Perjalanan Cinta Edelyn

Perjalanan Cinta Edelyn
berpisah


__ADS_3

Keadaan Jaden saat ini jauh dari kata baik baik saja


Seluruh tubuhnya penuh lebam dan organ dalamnya terluka cukup parah


Tapi untung saja Dominic masih berbelas kasih memberikan perawatan terbaik untuknya


Walaupun dalam keadaan dikurung


Tapi disini bukan kurungan layaknya penjara atau sejenisnya


Jaden dikurung di dalam kamar dengan fasilitas lengkap dan perawat serta dokter ahli yang terus menemaninya


Dominic tak sampai hati kalau menghukum putranya lebih dari ini


Dia rasa pukulannya kemarin cukup untuk membuat putranya sadar dan membuka mata hatinya untuk melihat betapa sayangnya Edelyn terhadap kakaknya


Dominic menatap putranya yang sudah mulai membuka mata


Dia sudah menunggu Jaden membuka mata kurang lebih dua jam


Dominic tetap diam menatap putranya yang terkejut dan terlihat ketakutan saat melihatnya


Tapi Dominic tak perduli akan semua itu


" Daddy......" panggil Jaden lirih


Ia berusaha bangkit dari tidurnya namun badannya sakit semua dan membuatnya kesulitan untuk bangun


Dalam hatinya ia sangat berharap Daddy-nya akan membantunya


Namun sepertinya itu semua hanyalah angan angan semata


Daddy-nya tampak tak perduli lagi padanya


" Mungkin daddy tak akan memaafkan aku lagi" batin Justin


Jaden memandang langit langit kamar dengan nanar


Kedua tangannya meremas sprei dengan erat


Ia merasa menjadi manusia yang tak berguna saat ini


Melindungi dirinya sendiri saja tak bisa dan sekarang dia dengan sok jagonya melukai adiknya yang jelas jelas memiliki banyak pelindung


" Katakan alasanmu.....?" ucap Dominic memecah keheningan dengan nada dinginnya


Jaden hanya menundukkan kepalanya, ia tak tau harus menjawab apa kepada Daddy-nya


Lebih tepatnya Justin sendiri tau alasan apapun akan tetap salah dimata Daddy-nya


" Katakan padaku......apa maumu ?" tanya Dominic lagi


Dominic sangat amat menekan emosinya, ia takut akan kembali melukai putranya


" Katakan sejujurnya...... daddy tak mau bermain main lagi " tambah Dominic lagi


Jaden mengangkat wajahnya menatap wajah Daddy-nya yang tampak tegang


" Aku hanya ingin hak-ku...... tapi daddy malah memberikannya kepada Edelyn" jawab Jaden lirih


" Karena uang yah...... baiklah daddy akan kabulkan " ucap Dominic seraya menatap Justin sendu


Dominic tak menyangka anak laki-laki yang sudah ia jaga sedari dalam perut ibunya kini mempertanyakan haknya disaat dia masih hidup


" Ashton......" Dominic berteriak memanggil sekretaris yang memang sengaja ia bawa


Ashton, sekretaris Dominic masuk sembari membawa map di tangannya


Melihat itu tanpa sadar ia tersenyum senang dan itu semua tak luput dari penglihatan Dominic

__ADS_1


Dia kecewa dengan putranya


Dia amat sangat kecewa


Ashton kemudian membuka map itu dan membacakan isinya


Dan pada intinya map itu berisi setengah aset dari keluarga Skylar


Jaden yang mendengar kalau ia hanya mendapatkan setengah menatap Daddy-nya dengan protes


" Semuanya adalah milik orangtuaku...... mereka berdua tak memberikan warisan apapun padaku"


" Dan sebagai gantinya..... mereka membagi warisannya menjadi dua bagian, untukmu dan Edelyn"


Jaden masih tak percaya dan tak menerima


" Tapi Edelyn perempuan......dia tak punya hak apapun dengan warisan keluarga, lagipula dia sudah menikah "


Dominic terkekeh mendengar ucapan putranya


Tak punya hak katanya.....


Rasanya ia ingin menertawakan kebodohannya sendiri


dia memungut wanita yang sudah menyakiti hatinya dan dengan lapang dada menerima anaknya menjadi bagian dari hidupnya


Bahkan keluarganya amat sangat menyayangi mereka berdua


Tapi kenapa balasannya seperti ini?


