
Keadaan Jaden saat ini jauh dari kata baik baik saja
Seluruh tubuhnya penuh lebam dan organ dalamnya terluka cukup parah
Tapi untung saja Dominic masih berbelas kasih memberikan perawatan terbaik untuknya
Walaupun dalam keadaan dikurung
Tapi disini bukan kurungan layaknya penjara atau sejenisnya
Jaden dikurung di dalam kamar dengan fasilitas lengkap dan perawat serta dokter ahli yang terus menemaninya
Dominic tak sampai hati kalau menghukum putranya lebih dari ini
Dia rasa pukulannya kemarin cukup untuk membuat putranya sadar dan membuka mata hatinya untuk melihat betapa sayangnya Edelyn terhadap kakaknya
Dominic menatap putranya yang sudah mulai membuka mata
Dia sudah menunggu Jaden membuka mata kurang lebih dua jam
Dominic tetap diam menatap putranya yang terkejut dan terlihat ketakutan saat melihatnya
Tapi Dominic tak perduli akan semua itu
" Daddy......" panggil Jaden lirih
Ia berusaha bangkit dari tidurnya namun badannya sakit semua dan membuatnya kesulitan untuk bangun
Dalam hatinya ia sangat berharap Daddy-nya akan membantunya
Namun sepertinya itu semua hanyalah angan angan semata
Daddy-nya tampak tak perduli lagi padanya
" Mungkin daddy tak akan memaafkan aku lagi" batin Justin
Jaden memandang langit langit kamar dengan nanar
Kedua tangannya meremas sprei dengan erat
Ia merasa menjadi manusia yang tak berguna saat ini
Melindungi dirinya sendiri saja tak bisa dan sekarang dia dengan sok jagonya melukai adiknya yang jelas jelas memiliki banyak pelindung
" Katakan alasanmu.....?" ucap Dominic memecah keheningan dengan nada dinginnya
Jaden hanya menundukkan kepalanya, ia tak tau harus menjawab apa kepada Daddy-nya
Lebih tepatnya Justin sendiri tau alasan apapun akan tetap salah dimata Daddy-nya
" Katakan padaku......apa maumu ?" tanya Dominic lagi
Dominic sangat amat menekan emosinya, ia takut akan kembali melukai putranya
" Katakan sejujurnya...... daddy tak mau bermain main lagi " tambah Dominic lagi
Jaden mengangkat wajahnya menatap wajah Daddy-nya yang tampak tegang
" Aku hanya ingin hak-ku...... tapi daddy malah memberikannya kepada Edelyn" jawab Jaden lirih
" Karena uang yah...... baiklah daddy akan kabulkan " ucap Dominic seraya menatap Justin sendu
Dominic tak menyangka anak laki-laki yang sudah ia jaga sedari dalam perut ibunya kini mempertanyakan haknya disaat dia masih hidup
" Ashton......" Dominic berteriak memanggil sekretaris yang memang sengaja ia bawa
Ashton, sekretaris Dominic masuk sembari membawa map di tangannya
Melihat itu tanpa sadar ia tersenyum senang dan itu semua tak luput dari penglihatan Dominic
__ADS_1
Dia kecewa dengan putranya
Dia amat sangat kecewa
Ashton kemudian membuka map itu dan membacakan isinya
Dan pada intinya map itu berisi setengah aset dari keluarga Skylar
Jaden yang mendengar kalau ia hanya mendapatkan setengah menatap Daddy-nya dengan protes
" Semuanya adalah milik orangtuaku...... mereka berdua tak memberikan warisan apapun padaku"
" Dan sebagai gantinya..... mereka membagi warisannya menjadi dua bagian, untukmu dan Edelyn"
Jaden masih tak percaya dan tak menerima
" Tapi Edelyn perempuan......dia tak punya hak apapun dengan warisan keluarga, lagipula dia sudah menikah "
Dominic terkekeh mendengar ucapan putranya
Tak punya hak katanya.....
Rasanya ia ingin menertawakan kebodohannya sendiri
dia memungut wanita yang sudah menyakiti hatinya dan dengan lapang dada menerima anaknya menjadi bagian dari hidupnya
Bahkan keluarganya amat sangat menyayangi mereka berdua
Tapi kenapa balasannya seperti ini?
