Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
Lidia dua


__ADS_3

" Baby bangun sayang, kamu belum sarapan tadi pagi


Ayo makan dulu...."ucap Aiden, ia membangunkan istrinya yang hampir dua jam tertidur nyenyak


Namun bukannya terbangun, istrinya malah memeluk lengannya dan melanjutkan tidurnya


" Astaga....." gemas Aiden, imut sekali


" Makan dulu sayang, setelah itu lanjutkan tidurnya"


" Suapi huby, aku masih mengantuk" pinta Edelyn sendiri mata yang masih terpejam, namun tubuhnya sudah bangun dan bersender pada Aiden


" Tentu saja" Aiden pun dengan cekatan menyuapi istrinya sarapan pagi yang menjelang makan siang


Di depan sofa tempat Edelyn tertidur sudah tersedia satu meja punuh makanan dan minuman, tak lupa juga dengan dessert dan buah-buahan kesukaan istrinya


Namun baru saja menyuap istrinya beberapa kali, ketukan pintu terdengar


" Berani sekali dia" geram Aiden entah pada siapa, padahal tadi ia sudah mewanti-wanti Thom dan Fekix untuk tidak mengganggunya


Ia tak mau istri cantiknya terganggu


Edelyn yang semula mengunyah sambil menutup matanya pun kini terganggu dan membuka matanya perlahan


Raut wajahnya terlihat sebal sekali dan itu membuat Aiden marah pada pengganggu itu


" Masuk....." teriak Aiden


Pintu pun terbuka dari luar, namun bukan ketukan sepatu pentofel yang terdengar tapi ketukan heels


Aiden dan Edelyn serempak menoleh ke arah pintu


Disana karyawan baru yang Edelyn ketahui bernama Aluna berdiri dengan membawa setumpuk map di tangannya


Melihat itu Edelyn semakin sebal, entah mengapa ia merasa terancam


Apalagi jika dibandingkan dengannya, penampilannya saat ini sangatlah buruk


Sementara Aiden hanya diam saja, ia tak mau menghabiskan tenaganya untuk orang yang tak penting, entah untuk apa wanita itu datang mengganggunya


Ya wanita, walaupun identitas di perusahaan menunjukkan kalau ia masih perawan dan singgel tapi sebagai lelaki ia tau kalau perempuan di depannya ini bukanlah seorang gadis lagi


Cukup lama ruangan kantor Aiden menjadi gening, yang terdengar hanya decapan Edelyn yang tengah mengunyah makanan


Aiden masih setia menyuapi istrinya tanpa memperdulikan keberadaan Aluna, salah sendiri mengganggu


" Ehem..... maaf kalau kedatangan saya mengganggu tuan dan nyonya, saya hanya ingin meminta bantuan tuan untuk mengerjakan beberapa berkas ini


Kebetulan tuan Thom dan Felix sedang pergi keluar" ucap Aluna pada akhirnya


" Siapa dirimu berani meminta bantuan suamiku, kalau tak mampu mengerjakannya jangan bekerja" sinis Edelyn, ia akhirnya tau modus wanita itu


Walaupun penampilan dan wajahnya terkesan lugu, tapi belum tentu dengan kelakuannya


" Maaf nyonya, saya baru bekerja hari ini dan masih butuh bimbingan


Mohon nyonya berkenan mengizinkan tuan Aiden untuk mengajari saya" tambah Aluna lagi


" Oh begitu, Kalau begitu tanyakan saja pada suamiku


Apa dia mau mengajari mu" jawab Edelyn santai, ia kemudian berdiri dan berjalan menuju ruang pribadi Aiden


" Huby, aku ingin mandi.....tolong suruh Sinta untuk membawa keperluan ku kesini" pinta Edelyn


Aiden pun menuruti istrinya, setelah menghubungi Sinta asisten pribadi istrinya

__ADS_1


Ia menghubungi Thom dn Felix, bahkan ia tak memperdulikan Aluma yang masih setia berdiri dan menatapnya seperti orang bodoh


Beberapa menit kemudian, Sinta datang


Namun tak hanya Sinta, Thom dan Felix juga datang


Mereka berdua kebingungan karena tiba-tiba dihubungi tuan mereka dan diminta untuk kembali ke kantor


Padahal keduanya tengah meeting penting


" Bawa barang Edelyn ke kamar, lalu bantu dia" titah Aiden pada Sinta


Sinta pun menurut, lebih baik ia bersama nyonya muda nya ketimbang berkumpul bersama tuan Aiden, apalagi sepertinya akan ada pertempuran sebentar lagi


" Kalian tentunya tau apa kesalahan kalian, terutama kamu Felix " ucap Aiden tanpa menoleh, ia masih sibuk memakan makanan bekas istrinya


Padahal masih banyak makanan yang masih utuh dimeja, tapi Aiden lebih suka memakan bekas istrinya


" Tuan, biar saya siapkan makanan yang baru


Itu bekas nyonya Edelyn tuan" saut Aluna tiba-tiba


Aiden seketika menghentikan suapannya, ia menatap Aluna yang dengan lancangnya menyiapkan makanan untuknya, bahkan ia menyingkirkan beberapa makanan yang sudah diicip Edelyn


" Biar saya urus tuan, mohon maafkan saya" ucap Felix, ia dengan segera menyeret Aluna untuk keluar dari ruangan tuan mudanya


Thom pun ikut keluar setelah meminta maaf juga pada Aiden, walaupun bukan kesalahannya


Namun keamanan perusahaan dan karyawan ada di tangannya


Sesampainya di ruangan pribadi yang dikhususkan untuk sekretariat Presdir, Felix murka pada seluruh bawahannya


" Kalian gila, kenapa membiarkan Aluna memasuki ruangan tuan muda?


