
Setelah acara ngambeknya teratasi, Aiden membawa wanitanya itu ke gazebo taman belakang mansion Skylar
Aiden ingin menghabiskan waktu weekend nya dengan wanita kesayangannya ini
" Apa saja yang kau lakukan beberapa hari ini Ai ?" tanya Edelyn pada Aiden yang lagi-lagi tiduran berbantalkan pahanya
" Mengurusi beberapa hal yang penting di kantor sebelum aku mengambil cuti baby "
Edelyn hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti, sebenarnya dia sudah tau dari kakaknya tapi dia ingin mendengar sendiri dari Aiden
" Memang kau akan lama mengambil cutinya Ai ?" tanya Edelyn sambil mengelus rambut Aiden
Ia sendiri penasaran, pasalnya Aiden hampir tak pernah mengambil cuti apalagi sampai menyerahkan seluruh pekerjaannya pada orang lain sekalipun itu Thom dan Felix
Kakaknya tadi hanya bilang kalau Aiden akan libur panjang, saat ia tanya kenapa, dia malah langsung kabur
Bikin orang kesel aja
" Aku sedang sibuk menyiapkan pernikahan tau"
Edelyn langsung tersedak ludahnya sendiri mendengar celetukan Aiden
Dia kemudian menatap Aiden horor
" Kamu gila.... pernikahan siapa ?" tanya Edelyn dengan tampang polosnya
Dengan kesal Aiden mendengus " Ya pernikahan kita lah, kamu pikir aku mau ngurusin pernikahan siapa baby ?"
" Kita akan menikah ?" tanya Edelyn dengan bodohnya
Melihat respon Edelyn, Aiden langsung was was, pikiran jahat mulai berseliweran di otaknya
Ia meringis melihat tatapan tak mengenakkan dari Aiden, dengan cepat dia mengusap lengan berotot Aiden agar cepat rileks
" Iya iya tentu saja kita akan menikah, tapi kan aku sudah bilang kalau belum siap untuk sekarang sekarang ini "
" Bagaimana kalau Emmmm dua tahun lagi, lagian kita kan sudah bertunangan " ujar Edelyn dengan cengirannya
Aiden membuang wajahnya kecewa, ia ingin sekali berteriak dan memarahi wanitanya
Tapi dia tak ingin menyakitinya, tak taukah Edelyn kalau Aiden selalu mengharapkannya
" Kamu benar benar cinta padaku atau karena kasihan saja baby ?" tanya Aiden tanpa memandang wajah Edelyn
" Tentu saja karena cinta" jawab Edelyn dengan lantang tak menyadari raut kekecewaan Aiden
" Lalu kenapa ?"
" Kenapa apanya ?" bingung Edelyn
Aiden menghembuskan nafasnya lelah, disaat seperti ini wanitanya tak pernah nyambung di ajak komunikasi
" Aku sudah mempersiapkan pernikahan kita bulan depan baby, orang tuamu juga sudah setuju
Tapi kalau kamu merasa keberatan aku akan membatalkannya, aku sadar diri mungkin aku terlalu terburu-buru "
__ADS_1
Edelyn yang sudah konek dengan arah pembicaraan Aiden meringis ngilu
Dia sudah menyakiti perasaan Aiden
" Bukan gitu maksudku Ai aku_ "
Aiden memotong ucapan Edelyn
" Aku paham baby, kamu masih muda, jadi wajar saja kalau merasa takut dengan pernikahan
Aku salah karena terlalu menuntutmu, maafkan aku baby
Aku akan membatalkan rencana pernikahan kita
Sekarang kamu masuk ke kamar, udaranya semakin dingin, aku pergi dulu ada urusan "
Setelah mengecup kening Edelyn, Aiden pergi meninggalkannya
Edelyn yang ditinggalkan merenungi sikapnya,dia mungkin terlalu egois, lebih mementingkan keinginannya sendiri
Ia menatap punggung Aiden yang berjalan dengan lesu, laki laki itu pasti kecewa
" Padahal aku sudah berjanji tak akan mengecewakan Aiden lagi" batin Edelyn
Dengan cepat iamengejar Aiden dan memeluknya dari belakang
Edelyn dapat merasakan tubuh Aiden yang menegang karena terkejut
ia tak ingin kehilangan prianya lagi
Aiden memegang lembut tangan Edelyn, dia tak mengerti dengan pemikiran wanitanya itu
Saat dia mendekatinya, dia selalu menjauh, tapi saat dia pergi, Edelyn selalu mengejarnya dan menarik dirinya untuk kembali mendekat
" Apa maumu baby ?"
