Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
Ada apa dengan Jaden?


__ADS_3

Edelyn menghampiri kakaknya yang sedang termenung di ruang tamu


Beberapa hari tak melihat kakaknya, ia seperti melihat orang lain saja


Kakaknya tampak kurus dan penampilannya tampak kacau, sangat berbeda jauh dengan biasanya yang selalu fashionable dan narsis di depannya


Pasti ada sesuatu?


" Kakak kenapa...?" tanya Edelyn sambil menyentuh bahu Jaden pelan


" Kakak sakit ya...?" tanyanya lagi seraya tangannya menyentuh dahi Jaden guna mengecek suhu tubuhnya


Tapi semua itu gagal saat Justin dengan kasarnya menepis tangan Edelyn dan tentu saja hal itu membuat Edelyn kaget bukan main


Tanpa mengatakan apapun Jaden berlalu meninggalkan ruang tamu tanpa merasa bersalah sama sekali


Nafas Edelyn menjadi sesak melihat perubahan kakaknya


Karena semarah apapun kakaknya padanya, dia tak pernah memperlakukan dirinya dengan kasar


Ia menghembuskan nafasnya pelan, berusaha membuang pikiran negatif yang mulai bermunculan di otaknya


"Mungkin kakak sedang lelah " ucap Edelyn berusaha menenangkan dirinya sendiri


Edelyn kemudian pergi ke ruang makan dan membantu mommy-nya menata makanan yang sudah siap dihidangkan


Setelah semuanya siap mommy Ellen bersiap memanggil suami dan anaknya untuk turun ke meja makan


Sementara menantunya sudah di jalan menuju mansion


Belum sempat Ellen beranjak Jaden sudah berdiri di samping meja makan dengan setelan jas lengkap dan membawa koper


Tapi yang Ellen heran adalah kenapa putranya tak menatap adiknya sama sekali


" Kamu mau kemana nak, kenapa membawa koper ?" tanya mommy Ellen seraya membenarkan dasinya yang agak miring


" Kakak gak makan dulu?.....aku dan..."


" Ada urusan penting di luar kota mom, aku pergi dulu " ucap Jaden menyela ucapan adiknya dan menyalami mommy Ellen tanpa menghiraukan tatapan adiknya yang berkaca-kaca


Jaden melewati Edelyn seakan akan tak melihat keberadaannya


Hal itu tentu saja membuat Ellen dan Edelyn terkejut dan kebingungan


Edelyn memutar otaknya kebingungan


Dia terus bertanya-tanya kenapa dengan kakaknya


Apa dia membuat kesalahan yang begitu fatal?


Edelyn berlari mengejar langkah kaki kakaknya


Sapaan dari Daddy-nya tak ia hiraukan, ia hanya ingin kejelasan dari kakaknya saja saat ini


" Apa Lyn ada salah sama kakak ?" tanya Edelyn seraya memegang lengan kakaknya dengan nafasnya yang memburu karena berlari


Jaden hanya diam saja tanpa memandang adiknya


" Kenapa kakak tiba tiba marah....?" tanya Edelyn lagi dengan suara paraunya menahan tangis

__ADS_1


Hatinya terasa sesak dan sakit mendapatkan perlakuan yang tak pernah ia dapatkan dari kakaknya


Jaden yang jahil tapi sangat care terhadapnya


Bukan Jaden yang kasar dan dingin seperti saat ini


" Kak..... kenapa kakak kayak gini ?" tangis Edelyn pun pecah karena tak mendapat respon apapun dari kakaknya


Dominic yang melihat putrinya menangis pun menghampiri kedua anaknya


" Kalian kenapa....?" tanya Dominic dengan nada tegasnya


" Tak apa dad .....putrimu saja yang terlalu cengeng" ucap Jaden sarkas seraya menghempaskan tangan Edelyn yang memegang erat lengannya


Kaki Edelyn mendadak lemas


ia tak menyangka mendapat perlakuan seperti ini dari kakaknya


Dominic yang melihat tubuh putrinya oleng dengan cepat menangkap tubuhnya sebelum terjatuh


Dia sendiri sangat terkejut, sampai tak bisa berkata apa-apa saking terkejutnya


Edelyn menatap kakaknya yang pergi menjauh dan menuju mobil yang sudah terparkir rapi di halaman


Tanpa banyak bicara ia melepaskan pelukan Daddy-nya dan berlari menghampiri kakaknya lagi


Edelyn memegang handle pintu mobil yang belum tertutup dan mencoba berbicara lagi dengan kakaknya


Tanpa di sangka sangka dan tak pernah ia maupun kedua orangtuanya bayangkan


tindakan Jaden sekali lagi mengejutkan semua orang


Bagaimana tidak...?


