
Ting.....
Begitu Edelyn keluar dari lift, dia melihat Aiden yang berdiri di depan pintu ruang kerjanya
Seakan akan pria itu sedang menunggu kedatangannya
Edelyn tersenyum manis menghampiri Aiden,
" Selamat siang tampan, apakah aku membuatmu menunggu?" sapa Edelyn
Aiden membalas senyuman dan merangkul gadisnya menuju ruang kerjanya
" menunggumu 1000 tahun pun aku tak masalah baby girl" ucap Aiden sembari mendudukkan Edelyn di sofa ruang kerjanya
Setelah duduk di sofa dengan tenang, Edelyn mengedarkan pandangannya meneliti ruangan Aiden, terlihat simpel dan tidak banyak perabotannya
" Jika kau tak menyukai ruangan ku, kau bisa mengubahnya baby girl "ucap Aiden melihat kekasihnya yang meneliti ruangannya dengan bibir yang cemberut lucu
kekasih....
apa Alody bisa disebut kekasihku
walaupun sekarang kami lebih dekat, tapi dia belum membalas ucapan cintaku
" Aiden......Aiden....hey Aiden.."
Aku tersentak mendengar panggilan itu, kenapa aku jadi melamun begini sih?
" Ya baby girl...... maaf aku tadi sedikit melamun " ucap Aiden
" Apa kedatanganku mengganggumu?
bekerjalah ,aku akan duduk diam menunggumu disini " ucap Edelyn dengan nada lembutnya
Aiden sendiri hanya tersenyum menatap wajah cantik gadisnya
" Tidak baby girl..... pekerjaan ku tak banyak, nanti malam bisa ku kerjakan
Sekarang katakan padaku, apa yang tadi ingin kau bicarakan
Maaf tadi aku sedikit melamun jadi tidak mendengar ucapan mu"
Edelyn mengangguk dan tersenyum lebar menatap Aiden
" bolehkah aku menambahkan beberapa perabotan di ruangan ini ?"
" of course baby girl, apa yang ingin kamu tambahkan ?"
" Banyak..... hehehe" Edelyn menyengir lucu
Aiden tertawa melihat nya
" Katakan padaku, apa saja yang kau mau baby girl"
" space sebelah timur itu kosong dan cukup luas, itu bisa dijadikan untuk kamar istirahat, lalu aku ingin mengganti sofa ini dengan sofa panjang
Jangan lupakan karpet bulu yang halus dibawahnya
Lalu lalu lalu dipojok sana aku ingin ada pantry kecil dan kulkas makanan
Apakah boleh Aiden ?"
" Tentu saja boleh.... tapi itu semua untuk apa?
aku jarang beristirahat di kantor baby girl ?"
" Tentu saja untukku...... mulai sekarang aku akan sering menemani mu di kantor
Tadi saat aku masuk ke perusahaan ini, banyak sekali pegawai wanita yang sexy.....
__ADS_1
Aku tak mau kau tergoda mereka dan meninggalkan ku
Apa kau keberatan dengan ini semua Aiden?"
Aiden terharu mendengar ucapan gadisnya
Tanpa menjawab pertanyaan gadisnya Aiden menubruk tubuh mungil gadisnya dan memeluknya dengan erat
Alody sendiri terkejut setengah mati saat mendapat pelukan tiba-tiba dari Aiden
Tapi begitu ia merasakan tubuh lelaki yang memeluknya ini bergetar
Ia membalas pelukan itu, tangannya juga dengan refleks mengelus punggung kekar milik Aiden
" Kenapa? Apa kau marah karena perkataan ku Ai?" tanya Alody
Aiden yang masih memeluk Alody menggelengkan kepalanya panik
" Tidak baby......aku hanya terlalu senang
Kupikir semuanya masih terasa seperti mimpi"
" Tidak, aku nyata Ai dan aku akan selalu bersamamu mulai sekarang
Aku tak membalas cintamu bukan karena tak mau, tetapi karena aku ingin memantapkan hatiku terlebih dahulu..... bisakah kau menungguku?"
" Tentu baby, tenang saja
Aku akan membuat mu jatuh cinta padaku baby"
Bruuukkk........