" Kamu marah Ai...?" tanya Edelyn dengan polosnya
Aiden hanya mampu menghela nafasnya dengan pasrah, Alody selalu saja mampu membolak-balik kan suasana hatinya
" Apa aku harus gembira karena baru ditolak untuk yang kesekian kalinya ?"
Edelyn meringis " Hehehe, aku tak bermaksud menolakmu Ai"
" Lalu ?"
" Emmmm aku setuju menikah, tapi dengan satu syarat" Edelyn mencoba peruntungannya, ia tahu, dia tak akan pernah bisa lepas dari genggaman Aiden, maka dari itu dia mencoba sedikit menawar untuk kebebasannya
" Apa baby, aku tak akan memenuhi permintaanmu jika hal itu berlebihan "
Edelyn cemberut, saat seperti ini Aiden masih saja mencari keuntungan " Aku ingin tetap kuliah dan beraktifitas seperti biasanya Ai, tak masalah ada penjagaan di sekeliling ku asalkan tak mengganggu aktifitas ku"
Aiden terdiam, dia memikirkan permintaan Edelyn, dia tahu tak akan bisa mengekang wanitanya
Lebih baik dia menyetujui permintaan itu asalkan masih ada penjagaan
__ADS_1
" Baiklah, kamu tak akan bisa menarik ucapan mu barusan baby " peringat Aiden
Edelyn menganggukkan kepalanya " Aku tahu Ai, sekarang bisakah kita jalan jalan keluar?
Aku sungguh sudah bosan"
Aiden menggelengkan kepalanya pelan dan mengusap kepala Alody " Tidak sekarang baby, lihatlah ke atas, daddy-mu masih begitu ketakutan "
Edelyn mendongakkan kepalanya ke atas dia bisa melihat siluet Daddy-nya dari balik jendela
" Padahal aku cuma ke taman belakang, kenapa masih di awasi sih ?" tanya Edelyn dengan wajah jengkelnya
Aiden menuntun Alody duduk di gazebo lagi ,dia menarik tubuh Alody agar bersandar padanya
" Kamu tahukan seberapa berartinya dirimu untuk Daddy, kamu itu dunianya daddy baby girl
Saat kamu hilang semua orang terpuruk termasuk aku....,..Tapi asalkan kau tau, daddy-mu jauh lebih terpuruk lagi "
Aiden menghela nafas sejenak, dia mencoba membujuk Edelyn agar mau berdamai dengan keluarganya
" Temuilah daddy, kasihan dia baby
Semenjak kau marah dan mengacuhkan semua orang, daddy-mu seperti kehilangan separuh nyawanya "
Edelyn tanpa sadar meneteskan air matanya, dia sadar sudah sangat keterlaluan
Karena keinginannya untuk bebas, dia terus mengacuhkan Daddy-nya
Edelyn tau setiap malam Daddy-nya diam diam selalu masuk ke kamarnya hanya untuk mencium keningnya dan menangis tanpa suara di sampingnya
Edelyn mengecup bibir Aiden sekilas " Aku akan menemui daddy, kamu pulang dulu yah !"
" Setelah aku bicara panjang kali lebar, kau menyuruhku untuk pulang baby ?"
" Hehehe, tadikan kamu menyuruhku untuk berdamai dengan daddy "
Aiden menganggukkan kepalanya mengerti " Baiklah, untuk saat ini aku akan berkompromi. Tapi tidak untuk besok, pergilah baby "
Edelyn tersenyum lebar, dia sekali lagi mengecup bibir Aiden dan berlari masuk ke dalam mansion untuk menemui Daddy-nya
Edelyn berjalan menuju ruangan tempat Daddy-nya mengintip tadi
Dia dapat mendengar suara gemelontang dari benda-benda yang terjatuh
Ia menahan tawanya, Daddy-nya itu pasti sedang panik dan mencoba mencari tempat persembunyian
Daddy-nya sungguh sangat menggemaskan, di luar seperti singa yang ganas, tapi di rumah seperti anak kucing yang haus kasih sayang
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
see you next chapter 🥰🥰🥰***
__ADS_1