
Saat ini acara dansa tengah berlangsung, semua orang yang memiliki pasangan berlomba-lomba menari di tengah aula seakan akan tak ada orang lain di sana.
Dominic bahkan tengah meliuk-liuk kan tubuhnya bersama sang istri yang tampak tersenyum bahagia
Bahkan Melisa dan Sera pun juga ikut berdansa dengan salah satu anak rekan bisnis kedua orang tua mereka
Hanya Jaden saja yang tampak bodoh, duduk sendirian di meja besar dengan muka masamnya
Dia sedang ngambek dengan daddy dan mommy-nya yang meninggalkan dirinya sendiri
" Mau berdansa baby ?" tanya Aiden berbisik di telinga Edelyn
Edelyn yang tengah fokus menatap kedua orang tuanya yang tengah berdansa tersentak kaget dengan bisikan Aiden
Tapi itu tak berlangsung lama ia menganggukkan kepalanya dan menerima uluran tangan dari Aiden dengan sukarela
Aiden menarik lembut pergelangan tangan istrinya dan membawanya ke tengah aula, berkumpul bersama pasangan pasangan romantis yang sedang di mabuk cinta
Edelyn hanya tersenyum pasrah dengan keantusiasan Aiden, dia melingkarkan tangannya di leher Aiden
Sementara Aiden memeluk pinggang istrinya dengan erat
Ayunan langkah Aiden dan Edelyn terkesan lembut, mengikuti irama musik yang slow dan romantis
Tatapan mereka terkunci satu sama lain, tak sedikitpun mereka berdua mengalihkan tatapannya
Edelyn mendongak menatap mata indah Aiden dan melemparkan senyum manisnya yang di balas senyuman juga oleh Aiden
Namun kemesraan mereka tak bertahan lama ketika ada tangan besar yang menarik tubuh Edelyn
Edelyn tentu saja terkejut dan memekik kaget, tapi itu tak berlangsung lama saat dia tahu siapa yang memisahkannya dengan Aiden
" Apa.....mau marah ?" tanya Jaden dengan entengnya
Dia sekarang menjadi berani karena ada adiknya, kalau tidak mana mungkin dia berani membuat masalah dengan tiran kejam yang sayangnya sekarang adalah adik iparnya ini
" Kakak kenapa sih ?" tanya Edelyn sewot
" Kenapa, kamu sekarang gak mau dansa dengan kakak lagi ?" tanya Jaden dengan wajah masamnya
Edelyn malah tertawa melihat wajah masam kakaknya " Bukan gitu kak, kakak kan bisa menunggu aku selesai berdansa dengan Aiden" ucap Edelyn sambil menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik
" Sayangnya kakak tak sesabar itu ?"
" Harusnya kakak berdansa dengan pasangan kakak?"
Jaden menghentikan langkahnya, dia menatap wajah adiknya horor " Kamu mengejek kakak ya?"
__ADS_1
Edelyn tertawa, dia lupa kalau kakaknya ini jomblo dari lahir.
Kadang dia heran dengan kakaknya, padahal dia memiliki wajah tampan dan pekerjaan yang mapan.
Tapi kenapa sampai sekarang ia tak memiliki kekasih ?
*****
Silau matahari memasuki celah celah jendela, membuat Edelyn terbangun.
