
Edelyn masih bergelung di atas ranjangnya,
setelah kemarin mereka berdua bercinta di gazebo sampai sore, Aiden kemudian membawanya kembali ke kamar untuk istirahat
Tapi baru saja ia selesai makan malam setelah tertidur sekitar satu jam, laki laki itu menggempurnya kembali hingga nyaris pagi
Sudah pernah Edelyn bilang kan, kalau tenaga Aiden itu bagaikan monster saat di atas ranjang
" Eungh......" Edelyn melenguh, dia mulai membuka kedua matanya
ia melihat sekelilingnya dan mencari keberadaan suaminya
Edelyn mencoba bangun dari tidurnya dan seketika itu juga ia meringis kesakitan
Tulang-tulang di tubuhnya seakan mau rontok, apalagi daerah kewanitaannya
Ia merasakan perih dan sangat kesakitan sampai sampai dia menangis saking tak kuatnya
Dengan hati hati ia mencoba turun dari ranjang dan berjalan tertatih-tatih menuju kamar mandi
Mungkin berendam air hangat akan mengurangi rasa sakitnya
Sementara itu Aiden tengah berkutat di dapur membuatkan sarapan untuk istri kecilnya
Aiden merasa bersalah karena tak bisa menahan dirinya, sekarang pasti istrinya merasa kesakitan
Setelah nasi goreng buatannya jadi, Aiden membawanya ke kamar lengkap dengan air mineral dan obat pereda nyeri untuk Edelyn
Sesampainya di kamar, Aiden melihat istrinya berjalan tertatih-tatih keluar dari kamar mandi
Dengan cepat Aiden menaruh bawaannya di meja dan menghampiri istrinya
Aiden menggendong Edelyn dan menaruhnya di sofa, dia kemudian mengambil baju ganti untuk istrinya dan memakaikannya
Edelyn memalingkan wajahnya yang memerah karena malu, walaupun Aiden sudah melihat semuanya tapi dia belum terbiasa dengan semua ini
Aiden sendiri meneguk ludahnya kasar, tubuh polos istrinya terpampang di depannya
bercak bercak merah tanda cintanya memenuhi seluruh leher dan dada istrinya dan sialnya itu malah membuatnya nampak sexy dan menggoda
Aiden menggelengkan kepalanya menghapus pikiran kotor yang mulai berkeliaran di otaknya yang mesum
Dia harus bersabar karena istrinya sedang sakit karena permainannya sendiri
Entahlah, Aiden tak pernah bisa mengendalikan dirinya saat dengan istrinya, padahal di lingkungan usahanya sudah banyak perempuan cantik dan sexy
Tapi adik kecilnya tak mau bangun sedikitpun
Dulu kakeknya sampai ketakutan dengan ketidak normalan Aiden, sampai sampai dia membawa Aiden ke rumah sakit untuk di periksa kesehatannya
Dan hasilnya tentu saja dia normal dan baik baik saja, Aiden pun menjelaskan pada kakeknya kalau dia hanya tertarik dengan gadis kecilnya saja kala itu
Perjuangan keras Aiden memakaikan baju untuk istrinya akhirnya selesai juga
Aiden mengecup gemas pipi istrinya yang memerah karena malu
__ADS_1
" Kenapa memalingkan wajah dariku baby ?" tanya Aiden dengan senyum menggodanya
Edelyn memeluk erat Aiden dan menyembunyikan wajahnya di lehernya
" Aku malu....." rengek Edelyn
Aiden terkekeh mendengar rengekan manja dari istrinya
" Kenapa malu ?
Aku sudah melihat semuanya baby " ucap Aiden di akhiri dengan kecupan lembut pada cuping telinga istrinya, membuat Edelyn bergidik geli
Edelyn mendongakkan wajahnya pada Aiden, dia menatap wajah Aiden yang tampak sangat segar dan berseri seri
Berbeda dengan dirinya yang seperti baru terbangun dari koma tiga bulan
Lemah tak berdaya
" Kenapa baby....?" tanya Aiden yang melihat istrinya yang menatap dirinya dengan tatapan menghakimi
" Kenapa kamu tampak segar Ai ? padahalkan kamu yang bekerja keras semalam, harusnya kamu yang lemas karena kelelahan bukan aku " ucap Edelyn dengan wajah masamnya
Aiden tertawa mendengarnya, dia sendiri tak tahu kenapa
Yang pasti energinya seperti tak ada habisnya saat menyentuh istrinya dan tubuh Edelyn sendiri bagaikan candu untuknya
Semakin dia menyentuhnya maka dia semakin ingin lagi lagi dan lagi
" Maafkan aku baby, aku tak dapat menahan diri karena pesonamu, salah sendiri kamu begitu menggoda "
Edelyn mencubit pinggang Aiden yang keras, tapi bukannya kesakitan lelaki itu malah tertawa karena geli
" Aku lapar Ai..."
