Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
Solusi


__ADS_3

" Tenanglah daddy Lyn disini......" bujuk Edelyn seraya memeluk Daddy-nya dengan erat


Sedari tadi Daddy-nya tak mau melepaskan dirinya dan terus menangis terisak-isak di bahunya


Karena sudah jengah melihat tingkah putranya dan cucunya yang tampak kelelahan menenangkan pria yang tengah menangis itu....Oma Grace pun mengambil alih


" Hentikan dom.....putrimu disini bersamamu


Kau membuatnya kelelahan Dominic" gertak Oma Grace


" Maaf sayang daddy hanya...."


" Lyn tau daddy......maaf karena Lyn tak mau mengerti dengan perasaan daddy


Tapi sekarang tak apa, Lyn tak akan memaksa daddy lagi..... kalau bersama mommy membuat daddy sakit hati lebih baik sendiri sendiri saja"


Dominic terbelalak begitu mendengar penuturan putrinya, matanya berkaca-kaca, ia tak menyangka putrinya akan berpendapat seperti itu


Tadinya ia sudah hopeles tak tau harus berbuat apa lagi


Sekarang semangat hidupnya kembali begitu putrinya mau mengerti kegundahan hatinya


" Kamu serius..... Lyn tak sedang bercanda dengan daddy kan?" tanya Dominic lagi


" No daddy.....jika kebahagiaan mereka tak berada pada kita lagi untuk apa kita mempertahankan mereka......?"


" Maafkan daddy tak bisa memberikan mu keluarga yang sempurna, maafkan daddy" ucap Dominic seraya menundukkan kepalanya


" Apa maksud daddy..... daddy lihat, Lyn bahagia


Meskipun kurang lengkap tanpa adanya mommy dan kakak tapi no problem


Daddy ku pasti bisa menjadi apa saja untukku, benarkan daddy?"


" Tentu..... apapun untuk putri daddy"


" Sudah cukup.....kemarilah baby" saut Aiden dengan nada dinginnya


Edelyn mau tak mau beranjak dan duduk di samping suaminya yang tampak masam


" Tak bisakah kau mengalah sedikit saja untuk hari ini Aiden?" tanya Dominic dengan nada sarkas


" Tidak...." jawab Aiden singkat padat dan jelas


Ia sudah cukup bersabar karena membiarkan istrinya dimonopoli mertuanya sedari tadi


Jika tak mengingat keadaan yang sedang runyam, ingin rasanya ia marah


" Dasar kau bo......."


" Sudah hentikan, jangan seperti anak kecil" gertak Oma Grace kepada anak dan cucu menantunya

__ADS_1


" Jangan membantah, kalian berdua sama saja" ucap Oma Grace lagi begitu melihat putranya akan membantah ucapannya


" Mumpung kita berkumpul dan suasananya sudah tenang lebih baik kita bicarakan masalah ini baik baik agar cepat selesai" saut kakek Haidar yang sedari tadi terdiam


" Benar kata kakek Haidar, kamu tak keberatan Dominic, Edelyn.....?" tanya opa Allison dengan nada datarnya


Opa Allison memang selalu mengkondisikan ekspresinya di waktu dan saat yang tepat


Kalau mode datar begini berarti ia sedang dalam mode serius dan tak ingin bercanda


" Tentu dad..... Tapi bagaimana dengan Lyn?" tanya Dominic dengan suara lirih


Edelyn yang mengerti kekhawatiran Daddy-nya pun menjawab pertanyaan Daddy-nya


" Lyn tak masalah daddy..... sungguh


Lagipula ada Aiden yang menemaniku' benarkan Ai?" tanya Edelyn seraya memiringkan wajahnya menghadap suaminya


Yang dibalas Aiden dengan tersenyum tipis dan mengangguk


" Jadi bagaimana menurut kamu Lyn, ah tidak alangkah baiknya kalau kita mendengarkan dari sisi lain


Kalau bertanya pada kalian berdua pasti akan membela kedua orang itu" ucap opa Allison


" Benar katamu suamiku,lebih baik kita tanya kakek Haidar dan Aiden dari sudut pandang mereka


Bagaimana, apa kalian keberatan?" tanya oma Grace seraya menatap orang disana satu persatu


" Sebenarnya aku tak berhak dan tak enak untuk ikut campur masalah keluarga kalian tapi karena kalian bertanya pendapatku maka aku akan menjawabnya sesuai dengan sudut pandang ku