Aiden dan Edelyn yang masih berpelukan sontak terkejut dan melepaskan pelukan mereka
Dan kemudian melihat ke arah pintu......dan ternyata seorang pria tengah berdiri kaku di ambang pintu ruang kerja Aiden
Tak lain tak bukan, pria itu adalah Felix
Felix sendiri yang saat itu masuk tanpa mengetuk pintu juga terkejut melihat adegan di depannya
Aiden sendiri lalu mengambil jas yang ada di sandaran sofa dan memakaikan nya ke paha Alody
Pasalnya saat ini gadisnya tengah memakai rok yang cukup mini menurutnya
Jadi saat duduk, paha putihnya terekspos bebas
Setelah selesai dengan gadisnya.....
Mata Aiden memandang tajam Felix yang sudah mengganggu kegiatannya
Felix mematung dan tubuhnya gemetar mendapat tatapan tajam dari tuannya " matilah kau Felix "
Belum sempat Felix membuka suara dan meminta maaf, dia kembali terkejut dengan teriakan tuannya
" Mengapa kau masih berdiri di situ, Cepat pergi Felix" Aiden berteriak pada asisten bodohnya itu, bukannya pergi malah mematung melihat mereka berdua
Tak lama kemudian terdengar isakan tangis dari gadisnya
Tunggu..... tangis
Aiden menegang saat melihat gadis kecilnya menangis
Dengan cepat Aiden melonggarkan pelukannya dan mengangkat wajah gadisnya.
Aiden merutuki kebodohannya melihat mata yang tadinya berbinar cerah sekarang mengeluarkan air mata
" Baby girl maafkan aku, aku mohon maafkan aku
Aku tidak bermaksud kurang ajar padamu.
__ADS_1
Aku hanya tidak bisa menahan diri, Aku mohon maafkan aku, jangan tinggalkan aku Edelyne !!!
Aku janji tak akan mengulanginya lagi, maafkan aku baby girl " ucap Aiden sambil meneteskan air mata
Edelyn terpaku melihat Aiden meminta maaf sampai menangis, begitu takuktkah Aiden kehilangan dirinya
Edelyn tersenyum dan menghapus air mata Aiden
" Seorang pemimpin tidak boleh menangis, aku tak marah padamu karena hal itu, Aku hanya merasa malu
Aku sangat malu Aideenn....." jawab Edelyn diakhiri dengan rengekan manjanya
Aiden mengerjap pelan, Dia menatap gadisnya intens
" Jadi kau tak marah karena perbuatan kurang ajar ku baby girl " tanya Aiden dengan pelan
" Tidak sayang..... Aku ingin pulang Aiden
Dan juga belikan aku baju baru, bajuku basah karena air matamu Ai " jawab Edelyn
Aiden mematung mendengar panggilan sayang dari gadisnya
Sungguh jantungnya bekerja 2x lipat saat ini
" Oke baby girl tunggu sebentar, aku akan meminta Felix membeli baju ganti untukmu" ujar Aiden
*****
Edelyn keluar dari kamar mandi dengan baju baru yang dibelikan Felix tadi
Dia sedikit ngeri membayangkan reaksi Aiden melihatnya memakai pakaian seperti ini
mungkin sebentar lagi aku harus mengucapkan selamat tinggal untuk Felix
Saat pintu kamar mandi terbuka, Aiden membalikkan tubuhnya
Dia meneguk ludahnya kasar melihat penampilan gadisnya
Tapi setelah kesadarannya kembali ia menggeram marah pada Felix
Saat ia membalikkan tubuhnya dan berniat keluar untuk memberikan pelajaran pada Felix
Sepasang tangan putih melingkari pinggangnya
" Jangan marah honey..... aku sungguh lelah. Aku ingin pulang sekarang" bisik Edelyn di telinga Aiden
Aiden menegang merasakan bisikan dan hembusan nafas gadisnya.....
Gadisnya ini sungguh pintar membuatnya mati kutu
Aiden akhirnya mengangguk, menuruti semua permintaan gadis kecilnya itu
Saat keluar dari ruangan, Aiden menatap tajam Felix dan ingin mengutuk kebodohannya itu
Tapi Alody yang sudah sangat lelah menarik tangan Aiden dan meninggalkan Felix di tengah kebingungannya
apa lagi salahku Tuhan.......poor Felix
Sepanjang jalan keluar dari kantor Aiden terus memeluk pinggang gadisnya dengan erat
Sesekali matanya melemparkan tatapan tajam. pada orang yang berani menatap gadisnya
sialan...ini semua karena Felix
kenapa si bodoh itu membelikan baju yang sexy untuk gadis ku
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
__ADS_1
jangan lupa like vote dan comentnya guys
see you next chapter 🥰🥰🥰***