" Kamu bisa menayakannya kepada ibumu tentang apa itu hak....." ucap Dominic seraya berdiri dan berniat meninggalkan ruangan


Dia tak mau semakin sakit hati melihat sikap putranya yang sudah berubah


Atau mungkin memang seperti itu sifatnya ?


Tepat saat akan membuka pintu, pintunya sudah terbuka dari luar


Dari sini Dominic mengerti..... lagi lagi istrinya lebih memilih putranya ketimbang dia dan putrinya


Kalau saja Jaden tak bersalah, Dominic tentu saja tak akan mempermasalahkannya


Namun sekarang keadaannya berbeda


" Kau meninggalkanku lagi Ellen....." ucap Dominic datar


Matanya menatap wajah istrinya yang tampak kalut


Tapi itu tak membuat Dominic iba ....pasalnya Dominic juga sakit


Tak hanya sekali dua kali Ellen mengecewakannya


Dan mungkin ini akan menjadi yang terakhir


Karena Dominic tak sanggup.....dia sudah menyerah


Dominic rasa sudah cukup ia selama ini berjuang untuk keluarganya


Kekecewaan di awal pernikahan dulu masih membekas di hatinya ditambah dengan perbedaan perlakuan antara Edelyn dan Jaden


Itu cukup mengganggu hatinya


" Kamu tau apa akibatnya Ellen.....?"


" Aku tau....."


" Baiklah...... tapi maaf aku tak bisa bersamamu lagi"


" Bagaimana dengan hak Jaden.....?" tanya Ellen

__ADS_1


Dominic tersenyum sendu..... disaat seperti ini istrinya masih memikirkan harta untuk putranya


Dominic akui Ellen sama gilanya dengan dirinya


" Sudah aku berikan.....dan untukmu, bukit beserta kastil ini adalah milik pribadiku dan di bawah sana ada sawah dan perkebunan


Itu akan menjadi milikmu.......aku akan mengurus surat perceraian kita "


Ellen terdiam mendengar kata kata cerai dari suaminya


Tapi keputusannya sudah bulat......dia ingin menemani putranya


" Selamat tinggal Ellen......"


Dominic pergi meninggalkan kastil dengan berlinang air mata


Hubungan yang sudah berlangsung puluhan tahun kini kandas karena harta


Ia tak menyangka istri dan putranya sebegitu mempermasalahkan harta


Jika boleh diulang lagi


Dominic menyesal membawa Ellen kembali dan memberikan hatinya yang sudah hancur pada wanita itu


Kini hatinya bagaikan mati rasa


Entah harus bagaimana ia menjelaskan nanti pada putrinya


Edelyn nya pasti akan bertambah sedih.....


Ashton yang melihat tuannya begitu terpuruk merasa iba


Pasalnya Ashton sudah mengikuti Dominic dari waktu ia muda


Dan ia tau betul tentang kisah cinta antara tuannya itu


Menurutnya Tuannya adalah lelaki baik tapi sayangnya banyak orang yang tak tau diri dan memanfaatkan kebaikan orang demi kepentingannya sendiri


" Tuan orang baik......nona muda pasti bangga memiliki tuan, jangan putus asa tuan.....nona pasti akan mengerti " ucap Ashton


Ashton tak memberikan nasihat untuk melupakan istri tuannya yang sebentar lagi akan menjadi mantan istri


Karena dia tau kalau tuannya kuat menghadapinya


Justru yang tuannya takutkan adalah reaksi dari putrinya


" Putriku sudah banyak kehilangan Ashton......" lirih Dominic


" Nona muda kuat...... apalagi tuan Aiden selalu ada di samping nona, pasti semuanya akan baik-baik saja tuan "


" Yah semoga..... berhenti di masjid depan "


Dominic berniat ke masjid dan mengadu kepada sang pencipta


Saat ini dia tak meminta dan menginginkan apapun........ karena dia tahu Allah akan memberikan apa yang ia butuhkan


Dominic memang menginginkan Ellen


Tapi setelah ia merenungkan kembali.....dia mencoba ikhlas


Yang dia inginkan mungkin bukan yang terbaik untuknya


*****


Terimakasih sudah membaca ceritaku


Jangan lupa like vote dan comentnya guys


Hadiahnya juga otte

__ADS_1


see you next time 🥰🥰🥰


__ADS_2