Sebenarnya diberikan setengah ataupun semuanya itu sama saja


Harta tak akan dibawa mati, terlebih rejeki setiap manusia sudah diatur olehnya


Percayalah kalau warisan itu bukan rejeki mereka maka Allah akan menunjukkan kuasanya


Dan kembali lagi pada cucu menantuku Edelyn, tanpa warisan itu bukankah ia sudah memiliki rejeki yang berlebih


Semuanya akan kembali pada tempatnya masing-masing"


" Dasar bandot tua.....aku menyuruhmu memberikan solusi bukan untuk mendengar siraman rohani


Sudahlah bertanya padamu membuatku makin pusing saja" sembur Oma Grace


Sebenarnya ia sudah bisa menebak jika bertanya pada kakek tua itu, tapi sebagai formalitas ia tetap bertanya


Setelah mendengarkan ceramah dari kakek Haidar kini atensi berpindah pada Aiden yang tampak asyik dengan dunianya


Karena menyadari tatapan semua orang tertuju padanya ia berdehem sejenak sebelum mengutarakan pendapatnya


" Semuanya terserah Edelyne dan daddy saja" jawabnya singkat

__ADS_1


" Astaga...... kakeknya sudah sangat menyebalkan ditambah lagi dengan cucunya


Kasih penjelasan yang benar Aiden supaya kedua orang tersayangmu itu tercerahkan" saut Oma Grace lagi


" Yang ku sayang cuman Edelyne saja" jawab Aiden acuh seraya mengecup berkali-kali puncak kepala istri tersayangnya


Semua mata memandangnya malas tapi tak ia perdulikan sampai daddy Nic berbicara


" Kasih dad dan istrimu penjelasan Aiden, kamu orang yang rasional dan tak memihak saat ini


Tolong jawab kebingungan daddy" ucap Dominic dengan suara seraknya karena habis menangis


Edelyn yang melihat itu segera menuangkan air untuk diminum Daddy-nya


Tindakan kecil itu membuat Aiden cemburu dan segera menarik istrinya untuk kembali duduk setelah mertuanya itu selesai minum


" Begitu saja sudah membuatmu panas, apalagi kalau istrimu disentuh orang lain bisa..."


" hentikan Haidar jangan membuat cucumu mengamuk saat ini atau kau akan kubanting di selokan depan" ancam opa Allison


" hehehe.... punggung renta sepertimu memangnya bisa membanting tubuhku yang...."


" Diam kalian.....cepat katakan Aiden" bentak Oma Grace


Ia sudah jenuh dengan pertengkaran kedua kakek-kakek itu ditambah melihat Aiden yang tak perduli dengan sekitar


" Hemmm.... sudah kukatakan semuanya terserah istriku


Kalau ia ingin memberikan warisannya kepada kakaknya no problem


Kalau uang yang menjadi masalah Aiden akan mengganti nya


Lagipula daddy Nic sudah mempunyai perusahaan dan aset pribadi yang lebih dari warisan keluarga Skylar jadi Aiden rasa tak masalah


Dan kalau kalian lupa, mommy Ellen bukan wanita yang pandai mengatur uang apalagi dengan kemampuan kerja Jaden yang hanya standar, mungkin warisan itu hanya akan mampir saja ditangan mereka berdua


Jadi menurut Aiden berikan saja agar semuanya cepat selesai dan kita semua bisa menata hidup yang baru....


Terutama untuk daddy, walaupun aku sering kesal padamu karena merebut perhatian istriku


Tapi fakta bahwa kau cinta pertama istriku tak bisa terhapuskan


Jadi kumohon bangkitlah, setidaknya demi putrimu yang juga jauh lebih terluka saat ini" ucap Aiden


Tangannya tak henti-hentinya mengelus punggung istrinya yang kini tertidur lelap di pangkuannya


Semua yang disana tersenyum haru mendengar kata-kata tulus dari seorang pria yang terkenal kejam dan dingin itu


Tak pernah disangka sangka kalau Aiden bisa berbicara dengan penuh ketulusan


Terutama kakek Haidar yang untuk pertama kalinya tersenyum bangga kepada cucunya, ia lega dan merasa berhasil mendidik peninggalan anak dan istrinya

__ADS_1


****


__ADS_2