
Hari demi hari sudah berlalu, kini Edelyn resmi tinggal di mansion utama suaminya
Begitu pula sang Daddy yang juga kembali ke mansion utama keluarga Skylar
Walaupun kesedihan masih menyelimuti Edelyn dan daddy-nya, tapi semuanya masih berjalan dengan baik berkat dukungan seluruh keluarga
Semenjak kejadian itu Ellen dan Jaden menghilang entah kemana
Bahkan saham dan aset-aset yang diberikan pada Jaden pun dijual olehnya
Untung saja Aiden mengetahuinya, jadi lewat perantara ia membeli seluruh saham dan aset yang dijual Jaden
Hingga kini semuanya kembali ke tangan istrinya tanpa kurang satupun
Sudah Aiden bilang bukan, apapun akan ia lakukan untuk istri tercintanya
Semua itu hanya hal kecil jika di tangan Aiden, andai saja mommy Ellen dan kakak iparnya itu tak serakah
Mungkin kejadiannya tak akan seperti ini
" Apa yang kamu pikirkan pagi-pagi begini huby, ayo cepat mandi....
Ini sudah siang Aiden astaga....." omel Edelyn
Begitu ia memasuki kamar untuk mengecek suaminya, pria itu masih saja betah duduk di tempat tidurnya
Padahal jam sudah menunjukkan pukul delapan, dan pria itu masih santai-santai saja
" Morning kiss dulu baby ....."pinta Aiden dengan wajah memelasnya
" Tidak tidak, kau sudah mendapatkan nya tadi pagi Aiden
Sekarang waktunya bersiap, atau aku akan marah" ancam Edelyn yang langsung membuat pria kaku itu kelimpungan
Aiden seketika berlari menuju kamar mandi, ia tak mau membuat istri cantiknya itu marah
Marahnya Edelyn itu menakutkan.....
Dia Jadi teringat waktu istrinya itu marah karena masalah diary lamanya
Edelyn marah besar, namun yang paling menakutkan bagi Aiden itu adalah sesudahnya
Sesudah marah, istrinya itu akan diam saja mengabaikan dirinya
Dan yang lebih parahnya lagi, dia menghilang tanpa jejak
Dan Aiden tak akan pernah mau mengalami hal itu lagi
Cukup sekali, dan itu sudah membuatnya kapok bukan main
Begini saja sudah menderita apalagi kalau ditambah pengabaian darinya....
Edelyn saat ini memang sedang menjalani masa pengobatan pasca keguguran waktu itu
Memang tak ada masalah dengan rahimnya, tapi dokter menyarankannya berpuasa selama empat minggu
Setelah beberapa menit membersihkan diri, Aiden keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di pinggangnya
Dan Edelyn dengan sigap menarik tangan suaminya ke ruang ganti
Edelyn memakaikan pakaian dan segala perlengkapan Aiden dengan teliti
__ADS_1
Hal itu ia lakukan semenjak pindah ke mansion utama
Entah mengapa Edelyn suka melakukannya, walaupun sempat di protes oleh Aiden
Aiden sendiri sebenarnya sangat menikmati perlakuan istrinya
Dia tak mau istrinya kelelahan karena menyiapkan segala keperluannya
Tapi apalah dayanya kalau istri cantiknya itu memaksa
Aiden tak bisa berkutik lagi sudah
" Nah suamiku sekarang sudah siap, ayo kita turun dan sarapan
Tadi aku sudah menyiapkan nasi goreng seafood dan kopi hitam kesukaan mu"
" Baby.....kamu tak perlu merepotkan dirimu seperti ini sayang
Aku tak mau kamu lelah, biarkan maid dan koki mengerjakan tugas mereka ya"
" Kita sudah membahas ini Aiden, aku mohon jangan larang aku melakukan ini
Setidaknya dengan cara ini aku bisa sedikit melupakan kesedihan ku
Nanti jikalau tuhan sudah menitipkan anugerah nya lagi, aku janji akan menuruti mu"
Aiden terpekur sejenak, karena melihat istrinya selalu tersenyum di setiap kesempatan
Ia sampai lupa kalau istrinya baru saja kehilangan keluarga dan separuh hidupnya
" Maafkan aku baby, maaf karena gagal mengerti dirimu
Apa kamu mau lanjut kuliah lagi agar mempunyai kesibukan?"