" Kamu bisa menayakannya kepada ibumu tentang apa itu hak....." ucap Dominic seraya berdiri dan berniat meninggalkan ruangan
Dia tak mau semakin sakit hati melihat sikap putranya yang sudah berubah
Atau mungkin memang seperti itu sifatnya ?
Tepat saat akan membuka pintu, pintunya sudah terbuka dari luar
Dari sini Dominic mengerti..... lagi lagi istrinya lebih memilih putranya ketimbang dia dan putrinya
Kalau saja Jaden tak bersalah, Dominic tentu saja tak akan mempermasalahkannya
Namun sekarang keadaannya berbeda
" Kau meninggalkanku lagi Ellen....." ucap Dominic datar
Matanya menatap wajah istrinya yang tampak kalut
Tapi itu tak membuat Dominic iba ....pasalnya Dominic juga sakit
Tak hanya sekali dua kali Ellen mengecewakannya
Dan mungkin ini akan menjadi yang terakhir
Karena Dominic tak sanggup.....dia sudah menyerah
Dominic rasa sudah cukup ia selama ini berjuang untuk keluarganya
Kekecewaan di awal pernikahan dulu masih membekas di hatinya ditambah dengan perbedaan perlakuan antara Edelyn dan Jaden
Itu cukup mengganggu hatinya
" Kamu tau apa akibatnya Ellen.....?"
" Aku tau....."
" Baiklah...... tapi maaf aku tak bisa bersamamu lagi"
" Bagaimana dengan hak Jaden.....?" tanya Ellen
__ADS_1
Dominic tersenyum sendu..... disaat seperti ini istrinya masih memikirkan harta untuk putranya
Dominic akui Ellen sama gilanya dengan dirinya
" Sudah aku berikan.....dan untukmu, bukit beserta kastil ini adalah milik pribadiku dan di bawah sana ada sawah dan perkebunan
Itu akan menjadi milikmu.......aku akan mengurus surat perceraian kita "
Ellen terdiam mendengar kata kata cerai dari suaminya
Tapi keputusannya sudah bulat......dia ingin menemani putranya
" Selamat tinggal Ellen......"
Dominic pergi meninggalkan kastil dengan berlinang air mata
Hubungan yang sudah berlangsung puluhan tahun kini kandas karena harta
Ia tak menyangka istri dan putranya sebegitu mempermasalahkan harta
Jika boleh diulang lagi
Dominic menyesal membawa Ellen kembali dan memberikan hatinya yang sudah hancur pada wanita itu
Kini hatinya bagaikan mati rasa
Entah harus bagaimana ia menjelaskan nanti pada putrinya
Edelyn nya pasti akan bertambah sedih.....
Ashton yang melihat tuannya begitu terpuruk merasa iba
Pasalnya Ashton sudah mengikuti Dominic dari waktu ia muda
Dan ia tau betul tentang kisah cinta antara tuannya itu
Menurutnya Tuannya adalah lelaki baik tapi sayangnya banyak orang yang tak tau diri dan memanfaatkan kebaikan orang demi kepentingannya sendiri
" Tuan orang baik......nona muda pasti bangga memiliki tuan, jangan putus asa tuan.....nona pasti akan mengerti " ucap Ashton
Ashton tak memberikan nasihat untuk melupakan istri tuannya yang sebentar lagi akan menjadi mantan istri
Karena dia tau kalau tuannya kuat menghadapinya
Justru yang tuannya takutkan adalah reaksi dari putrinya
" Putriku sudah banyak kehilangan Ashton......" lirih Dominic
" Nona muda kuat...... apalagi tuan Aiden selalu ada di samping nona, pasti semuanya akan baik-baik saja tuan "
" Yah semoga..... berhenti di masjid depan "
Dominic berniat ke masjid dan mengadu kepada sang pencipta
Saat ini dia tak meminta dan menginginkan apapun........ karena dia tahu Allah akan memberikan apa yang ia butuhkan
Dominic memang menginginkan Ellen
Tapi setelah ia merenungkan kembali.....dia mencoba ikhlas
Yang dia inginkan mungkin bukan yang terbaik untuknya
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
Hadiahnya juga otte
__ADS_1
see you next time 🥰🥰🥰