Edelyn yang masih memegang handle pintu mobil terseret dan hampir saja terjatuh


Untung saja ada Aiden yang dengan sigap berlari dan menangkap tubuh istrinya


Kalau tidak mungkin istrinya akan terluka parah mengingat Jaden menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi


Edelyn terdiam shock dengan pandangan mata yang terus menatap mobil kakaknya yang mulai menjauh dari mansion


Tak pernah terbayangkan dalam hidupnya akan mengalami kejadian seperti ini


Mungkin kalau orang lain yang melakukannya ia tak akan sesakit ini


Tapi ini Jaden, kakaknya sendiri


Salah satu sandaran penting dalam hidupnya


Tapi bukan hanya Edelyn saja yang shock


Dominic yang melihat langsung perlakuan anaknya terdiam linglung


Jantungnya mendadak nyeri saking terkejutnya


Untung saja istrinya dengan cepat memberinya obat dan menenangkannya


Setelah selesai dengan keterkejutannya Dominic menatap putrinya yang masih terdiam linglung di pelukan suaminya

__ADS_1


" Bawa Lyn masuk dulu Aiden...." ucap Dominic


*****


Makan malam di mansion Skylar menjadi hening


Mommy Ellen dan Daddy Nic saling pandang tak tau harus berbicara apa


Sementara Aiden hanya menatap istrinya yang tampak murung dan mengaduk makanannya tanpa minat


" Mau aku suapi baby....?" tanya Aiden lembut


Edelyn menghentikan aktifitasnya dan menatap suaminya sejenak


Pandangannya menatap kursi tempat kakaknya duduk yang kosong


Seketika itu juga matanya berkaca-kaca


Tanpa banyak bicara Edelyn berdiri dari duduknya dan pamit pulang pada kedua orang tuanya


" Aku mau pulang...." ucap Edelyn singkat dan berlalu pergi


Dominic tampak mengeraskan rahangnya menahan amarah karena perlakuan putranya yang membuat putri kecilnya bersedih


Sedangkan Ellen hanya bisa menghela nafas seraya mengelus lengan suaminya agar lebih tenang


" Mom dan daddy tak usah khawatir, biar Aiden yang coba bujuk Edelyne


Sebaiknya kalian bicarakan baik-baik dengan Jaden, mungkin dia sedang ada masalah sampai tak sengaja melampiaskannya pada adiknya sendiri " ucap Aiden berusaha mendinginkan suasana


Sebenarnya ia amat sangat marah dan tak rela melihat perlakuan kasar kakak iparnya pada istrinya


Tapi tak ada gunanya ia marah


Menghibur istrinya jauh lebih penting


" Baiklah..... tolong hibur Edelyn, dan jangan lupa buatkan dia susu


Tadi dia hanya makan sedikit " ucap Dominic lirih


Dia merasa gagal menjadi orang tua


Walaupun Jaden dan Edelyn sering bertengkar tapi baik Dominic maupun Ellen tak pernah sekalipun melihat putranya berlaku kasar dengan adiknya


Dan kejadian tadi cukup membuat Dominic terkejut, dan ia yakin putrinya lebih terkejut lagi apalagi Jaden adalah orang kedua yang paling memanjakannya setelah dirinya


" Aku tau dad.....aku pulang dulu" ucap Aiden seraya mencium tangan mertuanya dan mengucapkan salam lalu pergi


Dominic menatap meja makan yang penuh dengan makanan kesukaan putra dan putrinya dengan sendu


Di umurnya yang sudah tua ini, ia tak menginginkan apapun lagi selain kebahagiaan untuk putra dan putrinya


Ellen menatap suaminya yang tampak muram, dia tau kalau suaminya pasti juga terluka melihat perubahan putranya tapi dia sendiri tak tau harus berbuat seperti apa karena dia sendiri juga sama sama terluka


*****


Terimakasih sudah membaca ceritaku


Jangan lupa like vote dan comentnya guys

__ADS_1


Hadiahnya juga otte


see you 🥰🥰 🥰


__ADS_2