepalanya


" Lalu kenapa masih berdiri di sini....Keluar....!!"


Tanpa banyak kata Thom dan Felix langsung kabur


Aiden sendiri lekas menghampiri gadisnya


Sampai di kamar Aiden melihat gadisnya berguling guling di tempat tidur

__ADS_1


Aiden menggigit pipi dalamnya gemas melihat tingkah imutnya


" Baby...."


Mendengar panggilan Aiden, Edelyn menghentikan aksi guling guling nya


Dia spontan duduk dan menyengir lucu


" Ayo kita makan malam, tadi aku sudah memesan makanan kesukaan mu baby...."


" Baiklah.... tapi setelah itu antar aku ke supermarket ya, aku mau beli camilan untuk nonton Drakor nanti malam " pinta Edelyn


" apapun untukmu Baby "


*****


Saat ini Edelyn sedang berada di ruang kerja Aiden, dia sedang mencari flashdisk-nya yang tertukar dengan milik Aiden


Aiden sendiri sedang berada di ruang tamu karena tiba-tiba Felix datang ingin melaporkan sesuatu


Saat membuka laci meja kerja yang tak terkunci


Edelyn melihat buku diary kecil berwarna purple


Ia terkekeh kecil, dia tak menyangka Aiden memiliki barang yang biasanya dimiliki para wanita


Edelyn kemudian membuka buku diary itu dan mulai membacanya


Tanpa sadar air matanya berjatuhan, dia tak menyangka Aiden bisa merencanakan hal seperti ini


Edelyn tertawa, dia tak menyangka di kehidupannya yang kedua ini dia merasakan sakitnya di khianati lagi


*****


Aiden memasuki kamarnya sambil menggerutu, Felix benar benar kurang ajar


Hal kecil seperti itu saja masih harus bertanya. Sungguh mengganggu waktunya bersama gadis kecilnya saja


Sesaat kemudian Aiden terpaku melihat gadisnya yang tengah menangis di atas tempat tidurnya


" Baby....ada apa, kenapa menangis...?" tanya Aiden beruntun, dia kemudian mendekati gadisnya


Sebelum mendekat Aiden di buat terkejut dengan tatapan gadisnya


Tatapan marah, benci dan kecewa


Lebih menyakitkan daripada tatapan gadisnya dulu sebelum menerima kehadirannya


Tubuh Aiden perlahan gemetar, keringat dingin mulai turun menghiasi dahinya


" Jangan mendekat, bajingan" tekan Edelyn


Jantung Aiden seperti di remas remas rasanya, perlahan air matanya berjatuhan


" Baby ada apa, kalau aku salah tolong maafkan aku baby.... please jangan tinggalkan aku "


Edelyn tak menjawab ucapan Aiden, tanpa perasaan dia melemparkan diary kecil itu ke wajah Aiden


Aiden sendiri terkejut melihat diary itu, akhirnya Aiden tau darimana sumber kemarahan gadisnya

__ADS_1


Aiden semakin ketakutan, dia menangis dan berlutut dihadapan gadisnya


" Aku benar-benar mencintaimu baby.... dulu sebelum kamu lahir aku memang berencana menghancurkan perusahaan Skylar, tapi setelah aku melihat bayi kecilku ini lahir, semua rencana hidupku berubah"


Edelyn menatap datar Aiden, hatinya sakit melihat Aiden menangis tergugu di depannya, tapi dia masih takut dan dikecewakan untuk kesekian kalinya


" Aku tak tahu Aiden.... lepaskan aku, aku ingin pergi "


Aiden mendongak menatap Edelyn tatapan matanya menggelap, dia tak akan pernah melepaskan gadisnya, sampai matipun Aiden akan tetap menggenggam tangan Edelyn


" Tidak akan pernah baby....kamu tahu kan aku tidak suka kata kata itu keluar dari bibirmu " tekan Aiden


" i don't care..." ucap Edelyn, ia berlari ke arah pintu


Namun Aiden mengejarnya


" Lepaskan Ai..."


Tidak akan pernah..." ucap Aiden kemudian membanting Edelyn ke tempat tidur


Dia kemudian menindih tubuh mungil gadisnya dan memegang erat tangannya ke atas kepalanya


" Apa yang kau lakukan Ai...."


" Menjadikan mu milikku sepenuhnya agar Kamu tidak bisa pergi dari ku baby...."


" you bastard..." teriak Edelyn


" jaga bicaramu baby.....atau aku akan menciummu sampai pingsan " smirk Aiden


" Kau tidak akan bisa melakukan itu Ai... kalau kau sampai melakukannya, aku akan-....."


Tak ingin mendengar ucapan menyakitkan gadisnya lagi, Aiden mencium gadisnya dengan buas, dia menggigiti bibir gadisnya sampai berdarah darah, tapi Aiden tidak perduli, dia hanya ingin menghukum gadisnya


setelah beberapa detik tak ada perlawanan dari gadisnya, Aiden melepas ciuman mereka


Aiden menatap sendu gadisnya yang sudah menutup matanya


dia tak ingin kehilangan gadisnya lagi


Aiden tahu saat ini gadisnya sangat ketakutan dan marah padanya


Tapi ia tak perduli, dia hanya ingin gadisnya tetap berada di sisinya


Aiden mencium kening gadisnya dengan lembut dan menyelimutinya


Dia kemudian keluar kamar


Sebelum keluar Aiden mengambil diary kecil miliknya


Aiden tahu ,pasti ada seseorang yang sengaja menaruh buku ini di laci meja kerjanya


Karena seingat Aiden buku ini ada di gudang mansion keluarga besar Al-Kadahfi


Dan mansion itu adalah tempat yang keamanannya sangat terjamin, pasti ada orang dalam yang berkhianat di mansion kakeknya


Aiden bersumpah akan menemukan orang yang membuat gadisnya marah dan salah paham akan dirinya


*****

__ADS_1


Tinggalkan jejaknya kawan....


__ADS_2