Aiden tersenyum lembut menatap istrinya, dia mulai mengambil makanan dan menyuapi istrinya dengan telaten
Setelah selesai sarapan, Aiden meminumkan Obat pada istrinya dan tak lama kemudian, Edelyn tertidur kembali dengan bersandar pada tubuhnya
Aiden lalu memindahkannya ke tempat tidur dan ikut berbaring bersama istrinya
*****
Edelyn bangun dari tidurnya, dia mencoba membuka matanya yang entah kenapa terasa sangat berat
Tenggorokannya pun terasa sakit
Ia menengok ke samping mencari keberadaan suaminya
Saat dia ingin berteriak memanggil suaminya, pintu kamar terbuka dan masuklah Aiden dengan nampan di tangannya
" Baby.....kok sudah bangun ?" tanya Aiden sambil mendekati istrinya untuk mengecek suhu tubuhnya
Saat mereka berdua tidur tadi pagi, Aiden dibuat heran dengan istrinya yang gelisah dan setelah ia cek ternyata istrinya sedang demam
Mungkin Edelyn kelelahan karena acara pernikahan mereka kemarin, ditambah dia menggempurnya terus menerus
__ADS_1
" Jam makan siang sudah lewat, jadi kamu harus makan sekarang baby " ucap Aiden
Edelyn menggelengkan kepalanya, dia sama sekali tak nafsu makan
Sekarang dia hanya ingin tidur lagi
" Kalau kamu gak mau makan, diinfus aja yah "
Edelyn menggelengkan kepalanya cepat, dia tak mau di Suntik apalagi sampai di infus
" Kalau begitu buka mulutnya baby " ucap Aiden sambil menyodorkan sendok berisi bubur jagung buatannya
" Aku gak suka bubur ayam Ai...." rengek Edelyn dengan suara lemahnya
Aiden terkekeh, dia sudah sangat hafal dengan kesukaan wanitanya
Edelyn sama sekali tak suka dengan bubur ayam, jikalau dia sedang sakit dan diharuskan makan bubur, dia cuman mau makan bubur jagung
itupun hanya buatan mommy-nya yang ia mau
Dan jauh jauh hari Aiden sudah belajar memasak dan meminta resep resep makanan kesukaan istrinya
Dia ingin menjadi yang terbaik dan dapat diandalkan dalam keadaan apapun
" Ini bubur jagung baby, tadi aku yang memasak menggunakan resep rahasia dari mommy " ucap Aiden menjelaskan sembari menyamankan posisi duduk istrinya
Edelyn melongo dibuatnya, dia tak menyangka Aiden akan berbuat sejauh itu untuk dirinya
ia rasanya ingin memberikan siraman rohani pada laki laki itu
Tapi sayangnya niatnya tidak bisa terealisasi karena kondisi tubuhnya
" Ayo buka mulutnya " ucap Aiden mulai menyuapi istrinya
Suapan demi suapan Edelyn terima dengan senang hati, walaupun lidahnya tak bisa merasakan apapun tapi ia yakin kalau rasanya sangatlah lezat
Apalagi dibuat dengan bulir bulir cinta dari suaminya
Setelah selesai makan dan minum obat, Edelyn meminta gendong pada suaminya
Dia ingin bermanja-manja dengan Aiden selagi pria super sibuk itu cuti kerja
Aiden sendiri dengan senang hati menuruti semua keinginannya, dia tahu kalau istrinya akan berubah menjadi anak kecil saat sakit
Biasanya Daddy Nic yang akan menggendong Edelyn saat sakit
Hal itu diketahui Aiden sedari kecil
Dan sekarang tugas itu ia emban dengan suka cita, Aiden rela melakukan apapun asal wanitanya bahagia
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
__ADS_1
Hadiahnya juga otte
see you 🥰🥰🥰***