
Hari demi hari berlalu, pernikahan Edelyn dan Aiden tinggal menghitung hari lagi.
Edelyn sendiri sebenarnya ingin pernikahan yang sederhana saja dan cukup dihadiri keluarga dan sahabatnya, tapi sepertinya itu tak akan mungkin terjadi mengingat seberapa terkenalnya keluarga Aiden maupun keluarganya sendiri
Setelah perdebatan sengit antara dia dan keluarganya, akhirnya Edelyn menerima kalau pesta pernikahannya akan diadakan besar besaran tapi akad nikahnya dilakukan dengan sederhana dan dihadiri keluarga saja agar lebih sakral
Tepat pukul 09.35 pagi, Aiden Al-Kadhafi sudah resmi menjadi suami dari Edelyne Skylar, helaan nafas dan senyum bahagia lepas dari bibir Aiden
Dia bersyukur karena semuanya berjalan dengan lancar
Aiden menengadahkan tangan mengikuti penghulu yang sedang membacakan doa untuk pernikahannya, senyum tulus mengembang di kedua sudut pria itu setelah menyapukan tangannya ke wajah
Acara akad nikahnya dilakukan di mansion Skylar atas permintaan dari Edelyn sendiri
Nanti malam resepsinya baru akan di laksanakan di salah satu gedung milik Aiden
Di beberapa sudut mansion sudah terpasang puluhan kamera untuk mengabadikan momen paling bersejarah bagi hidup Aiden dan Edelyn
Aiden sengaja tak mengundang banyak media baik saat akad maupun resepsi, karena dia tahu istrinya sangat tak menyukai keramaian sama seperti dirinya
Mengingat kata-kata istri, Aiden tersenyum bahagia, entah sudah berapa kali dalam sehari ia sudah tersenyum, bibirnya tak bisa ia kondisikan karena hatinya terlalu berbunga bunga
Lama melamun Aiden dikejutkan dengan tepukan bahu dari istrinya, karena terlalu bahagia dia sampai tak sadar dan melamun di acara pernikahannya
" Kenapa senyum senyum ?" tanya Edelyn keheranan melihat Aiden yang senyum senyum sendiri
Aiden mengecup kening istrinya dengan sayang " Aku sangat bahagia, mimpiku sudah menjadi kenyataan baby "
Edelyn tersenyum manis mendengarnya " Oke, sekarang saatnya kita bertukar cincin sayang, lihatlah semuanya kebingungan melihatmu senyum senyum sendiri "
Aiden cengengesan, karena terlalu asyik dengan lamunannya dia sampai tak sadar telah membuat bingung semua orang
Acara demi acara sudah dilalui Edelyn dan Aiden, setelah akad nikah selesai, Edelyn langsung dibawa oleh mommy dan para wanita bersiap siap untuk resepsi nanti malam
Sedangkan Aiden sendiri berwajah masam karena dipisahkan dengan istrinya
Kini acara berganti di gedung pernikahan,
Tak seperti yang kebanyakan orang pikirkan, resepsi pernikahan Aiden dan Edelyn memang sangat sangatlah mewah, tapi masih ada unsur sederhan
pesta sendiri memakai nuansa putih pink soft, sesuai dengan warna pilihan Edelyn
Di sana sudah ada beberapa stasiun tv lokal dan internasional yang akan meliput acara pernikahan Edelyn dan Aiden
__ADS_1
Stasiun tv itu sudah diseleksi oleh Jaden dari ribuan stasiun yang mendaftar untuk meliput acaranya, Aiden tak ingin ada orang yang kurang berkompeten dan membuat Edelyn tak nyaman
Sebenarnya tanpa harus ada stasiun tvpun, pernikahan keduanya sudah menjadi tranding topik baik di dalam maupun di luar negeri
*****
Aiden berdiri gagah bersama kakeknya, dia menunggu Edelyn dan Daddy-nya yang belum memasuki ruangan
Setelan jas mahal berwarna putih melekat di tubuh atletisnya, rambutnya yang ditata rapi menambah kadar ketampanan Aiden hari ini
Dia berdiri gugup menatap pintu besar yang masih tertutup, perasaannya gugup bukan main.
