
" Baby bangun sayang, kamu belum sarapan tadi pagi
Ayo makan dulu...."ucap Aiden, ia membangunkan istrinya yang hampir dua jam tertidur nyenyak
Namun bukannya terbangun, istrinya malah memeluk lengannya dan melanjutkan tidurnya
" Astaga....." gemas Aiden, imut sekali
" Makan dulu sayang, setelah itu lanjutkan tidurnya"
" Suapi huby, aku masih mengantuk" pinta Edelyn sendiri mata yang masih terpejam, namun tubuhnya sudah bangun dan bersender pada Aiden
" Tentu saja" Aiden pun dengan cekatan menyuapi istrinya sarapan pagi yang menjelang makan siang
Di depan sofa tempat Edelyn tertidur sudah tersedia satu meja punuh makanan dan minuman, tak lupa juga dengan dessert dan buah-buahan kesukaan istrinya
Namun baru saja menyuap istrinya beberapa kali, ketukan pintu terdengar
" Berani sekali dia" geram Aiden entah pada siapa, padahal tadi ia sudah mewanti-wanti Thom dan Fekix untuk tidak mengganggunya
Ia tak mau istri cantiknya terganggu
Edelyn yang semula mengunyah sambil menutup matanya pun kini terganggu dan membuka matanya perlahan
Raut wajahnya terlihat sebal sekali dan itu membuat Aiden marah pada pengganggu itu
" Masuk....." teriak Aiden
Pintu pun terbuka dari luar, namun bukan ketukan sepatu pentofel yang terdengar tapi ketukan heels
Aiden dan Edelyn serempak menoleh ke arah pintu
Disana karyawan baru yang Edelyn ketahui bernama Aluna berdiri dengan membawa setumpuk map di tangannya
Melihat itu Edelyn semakin sebal, entah mengapa ia merasa terancam
Apalagi jika dibandingkan dengannya, penampilannya saat ini sangatlah buruk
Sementara Aiden hanya diam saja, ia tak mau menghabiskan tenaganya untuk orang yang tak penting, entah untuk apa wanita itu datang mengganggunya
Ya wanita, walaupun identitas di perusahaan menunjukkan kalau ia masih perawan dan singgel tapi sebagai lelaki ia tau kalau perempuan di depannya ini bukanlah seorang gadis lagi
Cukup lama ruangan kantor Aiden menjadi gening, yang terdengar hanya decapan Edelyn yang tengah mengunyah makanan
Aiden masih setia menyuapi istrinya tanpa memperdulikan keberadaan Aluna, salah sendiri mengganggu
" Ehem..... maaf kalau kedatangan saya mengganggu tuan dan nyonya, saya hanya ingin meminta bantuan tuan untuk mengerjakan beberapa berkas ini
Kebetulan tuan Thom dan Felix sedang pergi keluar" ucap Aluna pada akhirnya
" Siapa dirimu berani meminta bantuan suamiku, kalau tak mampu mengerjakannya jangan bekerja" sinis Edelyn, ia akhirnya tau modus wanita itu
Walaupun penampilan dan wajahnya terkesan lugu, tapi belum tentu dengan kelakuannya
" Maaf nyonya, saya baru bekerja hari ini dan masih butuh bimbingan
Mohon nyonya berkenan mengizinkan tuan Aiden untuk mengajari saya" tambah Aluna lagi
" Oh begitu, Kalau begitu tanyakan saja pada suamiku
Apa dia mau mengajari mu" jawab Edelyn santai, ia kemudian berdiri dan berjalan menuju ruang pribadi Aiden
" Huby, aku ingin mandi.....tolong suruh Sinta untuk membawa keperluan ku kesini" pinta Edelyn
Aiden pun menuruti istrinya, setelah menghubungi Sinta asisten pribadi istrinya
__ADS_1
Ia menghubungi Thom dn Felix, bahkan ia tak memperdulikan Aluma yang masih setia berdiri dan menatapnya seperti orang bodoh
Beberapa menit kemudian, Sinta datang
Namun tak hanya Sinta, Thom dan Felix juga datang
Mereka berdua kebingungan karena tiba-tiba dihubungi tuan mereka dan diminta untuk kembali ke kantor
Padahal keduanya tengah meeting penting
" Bawa barang Edelyn ke kamar, lalu bantu dia" titah Aiden pada Sinta
Sinta pun menurut, lebih baik ia bersama nyonya muda nya ketimbang berkumpul bersama tuan Aiden, apalagi sepertinya akan ada pertempuran sebentar lagi
" Kalian tentunya tau apa kesalahan kalian, terutama kamu Felix " ucap Aiden tanpa menoleh, ia masih sibuk memakan makanan bekas istrinya
Padahal masih banyak makanan yang masih utuh dimeja, tapi Aiden lebih suka memakan bekas istrinya
" Tuan, biar saya siapkan makanan yang baru
Itu bekas nyonya Edelyn tuan" saut Aluna tiba-tiba
Aiden seketika menghentikan suapannya, ia menatap Aluna yang dengan lancangnya menyiapkan makanan untuknya, bahkan ia menyingkirkan beberapa makanan yang sudah diicip Edelyn
" Biar saya urus tuan, mohon maafkan saya" ucap Felix, ia dengan segera menyeret Aluna untuk keluar dari ruangan tuan mudanya
Thom pun ikut keluar setelah meminta maaf juga pada Aiden, walaupun bukan kesalahannya
Namun keamanan perusahaan dan karyawan ada di tangannya
Sesampainya di ruangan pribadi yang dikhususkan untuk sekretariat Presdir, Felix murka pada seluruh bawahannya
" Kalian gila, kenapa membiarkan Aluna memasuki ruangan tuan muda?