Dia menggeliatkan tubuhnya yang terasa sangat lelah
Ia terdiam sejenak melihat ruangan serba putih yang dihiasi bunga-bunga mawar pink
Edelyn melebarkan matanya sekali lagi, mencoba mengingat ingat apa yang ia lupakan
Seingatnya dia semalam duduk bersandar di bahu Aiden dan kemungkinan dia tak tertidur dan tak mengingat apapun
Edelyn mengernyitkan keningnya merasakan hembusan nafas di belakang punggungnya
Belum sempat dia membalikkan tubuhnya, perutnya sudah dililit sepasang tangan kekar milik Aiden
Seutas senyum terbit di bibirnya pagi ini, walaupun sering tidur bersama tapi ia tetap merasakan jantungnya berdebar debar
Detik ini juga Edelyn harus membiasakan dirinya menjadi nyonya Aiden, menjaganya merawatnya dan selalu berada di sampingnya sampai ajal menjemput, yah semoga saja
Sebelum menikah ia sudah membicarakannya dengan Aiden, dia ingin Aiden dan anak anaknya nanti memakan makanan dari buatan tangannya sendiri
Awalnya Aiden tak setuju, tapi Edelyn dengan kekeh menyatakan keinginannya atau dia tak mau menikah dengan Aiden, alhasil laki laki itu hanya bisa mengalah
Edelyn perlahan menyingkirkan lengan Aiden yang tampak tertidur nyenyak, dia berdiri sejenak di pinggir ranjang mengamati ciptaan tuhan yang tampak sangat sempurna itu
Jika di dunia ini ada kesempurnaan, maka Aiden lah orangnya
Wajah Aiden tampak tenang saat tertidur, pemilik mata tajam dan julukan tiran itu sangatlah menggemaskan saat tertidur, berbeda lagi kalau laki laki itu membuka matanya
Setelah puas memandangi wajah suaminya, ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, awalnya dia tampak terkejut melihat wajahnya yang sudah bersih dari makeup, tapi dia sadar kalau suaminya itu pasti yang membersihkannya dengan lembut tanpa membangunkan dirinya
*****
Edelyn menggaruk tengkuknya bingung menatap sekeliling mansion, dia sudah berkeliling hampir setengah jam untuk menemukan dapur, tapi dia malah terus terusan salah jalan
Mansion ini memang sangatlah besar, bahkan lebih besar dari mansion keluarga Al-Kadahfi maupun Skylar sendiri, Edelyn sempat protes dengan Aiden karena membangun mansion seluas ini, padahal hanya mereka berdua yang menempatinya
Tapi Aiden hanya menjawabnya dengan senyuman dan berkata kalau semua itu untuk kenyamanan dirinya saja.
Dan sekarang ia ingin sekali protes sekali lagi dengan suaminya itu, dia sudah lelah berjalan kesana kemari mencari jalan tapi tak kunjung menemukannya
__ADS_1
Dan sekarang dia malah terdampar di depan kolam renang yang luasnya melebihi kolam renang hotel berbintang lima
Tanpa sepengetahuannya, Aiden terus membuntuti istrinya itu.
Dia terus menahan tawanya melihat wanitanya itu yang selalu salah jalan dan berakhir dengan Omelan omelan lucu yang keluar dari bibir mungilnya
" Aku capek......" rengek Edelyn dan menjatuhkan dirinya di lantai yang dingin
Melihat itu, Aiden langsung menghampirinya dan menggendongnya
Edelyn sempat terpekik kaget, tapi setelah dia tahu kalau Aiden yang menggendongnya raut wajahnya berubah kesal
" Kenapa cemberut baby ?" tanya Aiden tepat di telinganya dan membuat ia merinding geli
" Kamu menyebalkan, sejak kapan kamu bangun ? pasti udah dari tadi kan ?" tanya Edelyn beruntun dan memukuli dada bidang Aiden
Aiden hanya tersenyum manis mendengar Omelan istrinya, dia tak keberatan dipukuli asal bisa melihat wajah menggemaskan istrinya
" Kamu sengaja ya ngerjain aku ?" tanya Edelyn kesal
Aiden memeluk erat pinggang Edelyn yang ada di gendongannya, sepertinya dia sudah membuat kesalahan fatal
istrinya benar benar ngambek sekarang, kalau terus seperti ini kapan dia bisa meminta jatah
Semalam Aiden sudah mati matian menahan hasratnya, tapi Aiden mencoba meredamnya karena melihat Edelyn yang tampak kelelahan karena acara pernikahan mereka kemarin
" Turunin....." pinta Edelyn dengan nada datarnya
" Enggak, maafin aku dulu baby. aku tadi hanya bercanda " pinta Aiden memelas
Edelyn memalingkan wajahnya, dia masih sebal dengan Aiden, niat hati ingin memberikan kesan yang indah di hari pertama pernikahannya tapi semua itu malah gagal karena acara kesasar tadi
" Baby please " mohon Aiden dengan mata berkaca-kaca
Edelyn menghela nafas pasrah, dia tak mau ribut ribut di pagi hari karena masalah sepele
ia pun menganggukkan kepalanya dan meminta Aiden untuk mengantarkannya ke dapur untuk membuat sarapan
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
jangan lupa like vote dan comentnya guys
hadiahnya juga otte
see you next time 🥰🥰🥰
__ADS_1