Pasti wanitanya itu akan sangat sangat cantik malam ini, Aiden jadi ingin membatalkan acaranya dan mengurung Edelyn hanya untuk dirinya seorang saja
" Kau terlihat tak sabar bocah tengik ?" ucap kakek Aiden sambil menahan senyumnya
Melihat Aiden memakai pakaian pernikahan seperti ini, mengingatkan akan dirinya dan putranya dulu saat menikah
Kakek Aiden lega karena bisa mengantarkan cucunya menjemput kebahagiaannya
Dan dia nanti tak akan malu jika bertemu dengan istri dan anaknya di surga nanti
" Kakek, aku gugup sekali " ucap Aiden dengan wajah datar, tapi keringat dingin mengucur di dahinya
Kakek Aiden tertawa geli " Kau akan lebih gugup nanti malam "
Kakek Aiden memicingkan matanya " Jangan bilang kalau kamu sudah pernah tidur dengan Edelyn ?" tanya Kakek Aiden dengan penuh tatapan curiga
Aiden tak menjawab kakeknya karena melihat pintu besar sudah terbuka
Semua orang dan tamu undangan mengalihkan perhatiannya ke arah pintu tersebut
Detak jantung Aiden semakin menggila melihat wanitanya berdiri di tengah pintu itu
Dalam hidupnya, Aiden tak pernah merasa segila ini
Seruan dan pekikan kagum serentak keluar dari mulut para tamu undangan.
Mereka sampai menampar dan mencubit dirinya sendiri karena tak percaya dengan apa yang mereka lihat
Tak ada seorang pun yang bisa memalingkan wajahnya dari pemandangan yang sangat mengagumkan itu
Edelyn padahal hanya memakai gaun dengan model simpel dan cukup tertutup, tapi itu malah menambah kadar kecantikannya
__ADS_1
Dia memakai gaun berwarna soft pink, berbeda dengan pengantin lainnya yang biasanya memakai gaun warna putih
Desain gaunnya pun sangat klasik, dengan atasannya yang bermodel Sabrina dan rok yang memanjang ke belakang
Rambutnya yang berwarna coklat diikat setengah dengan jepitan bunga bunga kecil yang berantai.
Makeup yang Edelyn gunakan pun terkesan simpel tapi sangat cocok dengannya
Aura bahagia terpancar dari wajah cantiknya, membuat semua orang tambah terkagum-kagum dengan pesona nona muda Skylar yang sudah sold out itu
Edelyn menggandeng lengan daddy-nya dan berjalan menyusuri karpet merah menuju tempat dimana suaminya sudah menunggunya
Dari kejauhan Edelyn bisa melihat air mata bahagia yang terus mengalir di kedua pipi Aiden, membuat hatinya terenyuh.
Hari ini menjadi sejarah baru bagi hidupnya, Aiden sudah menjadi miliknya, lelaki yang mencintainya dari awal hingga akhir hidupnya dan sekarang dia sudah resmi menjadi miliknya
Aiden mengulurkan tangannya ketika Edelyn akan menaiki tangga menuju pelaminan
" Kamu sangat cantik baby, lihatlah mereka semua terpesona melihat kecantikan dirimu. Rasanya aku ingin menendang mereka semua "
Edelyn mencubit pelan pinggang Aiden " Jangan berbicara aneh aneh di hari bahagia kita Ai "
Suasana tiba-tiba menjadi hening saat Dominic berdiri tegak dengan mikrofon di tangannya, dia menatap teduh pasangan yang berdiri di depannya
" Aiden " panggil Dominic
Aiden menganggukkan kepalanya tanda menyahuti panggilan dari mertuanya
Keadaan berubah sunyi saat Dominic tak kunjung membuka suaranya
Hanya ada dentingan jarum jam yang terdengar di penjuru gedung pernikahan itu
" Hari ini saya ikhlaskan putri saya satu satunya padamu " Kata Dominic tegas tapi tidak dengan matanya yang sudah berkaca-kaca
" Dia tak pernah selangkah pun jauh dariku, tapi sekarang aku harus merelakannya demi kebahagiannya
Dia putri kesayangan ku, walaupun di sudah dewasa tapi bagi kami, keluarga Skylar, Edelyn tetaplah princess kecil kami "
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
__ADS_1
hadiahnya juga otte
see you 🥰🥰🥰***