" Kami tak tau kalau Aluna memasuki ruangan tuan muda, tuan Felix " bela salah satu asisten Thom
" Maaf tuan, itu inisiatif saya sendiri
Ada beberapa berkas yang saya tak mengerti, karena itu saya meminta tolong pada tuan muda" ucap Aluna
Mendengar alasan Aluna, semua orang yang ada di ruangan itu menahan geram
" Kamu pikir kamu siapa berani bertanya pada tuan Aiden, bahkan dengan lancangnya menatap dan ingin menyentuh nyonya Edelyn Jangan berlagak bodoh Aluna " sarkas Thom
" Lagian kamu ngapain sih sampai ke ruangan tuan Aiden, kita-kita juga masih bisa kali membantumu " sinis asisten lainnya
Aluna hanya diam saja, dia tak melakukan pembantahan namun tidak juga meminta maaf
Bahkan Felix dan Thom dibuat takjub oleh Aluna....
" Ini peringatan pertama dan terakhir untukmu Aluna, jangan pernah sakalipun menginjakkan kaki ke ruangan tuan Aiden lagi" ucao Thom, setelah itu ia keluar
" Ingat baik-baik peringatan ini Aluna selagi tuaj Aiden masih berbaik hati
Kau terlalu lancang untuk ukuran orang baru, bahkan mereka mereka saja tak pernah sekalipun melihat ruangan tuan Aiden" tambah Felix seraya menunjuk ketiga bawahannya, setelah itu ia ikut pergi
Banyak pekerjaan yang tertunda karena masalah ini
Setelah kepergian Thom dan Felix, Aluna dicerca habis-habisan oleh asisten Thom dan Felix
Felix masih bisa mendengar hinaan dan cacian untuk Aluna, karena ia belum berjalan terlalu jauh
Namun apa pedulinya, karena wanita itu ia harus bermasalah dengan tuannya
Sementara di ruangan Aiden, keadaan hening seketika
__ADS_1
Sepeninggal Sinta, Aiden hanya terdiam menunduk karena istrinya tak mengajaknya berbicara sama sekali
" Jangan marah baby......" rengek Aiden, tangannya menarik-narik ujung kaos yang istrinya pakai
Namun karena hal itu, seketika matanya melotot
Ia menatap garang istrinya
" Apa yang kamu pakai ini baby?" teriak histeris Aiden, bahkan Edelyn terlonjak kaget karena teriakan nya
" Baju lah, memang apalagi huby?" tanya Edelyn seolah tak tau
Padahal ia tau maksud suaminya
Karena pakaian yang ia pakai saat ini masuk dalam kriteria baju haram versi Aiden
Padahal menurutnya biasa saja
Ia hanya mengenakan rok span berbahan rajut yang sampai betisnya
sementara bajunya, ia mengenakan kaos crop top lengan pendek
Sebenarnya tak terlalu pendek menurut Edelyn, tapi beda lagi jika menurut Aiden
" Ganti bajunya baby, aku tak suka" perintah Aiden dengan nada tegasnya, namun Edelyn tak perduli
Sekali-kali ia ingin membantah suaminya
" Aku tak mau huby...." jawab Edelyn dengan entengnya, bahkan ia menatap Aiden seolah menantang
" Eh eh eh jangan membantah, hari ini hari bebasku....
Aku sudah diperbolehkan dokter untuk melakukan itu" bisik Edelyn di akhir kalimatnya
" Benarkah baby?" tanya Aiden antusias, bahkan tanpa sadar tangannya mulai beranjak untuk memegang bagian intim istrinya
" Hus, tidak sekarang tapi nanti" tepis Edelyn
Hal itu sontak membuat Aiden tak terima dan hendak protes, ia sudah berpuasa sekian lamanya.....
" Nanti atau tidak sama sekali" ancam Edelyn, dan akhirnya dengan terpaksa Aiden mengangguk
" Baiklah, aku mau ke kantor Daddy dulu
Paman Aron kemarin menghubungi ku, katanya Daddy kerja gila-gilaan
Bahkan pola makannya tai teratur sekarang, aku takut Daddy sakit huby "
" Pergilah, biar Thom yang mengantar
Maaf aku tak bisa mengantarmu baby" ucao Aiden
Edelyn mengangguk, ia mengerti kesibukan suaminya
setelah berpamitan dengan Aiden, Edelyn oun pergi
Di depan pintu Thom sudah berdiri dan siap mengantarnya
" Tolong antar aku ke kantor pusat Daddy nic Thom, maaf merepotkan ya" basa-basi Edelyn
" Sudah kewajiban saya nyonya, mari" jawab Thom
Walupun ia terkenal berhati dingin, namun istri tuannya adalah salah satu orang yang bisa merobohkannya dinding yang ia buat
Bukan berarti ia mencintainya, namun lebih kepada rasa sayang kepada seseorang yang harus ia lindungi
__ADS_1