Lagipula aku ingin dia hadir lagi"
" Pasti, dia pasti akan hadir lagi baby
Nanti sore kita check up ke dokter lagi ya, bukankah sudah waktunya kamu check up"
" Emmmm"
Setelah sedikit drama pagi hari itu, Edelyn dan Aiden menuju ruang makan
Sepanjang perjalanan beberapa bodyguard yang berjaga di setiap sudut membungkuk hormat
Dan sesampainya di meja makan, maid yang bertugas pagi itu sudah berdiri di pinggir ruang makan menyambut kedatangan mereka
Sebenarnya Edelyn risih dan sempat protes saat pertama kali tinggal disini
Tapi Aiden memberikan pengertian untuk istrinya
Semua yang dilakukan pekerja di mansion utama sudah sesuai dengan aturan dari kakek buyutnya
Bukan maksudnya untuk merendahkan, tapi lebih untuk membatasi diri
" Selamat pagi tuan, nyonya..... semoga pagi anda menyenangkan" sapa bi Mega
" Selamat pagi juga bibi, semoga pagi kalian juga menyenangkan " sapa balik Edelyn dengan ramahnya
Aiden tersenyum simpul melihatnya, istrinya memang terlalu baik
__ADS_1
Bahkan dia tak membedakan status dan kasta seseorang
Tapi hal itu justru membuatnya takut, takut kalau istrinya dimanfaatkan nantinya
" Dimana nasi goreng dan kopi yang kau janjikan tadi pagi baby" tanya Aiden sembari meneliti ke sepanjang meja makan
Yang Aiden lihat hanya roti panggang beserta kudapan kudapan kecil khas orang barat
Tak sesuai dengan selera istrinya yang lebih menyukai makanan berat dan khas Nusantara
" Ah iya.....kemana masakanku tadi bi, sepertinya tadi aku sudah menaruhnya di meja
Dan juga dimana kopi untuk Aiden, aku sudah membuatnya tadi" Edelyn berbicara dengan sedikit bergetar
Dia merasa bersalah karena membuat suaminya menunggu, apalagi hari sudah semakin siang
" Hay sayang tenang dulu, jangan panik begitu" ucap Aiden menenangkan istrinya, ia membawa tubuh mungil itu ke pelukannya
Semenjak kejadian itu istrinya juga sering mengalami panic attack
Karena itulah ia dan keluarganya bahu membahu merawat Edelyn
Karena tak ada obat untuk penyakit itu, hanya waktu yang bisa menyembuhkan nya
" Aku tadi sudah bangun pagi-pagi Ai..... sungguh aku sudah menyiapkannya" ucap Edelyn yang kini mulai bersuara lirih, sebentar lagi pasti air matanya akan berjatuhan
" Aku tau baby, aku tau.....tenang ya" bujuk Aiden lagi
" Bibi Mega, tolong jelaskan" pinta Aiden dengan raut muka yang sudah tak enak
Namun tangannya masih setia mengelus punggung istrinya yang menangis dalam diam di pangkuannya
" Maafkan saya tuan, saya lalai.....saya tadi pagi keluar mansion karena mengurus beberapa hal
Jadi saya tak tau menahu....." jawab bibi Mega
" Kalian..... jelaskan apa yang sudah terjadi
Dan dimana masakan nyonya muda" bentak bi mega kepada bawahannya
Namun belum sempat mereka menjawab, pintu penghubung ruang makan dan dapur terbuka dan muncullah seorang wanita dengan nampan di tangannya
Wanita itu membawa poci kecil yang berisikan teh Krisan dan kue-kue kecil di sampingnya
" Ah tuan muda sudah datang, selamat pagi tuan muda semoga hari anda menyenangkan
Saya sudah menyiapkan sarapan spesial untuk anda
Silahkan dinikmati tuan....." sapa wanita itu tanpa tau malu
Bahkan ia tak memperdulikan suasana tegang yang sedang terjadi saat itu
" Kau......."
*****
Hello hello..... jumpa lagi
Jangan lupa tinggalkan jejak, vote like dan komen juga boleh
Terus follow akun aku yah....
__ADS_1
Perhatian kalian menjadi semangat untuk ku
Nantikan cerita selanjutnya bye-bye 🥰🥰🥰