Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
Hari pertama


__ADS_3

Saat ini acara dansa tengah berlangsung, semua orang yang memiliki pasangan berlomba-lomba menari di tengah aula seakan akan tak ada orang lain di sana.


Dominic bahkan tengah meliuk-liuk kan tubuhnya bersama sang istri yang tampak tersenyum bahagia


Bahkan Melisa dan Sera pun juga ikut berdansa dengan salah satu anak rekan bisnis kedua orang tua mereka


Hanya Jaden saja yang tampak bodoh, duduk sendirian di meja besar dengan muka masamnya


Dia sedang ngambek dengan daddy dan mommy-nya yang meninggalkan dirinya sendiri


" Mau berdansa baby ?" tanya Aiden berbisik di telinga Edelyn


Edelyn yang tengah fokus menatap kedua orang tuanya yang tengah berdansa tersentak kaget dengan bisikan Aiden


Tapi itu tak berlangsung lama ia menganggukkan kepalanya dan menerima uluran tangan dari Aiden dengan sukarela


Aiden menarik lembut pergelangan tangan istrinya dan membawanya ke tengah aula, berkumpul bersama pasangan pasangan romantis yang sedang di mabuk cinta


Edelyn hanya tersenyum pasrah dengan keantusiasan Aiden, dia melingkarkan tangannya di leher Aiden


Sementara Aiden memeluk pinggang istrinya dengan erat


Ayunan langkah Aiden dan Edelyn terkesan lembut, mengikuti irama musik yang slow dan romantis


Tatapan mereka terkunci satu sama lain, tak sedikitpun mereka berdua mengalihkan tatapannya


Edelyn mendongak menatap mata indah Aiden dan melemparkan senyum manisnya yang di balas senyuman juga oleh Aiden


Namun kemesraan mereka tak bertahan lama ketika ada tangan besar yang menarik tubuh Edelyn


Edelyn tentu saja terkejut dan memekik kaget, tapi itu tak berlangsung lama saat dia tahu siapa yang memisahkannya dengan Aiden


" Apa.....mau marah ?" tanya Jaden dengan entengnya


Dia sekarang menjadi berani karena ada adiknya, kalau tidak mana mungkin dia berani membuat masalah dengan tiran kejam yang sayangnya sekarang adalah adik iparnya ini


" Kakak kenapa sih ?" tanya Edelyn sewot


" Kenapa, kamu sekarang gak mau dansa dengan kakak lagi ?" tanya Jaden dengan wajah masamnya


Edelyn malah tertawa melihat wajah masam kakaknya " Bukan gitu kak, kakak kan bisa menunggu aku selesai berdansa dengan Aiden" ucap Edelyn sambil menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik


" Sayangnya kakak tak sesabar itu ?"


" Harusnya kakak berdansa dengan pasangan kakak?"


Jaden menghentikan langkahnya, dia menatap wajah adiknya horor " Kamu mengejek kakak ya?"

__ADS_1


Edelyn tertawa, dia lupa kalau kakaknya ini jomblo dari lahir.


Kadang dia heran dengan kakaknya, padahal dia memiliki wajah tampan dan pekerjaan yang mapan.


Tapi kenapa sampai sekarang ia tak memiliki kekasih ?


*****


Silau matahari memasuki celah celah jendela, membuat Edelyn terbangun.


Dia menggeliatkan tubuhnya yang terasa sangat lelah


Ia terdiam sejenak melihat ruangan serba putih yang dihiasi bunga-bunga mawar pink


Edelyn melebarkan matanya sekali lagi, mencoba mengingat ingat apa yang ia lupakan


Seingatnya dia semalam duduk bersandar di bahu Aiden dan kemungkinan dia tak tertidur dan tak mengingat apapun


Edelyn mengernyitkan keningnya merasakan hembusan nafas di belakang punggungnya


Belum sempat dia membalikkan tubuhnya, perutnya sudah dililit sepasang tangan kekar milik Aiden


Seutas senyum terbit di bibirnya pagi ini, walaupun sering tidur bersama tapi ia tetap merasakan jantungnya berdebar debar


Detik ini juga Edelyn harus membiasakan dirinya menjadi nyonya Aiden, menjaganya merawatnya dan selalu berada di sampingnya sampai ajal menjemput, yah semoga saja