" Kami tak tau kalau Aluna memasuki ruangan tuan muda, tuan Felix " bela salah satu asisten Thom


" Maaf tuan, itu inisiatif saya sendiri


Ada beberapa berkas yang saya tak mengerti, karena itu saya meminta tolong pada tuan muda" ucap Aluna


Mendengar alasan Aluna, semua orang yang ada di ruangan itu menahan geram


" Kamu pikir kamu siapa berani bertanya pada tuan Aiden, bahkan dengan lancangnya menatap dan ingin menyentuh nyonya Edelyn Jangan berlagak bodoh Aluna " sarkas Thom


" Lagian kamu ngapain sih sampai ke ruangan tuan Aiden, kita-kita juga masih bisa kali membantumu " sinis asisten lainnya


Aluna hanya diam saja, dia tak melakukan pembantahan namun tidak juga meminta maaf


Bahkan Felix dan Thom dibuat takjub oleh Aluna....


" Ini peringatan pertama dan terakhir untukmu Aluna, jangan pernah sakalipun menginjakkan kaki ke ruangan tuan Aiden lagi" ucao Thom, setelah itu ia keluar


" Ingat baik-baik peringatan ini Aluna selagi tuaj Aiden masih berbaik hati


Kau terlalu lancang untuk ukuran orang baru, bahkan mereka mereka saja tak pernah sekalipun melihat ruangan tuan Aiden" tambah Felix seraya menunjuk ketiga bawahannya, setelah itu ia ikut pergi


Banyak pekerjaan yang tertunda karena masalah ini


Setelah kepergian Thom dan Felix, Aluna dicerca habis-habisan oleh asisten Thom dan Felix


Felix masih bisa mendengar hinaan dan cacian untuk Aluna, karena ia belum berjalan terlalu jauh


Namun apa pedulinya, karena wanita itu ia harus bermasalah dengan tuannya


Sementara di ruangan Aiden, keadaan hening seketika

__ADS_1


Sepeninggal Sinta, Aiden hanya terdiam menunduk karena istrinya tak mengajaknya berbicara sama sekali


" Jangan marah baby......" rengek Aiden, tangannya menarik-narik ujung kaos yang istrinya pakai


Namun karena hal itu, seketika matanya melotot


Ia menatap garang istrinya


" Apa yang kamu pakai ini baby?" teriak histeris Aiden, bahkan Edelyn terlonjak kaget karena teriakan nya


" Baju lah, memang apalagi huby?" tanya Edelyn seolah tak tau


Padahal ia tau maksud suaminya


Karena pakaian yang ia pakai saat ini masuk dalam kriteria baju haram versi Aiden


Padahal menurutnya biasa saja


Ia hanya mengenakan rok span berbahan rajut yang sampai betisnya


sementara bajunya, ia mengenakan kaos crop top lengan pendek


Sebenarnya tak terlalu pendek menurut Edelyn, tapi beda lagi jika menurut Aiden


" Ganti bajunya baby, aku tak suka" perintah Aiden dengan nada tegasnya, namun Edelyn tak perduli


Sekali-kali ia ingin membantah suaminya


" Aku tak mau huby...." jawab Edelyn dengan entengnya, bahkan ia menatap Aiden seolah menantang


" Eh eh eh jangan membantah, hari ini hari bebasku....


Aku sudah diperbolehkan dokter untuk melakukan itu" bisik Edelyn di akhir kalimatnya


" Benarkah baby?" tanya Aiden antusias, bahkan tanpa sadar tangannya mulai beranjak untuk memegang bagian intim istrinya


" Hus, tidak sekarang tapi nanti" tepis Edelyn


Hal itu sontak membuat Aiden tak terima dan hendak protes, ia sudah berpuasa sekian lamanya.....


" Nanti atau tidak sama sekali" ancam Edelyn, dan akhirnya dengan terpaksa Aiden mengangguk


" Baiklah, aku mau ke kantor Daddy dulu


Paman Aron kemarin menghubungi ku, katanya Daddy kerja gila-gilaan


Bahkan pola makannya tai teratur sekarang, aku takut Daddy sakit huby "


" Pergilah, biar Thom yang mengantar


Maaf aku tak bisa mengantarmu baby" ucao Aiden


Edelyn mengangguk, ia mengerti kesibukan suaminya


setelah berpamitan dengan Aiden, Edelyn oun pergi


Di depan pintu Thom sudah berdiri dan siap mengantarnya


" Tolong antar aku ke kantor pusat Daddy nic Thom, maaf merepotkan ya" basa-basi Edelyn


" Sudah kewajiban saya nyonya, mari" jawab Thom


Walupun ia terkenal berhati dingin, namun istri tuannya adalah salah satu orang yang bisa merobohkannya dinding yang ia buat


Bukan berarti ia mencintainya, namun lebih kepada rasa sayang kepada seseorang yang harus ia lindungi

__ADS_1


__ADS_2