Sebelum menikah ia sudah membicarakannya dengan Aiden, dia ingin Aiden dan anak anaknya nanti memakan makanan dari buatan tangannya sendiri


Awalnya Aiden tak setuju, tapi Edelyn dengan kekeh menyatakan keinginannya atau dia tak mau menikah dengan Aiden, alhasil laki laki itu hanya bisa mengalah


Edelyn perlahan menyingkirkan lengan Aiden yang tampak tertidur nyenyak, dia berdiri sejenak di pinggir ranjang mengamati ciptaan tuhan yang tampak sangat sempurna itu


Jika di dunia ini ada kesempurnaan, maka Aiden lah orangnya


Wajah Aiden tampak tenang saat tertidur, pemilik mata tajam dan julukan tiran itu sangatlah menggemaskan saat tertidur, berbeda lagi kalau laki laki itu membuka matanya


Setelah puas memandangi wajah suaminya, ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, awalnya dia tampak terkejut melihat wajahnya yang sudah bersih dari makeup, tapi dia sadar kalau suaminya itu pasti yang membersihkannya dengan lembut tanpa membangunkan dirinya


*****


Edelyn menggaruk tengkuknya bingung menatap sekeliling mansion, dia sudah berkeliling hampir setengah jam untuk menemukan dapur, tapi dia malah terus terusan salah jalan


Mansion ini memang sangatlah besar, bahkan lebih besar dari mansion keluarga Al-Kadahfi maupun Skylar sendiri, Edelyn sempat protes dengan Aiden karena membangun mansion seluas ini, padahal hanya mereka berdua yang menempatinya


Tapi Aiden hanya menjawabnya dengan senyuman dan berkata kalau semua itu untuk kenyamanan dirinya saja.


Dan sekarang ia ingin sekali protes sekali lagi dengan suaminya itu, dia sudah lelah berjalan kesana kemari mencari jalan tapi tak kunjung menemukannya

__ADS_1


Dan sekarang dia malah terdampar di depan kolam renang yang luasnya melebihi kolam renang hotel berbintang lima


Tanpa sepengetahuannya, Aiden terus membuntuti istrinya itu.


Dia terus menahan tawanya melihat wanitanya itu yang selalu salah jalan dan berakhir dengan Omelan omelan lucu yang keluar dari bibir mungilnya


" Aku capek......" rengek Edelyn dan menjatuhkan dirinya di lantai yang dingin


Melihat itu, Aiden langsung menghampirinya dan menggendongnya


Edelyn sempat terpekik kaget, tapi setelah dia tahu kalau Aiden yang menggendongnya raut wajahnya berubah kesal


" Kenapa cemberut baby ?" tanya Aiden tepat di telinganya dan membuat ia merinding geli


" Kamu menyebalkan, sejak kapan kamu bangun ? pasti udah dari tadi kan ?" tanya Edelyn beruntun dan memukuli dada bidang Aiden


Aiden hanya tersenyum manis mendengar Omelan istrinya, dia tak keberatan dipukuli asal bisa melihat wajah menggemaskan istrinya


" Kamu sengaja ya ngerjain aku ?" tanya Edelyn kesal


Aiden memeluk erat pinggang Edelyn yang ada di gendongannya, sepertinya dia sudah membuat kesalahan fatal


istrinya benar benar ngambek sekarang, kalau terus seperti ini kapan dia bisa meminta jatah


Semalam Aiden sudah mati matian menahan hasratnya, tapi Aiden mencoba meredamnya karena melihat Edelyn yang tampak kelelahan karena acara pernikahan mereka kemarin


" Turunin....." pinta Edelyn dengan nada datarnya


" Enggak, maafin aku dulu baby. aku tadi hanya bercanda " pinta Aiden memelas


Edelyn memalingkan wajahnya, dia masih sebal dengan Aiden, niat hati ingin memberikan kesan yang indah di hari pertama pernikahannya tapi semua itu malah gagal karena acara kesasar tadi


" Baby please " mohon Aiden dengan mata berkaca-kaca


Edelyn menghela nafas pasrah, dia tak mau ribut ribut di pagi hari karena masalah sepele


ia pun menganggukkan kepalanya dan meminta Aiden untuk mengantarkannya ke dapur untuk membuat sarapan


*****


Terimakasih sudah membaca ceritaku


jangan lupa like vote dan comentnya guys


hadiahnya juga otte


see you next time 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2